NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Figuran

Transmigrasi Jadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romantis / Harem / Tamat
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: anak rapuh

Mati karena peluru lalu jiwa bertransmigrasi ke dalam raga seorang yang ternyata adalah seorang figuran tanpa nama yang miskin. Anin pun bertekad untuk merubah takdir nya memanfaatkan wajah polos raga barunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak rapuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 21

Ara yang sudah setengah sadar kebingungan karena ia tidak lagi berada di sebuah ruangan yang menjadi tempat ia di sekap tapi berada di sebuah hutan yang entah di mana.

Dengan susah payah ia berdiri tapi karena kaki kirinya dan juga area intim nya yang sakit, Ara hanya bisa ngesot pelan-pelan menyeret tubuhnya.

Dalam hati Ara merapalkan mantra

'aku harus tetap hidup' berkali-kali tubuh dan hatinya sangat sakit, bagaimana kalau mereka tahu keadaan nya yang sudah tidak suci ini? Apakah kelima pemuda itu masih menerima nya? Apakah Pramudita dan Larasati sudi merawatnya? Bagaimana kalau ia di buang?

"Jangan berpikir buruk Ara, kamu harus keluar dari hutan ini segera!"

"Lihat siapa ini? Sangat kasihan bukan,"

"SORA?! BRENGSEK KAMU!"

"Tutup mulut kamu dasar cewek Hina!"

"Kak Arsen? Ka-kalian... Kak tolongin Ara.. Sora jahat! Dia ud-"

Plak

"Gue gak habis pikir lo ternyata lo sekotor ini Ra, gue kecewa sama lo!"

"Enggak kak! Enggak!"

"KAK JANGAN TINGGALIN Ara!"

"KAK ARSEN!"

"Hei Ara sayang, bangun!"

Larasati menepuk-nepuk pipi Ara yang tiba-tiba berteriak dalam tidurnya. "Ara sayang hei!"

Ara bangun dengan nafas ngos-ngosan. la menatap wajah Larasati yang khawatir. "Ma-mama..!" tangisannya Ara pecah. Ternyata itu hanya mimpi, mimpi itu sangat mengerikan. Ara tidak suka!

"Ini dot nya," ujar Pramudita yang masuk ke kamar. Melihat dua perempuan yang ia sayangi menangis, Pramudita mengusap wajah nya kasar.

"Ikhlaskan Silviana ya sayang, dia pasti sudah bahagia di sana. Jangan terlalu sedih, semua nya akan baik-baik saja." bisik Pramudita memeluk keduanya.

"Apa yang terjadi sama Ara pa, ma?" tanya Ara bingung.

Larasati menarik ingusnya. "Kamu demam sepulang dari pemakaman kak Silviana,"

Ara mengerjapkan matanya bingung. Pemakaman? Bukankah sudah berlalu dua minggu? Apa maksudnya dari mimpi itu. Apakah itu sebuah petunjuk, tapi Ara merasa itu sangat nyata.

"Biarkan Ara istirahat, sayang tidur lagi ya." Pramudita menyumpalkan dot ke mulut Ara. Lalu membawa Larasati pergi ke luar.

Di luar kamar Larasati langsung terduduk lemas. Andai tidak di tahan oleh Pramudita maka lutut wanita itu menghantam keras lantai. "Kenapa jadi seperti ini? Kenapa Tuhan mengambil Silviana mas...Kenapa?" lirih Larasati.

Pramudita mengusap lembut bahu istrinya. "Larasati aku tahu kamu sangat sedih, tapi jangan tunjukkan itu di hadapan Ara ya. Lihat dia sampai bermimpi buruk. Ayo aku antar ke kamar, kamu harus istirahat juga."

Ara yang sudah menghabiskan susu nya bangkit dari ranjang. Walaupun kepalanya agak pusing, ia tetap bangkit menuju kaca untuk bercermin.

Tidak ada yang salah dengan tubuhnya atau wajahnya semua nya baik-baik saja. Namun ada sesuatu yang membuatnya bingung.

"Lah ini kapan aku pakai kalung?"

Ara meneliti kalung itu, kalung emas dengan bandul kepala kucing.

"Awshh!"

Waktu mu hanya dua minggu dari sekarang Tidak ada pertukaran waktu lagi setelah nya!

Ara memegang kepalanya yang tiba-tiba bertambah sakit karena ada bisikan yang masuk. Pertukaran waktu? Jangan bilang kalau dia sekarang memutar kembali waktu.

"Sora! Awas aja aku akan membalas perbuatan mu! Dua minggu ya, baiklah... Sora siapkan dirimu!" desis Ara penuh dendam.

Seminggu sejak Ara memutar kembali waktu yang entah bagaimana bisa itu. Dia mulai gila-gilaan memainkan perannya.

"Loh kok gak ada ya?" panik Elara

"Kenapa Ra?" tanya Sora.

"Parfum aku hadiah dari mami ilang. Padahal aku belum pake." jawab Elara

Arsen yang mengantarkan Ara kembali ke kelas setelah makan di kantin ikut memeriksa tas Ara. "Parfum yang seperti apa sayang?" tanya Arsen.

"Strawberry kak! Itu limited edition tahu!" kesal Ara menggembung kan pipinya. Arsen yang gemas mengecup kedua pipi itu membuat kelas Ara langsung ada teriakkan cie ciean.

"Ish kakak! Harusnya bantu aku nyari parfum bukan cium-cium!" dengus Ara.

"Oke-oke." kekeh Arsen.

Ekspresi kemudian berubah dingin. "Keluarkan semua isi tas kalian ke atas meja! SEKARANG!"

Mereka semua mengeluarkan semua. isi tas nya dengan tangan gemetar.

"Itu itu parfum Ara kak!" tunjuk Ara ke arah meja Sora.

Sora tentu saja menegang, mendapatkan sebuah botol transparan bentuk buah strawberry itu keluar dari dalam tas nya saat ia menumpahkan isinya.

"Wah gila sih lo Sora, nyolong punya temen sendiri!" sinis salah satu murid.

"Gak tahu diri banget deh si Sora!"

"Untung gue nolak buat temanan sama dia dulu tuh, mukanya kek maling sih haha..!"

"Kasihan Ara, jangan-jangan Sora udah sering lagi nyolong barang milik Ara."

"Enggak Ra Aku gak nyolong punya kamu." bantah Sora, wajah gadis itu pucat.

Ara tentu saja tidak menghiraukan itu, dia menangis di dalam pelukan Arsen.

"Gak mau ngaku ya? Padahal emang jelas-jelas lo yang nyolong, botol parfum nya aja di dalam tas lo!" hardik Nadia-si ketua kelas.

"Tapi waktu istirahat gue ke toilet! Dan pas gue ke toilet masih ada orang di kelas! Mora juga ada di kelas sebelumnya, bisa aja dia yang nyolong tapi malah di taruh ke dalam tas gue!" bantah Sora dengan suara keras.

"Tapi kan setelah kamu pergi ke toilet balik lagi ke kelas katanya dompet kamu ketinggalan, dan kamu sendiri juga lihat kalau aku lebih dulu keluar." ujar Mora. Gadis paling kutu buku di angkatan kelas X.

Sora di buat mati kutu atas ucapan Mora. Ia tidak bisa membantah lagi, Sora kehabisan kata-kata nya. Ara yang melihat itu tentu tersenyum miring. Rencananya untuk membuat reputasi Sora hancur berjalan dengan lancar.

Menatap Mora sebentar sambil mengedipkan sebelah mata sebelum Ara di bawa pergi oleh Arsen.

Sora juga di seret oleh Nadia untuk ke ruang BK. Gadis pencuri seperti Sora harus mendapatkan hukuman nya.

Tamat.

Bercanda gaissss

1
Murni Dewita
👣
Wahyuningsih
q mampir thor
Kaia.therae𖤐𓆰✧
lanjut aja
Rus Mia
ya thor kalau pindah kabarin ya,,
Rus Mia
lanjut thor cerita bagus,,
semangat buat auto ya 💪💪💪
Ayu Aulia
malas bangat depanya sja suda kaya gini
anakkasian: gausa dibaca ka hehe
total 1 replies
anakkasian
bingung buat lanjutin ini apa ngga
Septiani Nana: lanjt
total 4 replies
anakkasian
gaiss jujur ya aku kek masi bingung gitu, aku nulis di noveltoon apa tempat lain soalnya noveltoon ga kaya dulu😭🙏🏻
meiji: hi author... senyamannya author aja kabarin kalo pindah ya thor 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!