Selama satu minggu lamanya ujian tengah semester berlalu. Setiap harinya kurang lebih aku beserta dengan panitia melakukan tugas yang sama. Masuk dari pagi untuk mengurus agar ujian berjalan lancar dan kondusif. Hingga sore hari kami baru boleh pulang setelah semua murid mengerjakan ujian mereka.
Namun tidak hanya sampai situ saja. Kami juga harus memberikan amplop yang sudah berisi soal dan lembar jawabnya kepada guru yang bersangkutan. Kemudian mengawasi murid yang ingin ujian susulan. Karena mereka tidak bisa hadir saat hari ujian berlangsung. Bisa karena mereka sakit, atau izin karena sedang mengikuti PKL. Hal itulah yang menyebabkan tugas kami sebagai panitia semakin banyak.
PKL sendiri merupakan salah satu acara yang harus siswa SMK lakukan sebelum mereka lulus. Biasanya mereka harus mencari perusahaan yang bersedia menjadi tempat mereka melakukan kegiatan ini. PKL sering juga disebut dengan magang, atau kalian yang pernah kuliah seharusnya juga melaksanakan yang namanya KP. Kurang lebih cara kerja mereka sama.
Kembali ke ujian. Setelah ujian selesai, murid sudah menjadi sedikit lega. Namun mereka juga masih deg degan karena menunggu bagaimana hasil dari ujian mereka. Berbeda dengan murid yang mulai slow, saat ini baru mulailah guru yang kerepotan. Karena mereka harus mengoreksi semua lembar jawaban yang siswa kerjakan. Tidak terkecuali saya sebagai guru baru tidak terlepas dari tugas ini.
Bayangkan saja, kalau untuk mengoreksi lembar jawaban membutuhkan waktu 5 menit untuk setiap murid. Maka jika kita mengajar sebanyak 100 murid, waktu yang akan terpakai adalah 500 menit untuk mengoreksi jawaban mereka. Kurang lebih 8 jam untuk melakukan koreksi. Ditambah dengan jam mengajar yang tidak bisa berkurang karena setelah UTS langsung mulai kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Apalagi itu untuk satu mata pelajaran. Kalau guru mengajar mata pelajaran lain. Otomatis lembar jawaban yang harus mereka koreksi akan bertambah. Hal ini lah yang paling menghabiskan waktu sebagai guru.
Hal inilah yang membuatku kerepotan karena masih belum terbiasa mengoreksi soal ujian seperti ini. Satu per satu aku mengoreksi pekerjaan para murid. Mereka semua telah berusaha untuk mengerjakan soal ini dengan baik. Sebagai seorang guru yang baik, aku harus menilai hasil kerja keras mereka dengan sungguh-sungguh.
“Eh, pak Ray, masih ngoreksi hasil ujian?” Salah satu guru datang kepadaku sambil membawa kopi dan duduk di sebelahku.
“Iya nih pak. Banyak sekali lembar ujiannya. Butuh waktu untuk menyelesaikan. Ini saya cicil sedikit demi sedikit”
Kami ngobrol sebentar sambil aku mengoreksi ujian. Guru tersebut memberikan sebuah saran kepadaku. Menurutnya, hal ini bisa dilakukan kalau tidak ada waktu untuk mengoreksi.
“Pak Ray, daripada repot begitu. Lebih baik suruh aja murid yang koreksi pilihan ganda. Bapak tinggal cek yang essay”
“Memangnya boleh begitu?”
“Boleh saja pak, nanti muridnya tinggal di traktir makan saja atas kerjanya”
Mendengar informasi ini. Aku mulai banyak bertanya kepada senior tersebut mengenai hal ini. Memang aku sempat mendengar ada yang melakukan hal ini. Namun karena aku masih ragu, aku memilih untuk tidak melakukannya. Lagipula aku masih ada energi dan tenaga untuk melakukan koreksi ujian mereka.
Sambil mengoreksi hasil ujian, aku juga harus masih mengajar. Hal yang lucu adalah, setiap aku masuk kelas setelah UTS. Semua murid pasti bertanya hal ini.
“Bapak, gimana hasil UTS kemarin? kami mau lihat”
“Iya pak, saya sampai begadang untuk belajar ujian. Pasti nilainya bagus kan?”
Kira-kira itulah yang terjadi untuk setiap kelas yang aku ajar. Mereka ingin segera mengetahui berapa skor ujian mereka. Aku hanya bisa tertawa kecil saja dan menjawab dengan jujur kalau koreksi ujiannya belum selesai.
Sayangnya karena masalah waktu dan hal yang lain. Aku memutuskan untuk melakukan saran dari guru seniorku. Meminta bantuan murid untuk melakukan koreksi pilihan ganda.
“Baiklah anak-anak. Sebelum masuk materi kali, ini kita akan koreksi ujian dari teman kalian. Tolong bagikan kertas ini ke teman-teman ya”
“Baik pak”
Karena aku mengajar dua kelas dengan jurusan yang sama. Aku menukar kelas mereka dan membiarkan mereka koreksi hasil kerja dari kelas lain. Khawatir akan ada kecurangan kalau aku membiarkan mereka mengoreksi hasil dari kelas mereka sendiri.
Hampir setengah dari jam belajar habis untuk mengoreksi ujian. Sisa waktu aku gunakan untuk melanjutkan materi yang ada. Kegiatan ini terus berlangsung selama satu minggu setelah UTS. Aku merasa lega setelah berhasil selesai mengoreksi tugas mereka semua. Tinggal membagikan hasilnya kepada murid-murid.
Melihat reaksi mereka, mau tidak mau aku hanya bisa tertawa. Beberapa dari mereka senang dengan nilai mereka yang bagus. Murid yang lain sedih karena nilai mereka rendah di bawah standar. Ada juga murid lain yang protes kenapa nilainya jelek. Lucunya tidak ada yang protes kalau nilai mereka bagus.
Setelah selesai membagikan nilai UTS kepada murid. Aku mengingatkan mereka jangan sampai lembar berisi nilai hilang. Meskipun aku sudah mencatatnya di buku absen, lebih aman kalau mereka juga ada cadangan untuk melaporkan kalau ada protes saat nilai akhir semester nanti.
“Eh, pak Ray. Kayaknya udah selesai koreksi tugasnya ya?” Pak Dani datang bersama dengan dua murid kelasnya yang membantu membawakan buku tulis. Sepertinya mereka membawa buku dari pekerjaan rumah mereka.
“Alhamdulilah, iya pak selesai. Tinggal menunggu “itu” datang”
“Tenang pak Ray, pasti dapatnya lumayan. Pak Ray kan panitia untuk UTS kali ini”
Bertugas menjadi panitia pastinya mendapatkan komisi. Tidak mungkin kami bekerja lebih namun tidak mendapatkan imbalan yang lebih juga. Untungnya sekolah masih memberikan komisi untuk kegiatan UTS kali ini. Lumayan lah, menambah uang jajan.
Namun tetap saja, gaji guru yang sudah tidak masuk UMR pastinya membuat para guru memutar otak lebih untuk mengatur pengeluaran mereka. Ada yang kerja sambilan dengan jualan, ada juga yang lebih berhemat dalam pengeluaran. Untungnya karena aku masih single dan belum menikah. Biaya kehidupan yang aku butuhkan belum banyak. Apalagi aku juga masih tinggal bersama dengan orang tua.
Meskipun begitu, berapapun uang yang kita terima. Tetap harus bersyukur, karena bisa saja ada orang yang lebih buruk nasibnya daripada kita. Kita tidak pernah tahu, mungkin ada keluarga yang dalam sehari hanya makan sekali karena butuh uang. Atau bisa saja lebih parah lagi. Karena itu ketika kita memiliki duit lebih, jangan sampai boros dan sisanya harus kita tabung dan berikan ke sedekah kepada orang yang kurang mampu.
Walaupun jumlahnya tidak banyak, yang penting adalah niat kita baik untuk sedekah dengan cara yang baik. Tangan kiri jangan sampai tahu tangan kanan kasih ke siapa. Artinya kita harus sedekah namun sebaiknya tidak banyak orang yang tahu.Takutnya akan menyebabkan kita sombong sehingga membuat kegiatan sedekah kita menjadi tidak berkah.
Orangtuaku juga senang dengan komisi yang aku dapat dan selalu mengingatkan kepadaku untuk gemar menabung. Karena hemat pangkal kaya. Sedikit demi sedikit, lama-lama akan menjadi bukit. Tidak masalah berapa kita mampu menabung. Kalau sudah terbiasa menyiapkan dana cadangan. Kita tidak akan panik kalau mendadak kita membutuhkan dana. Dana darurat penting untuk selalu ada dan jangan sampai kita pakai dana darurat ini.
Setelah UTS, pelajaran kembali normal dengan mengajar setiap kelas dan ekstrakurikuler. Uniknya aku juga mendapatkan amanat untuk menjadi guru ekskul web programming. Karena saat aku kuliah bidang inilah yang aku tekuni. Semoga saja ada murid yang akan masuk ke ekskul ini. Lucu juga kalau ada ekskul yang tidak ada muridnya sama sekali. Semoga saja hal itu tidak akan terjadi terhadap ekskul yang aku ajar.
“Pak Ray, masukin waktu kosong pak” Pak Irfan datang kepadaku.
“Untuk apa pak?”
“Untuk masukin jadwal ekskul. Bapak pegang ekskul web ya””
Membuat jadwal untuk ekskul juga cukup sulit. Kita harus menyesuaikan jadwal yang kita punya, serta ruangan kelas kosong yang bisa kita gunakan. Tidak heran kadang terjadi keributan saat tidak adanya kelas kosong. Karena ruang kelas yang kosong terbatas. Bahkan itulah salah satu penyebab murid mendapatkan jadwal masuk pagi dan siang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
reedha
Rajinnya Pak Ray ini....
2022-08-28
1
hasmag
chapter baru
2021-08-30
2
Pinen
semangat yaa
2021-08-30
3