Yuki, gadis belia yang terjebak dalam masalah hutang piutang keluarga, yang membuat dirinya di paksa harus menikah dengan saudagar kaya di Kampung halamannya. Saudagar yang sudah berumur, dan sudah mempunyai banyak istri.
Tak mau masa depannya berakhir menjadi istri seseorang yang tak dicintainya, terlebih dia punya impian untuk melanjutkan pendidikan, Yuki memutuskan untuk kabur dari rumah. Di sini masalah baru muncul!
Alih-alih ingin bekerja supaya bisa membatu orang tuanya melunasi hutang, tapi dia malah dihadapkan masalah baru, yaitu harus berhadapan dengan seorang BOS BESAR di tempat dia bekerja. Bos yang cuek, dingin, dan benar-benar menyebalkan, menurut Yuki.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Yuki akan berhasil lolos dari Sang Saudagar? Atau malah terjebak di dalam lingkaran pesona Bos Besar?
Silahkan dibaca ya temen-temen, semoga kalian suka ^_^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#11 BERUSAHA
Pagi sekali Yuki sudah bangun, dia tidak mau hari ini telat lagi membangunkan Tuan Elzel, bisa-bisa dia dapat hukuman lagi.
Benar saja, saat masuk ke kamar, Tuan Elzel masih terlelap tidur.
"Tuan... Bangun!" Panggil Yuki, sambil berdiri di samping ranjang.
Tidak ada jawaban.
Malah terdengar dengkuran kecil.
"Duh! Gimana ya, banguninnya?"
Yuki lebih mendekat, dia menggoyang-goyangkan pelan tubuh Tuan Elzel.
"Tuan..... Bangun!" Kali ini suara Yuki agak keras sehingga membuat Tuan Elzel terbangun.
"Emm...." Tuan Elzel setengah sadar.
"Bangun, Tuan!"
"Jam berapa sekarang?" Tuan Elzel masih enggan membuka matanya.
"Jam 4.30 Tuan."
Tuan Elzel menatap Yuki.
"Kamu mau suruh aku ngeronda bangunin jam segini heh?!"
Yuki melotot.
"Dibangunin pagi salah, dibangunin siang juga salah. Maunya apa ini orang?!" Yuki menggerutu di dalam hati.
Tuan Elzel yang memperhatikannya dari tadi tersenyum kecil melihat ekspresi Yuki yang lucu. Saat Yuki kembali melihat Tuan Elzel ternyata Tuan Elzel kembali tidur.
"Ish! Malah tidur lagi! Yaudah aku pergi lagi aja, jangan salahkan aku ya kalau kesiangan lagi!" Yuki marah-marah, dia pikir Tuan Elzel tidak akan mendengarkan ucapannya karena dia sudah tertidur.
Tiba-tiba...
Grep!
Tangan Tuan Elzel menarik Yuki, hingga gadis itu terjatuh di atas tubuhnya.
"Ah!"
"Apa-apaan ini?!" Batin Yuki
"Tidurlah, pagi masih lama!" Ucap Tuan Elzel, memeluk erat Yuki dan memasukkannya kedalam selimut.
"Kenapa aku rasanya tidak bisa teriak dan sulit bergerak?" Yuki hanya bisa bicara dalam hati. Jantungnya serasa mau copot saat itu juga.
Ingin rasanya kabur, tapi tubuh Tuan Elzel terlalu berat.
Sedangkan Tuan Elzel hanya tersenyum, dan melanjutkan tidurnya.
__________
Pagi menjelang
Ternyata Yuki samasekali tidak tidur, dan masih berusaha melepaskan pelukan Tuan Elzel.
"Tuan... Sudah pagi, lepaskan aku!"
"Em!"
"Bangunlah, Tuan!!!"
Mendengar Yuki seperti membentak, tuan Elzel malah mendekatkan hidungnya ke leher Yuki.
"Wangi..."
"Jangan, Tuan!"
Tuan Elzel tak bergeming, tetap melanjutkan aksinya.
Yuki memejamkan mata, Bulir-bulir bening mulai berjatuhan di pipinya. Melihat itu Tuan Elzel menghentikan aksinya dan melepaskan Yuki.
"Kau menangis?" Tanya Tuan Elzel heran.
"Hiks...Hiks..." Yuki menangis tersedu-sedu.
....
"Pergilah!"
Yuki bangkit dari kasur, dan meninggalkan kamar itu. Perasaannya campur aduk serta enggan menatap majikannya itu.
Yuki menghilang dari pandangan Tuan Elzel.
Sementara itu,
"Benar-benar masih kecil, gak tega aku." Tuan Elzel menepok jidatnya.
__________
Saat hendak menuju meja makan untuk sarapan, Tuan Elzel tidak sengaja mendengar percakapan Yuki dan Mery.
"Apa? Kamu mau berhenti?"
"Iya Mbak, rasanya aku gak bisa kerja di sini."
"Haduh! Baru kali ini ada pegawai yang ingin berhenti kerja disini, yang adanya itu diberhentikan. Belom ada sejarah pegawai di sini berhenti sendiri."
"....."
"Pikirkan lagi Yuki, sulit loh buat bisa kerja di sini, apalagi gaji di sini itu guuuede banget, yang gak akan kamu dapetin di tempat lain, ditambah lagi bisa dapet vitamin mata setiap hari, bisa liat tuan tampan everyday!".
"Tapi, Mbak...."
"Ehem!" Tuan Elzel datang, obrolan mereka pun terhenti.
Mery kaget, sedangkan Yuki memalingkan wajah.
"Eh! Tuan, hehe. Selamat pagi, Tuan." Mery tersipu malu, kemudian mencubit pelan Yuki, menyuruh Yuki menyambut Tuan Elzel yang sedang berada di hadapan mereka.
"Pagi, Tuan!" Ucap Yuki acuh tak acuh.
Tapi Tuan Elzel tidak perduli dan berlalu.
"Aku mau sarapan!"
"Baik Tuan, segera kami siapkan."
__________
"Baru kali ini aku nemuin orang yang paliiiiing menyebalkan, mentang-mentang dia orang kaya seenaknya aja! Bahkan gak ngerasa bersalah sama sekali! Menyebalkan! Menyebalkan! Menyesal kemarin-kemarin aku pernah kagum sama dia!!!" Batin Yuki berteriak, membuat mukanya memerah, dan membuat kepalanya serasa mengeluarkan tanduk.
ternyata Khanza sahabatmu itu
nyatanya menusukmu dari belakang Yuki🙁
baik diluar tapii ruwet didalam hatinya 🙁
walau tidak dipungkiri semua butuh uang""hehe apa si bahasanya ini😁😁✌️""