NovelToon NovelToon
Dari Pecundang Jadi Legenda

Dari Pecundang Jadi Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:36.3k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di dunia tempat kekuatan adalah hukum dan kelemahan adalah dosa, Qiu Liong hanyalah sampah sekte murid buangan dengan akar spiritual retak, bahan ejekan, dan simbol kegagalan.
Ia dihina, dipermalukan, bahkan dikhianati oleh orang yang paling ia percaya.
Namun takdir berputar ketika ia menemukan Inti Kekosongan Tanpa Batas, warisan kuno dari dewa yang telah musnah. Kekuatan itu bukan sekadar energi… melainkan kemampuan untuk menembus hukum langit, menelan takdir, dan menciptakan ulang realitas.
Dari seorang pecundang yang diinjak-injak, Qiu Liong bangkit.
Ia akan merobek langit. Menghancurkan para dewa. Dan memahat namanya sebagai legenda yang tak akan pernah pudar.
Karena ketika dunia menertawakannya…
ia diam-diam sedang belajar menjadi tak terbatas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Luka yang Tak Terlihat

Hari-hari setelah pertemuannya dengan Penatua Lin berjalan lebih tenang dari yang Qiu Liong duga.

Tidak ada penyelidikan terbuka.

Tidak ada tuduhan.

Tidak ada pengawasan terang-terangan.

Namun justru ketenangan itu terasa lebih menekan.

Ia kembali menjalani rutinitas seperti biasa latihan dasar, membantu di gudang senjata, bermeditasi di malam hari. Secara lahiriah, tidak ada yang berubah.

Namun di dalam dirinya

ada sesuatu yang perlahan terkikis.

Awalnya ia tidak menyadarinya.

Hingga suatu sore, ketika ia melihat dua murid kecil berdebat dan saling mendorong di halaman.

Biasanya, ia akan tersenyum kecil melihat hal seperti itu. Atau setidaknya merasa geli.

Kini

ia hanya menatap.

Tanpa reaksi.

Tanpa perasaan berarti.

Kesadarannya mencatat kejadian itu, namun hatinya tidak bergetar.

Ia mengerutkan kening.

“Apa aku terlalu lelah?” gumamnya pelan.

Malamnya, saat bermeditasi, ia kembali menyelami ruang batinnya.

Kehampaan itu tetap tenang.

Tidak ada bayangan Dewi Shura.

Tidak ada pusaran liar.

Namun saat ia mencoba mengingat wajah ibunya di desa kecil tempat ia lahir

bayangan itu terasa lebih samar dari biasanya.

Bukan hilang.

Namun seperti memudar di tepi.

Ia tersentak membuka mata.

Napasnya sedikit memburu.

“Ini tidak benar…”

“Luka tidak selalu berdarah,” suara di dalam dirinya berbisik pelan.

Qiu Liong terdiam.

“Apa ini harga yang kau maksud?” tanyanya dalam hati.

“Setiap kali kau menelan sesuatu, kau mengurangi ruang untuk hal lain.”

Kata-kata itu membuat dadanya terasa sesak.

Ia teringat pertarungan-pertarungan kecilnya.

Benturan qi.

Tekanan.

Energi yang ia telan tanpa sadar.

Apakah bersama energi itu… sebagian dari emosinya ikut terseret?

Ia berdiri, berjalan ke luar asrama.

Langit malam cerah.

Bintang-bintang tersebar seperti pecahan cahaya.

Ia menatapnya lama.

Dulu, ia sering menatap langit dan bertanya kenapa takdirnya begitu buruk.

Sekarang, ia tidak lagi merasa ingin bertanya.

Dan itu yang menakutkan.

Ia tidak lagi merasa marah.

Namun juga tidak merasa sedih.

Perasaan-perasaan itu seperti ditelan lapisan sunyi yang tebal.

Tiba-tiba langkah ringan terdengar dari belakang.

Mei Lanyue berdiri beberapa langkah darinya.

“Kau terlihat berbeda akhir-akhir ini,” katanya pelan.

Qiu Liong menoleh.

“Aku selalu terlihat berbeda, bukan?”

“Bukan itu maksudku,” jawabnya tenang. “Kau… lebih jauh.”

Kata itu menusuk lebih tepat dari yang ia duga.

Lebih jauh.

Dari siapa?

Dari mereka?

Atau dari dirinya sendiri?

“Apa itu buruk?” tanyanya.

Mei Lanyue tidak langsung menjawab.

Ia melangkah mendekat, menatap wajah Qiu Liong dengan lebih saksama.

“Pendekar yang kehilangan rasa sakitnya,” katanya perlahan, “sering kali juga kehilangan arah.”

Angin malam berembus lembut, menggerakkan ujung lengan pakaian mereka.

Qiu Liong menunduk sedikit.

Untuk pertama kalinya sejak kebangkitannya, ia merasakan sesuatu yang jelas

ketakutan.

Bukan pada kekalahan.

Bukan pada kematian.

Melainkan pada kemungkinan menjadi kosong sepenuhnya.

“Aku tidak ingin kehilangan diriku,” ucapnya pelan.

Mei Lanyue terdiam sejenak, lalu berkata, “Kalau begitu, jangan hanya bertarung di luar.”

Tatapan mereka bertemu dalam keheningan.

Ia tidak tahu apakah ia bisa menghentikan proses ini.

Namun ia tahu satu hal

ia belum sepenuhnya mati rasa.

Karena jika ia benar-benar sudah kehilangan segalanya,

ia tidak akan merasa takut sekarang.

Dan rasa takut itu

meski kecil

adalah bukti bahwa luka yang tak terlihat itu

masih bisa ia rasakan.

Dan selama ia masih bisa merasakannya,

ia belum sepenuhnya menjadi jurang tanpa dasar.

1
Mbah Haryo
novel ini sperti cerita du dunia sekuler..dg sgala pertarungan moralitasnya...
bukan sperti cerita fantasi dunia persilatan...hhhh
Mbah Haryo
moralitas & idealisme buta....
yg tidak melihat simana dunia dia hidup..
hanya membuat orang menjadi bodoh..

didunia anjing makan anjing...
maka siapapun hrs siap mnjadi anjing...haaakak...
Mbah Haryo
narasinya masih sama sj dr awal sampai capter ini...hhhh
Mbah Haryo
masih sj dg narasi yg sama...bukan ini bukan itu tapi anu...
terus sj bgitu..wekekkekek.
jd boring dah ach...
Mbah Haryo
jagoanya mumet terlalu banyak masalah yg gak perlu...hhh
Mbah Haryo
baru kali ini ada pendekar yg banyak pikiran..bwakkakakk
Mbah Haryo
dapat inti kekosongan..tp malah tiada guna..hadeuewh...
Mbah Haryo
terooss aj..bukan ini tapi itu..bukan anu tapi panu...
gitu terus diakhir cpt..
Mbah Haryo
asyuuuddahlah....
Mbah Haryo
cerita yg awalnya bagus...jadi membosankenlah..
karakter yg m3mbingungken...hhh
Mbah Haryo
speeti bukan cerita silat..tp monolog cerita silet
Mbah Haryo
sdh sjauh ini..blas gal ada uraian ttg kultivasi...lalu dr mana kmampuan teknik jagoan ne...?
krn kekosongan tak adacm tekniknya...hhh😄
Mbah Haryo
penjelasan yg berulang..dr dpan sampe blakang..beih .wekekkeksk...
Mbah Haryo
smangkin jaoh dbaca...
kita malah kayak jd wong pekok....hhhh
Mbah Haryo
dwuleeg njiaaraann..cerita bagus tp malah berkutat di monolog" yg berulang...boring geess
Mbah Haryo
kalo gak berkembang...anu..caoo..
Mbah Haryo
mbooouuullleeeetttss ae....
gak berkembang bliaass ceritane...
Mbah Haryo
ya sudah..skarang mulai ptualangan kultivasinya dong...
pencerahan trous..kapan ngewenya..???🤣
Mbah Haryo
oke..sampai dsini masih bagus
Mbah Haryo
yah...cukup bagoes diawal cerita...jika konsisten dg bagoesnya...maka nganu..
ini jlas bagoes...hhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!