Apa itu gaji? gaji merupakan sebuah upah yang kalian dapatkan setelah berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. Biasanya gaji identik dengan orang yang bekerja di bawah orang atau perusahaan. Contohnya seperti karyawan swasta yang bekerja di bawah perusahaan milik owner.
Pada umumnya gaji dibayarkan setiap satu bulan satu kali. Entah di awal bulan (tanggal 1-10) atau di akhir bulan (tanggal 25 ke atas). Karena itulah zaman sekarang banyak diskon baru muncul pada tanggal tersebut. Mereka tahu kalau orang gajian pasti memiliki keinginan untuk menggunakan uang hasil jerih payah mereka.
Ada juga pekerjaan lain yang mendapatkan kerja harian, contohnya pedagang ataupun pekerjaan khusus lainnya yang tidak banyak aku ketahui.
Terlepas dari itu, sebagai manusia yang budiman. Gaji pertama tidak boleh langsung dipakai semua. Ada yang harus disisakan sebagian untuk ditabung, kemudian sisanya untuk sedekah kepada sesama. Bagaimana dengan anda? apakah anda tipe yang langsung menghabiskan gaji bulanan? atau bukan?
“Pak Ray, dicari sama orang TU tuh. Sudah waktunya untuk bulan ini.” pada suatu hari, seorang guru memberikan pesan kepadaku. Katanya ada staf Tu yang mencari diriku.
“Ok. Saya segera kesana” Jawabku sambil menghentikan pekerjaanku saat ini lalu berdiri untuk segera menuju ke ruang TU. Tidak baik membuat orang menunggu lama. Karena itulah kalau janjian dengan teman, kita harus selalu tepat waktu. Aku paling tidak suka datang terlambat dan menunggu orang terlambat.
‘Kira-kira ada apa ya? oh iya. Sekarang kan awal bulan. Mungkinkah aku akan mendapatkan gaji? Tidak terasa sudah satu bulan lamanya aku bekerja di sini’’
Melihat tanggal saat ini, seharusnya ini merupakan saatnya aku mendapatkan gaji. Namun aku tidak melihat teman sejawatku yang lain mendapatkan amplop. Karena mereka semua telah mendapatkan gaji melalui transfer bank. Aku sendiri belum menyetorkan nomor rekening sehingga saat ini belum bisa menerima gaji via transfer bank..
Aku kurang lebih mulai mengajar di tempat ini mulai bulan Juli. Sehingga pada awal Agustus adalah waktu gaji pertama aku dapatkan. Entah kenapa aku cukup deg degan saat akan menuju ruang TU. Karena ini pertama kalinya aku mendapatkan uang hasil jerih payahku sendiri. Bukan dari bantuan orang tua.
Saat jaman kuliah dulu, orang tua tidak memperbolehkan kerja sambilan, sehingga ini pertama kalinya aku mendapatkan gaji. Meskipun aku ada beberapa kegiatan ekskul yang membuatku mendapatkan pesangon. Namun jumlahnya sangat kecil dan hanya bisa untuk jajan saja. Tidak bisa sebagai biaya hidup bulanan.
Ruang TU dekat dari ruang guru tempat biasa aku bekerja. Tidak sampai lima menit, aku sudah sampai. Pintu ruangan ku ketuk terlebih dahulu, saat ada jawaban dari dalam. Barulah aku masuk secara perlahan takut mengganggu orang yang ada di dalam.
“assalamualaikum, Saya dengar ada yang memanggil saya.” Aku membuka pintu secara perlahan dan menutupnya setelah memasuki ruangan.
“Iya pak Ray, sini. Tanda tangan dulu. Kemudian ini amplop beserta slip gajinya.” Kata salah satu staff memanggilku sambil memberikan secarik kertas yang tertempel di atas amplop.
Aku melihat kertas tersebut berisi gajiku untuk bulan ini. Hitungan gaji seorang guru berasal dari jumlah jam mengajar serta tunjangan yang lain. Tentunya bayaran sebagai guru untuk sekolah swasta seperti tempatku ini tidaklah tinggi. Bahkan hanya setengah dari UMK. Paling tidak itulah yang aku ketahui setelah searching melalui google.
“Alhamdulillah, terima kasih bu. Akhirnya bisa jajan untuk bulan ini.” Meskipun jumlahnya tidak seberapa, namun kita tetap harus bersyukur saat mendapatkan rezeki. Tidak boleh kufur nikmat.
“Ditunggu traktiran nya pak Ray, gaji pertama. Hehehe” Bercanda salah satu staf setelah memberikan amplop berisi gaji kali ini.
“hahaha, insyaAllah. Kalau ada waktu dan kesempatan. Saya pamit duluan bu, mau kembali mengoreksi tugas siswa.”
Tanpa basa-basi aku pamit setelah ngobrol sebentar dengan staff Tu. Karena masih banyak tugas yang harus aku selesaikan. Sambil berjalan ke ruang guru, aku sudah keburu membayangkan akan digunakan untuk apa gajian bulan ini. Aku masih single sehingga tidak perlu minta izin istri ketika akan menggunakan gaji. Masih belum ada tanggungan sehingga aku bebas untuk memakai uang ini kapan saja dan dimana saja.
Setibanya di ruang guru, aku kembali melanjutkan tugas. Aku juga mengajar seperti biasa sesuai dengan jadwal. Tidak ada hal spesial terjadi selain aku mendapatkan gaji untuk hari ini. Awalnya saat pulang dari sekolah aku berniat untuk jalan-jalan karena sudah gajian. Namun tiba-tiba aku teringat dengan muka kedua orangtuaku.
“..” Sambil melihat ke arah tas yang berisi amplop. Aku memutuskan untuk tidak menggunakan gaji pertama ini sama sekali. Bulan ini aku akan menyerahkan semua gajinya kepada orangtua.
Sebelum niat ini hilang, aku langsung pulang ke rumah dan menuju kamar orangtua. Tentunya sebelum bertemu mereka aku sudah mandi dan berganti baju terlebih dahulu. Tidak mungkin saja menggunakan kemeja di rumah. Kedua orangtua heran melihatku tiba-tiba langsung datang setelah pulang sekolah.
“Ada apa nak? tumben pulang sekolah langsung kemari? ada yang ingin dibicarakan” Ibu seperti biasa langsung bertanya apa yang sedang terjadi. Tidak seperti bapakku yang hanya menyapaku saja kemudian diam sambil menonton TV. Bapakku cuek seperti biasa.
Memang aku jarang ke kamar karena malas bertemu dengan bapak. Karena ia biasanya memintaku memijat kakinya. Padahal badanku sendiri masih remuk kerja dari pagi hingga sore. Bapak yang satu ini memang kurang peka dengan ilmu parenting. Aku juga kurang menyukai bapak ketika momen ini. Kami sering bersitegang pada masa aku masih menjadi guru.
Akibat sering disuruh mijit kaki itulah aku jadi jarang masuk ke kamar orangtua. Karena malas disuruh-suruh. Namun karena kali ini adalah momen spesial, mau tidak mau aku harus masuk ke kamar mereka. Tidak mungkin aku panggil mereka dari luar kamar dan menyuruh mereka menghadap ke depanku.
“Iya bu, ini saya ada sedikit gaji untuk bulan ini. Aku berniat untuk memberikan semua gajiku full untuk ibu.” Ucapku sambil memberikan amplop kepada ibu. Amplop itu masih tersegel dan isinya sama sekali belum dibuka. Aku tahu jumlah dari isinya berdasarkan kertas yang aku tandatangani dan slip gaji. Di dalamnya tertera total dari gaji bulan ini. Namun aku sendiri belum membuka isinya.
Ibu menatap dengan haru kepadaku “Kamu serius nak? ibu senang sekali. Semoga kamu menjadi anak yang sholeh dan menjadi orang sukses.”
“Alhamdulilah, anak bapak memang sholeh.”
Aku senang ketika mendengar ibuku menerima gaji dariku. Namun wajahku sempat murung sejenak saat mendengar bapak berbicara. Memang sudah dari kecil entah kenapa aku kesal mendengar suaranya. Apakah ini pertanda dari anak durhaka? Karena setiap ia ngomong, kalau gak ngomongnya nyelekit ya pasti menyuruhku melakukan sesuatu. Hampir tidak pernah aku merasakan yang namanya kasih sayang seorang bapak darinya.
Kami tidak pernah melakukan deep talk seperti ayah yang bijak kepada anaknya. Momen ini tidak pernah ada dalam hidupku….Atau mungkin aku yang tidak pernah memberikan kesempatan itu kepada bapak?
Setelah kami berbincang sebentar. Aku keluar dari kamar orang tua saat momen yang tepat. Momen tersebut adalah sebelum disuruh mijit kaki bapak dan sebelum ditanya mengenai pekerjaan. Kedua hal itu adalah yang paling tidak ingin aku bicarakan. Masa iya orang pengenya di rumah nyantai dan have fun malah ditanya soal kerjaan? Sayangnya itulah yang biasanya selalu bapak tanyakan, jarang sekali bertanya tentang hal lain.
Gaji bulan ini sudah aku berikan kepada orang tua. Untuk berikutnya aku juga masih tetap akan memberikan sebagian gaji milikku untuk mereka. Pastinya tidak akan aku berikan semuanya seperti bulan ini. Karena aku juga memerlukan tabungan untuk masa depan. Uang pemberian ini sangatlah tidak mungkin dapat membayar jasa orang tua kita selama ini. Sebagai anak, kita harus berbakti kepada orang tua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
reedha
Betul Pak Ray, kita harus selalu syukur nikmat
2022-09-06
1
🫧Alinna 🫧
Mantap thor, keren 👍🏻
2022-08-15
1
Arya Hafiz Saputra
halo. author di sini
2021-09-22
0