*Rumah*
“Kriing, Kriing” Alarm telepon berbunyi. Ini menandakan kalau saat ini sudah pukul 05.00.
Sama Seperti pemeluk agama islam lainnya. Setiap pagi kami memulai kegiatan dengan melaksanakan shalat subuh. Umumnya rata-rata orang bangun jam 5 pagi. Tapi ada juga yang biasanya kesiangan karena berbagi macam sebab. Kalau kesiangan disarankan langsung melaksanakan shalat subuh, daripada tidak sama sekali. Masalah shalatnya diterima atau tidak itu urusan yang Maha Kuasa.
Selain yang telat, ada juga yang bangunya lebih pagi. Mungkin jam 3 atau 4 pagi. Mereka biasanya melaksanakan shalat sunah tahajud kemudian ditambah dengan shalat berjamaah di masjid. Shalat bersama dalam masjid lebih utama untuk pria, karena pahalanya berkali-kali lipat. Meskipun wanita juga tidak dilarang ke masjid, namun lebih dianjurkan untuk shalat di rumah karena mereka harus mengurus rumah, apalagi kalau sudah punya anak.
Biasanya orang yang bangunya pagi lebih sehat badanya daripada yang sering begadang hingga larut malam. Namun tidak dipungkiri mungkin saja ada beberapa pekerjaan yang mengharuskan shift malam untuk para karyawan. Untungnya sampai saat ini saya belum pernah mendapatkan jam malam seperti itu. Karena saya terbiasa tidur jam 9 atau 10 malam.
“Ällahu akbar….”
…
..
.
“Assalamualaikum Wr. Wb… Assalamualaikum Wr. Wb.”
Setelah selesai melaksanakan shalat, saya bermain game sebentar sambil menunggu waktu mandi tiba. Karena masih ada sekitar 1 setengah jam sampai waktu masuk sekolah. Aku bermain di kamarku yang terletak di belakang rumah. Sehingga jarang ada orang masuk ke kamar ini karena posisi kamar dari pintu depan cukup jauh.
“Äyo bangun, sarapan sudah siap” Panggilan ibuku sudah tiba.
Aku langsung menuju tempat makan. Selain itu saya juga melihat kalau adik-adik dan bapak juga perlahan mulai bangun dari kasur mereka. Sama seperti murid lainnya, adikku semuanya masuk pagi. Terutama adikku yang sekolah jauh dari rumah, sehingga ia sudah berangkat dari jam 06 pagi dan pulang pukul 06 malam. Saya tidak kebayangan seperti apa capeknya, lebih lama dari kerjaan kantoran jam sekolahnya.
Kami biasanya makan bersama sambil menanyakan kabar satu sama lain kecuali adikku yang sekolah jauh (adik ke 2). Selesai sarapan, bapak pamit untuk berangkat kerja serta mengantar adik yang paling kecil. Saat ini ia duduk di bangku SD. Barulah nanti sekitar jam 09 pagi ibu yang berangkat. Mereka berdua menggunakan dua mobil yang berbeda. Sedangkan aku sendiri menggunakan motor untuk berangkat ke sekolah.
“Berangkat dulu ya mah” Pamitku kepada ibu sambil mencium tangan.
“Hati-hati di jalan ya nak, yang rajin kerjanya. Guru adalah pekerjaan yang mulia” Nasihat ibuku untuk menyemangati ku di pagi hari.
Setelah berpamitan, aku langsung pergi ke sekolah. Tentunya sebelum berangkat, aku mengecek secara mandiri kondisi kendaraan terlebih dahulu. Mulai dari lampu sen, lampu rem, hingga tekanan angin ban semuanya saya cek secara seksama. Karena keselamatan berkendara adalah nomor satu. Barulah aku berangkat setelah semuanya sesuai dengan seharusnya.
Perjalanan cukup padat karena semua orang juga berangkat kerja dan mengantar anak sekolah. Untungnya sekolahku mengajar cukup dekat sehingga waktu tempuh perjalanan tidak terlalu lama. Setelah sampai ke sekolah, aku langsung menuju ruang guru setelah selesai memarkir motor.
“Eh pak Ray sudah datang” Sapa salah satu guru di ruangan.
Guru ini bernama miss April. Ia mengajar pelajaran bahasa inggris bersama dengan pak Huji. Berbeda dengan guru yang botak itu, Miss april memiliki reputasi yang lebih baik dan pelajaran yang lebih mudah dimengerti olah para murid.
MIss April menggunakan kerudung dan memiliki postur badan cukup gemuk. Ia juga telah menikah dan memiliki 2 orang anak. Mungkin karena aura keibuan itulah, aku cukup cepat akrab dengan guru yang satu ini. Ia juga sempat berteman dengan tanteku karena dulu ia tinggal di daerah yang sama.
“Iya bu, ngak ada jam ngajar sih. Tapi karena di suruh datang yang datang aja” Jawabku sambil menaruh barang di meja kemudian duduk di kursi.
“Iya lah harus masuk, nonggkrong aja di sini. Enak kan adem ada AC sambil nge gosip”Jawab Miss April sambil tersenyum.
Kami mulai mengobrol dan Miss April memberikan tips untuk mengajar murid-murid dalam sekolah ini. Karena menurut kabar dari ibuku dan staff sekitar. Murid SMK ini kebanyakan lebih bandel daripada sekolah negeri. Aku tidak terlalu masalah karena memang semua sekolah sepertinya tidak semua muridnya bisa rajin. Tergantung murid dan juga gurunya.
“Gini pak Ray, mengajar yang penting itu jangan cuma ngasih materi doang. Tapi harus bisa membuat murid suka dengan kita. Kalau murid udah suka, udah enak seterusnya.” Kata Miss April saat kami sedang mengobrol.
Memang saya rasa itu saran yang sangat tepat. Karena manusia biasanya kalau suka atau benci. Pasti akan terus mengikuti orang tersebut. Fans selalu ingin tahu kabar artis yang mereka suka, juga selalu memberikan komentar negatif kepada orang yang mereka benci. Tambah lagi deh ilmu baru yang bisa saya pelajari secara seksama.
“Oh, gitu ya. Memang sih harusnya kalau sudah begitu sih ngajarnya juga enak. Muridnya senang, gurunya juga senang.” Jawabku sambil terus mencerna dan membuat rencana untuk membuat kegiatan belajar mengajar menyenangkan.
Kami tidak hanya mengobrol berdua, terdapat beberapa orang juga dalam ruangan yang ikut ngobrol bareng. Namun yang lebih sering ngobrol biasanya miss April. Guru datang silih berganti karena mereka semua mendapatkan tugas untuk mengajar MOS sepertiku tempo hari.
#Jam istirahat#
Seperti sekolah lainnya, sebelum makan siang terdapat jam istirahat. Aku pergi ke kantin untuk mencari cemilan. Sepertinya aku akan membeli tahu bulat untuk cemilan kali ini. Selain tahu bulat, terdapat cemilan lainnya seperti cilok, siomay, batagor, dan cemilan lainnya. Namun kali ini aku membeli tahu bulat. Harganya cukup murah, hanya 500 san.
Aku membeli banyak untuk aku bagikan ke teman-teman guru lainnya. Sepertinya ini sudah menjadi semacam tradisi. Selain sebagai ibadah, tradisi ini juga cocok untuk mempererat hubungan dengan rekan guru yang lain. Siapa sih yang menolak makanan gratis.
#Jam makan siang#
Istirahat makan siang lebih lama daripada istirahat pagi hari tadi. Dengan waktu yang lebih banyak karena kita selain makan siang, juga harus melaksanakan shalat dzuhur. Ketika ada waktu, aku pergi menjalankan ibadah ke masjid terdekat. Jaraknya cukup dekat dari sekolah, tidak sampai 500 meter. Namun untuk nyebrang cukup menakutkan karena jalan depan sekolah merupakan jalur lewat truk. Sehingga tidak heran kalau setiap menitnya kita melihat truk-truk besar melintasi jalan ini. Meskipun sudah dibeton, jalan tersebut tetap saja banyak lubang karena banyak truk ke sana ke mari.
Saya senang karena ada beberapa murid yang juga ikut shalat berjamaah, walaupun tidak semuanya ke sana. Hebatnya, siswi juga ada yang shalat di sana. Benar-benar luar biasa. Selesai shalat, saya kembali ke sekolah setelah makan siang terlebih dahulu. Terdapat tempat makan dekat masjid dan saya makan di tempat itu.
“Ayo balik, kerja wae, pulang” Sahut salah satu rekan guru di dalam ruangan.
Karena jam sudah menunjukkan pukul 15.00, aku melihat acara sudah mulai sepi dan guru-guru sudah mulai pulang. Karena itu saya mengikuti jejak mereka dan juga pulang ke rumah. Pastinya saya pamitan dengan seluruh jajaran guru dan karyawan terlebih dahulu. Kira-kira besok akan ada kejadian apa lagi ya di sekolah?
*bersambung
*Chapter ini masih akan berlanjut mungkin satu chapter lagi. Kalau ternyata bagian berikutnya banyak akan saya pecah lagi menjadi beberapa chapter.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
reedha
Betul banget, kalo sudah suka sama gurunya, jadi semangat buat belajar, Dari dulu gak suka matematika, lihat gurunya aja takut. Begitu dapet guru matematika yang baik, mendadak suka matematika.
2022-08-08
6
Arya Hafiz Saputra
ayo kritik dan saranya
2021-05-20
0