Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.
Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.
Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Diremehkan satu
Sehari sesudahnya." Lapor ketua. Lokasi dan gedung untuk markas kita sudah saya dapatkan, dan semua surat suratnya sudah ada di tangan saya. Silakan tuan periksa." ucap Alpha, saat berkesempatan menemui atasannya.
"Secepat itu? Lalu bagaimana dengan anggota yang kamu cari. Apa kau sudah mendapatkannya?" reaksi Nindya, sambil menerima map berisi surat surat kepemilikan markas baru mereka.
"Sudah ketua. Jumlahnya sampai saat ini baru mencapai 1.500 orang, dan saya yakin akan terus bertambah seiring berjalannya waktu." jawab Alpha.
"Lalu di mana mereka sekarang. Apakah sudah kau tempatkan di gedung markas baru kita itu?"
"Benar ketua. Mereka semua sudah ada di sana, dan sedang menunggu instruksi dari anda. Di samping itu mereka juga ingin bertemu dengan ketua."
"Baik. Kalau begitu mari kita ke sana." balas Nindya.
Kemudian mengerahkan sedikit kesadaran energi spiritualnya untuk menghubungi 8 bawahannya. lalu berkata. "Kalian semua. Segera menghadapku. Dampingi aku untuk pergi ke markas baru kita." ujarnya.
Tak lama kemudian, 8 orang yang dipanggil sudah ada di depan Nindya, dan saat ini sedang menunduk dalam ke arahnya.
Alpha yang melihat itu menganga diam, karena dia tidak menyangka, kekuatan mereka sekarang sudah melampaui kekuatannya. Bahkan ada beberapa orang yang terlalu mengunggulinya.
Alpha tentu saja bertanya tanya, Kapan mereka membangkitkan kekuatan yang seperti itu. Sementara dia masih tetap menggunakan energi eksternal saja, tanpa energi spiritual.
"Ketua...?"
"Untuk saat ini jangan kau tanyakan dulu. Suatu hari nanti aku juga akan membangkitkan kekuatanmu. Tapi kau harus bersabar. Tunggu giliranmu juga giliran orang orang yang akan aku pilih nanti untuk dibangkitkan." reaksi Nindya, yang tahu bahwa bawahannya cemburu dengan kekuatan Raka dan yang lainnya.
"Baik ketua. Kalau begitu terima kasih."
"Ya"
Tak lama kemudian, Nindya, Alpha Kirana dan lainnya sudah berada di jalan raya. Menaiki lima mobil Rolls Royce mewah terbaru, yang sengaja dibeli untuk keperluan Nindya dan bawahannya.
Sampai saat ini. Dia dan Kirana masih menginap di hotel Blue Sky, karena masa sewanya masih ada. Tinggal dua hari lagi habis, dan setelah itu mereka akan pindah ke tempat lain.
Secara diam diam, Quantum Xuan sudah membelikan tuannya 162 unit mansion mewah, yang berada di Kotavia Selatan. Hingga seluruh block itu sudah menjadi miliknya. dan tidak seorangpun yang berani memasukinya.
Masing masing mansion tersebut mempunyai lahan yang cukup luas. Hingga kalau digabung, semuanya bisa menyamai luas 3.200 lapangan sepak bola internasional.
Di salah satu dari 162 mansion mewah itulah nantinya Nindya dan Kirana akan tinggal. Sedangkan sisanya diperuntukkan untuk sembilan anak buahnya. Termasuk Alpha juga yang lainnya. Juga orang orang yang akan terpilih nanti.
"Kita sudah sampai ketua." ucap Alpha, sesaat setelah memarkirkan mobilnya di depan pintu gedung.
Sepuluh penjaga yang ditugaskan menjaga pintu bangunan, langsung mendekati mobil Alpha, dan langsung pula membukakan pintu untuknya.
"Selamat datang tuan!" sapa mereka.
"Ya. Cepat bukakan jalan, dan antar kami untuk menemui mereka!" balas Alpha.
"Siap ketua!"
"Tunggu! Yang ketuanya itu bukan aku, tapi Nona ini. Segera beri penghormatan padanya." perintah Alpha.
"Apa. Ketua? Tidak mungkin. Bagaimana bisa?" respon sebagian besar penjaga merasa penasaran.
"Kalian meragukan perkataanku? Dasar kurang ajar!"
Plak, bugh, bugh.
"Bukan begitu Ketua. Perempuan ini masih terlalu muda. Tidak mungkin akan memimpin kami ke depannya?" respon ketua penjaga, yang sudah mempunyai kekuatan di atas 60.
Wush! Plak. Baaamm!
Tanpa di duga, Kirana hanya melambaikan tangannya saja, tapi tubuh ketua penjaga terpental jauh, dan menabrak pintu hingga terbuka.
Anak buahnya yang semula meragukan perkataan Alpha jadi ketakutan, karena mereka tidak menyangka, seorang gadis yang disangka lemah, mempunyai bawahan sekuat itu.
Baru melambaikan tangannya saja, penjaga sekuat Barra bisa terpental, bagaimana kalau di pukul. Mungkin langsung mati.
Alpha yang melihat itu hanya diam saja, karena dia ingin memberi pelajaran pada penjaga, terutama pada Barra, yang sehari hari terkenal arogan, agar dia dan mereka tahu, bahwa di atas langit masih ada langit. Dan ternyata apa yang dia rencanakan itu berhasil. 10 penjaga tersebut langsung ketakutan, dan menunduk dalam ke arah Nindya.
"Itu pelajaran pertama untuk kalian. Jika lain kali masih meragukan Nonaku, maka aku akan membuat kalian menghilang dari muka bumi. Paham!?" ancam Kirana.
"Pa pa paham Nona!" jawab mereka.
"Angkat tubuh tidak berguna itu, dan lempar ke jalanan, atau langsung dihabisi saja!" sambung Kirana.
"A a ampun Nona! Saya mengaku salah. Saya berjanji tidak akan melakukannya lagi, dan berjanji akan bekerja dengan baik!" respon Barra, yang sudah menyadari kesalahannya.
"Quan. Segel hati dan pikiran mereka. Buat menjadi sangat patuh, dan rela melakukan apa saja untuk Pemburu Darah!" ucap Nindya.
[Siap, kerjakan Tuan]
Satu menit kemudian. Ninda, Kirana, Alpha dan yang lainnya, sudah memasuki ruangan, di mana di dalam bangunan tersebut terdapat Aula yang sangat besar. cukup untuk menampung ribuan orang.
Ternyata bangunan itu melingkar. Tiap bangunan menempati posisinya masing masing, dan di tengah empat bangunan itu sengaja dibuat kosong, hingga menyerupai aula. beratap dan berpintu pula.
Di tempat itulah sebanyak 1.500 orang sedang menunggu kedatangan tuan baru mereka.
Ada yang berasal dari sebuah organisasi. Ada yang dari perkumpulan preman, Anak anak broken home, anak terlantar, petarung, hacker, pedagang, pengusaha, guru, mantan tentara dan pembunuh bayaran juga yang lainnya. Bahkan belasan ninja dari negeri sakura juga ada.
Saat Nindya dan bawahannya masuk, suasana yang semula ramai mendadak sepi. Semuanya memandang ke arah pintu. yang memang sengaja ditutup rapat, agar keberadaan mereka tidak bisa dideteksi.
Salah seorang diantara mereka berkata." Itu tuan Alpha, dan yang lainnya aku tidak tahu. Mungkin bawahannya?" serunya.
Kemudian salah seorang diantara yang lainnya segera berlari, dan mendekati Tuan Alpha. Lalu berkata." Selamat datang ketua. Kami sedang menunggu anda!"
"Ya, aku tahu." responnya sambil berjalan. "Hari ini aku datang membawa seorang untuk diperkenalkan pada kalian. Dia Nona Nindya, ketua baru kita, yang akan memimpin organisasi Pemburu Darah ke depannya. Jadi segera beri salam padanya!" ucap Alpha.
Namun semuanya pada diam. Mereka tidak percaya, bahwa gadis muda yang masih berusia 17 tahun itu yang akan memimpin mereka. Kekuatannya juga tidak terlihat. Bagaimana mungkin akan menjadi ketuanya? pikir mereka.
"Apa yang kalian tunggu! Cepat berlutut, dan beri salam padanya!" teriak Alfa, yang dibuat kesal karena keengganan anggota barunya.
"Tuan Alpha. Aku tahu siapa kamu. Kamu adalah ketua organisasi mafia bawah tanah, yang merajai serta di takuti di wilayah ini. Tapi perempuan muda itu kami tidak tahu, dan tidak pernah melihat juga mengenalnya."
"Apa anda tidak salah tuan Alpha. Kami semuanya rata rata adalah petarung, bahkan ada yang sudah mencapai Dan 2 sampai tiga. Bagaimana mungkin kami harus tunduk pada gadis semuda itu?" protesnya.
"Kurang ajar! Kau memang harus dihukum. Ke sini kau!"
"Hiaaa!?"
Plak, bugh, plak, bug, Baaammm!