NovelToon NovelToon
Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Vaelisse

Ketika kakaknya, Orla, kabur dari pernikahan dengan pria berbahaya bernama Lorcan, Pearl dipaksa menggantikannya demi menyelamatkan keluarga dari kehancuran.

Terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pria dingin yang seharusnya menikahi orang lain, Pearl harus hidup dalam kebohongan yang bisa merenggut nyawanya kapan saja jika kebenaran terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaelisse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

"Lalu apa yang kamu inginkan?" suara Pearl retak di tepiannya. "Kamu ingin mengawasinya dari jauh? Kamu ingin bayanganmu terus ada di sekitarku sampai aku tidak pernah benar-benar sembuh?"

"Aku akan pergi jika itu yang kamu minta." Lorcan menarik napas. "Tapi biarkan aku mengatakan satu hal, Orla sudah diproses secara hukum. Dia tidak akan bisa menyentuh kamu atau ibumu lagi."

"Itu tidak mengubah apa yang sudah terjadi!" Air mata Pearl jatuh. "Kamu menghukumku tanpa mendengarkan. Kamu memutuskan siapa aku berdasarkan nama belakangku bahkan sebelum kamu benar-benar melihatku. Dan sekarang kamu muncul di sini seolah-olah kamu bisa memperbaiki semuanya dengan berdiri di trotoar basah?"

Lorcan menunduk.

Ia memasukkan tangannya ke saku, lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil. Ia tidak membukanya. Hanya menggenggamnya sebentar, lalu meletakkannya di atas sandaran bangku taman di antara mereka.

"Aku datang untuk memberikan ini," katanya. "Dan untuk mengucapkan selamat tinggal yang seharusnya."

Pearl menatap kotak itu.

"Simpan," katanya dingin. "Aku tidak butuh apa pun darimu. Biaya pengobatan ibuku, aku akan melunasinya suatu hari nanti. Aku tidak mau berhutang apa pun."

"Kamu tidak berhutang apa pun, Pearl." Suaranya sangat pelan. "Itu bukan pembayaran. Itu adalah satu-satunya hal yang bisa aku lakukan untuk memulai menjadi manusia yang seharusnya aku menjadi jauh lebih awal."

Ia berbalik.

Tapi berhenti sebentar, punggungnya masih membelakangi Pearl.

"Sup kaldu itu," katanya. "Malam itu di ruang makan, itu adalah momen paling manusiawi yang pernah aku rasakan dalam waktu yang sangat lama. Aku tidak pernah berterima kasih untuk itu." Jeda. "Terima kasih. Dan maafkan aku karena terlalu lama tidak bisa melihat apa yang ada di depanku."

Ia melangkah pergi.

Punggungnya menghilang di balik lampu jalan yang mulai menyala satu per satu di sepanjang jalan taman itu, kesepian dengan cara yang Pearl tidak pernah menyangka akan terlihat seperti itu pada pria seperti Lorcan.

Pearl berdiri diam.

Membiarkan air matanya jatuh tanpa repot-repot menghapusnya.

Lama setelah langkah Lorcan tidak lagi terdengar, Pearl berjalan pelan menuju bangku. Ia menatap kotak kecil itu sebentar lalu dengan tangan yang tidak sepenuhnya bisa diam, membukanya.

Cincin berlian sederhana.

Dan di bawahnya, selembar kertas kecil yang dilipat rapi, tulisan tangan yang Pearl kenal dari tanda tangan di kontrak yang dulu mengubah hidupnya.

"Untuk Pearl, bukan untuk pengganti siapa pun. Maafkan aku karena mencintaimu dengan cara yang salah. Kebebasanmu adalah segalanya bagiku sekarang. Hiduplah dengan bahagia, meski itu berarti tanpa aku di dalamnya."

Pearl meremas surat itu.

Amarahnya masih ada, nyata, berdenyut, tidak berpura-pura sembuh. Traumanya masih ada. Malam-malam yang buruk masih ada.

Tapi ada sesuatu yang kecil dan tidak minta izin yang bergerak di sudut dadanya, sesuatu yang ia pilih untuk tidak beri nama malam ini.

**

Ia pulang ke apartemennya dalam cahaya senja yang mulai redup.

Ibunya duduk di balkon kecil, menikmati angin malam dengan selimut tipis di pangkuannya. Pearl mendekatinya dan memeluknya dari belakang, menyembunyikan wajahnya di bahu ibunya seperti seseorang yang butuh tempat bersandar tanpa harus menjelaskan mengapa.

"Kenapa, Pearl?" tanya ibunya lembut.

"Aku baru saja menutup sesuatu, Bu," bisik Pearl. "Atau setidaknya aku mencoba."

Ibunya tidak bertanya lebih lanjut.

Ia hanya mengangkat tangannya dan menepuk tangan Pearl yang melingkar di bahunya, pelan, berulang, dengan cara yang hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang sudah mengenal kamu cukup lama untuk tahu kapan kamu butuh kata-kata dan kapan kamu butuh yang lain.

**

Di sisi lain kota, di kamar hotel di lantai atas sebuah gedung yang menghadap ke barat, Lorcan berdiri di depan koper yang sudah setengah terkemas.

Ia menatap ke arah jendela.

Di suatu tempat di luar sana, di balik semua cahaya kota yang berkedip, Pearl sedang bersama ibunya.

Aman.

Lorcan menutup kopernya.

Ia memegang janjinya. Ia akan pergi malam ini, kembali ke Vienna, kembali ke gedung kaca yang tinggi dan rapat komisaris dan semua hal yang dulu terasa seperti segalanya.

Ia mematikan lampu kamar.

Dan berdiri sebentar di kegelapan yang tidak menakutkan, bukan karena kegelapan itu telah berubah, tapi karena ia akhirnya mulai memahami perbedaan antara kegelapan yang ia ciptakan dan kegelapan yang ia tinggalkan.

Pertemuan itu tidak berakhir dengan pelukan atau maaf yang diterima.

Tapi itu adalah akhir dari sesuatu.

Dan mungkin, hanya mungkin, awal dari sesuatu yang lain yang belum bisa ia bayangkan bentuknya.

1
Dede D
ceritanya sangat bagus
Dede D
lanjut kak
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Gegara Kk nya, adikny jdi korban😭
Dan demi ibunya, pearl rela melaksanakan pernikahan yg ia sendiri tidak mau sbnrnya🙏😓
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Vaelisse: makasii kak, jangan lupa like dan komen nya ya 😀
total 1 replies
Juli Queen
bagus
Juli Queen
kaa kapan update nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!