Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 harus berubah
" Sekarang?, sanggup kamu?" pertanyaan Alex yang dibalas gelengan cepat oleh Lala .
" Enggak, Lala nggak mau hamil anak Om " kata Lala dengan spontan.
" Kenapa?" pertanyaan Alex dengan wajah seriusnya.
" Sama Lala aja Om nggak sayang apalagi sama bayinya nanti" kata Lala .
" Kamu pikir aku gila tidak menyayangi bayiku sendiri " ucap Alex yang tentunya sangat akan menyayangi anaknya nanti .
" Emang Om gila , suka marah-marah, dah lah aku mau pulang, nggak mau tinggal sama ," ucapan Lala belum selesai Alex sudah mencium nya .
Alex memegang tengkuk Lala dan menyandarkan nya ke dinding untuk posisi yang menikmati ciuman pertama mereka.
" Jangan membantah aku lagi, patuh" ucap Alex setelah mengakhiri ciuman nya .
" Om ko," Alex mencium bibir Lala lagi ketika dia akan berontak sampai perlahan Lala tunduk pada nya .
" Pergi cuci muka dulu, setelah itu kita sarapan" ucap Alex setelah membuat Lala tidak bisa berkata-kata lagi.
Lala langsung lari kekamar mandi ketika ciuman Alex membuatnya sampai ingin pipis saking tegang nya .
............
" Sudah selesai?" pertanyaan Alex begitu Lala keluar kamar mandi .
" Udah " kata Lala menghampiri Alex masih memakai piyama bahkan belum menyisir rambut.
" Ayo sarapan" kata Alex berdiri menggenggam tangan Lala dan mengajaknya berjalan .
Lala duduk sebelah Alex dan mulai sarapan " Om tidak berangkat ke kantor pagi ini?" pertanyaan Lala memecah keheningan .
" Sebentar lagi " jawab Alex lanjut sarapan.
" Mmmmh, tumben terlambat biasanya pagi-pagi buta udah berangkat " kata Lala yang heran bahkan Alex sama sekali belum mengganti bajunya .
" Permisi Pak Alex ini kartu yang pak Alex minta " ucap seorang bodyguard memberikan.
" Ini adalah kartu dan uang bulanan untuk kamu , gunakan untuk membeli kebutuhan kamu dan ini adalah bentuk nafkah yang aku berikan sebagai suami " ucap Alex memberikan amplop itu pada Lala .
" Lala mau beli coklat Om " senang Lala menerima uang banyak .
" Aku akan membelikan pabrik coklat untuk mu " pernyataan Alex , kalau pria lain hanya bisa membelikan coklat dia bisa membelikan pabrik coklat untuk Lala.
" Wahhhhh, beneran Om " tanya Lala dengan excited , siapa yang tidak senang dibelikan pabrik .
" Mmmh" ucap Alex dengan cuek menghabiskan sarapannya.
" Terimakasih Om memang terbaik, sekarang aku bisa makan coklat sepuasnya" kata Lala melonjak kesenangan .
" Ini sertifikat nya " ucap bodyguard itu lagi yang diterima Lala dengan senang .
" Hanya begitu cara kamu mengucapkan terima kasih?" pertanyaan Alex dengan wajah coolnya menatap Lala .
" Mmmh , muachhh, terimakasih suamiku " kata Lala mengecup pipi Alex dihadapan semua orang sampai Rey yang baru datang melek melihatnya.
" Yaudah Lala mau mandi dulu , mau main ke pabrik coklat ini " semangat Lala berjalan ceria .
" Pagi , asisten Rey " sapa Lala ketika lewat dan berlari menaiki tangga kesenangan .
" Pa, pagi, Nyonya kecil" sapa Rey dengan gelagapan.
Rey berjalan memasuki ruang makan untuk menghampiri Alex yang duduk terdiam tanpa pergerakan.
" Apa kecupan Lala membunuh semua persendian mu?" pertanyaan Rey yang mengejutkan Alex yang hanyut dengan pikiran nya .
" Ehhh, Rey, duduk lah " kata Alex dengan hangat dan mood yang baik berbeda dari beberapa hari ini.
" Aku pikir kau sudah siap?" kata Rey duduk .
" Belum, sarapan lah dulu , kita akan berangkat jam 8" kata Alex yang membuat Rey menggaruk kepala karena tidak biasanya Alex mengulur waktu .
" Bantu dia" perintah Alex pada pelayan nya untuk membantu Rey.
" Tidak usah, aku bisa sendiri " tolak Rey yang akhirnya ikut sarapan bersama Alex yang kadang senyum-senyum sendiri.
Sebenarnya ingin bertanya namun setelah Rey pikir mood Alex baru membaik setelah tiga hari terakhir jadi biarkan saja dulu , takut merusak mood nya kembali .
" Bagaimana soal proyek kita?" pertanyaan Alex yang mulai membahas bisnis bersama Rey .
2 hari kemudian.
Tok
Tok
" Selamat siang Pak Alex" senyum lebar Lala begitu masuk .
" Sejak kapan aku menjadi bapak mu ?" ketus Alex sebagai bentuk komplen nya terhadap panggilan Lala .
Rey yang duduk dihadapan Alex hanya bisa menutup mulut menahan tawa .
" Om terima aku kerja napa, capek jadi pengangguran" kata Lala yang ternyata datang membawa surat lamaran pekerjaan.
" Nyonya ingin bekerja?" pertanyaan Rey menolak percaya.
" Iya , aku udah lulus kuliah sebulan yang lalu namun belum ada CV ku yang diterima setelah mendaftar di beberapa perusahaan " kata Lala duduk disebelah Rey .
" Jadi tadi pagi kamu berpenampilan rapi untuk interview kerja?" pertanyaan Alex yang diangguki Lala .
" Iya , tapi nggak diterima" jawab Lala dengan wajah sedih nya .
" Tau nggak kenapa tidak diterima?" pertanyaan Alex yang dibalas gelengan oleh Lala .
" Karena tidak izin pada suami" pernyataan Alex yang sungguh tidak tau kalau istrinya itu tengah mencari pekerjaan.
" Jadi Om yang mempersulit aku, supaya tidak diterima perusahan-perusahaan itu?" pertanyaan Lala malah menyalahkan Alex.
" Mempersulit bahkan aku tidak tau istriku sedang mencari kerja " ketus Alex menatap Lala dengan tatapan marah nya .
" Nyonya kan sekarang sudah punya suami jadi kemana-mana harus izin dan memberitahu suami " jelas Rey .
" Oooo, Lala mau bilang dari kemarin cuma Om selalu sibuk pulang pun malam" ucap Lala .
" Lagian ngapain kamu kerja pada uang yang aku berikan masih kurang?" pertanyaan Alex.
" Aku ingin kerja karena tidak ingin menjadi pengangguran Om" pernyataan Lala .
" Jika memang ingin bekerja mengapa tidak mengurus perusahaan sendiri " pertanyaan Alex .
" Nggak ahhh, segan sama suami dia masih Direktur sementara aku udah jadi Presiden direktur " tawa Lala dengan kurang ngajarnya
" Gadis kurang ngajar " tanpa basa-basi Alex langsung melempar Lala dengan berkas di hadapan nya .
" Enggak gitu Om, aku serius mau kerja dari bawah dulu , kalau aku kerja di perusahaan Papi yang ada disuruh jadi presiden direktur kan pusing banyak tanggungjawab" ucap Lala .
" Lalu kamu mencari pekerjaan yang tidak ada tanggung jawab nya?" pertanyaan Alex.
" Emang ada Om?" pertanyaan Lala dengan wajah serius nya yang membuat Rey tertawa melihatnya.
" Dengar baik-baik jika masih setengah hati tidak usah bekerja " pernyataan Alex .
" Bilang aja Om nggak mau terima aku kerja " cemberut Lala .
" Gini kali ya , jangankan orang lain suami sendiri pun nggak mau terima aku " kata Lala yang seperti Boomerang di telinga Alex .
" Lala bekerja itu tidak mudah " pernyataan Alex mengusap kepalanya yang sudah banyak pikiran namun datang lagi istrinya yang ingin kerja.
" Ya aku mau belajar Om" kata Lala .
" Tapi yaudah kalau Om nggak mau, aku bakal cari kerja di tempat lain " pernyataan Lala akan pergi namun Alex memegang tangan nya.
" Lala kamu adalah istriku , apa yang akan dipikirkan orang lain jika kamu bekerja , mereka akan menganggap aku tidak mampu menafkahi kamu " pernyataan Alex .
" Lah bukannya nggak ada orang yang tau aku istri Om " kata Lala karena pernikahan mereka masih di rahasiakan.
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄