NovelToon NovelToon
Tanah Berdebu

Tanah Berdebu

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Warning !!!
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau alur, Adalah Hasil Imajinasi Penulis, Murni Kebetulan Semata. Interpretasi agama dalam cerita ini merupakan bagian dari pengembangan karakter dan tidak dimaksudkan untuk mengubah ajaran atau akidah yang ada. Terimakasih 🙏

Di balik jubah sucinya sebagai pewaris pesantren, Zavier El-Shaarawy menjalani kehidupan ganda yang gelap di gemerlap Kota A. Sebagai pria liar yang haus kebebasan, ia terjerat dalam asmara membara bersama Zaheera Bareeka, gadis kota yang menjadi pusat dunianya. Namun, rahasia itu runtuh saat takdir menyeret mereka kembali ke tembok pesantren yang kaku.
Demi menutupi dosa dan menyelamatkan kehormatan keluarga, Zavier nekat membawa Zaheera masuk ke dunianya. Di bawah pengawasan Keluarga, sebuah pernikahan rahasia dilangsungkan demi menghalalkan sentuhan yang terlanjur melampaui batas.

Happy Reading Dear 🤗🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12

Sore itu, pendopo ndalem Pesantren Al-Iman diselimuti suasana yang begitu tenang, namun mencekam bagi siapa pun yang memiliki rahasia di dadanya. Bau kayu jati tua dan asap kemenyan yang tipis menguar di udara. Kyai Luqman duduk dengan tenang, menyilangkan kakinya di atas Karpet hijau, sementara Pak Narendra duduk di hadapannya dengan gestur yang tampak gelisah.

Di sudut ruangan, Gus Azlan sedang menata beberapa kitab kuning, namun telinganya terpasang tajam. Ia menyadari ada getaran yang tidak biasa dalam suara tamu kehormatan ayahnya itu.

"Kyai," buka Narendra, suaranya parau. Ia menunduk, meremas jemarinya sendiri. "Saya ingin bertanya sesuatu... ada kerabat jauh saya di Kota A yang bertanya melalui telepon semalam. Beliau sangat gelisah."

Kyai Luqman mengangguk lembut, memberikan ruang bagi Narendra untuk bicara. "Silakan, Pak Narendra. Insya Allah, jika ilmu saya sampai, saya akan jawab."

"Begini, Kyai... bagaimana jika seseorang telah terjerumus ke dalam dosa zina? Sangat jauh," Narendra menjeda, tenggorokannya terasa tersumbat saat membayangkan tanda merah di leher putrinya tadi pagi. "Apakah pintu taubat benar-benar masih terbuka bagi mereka? Dan bagaimana hukumannya di mata Allah?"

Kyai Luqman menghela napas panjang, wajahnya memancarkan empati yang dalam. "Pak Narendra, Allah Swt. berfirman dalam Surah Az-Zumar, bahwa janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Pintu taubat itu luasnya seluas langit dan bumi, asalkan pelakunya melakukan Taubatan Nasuha—taubat yang semurni-murninya. Berhenti, menyesal, dan berjanji tidak mengulangi."

Narendra mendengarkan dengan mata berkaca-kaca. Ia ingin berteriak bahwa yang ia bicarakan adalah putrinya sendiri, namun harga dirinya sebagai seorang ayah menahannya.

Gus Azlan, yang sedari tadi menyimak, akhirnya ikut bersuara. Ia mendekat dan duduk sedikit di belakang ayahnya. "Menyambung apa yang Abi sampaikan, Pak Narendra... dalam Islam, jika seseorang terlanjur melakukan maksiat yang merupakan haqqullah (urusan dengan Allah), dia sangat dianjurkan untuk menutupi aibnya sendiri. Jangan menceritakannya kepada siapa pun, cukup bertaubat secara rahasia antara dia dan Allah. Karena Allah sendiri telah menutup aibnya, maka janganlah ia membongkar apa yang sudah ditutup oleh-Nya."

Kalimat Azlan seolah menjadi oase bagi Narendra. Ia merasa sedikit lega bahwa aib Zaheera tidak harus menjadi konsumsi publik, namun hatinya tetap pedih. Ia membayangkan pria yang telah menyentuh putrinya. Jika saja ia tahu siapa pria itu, mungkin kesabarannya akan habis.

Di sisi lain kompleks pesantren, di bawah naungan pohon melati yang harumnya menyeruak saat senja, Zaheera dan Fatimah duduk bersila di atas tikar pandan. Zaheera masih mengenakan jilbab marun nya, namun matanya sembab. Ia baru saja mendengarkan penjelasan Fatimah tentang hukum-hukum dalam Islam.

"Fatimah," suara Zaheera bergetar. "Tadi kamu bilang... hukuman bagi orang yang berzina tapi belum menikah itu... dicambuk?"

Fatimah mengangguk pelan, wajahnya tampak serius. "Benar, Zaheera. Dalam Al-Qur'an Surah An-Nur, hukumannya adalah seratus kali cambukan bagi pelaku. Itu adalah hukum syariat yang sangat tegas untuk menjaga kesucian nasab dan kehormatan manusia."

Zaheera tertegun. Seratus kali? Ia membayangkan punggung tegap Zavier. Pria yang semalam mendekapnya dengan penuh gairah, pria yang selalu melindunginya. Apakah punggung indah itu harus hancur karena cambukan kayu?

"Apa... apa boleh yang perempuan saja, Fatimah?" tanya Zaheera tiba-tiba dengan nada putus asa. "Maksudku, jika si perempuan yang mengaku bersalah dan bersedia menanggung semuanya? Biarkan dia saja yang dicambuk, asalkan yang laki-laki bebas?"

Fatimah menatap Zaheera dengan tatapan tidak percaya. "Tidak bisa, Zaheera. Keduanya yang melakukan, maka keduanya yang harus menanggung hukumannya. Tidak ada istilah mewakili dalam hukuman syariat."

Deg.

Jantung Zaheera seolah berhenti. "Berarti... total dua ratus kali cambukan?" bisiknya dengan suara yang nyaris hilang.

Ya Tuhan.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, Zaheera mengucapkan asma itu dengan penuh kesungguhan dari lubuk hati yang paling dalam. Bukan sekadar latah, tapi sebuah rintihan jiwa yang hancur.

"Ya Allah... aku rela jika dicambuk dua ratus kali sendirian," batin Zaheera meratap. "Cabutlah rasa sakitnya dari Zavier. Biarkan punggungku yang hancur, biarkan kulitku yang robek, asal Engkau memaafkan Zavier kekasihku. Dia adalah Gus-mu, dia adalah mutiara di sini. Jangan biarkan dia hancur karena aku."

Air mata Zaheera jatuh membasahi pangkuannya. Ia merasa menjadi wanita paling berdosa di dunia. Ia merasa telah menyeret seorang putra Kyai ke dalam jurang kehancuran yang tak berdasar.

Saat hari mulai gelap, Zaheera berjalan pulang menuju rumahnya dengan langkah gontai. Di persimpangan jalan setapak yang menuju gerbang utama, ia kembali berpapasan dengan rombongan Kyai Luqman dan Gus Azlan yang baru saja mengantar ayahnya pulang.

Zavier ada di sana, berjalan sedikit di belakang Azlan. Begitu mata mereka bertemu, Zavier bisa melihat sisa air mata di pipi Zaheera dan bagaimana gadis itu meremas kain jilbabnya dengan kuat. Zavier ingin berlari, namun kehadiran Azlan di depannya adalah tembok raksasa yang tak tertembus.

"Zaheera, kamu baru pulang dari belajar bersama Fatimah?" tanya Kyai Luqman dengan nada sangat kebapakan.

"I-iya, Kyai," jawab Zaheera terbata. Ia tidak berani menatap Zavier terlalu lama. Ia takut rasa sayangnya akan meledak dan membongkar segalanya.

Gus Azlan menatap Zaheera dengan tatapan menyelidik yang khas. "Bagus. Pertahankan jilbabmu itu. Itu adalah perlindungan bagimu, agar laki-laki yang tidak bertanggung jawab tidak lagi memandangmu dengan sebelah mata."

Kalimat Azlan terasa seperti cambukan pertama bagi Zaheera. Ia melirik Zavier. Kekasihnya itu menunduk sangat dalam, tangannya terkepal di samping tubuh. Zavier tahu, setiap kata yang diucapkan kakaknya adalah sindiran tajam bagi perbuatannya di masa lalu.

"Mari kita pulang, Zavier," ajak Azlan sambil menepuk bahu adiknya.

Zavier mendongak sesaat, menatap Zaheera dengan binar mata yang berkata: “Sabar, Sayang. Aku akan memperbaiki semuanya.”

Namun bagi Zaheera, tatapan itu tidak lagi cukup. Ia kini dihantui oleh bayangan seratus cambukan dan tangisan ayahnya. Di bawah langit malam yang mulai berbintang, Zaheera menyadari bahwa cinta mereka bukan lagi sekadar pesta dan ciuman, melainkan sebuah pertaruhan nyawa dan kehormatan yang harganya sangat mahal.

"Aku akan melindungi mu, Zavi... meski aku harus hancur sendiri," gumam Zaheera saat bayangan Zavier menghilang di balik kegelapan gerbang pesantren.

🌷🌷🌷

1
winpar
lnjuttttttt💪💪💪💪💪lnjuttttttt
Ros🍂: Okay kak🥰
total 1 replies
winpar
thorrrr lnjut ceritanya thorrrr
Ros🍂: ashiappp kak🥰
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
semangat thor 💪💪💪
Ros🍂: Jangan lupa di-like ya kak🙏 biar Author semangat, ma'aciww 🥰
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
di tggu up ny ya thor jgn lm2 ,, aku nggak sanggup nggu lm2 🤣🤣🤣
Ros🍂: persis Zavier 🤣 nggak kuat lama-lama 🥰🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!