Aku beserta dengan staf membuat foto presiden dan pejabat yang lain. Foto yang sudah kami print selanjutnya kami masukkan ke dalam bingkai. Satu per satu kami memasukkan foto tersebut. Langkah ini harus kami lakukan secara perlahan karena takut posisi foto kurang rapi atau bingkai menjadi rusak karena dipaksa masuk.
Setelah beres, kami berkeliling kembali untuk menempelkan perangkat tersebut ke semua kelas. Proses ini tidak selesai dalam satu malam. Kami melakukan hal ini beberapa kali. Dengan bantuan para staf, kami semua berpencar untuk memasangnya.
Hal aneh terjadi saat pagi harinya ketika semua ruang kelas telah terpasang foto presiden. Salah satu guru mengaku telah menempatkan foto tersebut ke setiap kelas. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala karena hal itu. Karena kenyataanya, mereka sama sekali tidak ikut dalam proses tersebut.
Untung nya staff yang aslinya menempatkan bingkai tidak protes dan hanya ikhlas saja. Namun aku tetap tidak enak hati melihat adanya kebohongan seperti ini. Memang dari rumor yang kudengar, guru yang satu ini kelakuannya cukup wadidaw. Jangan ditiru yang seperti ini, berbohong kecuali bohong putih itu tidak baik.
Tidak hanya masalah tadi. Banyak beberapa masalah yang terjadi saat proses pengumpulan dokumen akreditasi. Salah satunya adalah ketika ada staf yang bermain gas motor saat siang hari.
Hari itu memang sekolah sudah dibuat steril dengan semua murid sudah belajar dirumah. Salah satu staf sedang akan pergi untuk mencari makan siang.
Entah karena dia lapar atau sedang ngantuk karena begadang akreditasi. Ia melakukan aksi membunyikan motornya dengan kencang.
*brmm brmmm*
Suara motor kopling nya itu cukup nyaring bahkan aku yang sedang berada di lantai dua juga mendengarnya. Aku memang tidak langsung melihat kejadiannya. Namun kira-kira inilah yang terjadi. Menurut cerita dari pak Rangga, orang yang merupakan pelaku dan korban dari kejadian ini.
Kepala sekolah mendengar suara berisik motor dan keluar dari kantornya untuk Marah-marah kepada pak Rangga. Pastinya ia terkejut karena tidak menyangka akan dimarahi seperti ini.
Pak Rangga hanya bisa terisak-isak karena ia tidak hanya diberikan SP. Namun sampai mendapatkan surat pemutusan hak kerja akibat insiden ini. Pak Rangga memang berhenti setelah penilaian akreditasi selesai.
Karena itulah kemungkinan besar memang ini salah satu pemicunya. Memang staff bernama Rangga ini, telah memiliki beberapa jejak kurang baik.
"Enak ya yang kantornya di atas. Bisa tidur enak gak ada yang tahu. " Ucap salah satu staf TU yang bekerja di bawah. Memang staff yang satu ini cukup sering ember kejelekan staf kepada atasan.
Staf yang dimaksud adalah Rangga. Selain Rangga, terdapat juga beberapa staf lain yang juga tidur. Namun untuk kali ini Rangga yang sedang dipojokkan dengan isu buruk dari berbagai sisi.
Karena aku belum lama kerja di sini. Aku tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Namun hal yang aku ketahui adalah. Air mata yang ia keluarkan malam ini tidak kelihatan berbohong.
Memang Rangga ini cukup memiliki banyak ujian. Dengan gaji staf sekolah yang seadanya, ia berhasil membeli motor bekas yang sekarang ia pakai. Motor yang juga menjadi masalah nya kali ini. Malam harinya dia juga harus kuliah malam. Sehingga wajar saja kalau besok paginya ia kurang tidur karena efek dari perkuliahan.
"Gua tidak menyangka. Akan jadi seperti ini. Padahal saya sudah bekerja sebaik mungkin disini. Meskipun memang ada kekurangan, tapi saya sakit hati diperlakukan seperti ini. " Tangis Rangga terdengar jelas di ruangan lab tempat kami berada.
Pasca kejadian motor, Rangga seharian murung dan tidak banyak bicara. Padahal biasanya ia merupakan salah satu orang yang cukup aktif mengoceh. Berbeda dengan saya yang kebanyakan memang diam setiap waktu. Ternyata masalah ini yang membuatnya murung seperti itu.
Ia menumpahkan semua keluh kesahnya pada kami di dalam lab ini. Ada beberapa staff dan guru selain diriku yang mendengarkan curhatan Rangga. Pastinya kami semua tidak pernah memiliki konflik dengan Rangga. Kalau kami punya, pastinya ia tidak mungkin cerita kan?
Kami tidak pernah ember kelakuan buruknya ke orang lain. Kami juga tidak pernah meminta tolong mengerjakan sesuatu dengan pura-pura manis kepadanya, namun di belakang menusuknya dengan menebar kan isu jelek mengenai dirinya.
Memang meskipun hal yang kita omongkan adalah fakta. Namun kalau hal itu adalah kejelekan orang lain. Hal itu termasuk ghibah dalam agama Islam. Apalagi kalau orang yang kita gosipkan sakit hati, dosanya bagai makan bangkai daging saudaranya sendiri. Dosa yang sangat sulit untuk dimaafkan, karena tidak bisa bertobat dengan minta maaf kepada Allah.
Karena itulah aku sebisa mungkin diam karena takut melakukan ghibah. Sayangnya banyak guru-guru, terutama yang cewek. sering sekali melakukan hal ini.
"Yang kuat bro, saya yakin kalau nanti kamu akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Tempat ini hanya langkah awal, kita tidak tahu kedepannya akan menjadi apa. Kamu tidak boleh putus asa disini. " Ucapku sambil mengelus punggung Rangga.
Tidak hanya aku, semua orang di sana juga memberikan semangat kepada Rangga. Semoga saja ia akan tatap berhubungan baik dengan kami.
"Terima kasih semuanya. Kejadian ini juga memperlihatkan kepadaku siapa yang baik beneran kepadaku dan siapa yang hanya berpura-pura. Semoga aku akan mendapatkan teman baik lainnya di tempat yang baru. "
Sebenarnya memang kinerja Rangga kurang baik. Hal itu karena ia terlalu banyak bermain dan kerjaan di luar sekolah. Entah selain kuliah, apa lagi yang ia lakukan. Aku dengar juga ekonomi keluarga kurang begitu baik.
Memang itu sudah konsekuensi, namun karena Rangga masih muda. Mungkin ia belum bisa mengatur waktu dan tenaganya dengan baik. Bahkan mungkin hal itu juga yang terjadi kepada diriku. Tidak banyak orang yang bisa menggunakan waktu secara tepat.
Setiap melihat Rangga, aku merasakan kesedihan dirinya yang mendalam. Sudah beberapa tahun ia kerja di sekolah ini. Kalau tidak salah saat ia lulus SMK. Pekerjaan pertama yang ia dapatkan adalah di tempat ini.
Tidak mudah untuk mencari pekerjaan. Namun itu semua adalah hal yang harus kita alami. Ganti pekerjaan adalah hal yang biasa. Entah sampai kapan aku akan mengajar di sekolah ini. Karena aku masih ingin mencari pekerjaan yang lebih tinggi gajinya.
Meskipun insiden cukup banyak terjadi. Kegiatan akreditasi tetap berjalan. Kami sering begadang bolak balik hingga tiba saatnya hari penilaian.
Semua guru diatur untuk menyambut tim penilai. Keadaan sekolah sepi karena muridnya diliburkan. Perasaan tegang aku rasakan saat melihat tim tersebut tiba. Aku hanya berharap tidak terjadi blunder karena ulahku.
"Selamat datang bapak ibu tim akreditasi. Silahkan duduk disini untuk acara penyambutan. "
Semua tim diajak duduk dan menyaksikan acara pembukaan berupa tari tradisional dan kegiatan hiburan lainnya. Tidak lupa kami juga menjamu mereka dengan snack terbaik.
Kepala sekolah dan wakilnya menemani tim penilai sepanjang waktu. Mereka juga membicarakan banyak hal dengan mereka.
Kegiatan selanjutnya urusan kepala sekolah dan kajur yang lain. Guru biasa sepertiku melakukan kegiatan seperti biasa. Mengoreksi tugas murid dan membuat materi.
Tidak ada jam mengajar hari ini karena muridnya libur. Saat ada waktu senggang, aku biasa menghibur diriku dengan membaca buku.
Tim akreditasi sudah mulai selesai dalam menilai. Mereka telah melihat dokumen dan melakukan wawancara dengan beberapa guru dan kajur. Guru-guru sudah bersiap untuk menghafal visi misi sekolah. Karena biasanya para gitu mendapatkan pertanyaan semacam itu.
Hasil dari penilaian nanti akan diumumkan. Aku hanya berharap hasil yang terbaik. karena kami sudah berbuat banyak satu bulan belakangan ini. Tidak lupa aku juga menunggu komisi yang akan kami dapatkan nantinya. Kira-kira berapa komisi yang akan saya dapatkan kali ini? Melihat pentingnya akreditasi terhadap masa depan sekolah ini. Semoga saja komisi yang didapatkan sepadan dengan pekerjaan yang aku lakukan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
reedha
Betul banget, kalau ingin tahu teman yang benar-benar teman lihat saja saat kita susah siapa teman yang ada di samping kita, siapa teman yang terus menyemangati kita.
2022-09-04
1
reedha
Mungkin dia sudah berniat mau bantu pasang terus malamnya pas tidur kebawa mimpi kalau dia ikut pasang, jadi waktu pagi dia merasa kalau dia yang pasang....🤦🏻♀️
2022-09-04
1
Arya Hafiz Saputra
bagaiman menurut kalian chapter kali ini ?
2021-09-22
0