NovelToon NovelToon
CINTA YANG SALAH

CINTA YANG SALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik etika / Selingkuh / Cinta Terlarang / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir
Popularitas:540
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

cinta? bagi ku, cinta itu adalah suatu rasa yang memang tidak pandang kepada siapapun rasa itu akan berlabuh, rasa itu akan bersemayam, dan bahkan rasa itu kepada siapa akan menetap. yang aku tahu, aku mencintai mu, aku mencintai dia dengan tulus dan penuh ikhlas. walau aku tahu kemungkinan aku dan dia akan bersatu dan akan hidup bersama sebagai pasangan suami istri sangatlah tipis. aku berusaha melupakannya, tapi sulit. dia masih saja ada dalam hati dan pikiran ku. aku mencintai mu, dia yang ada di hati ku sampai detik ini. rasa cinta yang sebenarnya dari awal sudah jelas sangatlah SALAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Riyan mengemasi barang barangnya, dia membawanya keluar setelah mengucapkan terima kasih pada Pak Ramli karena sudah mempercayainya selama lima tahun ini. Dan meminta maaf karena kesalahan serta keteledoran yang dia buat selama bekerja, jika ada.

Dengan wajah datar, Riyan berjalan keluar dari mall ini. Sesekali dia melirik pada karyawan yang kemarin masih menjadi bawahannya. Tatapan mereka terlihat tidak lagi sama. Jika kemarin mereka menatapnya penuh hormat patuh ramah kini berbalik, mereka memandangnya dengan sinis.

Riyan menghela, menunduk sambil menatap barang barang yang dia masukan kedalam kardus. Rasanya seperti mimpi. Kemarin dia masih enak memiliki kedudukan tinggi, duduk dikursi manager dengan gaji yang lumayan besar. Kini, dirinya sudah berbeda, bukan lagi manager, tidak lagi bergaji, tapi punya status baru, pengangguran.

"Pak Riyan!"

Ada yang memanggilnya, Riyan menghentikan langkah, dia menoleh, ternyata Deni yang memanggilnya.

"Deni? Ada apa?" Menatap Deni dari ujung kaki sampai ujung rambut. Deni terlihat berkeringat, wajar, pengiriman sedang banyak jadi sudah pasti dia sibuk dan lelah.

"Bapak mau kemana? Kenapa bawa kardus? Sini biar saya yang bantu bawa." Deni mengambil alih kardus dari tangan Riyan tapi Riyan kembali mengambil alih membuat Deni bingung.

"Tidak usah, saya bisa bawa sendiri. Kau pasti sibuk. Sudah sana lanjut kerja saja."

"Yasudah kalau begitu saya lanjut ya Pak. Oh iya saya hampir saja lupa, nanti buah dari petani sudah datang Pak. Bapak harus ikut tinjau juga supaya tidak ada kesalahan seperti kemarin kemarin," Mumpung bertemu atasannya disini, Deni memilih langsung mengatakannya saja, jika dibiarkan nanti nanti Deni takut terlupa.

"Oh!"

Riyan sedikit gelagapan, mungkin Deni belum tahu tentang dirinya yang baru saja dipecat oleh pak Ramli makanya dia mengatakan laporan itu padanya. Tidak papa Riyan mengerti. Bersyukur juga jika tidak semua karyawan tahu jika dirinya sudah dipecat karena kabar kemarin pagi. Kabar yang tidak sepenuhnya benar.

"Ah iya. Kau katakan langsung sama Pak Ramli saja ya, kebetulan beliau sedang berkunjung kesini, saya pergi dulu. Semangat kerjanya Den,"

Riyan tersenyum seperti biasanya lalu mulai pergi meninggalkan Deni, dia menuju mobilnya, tapi dia baru tersadar jika mobil itu adalah mobil pak Ramli bukan miliknya pribadi. Riyan urung membuka pintu mobil itu dia berjalan keluar parkiran mall dan menunggu taxi yang lewat. Kebetulan sekali hanya butuh lima menit taxi sudah lewat didepannya.

Riyan melambai. "Taxi!"

Taxi itu berhenti tepat didepan Riyan yang membawa kardus. Riyan membuka pintu taxi bagian belakang, dia duduk dijok belakang, kemudian mengunci pintu taxi itu.

"Jalan Cinta yang salah, Mas," kebetulan supir taxinya lebih muda dari Riyan.

"Baik, Pak,"

Deni yang sejak tadi sengaja memperhatikan kepergian Pak Riyan merasa aneh. "Kok pak Riyan naik taxi? Kan itu mobilnya ada?"

"Den, cepetan! Itu sudah ditunggu Pak Ramli," tiba tiba teman setim nya Deni sudah ada disampingnya membuat pikiran tentang pak Riyan buyar.

Deni mengangguk. "Ayo,"

Didalam taxi, Riyan menatap lurus kedepan, kedua mata menatap orang orang yang berlalu lalang dengan pakaian yang berbeda beda, ada yang pakai baju santai ada banyak pula yang seperti dirinya, rapih dengan stelan kerja. Riyan menatap kardus miliknya yang ada disebelahnya dia letakan dijok taxi. Menghela kasar dengan ingatannya yang kembali pada kejadian kemarin pagi didalam ruang tamu. Dia yang menampar Niya, dia yang marah dan membentak Niya.

ingatan didalam kantor tadi diruangannya juga terlintas. Pak Ramli yang mengatakan alasan memecat dirinya. Nino yang melapor dan Luna.

"Luna?"

Riyan ingat dia dan Luna dulu sewaktu duduk dikelas dua bangku menengah pertama mereka berpacaran. Mereka putus dikelas 3. Dan setelah lulus SMA dia kembali bertemu hingga Luna kembali mengejar Riyan. tapi Riyan menolak karena sudah dekat dengan Niya. Niya juga satu angkatan dengan mereka hanya saja beda sekolahan.

Setelah itu Riyan tidak pernah lagi bertemu dengan Luna. Hanya waktu dipernikahannya dengan Niya Luna datang tanpa diundang, waktu itu Luna mengucapkan kata selamat sekaligus pamit ingin pergi ikut Ibunya yang menikah lagi tapi Luna tidak menyebutkan kemana perginya.

Hingga Riyan dipertemukan lagi dengan Luna kemarin pagi. Tapi yang membuat Riyan bingung adalah hubungan Nino dan Luna. Apa mereka sudah saling kenal? Dan yang paling membuat Riyan tak habis pikir. Luna bilang sama pak Ramli jika dia dan dirinya berselingkuh, Luna bilang dia memutuskannya karena tahu dirinya bermain kasar dengan wanita.

"Benar benar tidak masuk akal!"

"Kenapa Pak?" supir taxi menoleh karena mendengar Riyan berbicara tapi tidak jelas karena fokus si supir ada pada jalanan didepannya.

Riyan tersentak. "Oh, tidak apa apa. Ini saya lagi kirim pesan sama teman saya," bohongnya.

"Oh begitu,"

Dirumah Niya baru saja selesai mengepel lantai. Dia selama ini selalu membersihkan rumah sendiri tanpa bantuan ART karena belum mampu untuk membayar. Jangankan untuk bayar ART untuk biaya sehari hari saja kadang masih kurang.

"Huh! Akhirnya selesai juga." Sambil menjatuhkan badan diatas sofa ruang tv, Niya meraih ponselnya disaku kemudian memainkannya, membuka aplikasi yang sudah beberapa bulan dia sukai. Sebelum membuka menu utama Niya menyentuh ikon pesan.

"Wah, banyak sekali pesan masuknya." Saat melihat ada 7 pesan dari Riski Niya segera membukanya.

[ Pagiiii Kakak cantik ]

[ Udah bangun belum Kak? ]

[Kak]

[Yah tidak dibalas balas]

[Kak]

[Balas dong bentar lagi aku ada mata kuliah nih]

[ Kak aku habis jogging bareng temen dan ini mau mandi. Habis itu langsung berangkat kekampus. Masa chat ku nggak dibalas balas. Emoji sedih ]

Niya tersenyum lebar setelah membaca semua pesan dari Riski dipukul empat pagi. Entah kenapa rasa capek dan penat sehabis mengurus rumah hilang begitu saja.

Niya mulai membalas satu persatu pesan dari Riski dengan bibir yang selalu tersenyum. Dia menganggap berkirim pesan dengan Riski adalah suatu hiburan didalam penatnya hidup. Niya juga merasa enjoy ngobrol dengan Riski dichatting.

Niya kembali tersenyum saat pesannya terkirim dan langsung centang dua biru. Tandanya Riski sedang memegang ponselnya. Tak lama balasan dari Riski pun datang.

[oh capek dong kak. kan habis bersih bersih rumah]

[Sini aku pijit biar capeknya hilang hehehe]

Niya tersenyum geli dan mengetik pesan balasan lagi.

[Yaudah pasti capek dong. Yaudah sini aku tunggu kalau kau ingin memijitku]

[Hahaha. beneran nih kak aku otw ya share lock dong biar aku gak nyasar pas ke situ]

[Ih beneran nggak itu?]

[kalo sekarang sih boongan. lulus kuliah beneran]

[Hmmm terserah dirimu saja bocah]

[Eh aku bukan bocah ya!]

[Lalu kalau bukan bocah apa dong? Kan dirimu masih 20 tahun. umur aku 27 tahun. hayooo]

[hehehe iya juga sih ya. Btw kak, PAP dong]

1
Apple
kaget
Apple
mood riyan gmpg goyah btuh tgurN krs
Apple
krj aja niya biar bs pny uang sendiri
Apple
eits riski minta pap wahwah
Apple
kok luna bisa sama nino?
Apple
cari solusi dong jgn asal mnyimpulkn
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
kasihan Niya. itu riyan knp lgsg pcy aja sama luna
Apple
nah pasti bakal ada ribut ribut nih.
Apple
surat apaan sih
Apple
ngapain malu Riyan jangan tinggi ego dan gengsi
Apple
kalo cemburu tinggal ngomong nggak usah pake acara ngambek ngambekan wkwkwk
Apple
cemburu bilang bos/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
pesan apaan?
pesan dari siapa?
Apple
bagus
Apple
siapa yang ngikutin Deni.
Apple
kaget soalnya lagi ngeliatin kamu Niya
Apple
hahaha zona lucu dan bikin gemes
Apple
keluarga yang bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!