NovelToon NovelToon
High School Love On

High School Love On

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Romansa Fantasi
Popularitas:823
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Masa-masa sekolah memang paling indah dan mendebarkan. Banyak drama dan kisah cinta yang begitu manis. Ini hanya kisah tentang anak-anak remaja yang duduk di SMA. Tentang, persahabatan, cinta, pendidikan, dan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23 Akibat Gagal Fokus

Devina yang merasa gugup dan malu segera melepaskan tangannya dari genggaman Aksa. Ia terlihat sangat canggung dan menjadi salah tingkah karenanya. Sikapnya begitu jelas menunjukkan bahwa ia tidak terkendali saat ini. Ingin sekali rasanya Devina melompat-lompat kegirangan menunjukkan perasaan bahagianya, namun ia malu jika harus melakukan itu di depan Aksa. Ia mencoba untuk tetap kalem dan menahan kegembiraannya itu.

"Itu.. Sebentar lagi bel berbunyi. Ayo kita masuk kelas, " Devina berdalih dengan sikap yang aneh dan gelagapan. Ia pun berbalik dan masuk ke kelas dengan langkah yang kaku.

Aksa tersenyum sangat lebar melihat tingkah Devina yang tersipu malu dan terlihat sangat gugup. Lalu ia menyusul Devina masuk ke kelas. Sementara yang tadi mengintip sudah bubar lebih dahulu duduk di bangku masing-masing berpura-pura tidak tahu apa-apa dan tidak melihat apa-apa. Padahal sebenarnya Aksa sudah tahu dan menyadari kepingin tahuan mereka yang mengintip dibalik jendela.

Namun, Aksa dengan tenang berpura-pura tidak tahu dengan tindakan teman-temannya. Dan dengan santai duduk di bangkunya sambil membuka buku pelajaran menunggu jam belajar dimulai. Adit masuk ke kelas dan menghampiri bangku Aksa berniat memberikan bekal yang sempat dititip kan kepadanya oleh Santi untuk Aksa. Adit menaruh bekal itu di atas meja Aksa tanpa banyak bicara.

"Ini apa? " tanya Aksa.

"Memangnya apa lagi? Tante khawatir karena loh makan sedikit tadi. Makanlah! " Adit hendak akan pergi ke bangkunya setelah memberikan bekal itu kepada Aksa.

"Loh gak pulang pagi tadi?" tanya Aksa menghentikan langkah Adit. Ia menoleh ke arah Aksa dengan wajah tersenyum lebar.

"Rumah gue jauh. Akan sangat terlambat kalau pulang dulu, " Adit membalas dengan beralasan.

"Jangan datang lagi ke rumah. Sudah cukup berat buat ibu gue mengatur semua kebutuhan rumah. Semua tidak ada yang gratis di dunia ini. Seragam itu, loh bisa simpan kalau loh mau, " ujar Aksa memperingati Adit supaya tidak datang lagi ke rumahnya setelah ini.

"Tidak bisa. Karena Tante mengundang gue buat makan malam bersama di rumah nanti. Jangan mencoba untuk melarang gue! " Adit menimpali dengan menatap sinis ke Aksa sembari menunjuknya tegas. Tatkala langkah kakinya mulai bergerak menuju bangkunya tanpa memalingkan tatapannya terhadap Aksa.

Cukup dengan menghela nafas Aksa benar-benar tidak percaya pada murid pindahan tersebut. Bisa-bisanya dia bersikap seenaknya padahal baru saja kenal dan belum lama sejak mereka bertemu.

"Ada apa ini? Tidak hanya Devina, tapi loh juga sepertinya menjadi lebih akrab dengannya? Apakah karena kejadian semalam? " Feri bertanya karena ia penasaran dengan banyaknya perubahan yang terjadi.

Aksa menoleh ke Feri dengan tatapan malas dan tidak tahu harus berkata apa. "Entahlah. Gue juga tidak tahu, " balasnya.

Tidak lama kemudian, akhirnya bel masuk berbunyi dengan lantangnya. Pelajaran pertama dimulai dengan Olahraga. Semua siswa berganti pakaian sebelum pergi ke lapangan. Hanya Adit yang tidak membawa seragam olahraga karena ia berangkat langsung dari rumah Aksa.

Di lapangan guru olahraga membuat dua kelompok antara siswa dan siswi yang di pisahkan. Para siswa diberikan permainan bola sepak, sementara para siswi diberikan permainan bola voli yang masing-masing dibagi menjadi empat kelompok.

Nampak semua murid begitu asik dalam melakukan permainan mereka yang sudah dibagi oleh guru olahraga. Ada beberapa yang terlihat serius dalam bermain dan ada juga yang hanya sekedar bermain-main dan bersenang-senang saja.

Namun Devina yang masih berbunga-bunga karena sikap Aksa tadi membuat ia tidak bisa fokus dalam bermain. Ia tidak bisa berhenti memikirkan kata-kata manis yang Aksa lontarkan sebelumnya. Kalimat itu terus-terusan terngiang-ngiang di telinganya. Sesekali namun sangat sering ia mencuri pandang kepada Aksa yang terlihat sangat keren saat bermain bola sepak. Lantas, ketika seseorang mengambil smash dengan cukup keras bola itu melayang ke arah Devina dengan sangat cepat. Devina tidak sadar bola itu mengarah kepadanya karena terus memperhatikan Aksa.

"VINA! AWAS! " Leni berteriak supaya Devina menghindar. Namun sayang, teriakan itu hanya mampu membuyarkan lamunannya tentang Aksa sehingga membuat Devina membulatkan bola matanya tertegun diam menatap bola itu datang ke arahnya dengan cepat.

Dug!

Bola itu menghantam wajah Devina tepat di hidung nya dengan cukup keras. Sehingga membuat Devina jatuh terdorong ke belakang dengan darah segar mengucur dari kedua lubang hidung Devina. Karena sangat Syok Devina pingsan di tempat.

"VINA! " Leni terlihat panik saat meneriaki namanya sambil berlari menghampiri untuk memeriksa keadaannya.

Aksa dan Adit seolah tertarik oleh teriakan Leni sehingga mereka bergegas berlari ikut memeriksa keadaan Devina saat ini. Bahkan guru olahraga ikut menghampiri karena khawatir.

"Vin? Vina? Devina sadar! " Leni berusaha membangunkan Devina dari pingsannya.

"Ada apa? " tanya guru olahraga menyelidiki apa yang terjadi kepadanya.

"Dia terkena bola, Pak, " jawab Leni seadanya.

"Hidungnya berdarah. Biar saya bawa dia ke UKS," sahut Aksa menawarkan diri untuk menolong Devina dan membawanya ke UKS.

"Iyah, tolong yah?" Guru olahraga pun membantu Aksa mengangkat tubuh Devina ke punggungnya. Lantas, Aksa bergegas lari pergi menuju UKS. Aditya hendak ingin menyusul namun dihentikan oleh guru.

"Kamu mau kemana?" tanya Guru Olahraga.

"Em itu Pak, anu.... Aduuuh! Kepala saya sakit banget Pak. Kayaknya saya pingin pingsan, jadi saya harus pergi ke UKS untuk istirahat, " Aditya beralasan sambil melengos pergi begitu saja meskipun belum di berikan izin oleh gurunya.

"Hei? Dasar anak ini! " gumam Guru Olahraga tidak bisa berbuat banyak karena ia tahu kalau Adit adalah anak dari Direktur sekolah. "Sudah sudah. Kalian lanjutkan permainannya! " sambung Guru Olahraga.

Lantas, Aksa tiba di UKS dan membaringkan tubuh Devina di atas ranjang yang tersedia. Guru yang menjaga UKS datang dan bertanya dengan santai apa yang terjadi kepadanya.

"Apa yang terjadi? "

"Pagi, Bu? Tadi Devina tidak sengaja terkena bola voli. Hidungnya berdarah dan dia langsung pingsan, " terang Aksa menyebutkan situasi dan kondisinya.

Lalu, guru tersebut segera memeriksa luka di hidungnya. Kemudian ia memeriksa kedua bola matanya. "Tidak papah. Sepertinya dia pingsan karena syok. Dia akan segera bangun, " ujar guru tersebut dengan tenang ia katakan.

"Syukurlah kalau begitu, " balas Aksa merasa cukup lega mendengarnya.

Tidak lama kemudian, Aditya datang dan membanting pintu UKS cukup keras. "Hallo, Bu? Saya merasa pusing, jadi saya harus istirahat, " ujarnya melengos pergi begitu saja menuju ranjang di samping Devina dan berbaring.

Guru UKS dan Aksa meliriknya bersamaan. "Apa ini? Siapa kamu?" tanya Guru UKS tersebut merasa tidak asing dengan sikap tidak sopannya.

"Bu, ini aku!" Ujar Adit sembari duduk memperlihatkan dirinya dengan jelas. Guru UKS itu nampak terkejut saat mengetahuinya.

"Aditya? Wah, rupanya kamu. Kenapa kamu ada disini? Bukannya kamu sedang di luar negeri?" sahut Guru tersebut seolah terasa akrab dengan Aditya.

Sejenak Aksa terdiam bingung dengan apa yang terjadi diantara mereka. Namun, ia tidak mau ikut campur jadi hanya diam dan mendengarkan. Lagi pula itu bukan urusannya.

1
SANG
Semangat terus pantang mundur👍💪👍💪
SANG
Like iklan plus komen👍💪👍💪👍💪
Rustina Mulyawati: Terima kasih Kakak..
total 1 replies
SANG
Aku kasih suka ya👍💪
SANG
Keren banget💪👍💪
SANG
Ceritanya seru
T28J
lanjutkan kak 👍
T28J
anjay nganter doang 3 juta 🤣👍
T28J
hadiir kakak 🙏
Rustina Mulyawati: Terima kasih udah mampir👍 Moga suka sama jalan ceritanya. ☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!