Satu hari telah berlalu semenjak aku lulus kuliah. Secara dokumen status sudah menjadi alumni mahasiswa, dengan kata lain penggangguran. Karena saat ini aku belum memiliki pekerjaan tetap, apalagi penghasilan. Pekerjaan harus segera aku dapatkan karena orang tua ingin aku secepat mungkin hidup secara mandiri.
“Yakin kamu ngak mau ikut pulang dulu ke kampung?”
“tidak bu, aku mau nyari kerja dulu di sini”
“kalau begitu kamu hati-hati ya nak di sini, jangan bandel sama nenek.”
“mas semangat ya cari kerjanya, nanti adek minta jatah hehehe.”
“ok. Dengan senang hati.”
Ibu dan adiku menyemangatiku untuk mencari kerjaan di sini. Adik-adik juga semangat untuk aku kerja karena nanti mereka bisa minta jajan. Memang agak mata duitan adik keduaku yang satu ini.
“Hati-hati ya An, di jalan kalau supirnya capek langsung istirahat dulu.” Salam nenekku kepada ibu. Ibuku bernama Ana dan saat ini sudah berumur 50 tahunan. Namun alhamdulilah badanya masih sehat dan sampai saat ini masih aktif bekerja.
“Iya bu, titip Ray ya, kalau bandel di jewer aja kupingnya!” Canda ibuku kepada nenek.
“Semangat ya nak. Kalau butuh apa-apa nanti minta ke ibu saja. Pasti akan ibu kasih nanti.”
“tuh kan, yang bayar mamah lagi. Papahnya kapan?”
“hahaha”
Kami semua tertawa mendengar hal itu. Setelah selesai mengemasi barang. Keluargaku selain adikku yang kuliah di Jogja semuanya pulang ke kampung halaman. Mereka pergi menggunakan mobil pribadi dengan seorang supir. Karena bapak saya sudah kurang awas dalam menyetir sehingga membutuhkan supir untuk perjalanan jauh. Saya dan adik-adik masih belum ada yang bisa melakukan hal tersebut.
Sopir mereka bernama Ubung, ia masih memiliki hubungan saudara dengan kami. Selain sebagai supir, ia juga bekerja mengurusi bengkel yang bapakku miliki. Kinerja cukup mengkhawatirkan karena omku yang satu ini sering sakit perut sehingga mengganggu aktifitasnya sehari-hari. Semoga saja perjalanan kali ini kondisi badannya sehat.
“assalamualaikum, kami berangkat dulu ya”
“Hati-hati di jalan”
Keluarga Jogja melambaikan tangan sampai mobil sudah tidak terlihat lagi. Setelah melihat orangtua pergi aku melanjutkan kegiatanku mencari lowongan pekerjaan. Namun ternyata sebelum aku memulai, ada “tugas” yang datang kepadaku.
“lagi sibuk ngak Ray?” Tanya tanteku Siti yang merupakan istri dari kakak ibuku. Ia sampai saat ini masih menyandang status Janda karena omku sudah meninggal satu tahun yang lalu. Dari dulu memang saya kurang menyukai tanteku yang satu ini. Terutama masalah sikapnya yang sering nyuruh-nyuruh yang kadang tidak masuk akal.
‘apalagi ulahnya kali ini’ batin ku dalam hati.
“ada apa, tante?” Dengan senyum palsu aku menjawab panggilan si tante.
“Tolong bikinin undangan syukuran kayak gini Ray. Bisa kan? Kamu kan dari jurusan komputer” Kembali komentar ini muncul lagi. Lulusan komputer bukan berarti bisa segala hal mengenai komputer. Mungkin saja ada orang yang multitalent sehingga bisa melalukan desain dan programming. Namun umumnya orang hanya fokus terdahap satu bidang dan kurang lancar dalam melakukan hal yang lain.
Kali ini sepertinya Tanteku minta tolong hal desain. Saya kurang jago dalam hal ini, namun karena merasa tidak enak. Aku mencoba untuk menerima tugas ini.
“Coba dulu ya tante. Kalau ngak sulit sih harusnya bisa” Saat aku melihat contoh desain yang ia berikan. Mukaku langsung mengkerut.
‘Ya Ampun, masa iya harus bikin desain bagus kayak surat undangan kayak gini’ Meskipun aku tidak jago dalam desain, setahuku pembuatan desain bagus seperti ini tidaklah sebentar. Mungkin butuh waktu mingguan atau bulanan untuk membuat desain yang bagus. Kecuali beberapa aset desain dasar sudah ada dan desainer hanya perlu melakukan sedikit modifikasi.
“butuhnya untuk kapan tante?.”
“Secepatnya lah, besok bisa jadi kan? Gampang kok”
‘palalo peang, dadakan banget’ Saya kira butuhnya masih lama. Ternyata waktu saya kurang dari 2 hari. Belum saja dari desain, untuk nge print saja pasti butuh waktu karena tidak ada printer di rumah. Artinya saya hanya memiliki sedikit waktu untuk mengerjakan hal ini.
“Dadakan banget tante. Saya coba dulu ya, ngak tahu besok udah jadi atau ngak”
“Masa gini aja ngak bisa sih!!! udah cepet kerjain. Besok sudah harus jadi!” Dengan nada tegas ia menyuruhku untuk membuat undangan tersebut.
‘Udah ngak dibayar, nyuruhnya maksa lagi, Ugh.’ Kesalku dalam hati. Namun karena aku ngak bisa menolak permintaan tersebut, semaleman aku mengerjakan tugas dari tanteku itu.
*keesokan harinya*
“Gimana Ray? Sudah beres kan? Coba lihat” Saat aku sedang bermain laptop tiba-tiba tanteku muncul dan menanyakan hal tempo hari.
“Sudah tante, bagaimana dengan kalau gini” Kataku sambil menunjukkan hasil kerjaku di laptopku.
“Kok jelek sih ya, ngak kayak surat undangan ini bagus”
‘maaf ya, aku bukan tukang desain’ Emosiku memuncak dan aku sangat ingin ngomel mengenai hal tersebut. Namun aku urungkan niatku dan membetulkan apa yang bisa kuperbaiki. Penyelamatku datang, adikku yang baru saja selesai kuliah datang dan menggantikanku membuat tugas tidak jelas ini.
“Sini mas aku bantu”
“tolong ya dek. Mas bingung ngerjainya kayak gimana”
Setelah itu aku meninggalkan adikku sebentar untuk revisi tugas tersebut.
*beberapa menit kemudian*
“Wih bagus tuh hasilnya, ngak kayak bikinan kakakku. Lulusan komputer kok ngak bisa desain” Jawab tanteku setelah puas dengan hasil kerja adikku. Keluarga yang mengetahui hal ini hanya bisa tersenyum masam mengenai tingkah laku tanteku yang satu ini.
“Ayo Ray, ikut print undangan ini” Tanteku kembali memaksaku untuk mengantarnya ngeprint undangan. Karena hari ini sedang tanggal merah, sehingga kebanyakan toko printer tutup. Apalagi aku jarang ngeprint di daerah ini jadinya tidak tahu jalan.
“Gimana sih ini pada tutup toko fotopyan, pada ngak mau duit ya” Protes tanteku saat bonceng denganku.
Setelah hampir setengah perjalanan, akhirnya kami berhasil menemukan tempat untuk ngeprint. Sambil menunggu hasilnya, aku menelepon ibuku untuk melaporkan hal ini.
“Halo nak, ada apa. Kemarin baru ketemu kok sudah nelpon lagi?”
“Iya bu, aku memutuskan untuk kembali ke rumah saja” Aku menceritakan segala kejadian yang terjadi dengan tanteku. Setelah dengan sabar mendengarkan curhatanku, ibuku hanya berkata.
“Baiklah nak kalau mau kamu begitu. Memang dari dulu tantemu sudah seperti itu. Kamu hanya bisa sabar dan pasrah saja.” Mendengar nasihat ibuku aku jadi lega dan kembali bersemangat. Aku akhirnya mencari tiket pulang yang termurah untuk segera kembali ke kampung. Namun ternyata masalah ini belum selesai.
*Beberapa hari kemudian*
Beberapa hari setelah selesai membagikan surat undangan dan acara berjalan lancar. Tiba-tiba tanteku marah-marah dan masuk ke kamar tempatku sedang istirahat.
“Apa-apaan kamu maksudnya mengadu ke yangti!!” Yangti adalah panggilan kami untuk seorang nenek. Saya sempat heran karena tiba-tiba yangti mengetahui hal ini. Padahal aku hanya cerita ke ibuku.
“Memang aku ini janda, terus miskin tidak punya kerjaan dan suami. Memangnya kenapa! Terus aja omongin saya, aku tidak peduli!” Ngak peduli kok marah-marah. Akhirnya aku menjawab sejujurnya apa yang terjadi. Aku juga mengetahui kalau ternyata dari mulut ibuku ia cerita ke tanteku yang lainnya dan akhirnya sampai ke telinga Yangti.
Setelah mendengarkan alasanku ia hanya terdiam dan keluar dari kamar.
“haaah…” Aku hanya bisa menghela nafas setelah kejadian ini. Memang kalau kata orang daripada menunggu orangtua berubah, lebih cepat menunggu ia segera kembali ke penciptanya. Untungnya ke depannya aku tidak akan setiap hari bertemu dengan tanteku yang satu ini.
*Bersambung*
*Terima kasih yang sudah membaca novel ini sampai di ini. Kalau ada kritik dan saran mohon jangan sungkan untuk memberikan komentar. Jangan lupa likenya ya untuk penulis menjadi lebih semangat lagi dalam berkarya. Sampai jumpa pada chapter berikutnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
Inru
Terima kasih follbacknya thor, saya mampir ya.
2022-07-24
1
Cip_13
di part ini the real kehidupan setelah kelulusan. Apalagi kalau anak rantau🤧
2022-07-21
2
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Setiap anak pasti akan berusaha menjadi seseorang yang mandiri agar bisa membanggakan orang tuanya untuk kedepannya.
2022-07-11
1