NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:808
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Tentu, ayo bertemu lagi 10 tahun kedepan dan melihat Aurora bersama" ucap Drew setuju.

"Kita tidak akan berpisah. 10 tahun kedepan terlalu lama" ucap Arsen sambil menatap Shena.

"Kita ga tahu apa bisa terus sama-sama setelah lulus SMA. Bisa jadi kita berpisah, bukan? Ga ada hal yang ga mungkin" ucap Shena.

"Kita tidak akan berpisah, Shena. Aku akan pastikan kita bersama" ucap Arsen dalam hati sambil menatap Shena dalam. "Baiklah" ucap Arsen pada akhirnya.

.

.

.

Liburan musim dingin berakhir. Semua siswa sibuk belajar mempersiapkan hari ujian akhir sekolah. Ujian ini sangat penting untuk menentukan kelulusan mereka dan memilih universitas mana yang mereka inginkan.

Bu Mariot membagikan kuisioner kepada seluruh siswa. "Semuanya, silahkan kalian isi kuisioner ini dan kumpulkan pada ibu besok ya. Ingat, jangan asal mengisi. Jika kalian kesulitan kalian bisa konsultasi kepada ibu sendiri". Ucap Bu Mariot sebelum pergi meninggalkan kelas.

"Baik, Bu" jawab siswa serentak.

Drew menepuk pundak Shena pelan. Shena menoleh ke arah Drew. "Ada apa?" Tanya Shena.

"Sudah pikirkan mau masuk universitas mana?" Tanya Drew penasaran.

Shena tampak menimbang beberapa saat. "Eumm.... Kupikir aku akan kuliah di universitas swasta saja mengambil jurusan seni lukis". Ucap Shena akhirnya.

"Kalau gitu aku ikut kau saja, my Hero. Kita kan sama-sama bodoh" ucap Drew senang.

Shena yang awalnya tersenyum langsung berekspresi datar. Itu terdengar seperti Drew sedang menyadarkan dirinya.

Shena menoleh pada Arsen dan bertanya. "Arsen, kalau kamu gimana?"

"Aku ikut kau" jawab Arsen datar.

"Kau tidak bisa ikut Shena. Kau kan akan kuliah di luar negeri" sahut Drew.

Arsen menyipitkan matanya. "Aku ga pernah bilang gitu".

"Kamu ga pernah bilang, tapi ibumu yang bilang di wawancaranya. Artikelnya udah kesebar dari kemarin. Masa ga tau sih, kan dia ibumu sendiri". Ucap Drew. Arsen langsung mengeluarkan hp nya dari sakunya dan membuka internet. Ia mencari artikel terbaru tentang dirinya. Ia menemukan satu teratas dan dengan jelas taglinenya "Putra semata wayang keluarga Lergan akan kuliah di universitas Harvard". Arsen langsung berdiri ketika membaca judul artikelnya. Ia mengambil tasnya dan pergi dengan terburu-buru. Shena dan Drew sampai terkejut melihatnya.

"Dia kenapa?" Beo Drew.

Shena menggelengkan kepalanya pelan. "Ga tau, aneh".

.

.

.

Arsen berada di perusahaan keluarganya yang saat ini di pimpin ibunya. Ekspresinya sangat dingin. Ia melangkahkan kakinya masuk ke perusahaan itu. Semua orang yang melihat Arsen masuk langsung menundukkan kepalanya. Beberapa pegawai nampak cukup gemetar melihat keberadaan Arsen. Bukan apa-apa, hanya saja mereka sangat ingat bahwa Arsen pernah memukuli pegawai perusahaan ini karena masalah sepele sampai pegawai tersebut harus di rawat selama 2 minggu di rumah sakit.

Cassandra Lergan sedang rapat di ruang meeting. Arsen berjalan menuju ruangan itu. Belum sempat ia membuka pintu, seseorang menghentikannya. Itu adalah Julian Jacob, asisten pribadi ibunya. "Minggir" ucap Arsen dingin dengan tatapan membunuhnya. Julian dibuat merinding melihatnya. Ia berusaha untuk tetap mencegah Arsen dari membuat masalah bagi bosnya. "Tuan muda, nyonya sedang rapat. Anda bisa menunggu di ruangan nyonya. Akan ku beri tahu nyonya kau ada disini setelah rapat selesai" ucapnya berusaha untuk tetap bersikap sopan.

Arsen menepis tangannya kasar dan mendorong pintu itu kuat hingga terbuka dengan kasar. Semua orang di dalam ruangan serentak menoleh ke arah pintu. Arsen masuk, sorot matanya penuh dengan amarah yang tak terbendung lagi. Ia meletakkan layar hp di depan ibunya yang berisi artikel tentang ibunya dan berkata dengan marah. "Aku sudah bilang berhenti untuk mencampuri urusan hidupku. Apa kau tidak mengerti juga, hah" bentaknya.

Cassandra memijit tipis keningnya. Semua orang disana tampak gemetar ketakutan. Cassandra memerintahkan pelan. "Kalian semua keluar dulu". Semua orang buru-buru pergi keluar.

Cassandra menatap putra semata wayangnya datar. "Aku memilihkan universitas terbaik untukmu dengan nilai mu yang di bawah standar itu. Disaat banyak orang mati-matian berusaha masuk ke universitas itu dan kau bisa masuk dengan mudah karena ibu. Bukankah kau harusnya berterima kasih karena menjadi putraku?" Ucap Cassandra datar.

Arsen sangat marah. Urat di lehernya tampak menonjol. "Aku yang akan membuat keputusan tentang hidupku, bukan kau" bentaknya. "Sejak kapan kau perduli pada masa depanku, hah!!! Memangnya kau pernah ada di saat aku membutuhkan mu?? Kenapa kau selalu membuat keputusan demi dirimu sendiri" teriak Arsen.

Cassandra melihat putranya dari ekor matanya. Ekspresinya datar tak tergoyahkan. "Berhenti memberontak seperti anak kecil. Kelak kau akan memimpin perusahaan ini. Ibu harus memastikan kau mendapatkan pendidikan terbaik untuk masa depanmu dan masa depan perusahaan keluarga kita".

"Aku tidak akan pergi kemana-mana. Aku akan tetap berada di kota ini terserah kau mau lakukan apapun" ucap Arsen penuh penekanan. Ia pergi dengan langkah cepat penuh emosi. Cassandra hanya bisa terdiam melihat punggung anaknya.

"Nyonya, kau tidak apa-apa kan?" Tanya Julian khawatir.

Cassandra memegang dadanya dengan tangan kirinya. "Cari tahu apa kelemahan Arsen. Kita harus pastikan dia menurut dan mengikuti rencana ku. Arsen adalah satu-satunya harapan perusahaan ini" ucap Cassandra dingin.

"Baik, nyonya" jawab Julian.

.

.

.

Ding.. dong...

Bel apartemen Shena berbunyi. Shena pergi membukakan pintu. Itu Arsen. Ia terlihat sangat menyedihkan. Matanya memerah dan buku tangannya terluka. Pakaiannya juga terlihat kusut. Shena bertanya dengan khawatir. "Arsen, apa yang terjadi?"

Arsen berjalan mendekat, langkahnya tampak berat. "Aku membutuhkan mu" ucap Arsen pelan. Ia lalu memeluk Shena.

Shena menepuk-nepuk pelan pundak Arsen untuk menenangkannya. "Apa terjadi sesuatu yang buruk?" Tanya Shena pelan. Arsen menggelengkan kepalanya pelan. Ia semakin menenggelamkan kepalanya di leher Shena. Arsen lalu menarik tubuh Shena kedalam gendongannya. Shena terkejut. "Ar..."

"Shena, bisakah kau menuruti ku dulu hari ini?" sela Arsen.

Shena yang tadinya ingin protes jadi terdiam. Arsen menggendongnya seperti menggendong koala lalu duduk di atas sofa dengan Shena yang berada di atasnya. Mata Arsen terpejam, nafasnya teratur dan cukup tenang. Mereka berpelukan dalam posisi itu cukup lama. Shena kira Arsen tertidur. Ia sedikit bergerak untuk melepaskan dirinya. Arsen terganggu. Ia bersuara. "Shena, jangan pergi" ucapnya pelan.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!