Hari Senin telah tiba kembali. Sudah satu minggu lamanya setelah kegiatan MOS selesai dan kali ini sekolah telah memasuki minggu kedua. Sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Pastinya ada yang harus kita lakukan saat hari Senin saat pagi hari. Apa itu? Upacara Bendera.
Setiap hari Senin. Setiap sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA semuanya melakukan upacara bendera. Dengan pengecualian saat hari libur atau cuaca tidak memungkinkan. Upacara bendera akan selalu dilakukan. Biasanya diadakan mulai dari jam 07 pagi sampai selesai.
Sekolahku saat ini berada juga mengadakan upacara. Namun berbeda dengan sekolah lain. Upacara dalam sekolah ini dilakukan dengan bergiliran. Karena lapangan yang kami miliki cukup kecil. Setiap minggu kelas yang melakukan upacara selalu berbeda baik dari jurusan dan angkatanya.
Sekolah SMK berbeda dengan SMA. SMK memiliki pembagian jurusan bahkan dari kelas satu. Pada zamanku SMA hanya mendapatkan pembagian saat kelas 11, IPA dan IPS. Entah zaman sekarang masih sama atau sudah berubah. Saya dengar sekarang sudah ada jurusan bahasa untuk SMA dan mereka juga sejak kelas satu sudah mendapatkan penjurusan.
SMK ini memiliki banyak jurusan. Mulai dari AP, AK, Multimedia, dan TKJ. Setiap jurusan mendapatkan pelajaran dari seperti matematika dan juga pelajaran khusus sesuai dengan jurusan masing-masing. Aku sendiri mendapatkan kelas mengajar Multimedia dan TKJ saja. Sisanya saya tidak mendapatkan jam ngajar.
Kelas AP dan AK peserta seluruhnya adalah perempuan. Dalam jurusan AP (Administrasi Perkantoran), mereka akan bekerja dalam bidang admin sesuai jurusannya. Semua murid untuk jurusan ini adalah perempuan.
Jurusan AK (Akuntansi) mirip dengan jurusan AP. Semua muridnya perempuan. Mereka nantinya akan bekerja sebagai akuntan dalam perusahaan. Mereka bisa saja melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih lanjut atau langsung mencari pekerjaan.
Uniknya jurusan Multimedia dan TKJ isinya campuran. Ada murid cowok dan cewek. Namun rasionya lebih banyak laki-laki daripada cowok. Bahkan ada satu kelas TKJ yang semuanya cowok. Sangat sulit untuk mengajar kelas tersebut.
Kembali ke upacara. Hari ini adalah ke sekian kalianya saya mengikuti upacara. Karena saat pembukaan dan penutupan MOS saya sudah mengikuti upacara. Sama seperti sekolah lainnya. Saat jam upacara berlangsung, setiap guru keliling ke semua kelas melihat apakah ada anak yang bolos upacara atau tidak.
Murid yang ketahuan akan ditanya kenapa tidak ikut upacara. Kalau alasanya sakit masih bisa dimaklumi, kalau bolos karena malas pastinya mereka akan mendapatkan omelan habis-habisan. Saya tidak pernah ikut keliling karena guru lain lebih semangat mengerjakan hal itu daripada saya.
Upacara berlangsung dengan lancar. Setiap petugas berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Sama seperti upacara saat aku sekolah. Petugas upacara juga mendapatkan giliran untuk setiap kelas. Biasanya dari semua murid akan dibagi siapa yang menjadi ketua upacara, doa, dan lain-lain. Sisanya yang tidak mendapatkan tugas akan menjadi paduan suara.
Aku tidak tahu bagaimana upacara sekolah lain. Kudengar ada juga sekolah yang menggunakan alat musik dalam upacara mereka seperti piano. Entah hal itu benar atau tidak.
Setelah upacara selesai, setiap murid langsung bubar ke kelas masing-masing. Tapi ada juga yang sebelum kembali salam ke guru-guru terlebih dahulu. Aku senang melihat ada murid yang sopan seperti ini. Semoga mereka akan menjadi orang sukses pada masa depan.
Sama seperti para murid. Guru-guru serta staff kembali ke mejanya masing-masing, termasuk aku. Saat sudah sampai ke meja, aku duduk dan mulai melihat jadwal untuk hari ini. Karena ini masih minggu pertama, aku masih belum hafal harus mengajar kelas ke mana saja untuk hari ini. Mungkin nanti ke depannya akan hafal dengan sendirinya.
Kulihat sekilas sepertinya jadwal liburku adalah hari Selasa dan Minggu. Sekolah ini belum menerapkan jam masuk full day senin-jumat. Sehingga pelajarannya masih hari senin-sabtu. Karena itulah setiap guru mendapatkan jatah libur 2 hari setiap minggu. Hari minggu dan satu hari lainnya secara acak.
Agak kesal juga karena setiap minggu saya mendapatkan libur kejepit. Minggu libur, senin masuk, dan selasa libur lagi. Namun entah kebetulan atau tidak, libur hari selasa ini merupakan berkah bagi diriku. Hal ini akan saya bahas pada kesempatan berikutnya.
Setelah menyiapkan materi, tinggal menunggu jam mengajar tiba. Berbeda dengan sekolah lain. Sekolah ini masuknya juga dibagi dua. Jam pagi dan jam sore. Karena itu setiap murid ada yang pulang jam 12 siang dan ada juga yang jam 12 siang baru masuk sekolah.
Saya rasa murid yang masuk pagi akan lebih semangat daripada yang masuk siang. Karena mereka yang biasa tidur siang akan mengantuk dan saat sore hari akan lebih sering minta pulang cepat karena kalau terlalu sore, mereka takut jalan ke rumah akan keburu gelap.
Hal itu karena murid sekolah ini cukup beragam rumahnya. Ada beberapa yang rumahnya dekat, kurang dari setu kilometer. Tapi ada juga yang jaraknya 5 bahkan sampai 10 kilometer jauhnya dari sekolah. Saya bingung pertimbangan mereka apa memilih sekolah yang cukup jauh. Mungkin hal ini juga pertimbangan pemerintah menerapkan konsep zonasi.
Karena saya juga kasihan melihat adik yang sekolahnya jauh berangkat sekolah jam 06 pagi dan pulang jam 06 malam. Namun karena adik saya yang mau jadi repot membujuknya memilih sekolah yang lebih dekat. Kasihan sekolah yang ada pada tempat terpencil. Kira-kira mereka dapat murid atau tidak ya?
Setelah semua siap, aku mulai pergi ke ruang kelasku yang ada pada lantai 3.
“Ngajar pak Arya”
“iya bu, ngajar di kelas TKJ kali ini”
Aku menyapa guru yang baru selesai mengajar dan aku pergi ke kelas yang akan aku masuki. Sebelum masuk aku memeriksa apakah masih ada guru yang mengajar atau tidak. Karena terkadang ada guru yang terlalu bersemangat sehingga mengajar bablas dari jadwalnya.
Hal ini malah membuatku senang karena berarti jam ngajarku akan lebih cepat karena diambil oleh guru lain. Namun akan repot kalau materi yang kusampaikan banyak namun waktunya sedikit.
“Eh, pak Ray. Maaf ya lama, tadi ada yang belum beres materinya” Jawab guru saat kami bertemu dekat pintu kelas.
“Ngak papa pak. Saya malah senang jam ngajarnya berkurang”
“Pak Ray jujur sekali. Hahaha, Ya sudah kalau begitu saya turun duluan ya.”
“Iya pak, hati-hati turunnya”
Beberapa guru sekolah ini ada yagn sudah berumur. Sehingga sebuah perjuangan bagi mereka mengajar kelas di lantai 3. Sayangnya dengan dana sekolah tidak mungkin kita akan membuat lift. Karena sekolahnya hanya lantai 3.
“Assalamualaikum Wr. Wb.”
“Waalaikumsalam Wr. Wb.”
Kelasku akhirnya mulai. Akan bagaimana pengalaman mengajarku dalam sekolah ini?
*Bersambung
*Terima kasih sudah membaca novel ini. Mohon bantuannya untuk like, share, dan komen novel ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
reedha
Ada banget guru seperti ini, guruku dulu 😁
2022-08-12
6