Hari ini hari senin. Setelah sibuk mengurus berbagai macam hal mulai dari barang yang akan saya bawa, hingga pakaian yang akan saya kenakan. Akhirnya aku sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Karena aku mengajar. Pakaian yang aku gunakan berupa kemeja lengan panjang dengan menggunakan sepatu formal.
Perjalanan dari rumah ke sekolah tidak terlalu jauh. Dengan menggunakan sepeda motor, kurang lebih hanya sekitar 5 menitan kalau ngebut dan 10 menitan untuk perjalanan normal. Karena jaraknya hanya sekitar 1,5km. Saat ini aku masih menggunakan sepeda motor ibuku sehingga agak canggung saat aku gunakan.
Saat aku sampai di sekolah. Aku cukup terkejut melihat banyak siswa berjalan ke sana kemari. Ada yang masuk menuju sekolah, ada juga yang ngobrol dengan teman di pojokan. Tidak lupa mereka yang sedang sarapan dan jajan ke warung makan sekitar. Kegiatan sekolah memang sudah sibuk sejak pagi. Aku menyapa satpam saat masuk ke dalam sekolah lalu memarkir motorku ke tempat parkir untuk staff dan guru.
Dengan gugup aku melangkah menuju ruang guru. Tempatnya cukup mudah tercapai. Ruang guru sekolah ini berada persis dekat dengan gerbang masuk. Sehingga tidak perjalanan ke sana tidak terlalu jauh. Gedung sekolahku ku ini cukup kecil, dengan luas mungkin tidak sampai 500 meter. Namun gedung ini memiliki 3 lantai sehingga ada banyak ruangan yang ada di dalamnya.
“assalamualaikum”
“waalaikumsalam”
Saat aku masuk ke dalam ruangan dan menyapa orang di dalam. Banyak orang yang membalas salamku. Sepertinya semua guru di sini menganut agama yang sama. Aku langsung bertanya kepada guru terdekat meja bekas guru sebelum diriku duduk.
“Oh, pak Ray ya. Selamat datang. Meja guru sebelum bapak ada di sebelah sana. Namun mungkin akan ada pergantian posisi tempat duduk untuk mengganti suasana.”
“ok”
Aku pergi menuju tempat duduk ku berada. Sekitar tempat duduk tersebut semuanya perempuan. Setelah ngobrol sebentar dengan mereka, aku membantu pindahan barang-barang yang perlu dan tidak diperlukan. Barang yang masih dibutuhkan akan disimpan dan sampah semuanya akan dibuang.
*haah*
Setelah beberapa menit aku membantu beres-beres barang. Aku mulai duduk untuk istirahat sejenak. Seorang guru datang dan memberikanku sebuah gelas berisi air di depan mataku.
“Hallo, kamu guru baru ya? Kapan lulus kuliah?”
Guru ini terlihat cukup muda, mungkin umurnya belum sampai 30 tahun. Ia menggunakan kacamata dan memiliki badan kurus namun tidak terlalu tinggi. Juga tidak terlalu pendek. Ia memiliki aura yang cukup ramah sehingga aku semangat untuk ngobrol dengannya.
“Baru saja lulus tahun ini, bulan Mei kemarin.”
“Oh, berarti kita sama dong. Saya juga baru lulus.”
Sepertinya ia juga lulus di tahun yang sama denganku. Namun dilihat dari umur, sepertinya ia kerja dahulu baru kuliah, mungkin juga kuliah sambil kerja. Berbeda denganku yang hanya fokus kuliah tanpa melakukan hal yang lain.
Guru tersebut bernama Dian. Ia sudah cukup lama mengajar di sekolah ini. Materi yang ia ajarkan adalah multimedia. Ilmu yang mengajarkan kita cara membuat produk multimedia seperti foto dan video. Saya kurang mahir dalam hal ini sehingga saya bisa banyak bertanya kepada pak Dian untuk hal ini.
“Pak Ray pengganti guru yang kemarin keluar ya?”
“iya pak, cuma pengganti aja sampai kepala sekolah menemukan guru yang baru”
Kami melanjutkan pembicaraan, sampai tiba seorang staff memberikan kertas berisi jadwal mengajar untuk hari ini.
“Pak Ray, ini jadwal untuk hari ini. Nanti pak Ray ada jam mengajar untuk materi MOS”
“ok, terima kasih ya”
Aku sangat gugup karena hal ini cukup dadakan. Saat kulihat tema untuk materi yang akan saya ajarkan, tidak ada sangkut pautnya dengan dunia komputer. Tema itu adalah “Cara menggunakan waktu secara efektif.” Seperti MOS di tempat lainnya. Sepertinya materi MOS berisi kebanyakan materi softskill untuk memberikan bekal dasar kepada siswa untuk belajar ke depannya.
Dengan waktu yang ada saya berusaha mencari beberapa hal mengenai materi kali ini. Karena waktu yang saya dapatkan cukup banyak, 30 menit. Saya harus mencari materi yang cukup dan efektif untuk mengisi jadwal tersebut.
Waktu mengajar telah tiba. Salah satu anggota osis datang untuk mengantarku ke kelas yang akan ku ajar. Karena aku guru baru, ia sempat bertanya ke guru yang lain di mana posisi ku duduk. Belakangan baru ku ketahui anggota OSIS ini telah menduduki kelas 12 sehingga sebentar lagi akan berhenti menjalankan kegiatan ekskul ini.
Aku memasang muka keren untuk menyembunyikan rasa gugup yang kumiliki. Berbeda dengan guru yang lain, pengalamanku dalam mengajar sangat minim. Aku rasa ini pertama kalinya aku mengajar ke banyak murid. Biasanya aku hanya mengajar privat saja untuk satu sampai dua orang. Untungnya aku pernah mengajar ke beberapa adik kelasku saat kuliah. Namun jumlahnya masih jauh dari kelas yang saat ini kumasuki.
*tap* *tap*
“Assalamualaikum Wr. Wb”
“waakaikumsalam Wr. Wb.”
Dengan mantap aku masuk ke kelas dan memberikan salam kepada semua murid. Karena sekolah ini kebanyakan memiliki agama Islam, sehingga salamku menyesuaikan dengan penganut agama yang paling banyak dalam sekolah ini. Aku lihat murid di depan sangat bersemangat untuk mempelajari hal baru. Berbeda dengan murid yang berada di barisan belakang memiliki semangat juga namun tidak terasa sama dengan murid yang ada di depan. Mungkin karena posisiku terlalu jauh sehingga aku tidak merasakan semangat mereka.
Aku menggunakan kacamata sehingga terbiasa tidak melihat benda yang jauh. Karena itulah aku kurang jelas melihat mimik wajah murid yang ada di belakang kelas. Setelah selesai salam aku membaca sekilas buku yang ada pada meja guru. Ternyata itu adalah materi yang akan disampaikan dalam pertemuan kali ini. Cukup aneh karena kalau materi sudah ditulis untuk apa saya sampaikan lagi? Cukup masing-masing siswa membaca sendiri kan?
Namun saya rasa itu kurang efektif karena bisa saja ada beberapa hal yang murid salah artikan saat membaca materi tersebut. Akhirnya aku menjelaskan materi dengan tambahan interpretasi materi yang aku dapatkan.
“sampai sini ada pertanyaan”
Kriik kriik
Setelah selesai meyampaikan materi aku memberikan waktu sesi tanya jawab. Biasanya untuk sesi ini dari 30 menit, ada waktu 10 menit untuk sesi tanya jawab. Seharusnya kalau ada murid yang aktif, ini adalah waktu yang baik untuk para murid bertanya. Namun entah memang semua kelas seperti ini atau karena hari ini masih MOS. Para siswa masih malu untuk memberikan pertanyaan.
Karena itulah aku menyampaikan sedikit nasihat untuk mereka sampai waktu yang saya miliki habis. Saat selesai mengajar, aku memberikan sinyal kepada ketua OSIS untuk mengambil alih kelas dan aku pamit meninggalkan kelas ini.
“Alhamdulilah”
Setelah selesai mengajar aku kembali ke ruang guru. Karena cukup tegang setelah mengajar, aku istirahat sambil melihat hiburan dalam hpku. Sayangnya HPku cukup kentang sehingga pengalaman yang aku dapatkan kurang maksimal. Aku hanya bisa menghela napas dan mulai membaca sembarang buku yang ada di meja.
*bersambung*
*Terima kasih sudah membaca novel ini. Saya sudah lama tidak updater karena ada kesibukan dalam dunia nyata. Semoga ke depannya bisa kembali rutin lagi update cerita.
*Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
reedha
Hai Author, apa cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi?
2022-07-21
3
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau sudah kayak gitu harus auto cepat off kepepet 😂
2022-07-11
1
SoVay
selamat mengajar
2022-06-16
2