💮Selamat membaca 💮
Pagi ini Gerry sudah bersiap untuk menemui seseorang. Setelah semalaman bergelut mengalahkan Dian, Gerry bangun dengan semangat hidup baru. Kini tujuan hidupnya hanya untuk kebahagiaan keluarganya. Dengan dukungan Dian, Gerry merasa semangat hidupnya kembali menyala.
"Sayang, hari ini aku ada pertemuan dengan teman lamaku." Ucap Gerry pada Dian yang tengah sibuk mempersiapkan sarapan untuk Gerry.
"Baiklah, tapi nanti aku harus ke Asiamart untuk berbelanja." Kata Dian, Gerry menatap Dian ragu.
"Tenang saja, aku fasih berbahasa Inggris." Kata Dian.
"Baiklah, tapi biar Sigit menemanimu." Gerry segera menghubungi Sigit tanpa menunggu persetujuan Dian. Dian pun hanya menghela nafas.
Setelah beberapa saat, Sigit sudah tiba di kediaman Gerry. Rumah yang tak begitu besar namun terasa hangat.
"Baiklah aku pergi, Gunakan kartu ini." Gerry menyerahkan kartu mastercard black pada Dian. Ia kembali berkata "nanti hubungi aku jika terjadi sesuatu." Kata Gerry masih mencemaskan Dian. Dian hanya mengangguk saat Gerry mengecup pelipisnya.
Setelah Gerry pergi, Dian bersiap² membawa kedua anaknya bersama kedua pengasuh mereka. Zafa di asuh oleh bik Yuni adik bik Esih, dari kampung. Sedang Zafrina tetap di pegang oleh bik Esih.
"Bik, coba bibi tanya ibu! mau ikut keluar tidak?" Kata Dian pada bik Esih, dengan patuh bi Esih mengetuk pintu kamar nyonya besarnya.
"Nyonya, neng Dian bilang, nyonya mau ikut belanja tidak ke Asiamart?" ucap bi Esih saat pintu terbuka dari dalam.
"Tidak, kalian bersenang²lah. Katakan pada Dian saya masih lelah bik." Kata nyonya Arini.
Bik Esih segera menemui Dian, dan mengatakan apa yang nyonya besarnya sampaikan. Tanpa menunggu lama Dian segera berangkat diantar oleh Sigit menuju Asiamart.
Setelah menempuh perjalanan dari rumah ke Asiamart 25 menit, akhirnya kini mereka tiba di pusat perbelanjaan berbagai produk Asia.
Dian mulai memilih belanjaan, Tanpa ia sadari ada seorang wanita yang menabraknya hingga Dian terhuyung. Dengan sigap Sigit menangkap tubuh Dian agar tidak terjatuh.
"Anda baik² saja nyonya?" tanya Sigit. Dian justru cemberut karena dipanggil nyonya oleh Sigit. Orang yang menabrak tubuh Dian pun justru terkejut.
"Dian kan?" Ucap wanita itu, ia menatap Dian dengan pandangan mata yang sulit diartikan.
Dian menatap seksama wanita yang ada dihadapannya. Ia tampak berpikir keras. Namun wanita itu tak sabar lalu memperkenalkan dirinya.
"Aku, Sasa! apa kau lupa, aku teman sekelas Veni." Kata wanita itu coba menggali ingatan Dian. Dian sepertinya mulai mengingat siapa wanita itu.
"Oh maaf, aku sedikit lupa, karena sudah lama kita tidak bertemu." Kata Dian mencoba menghibur gadis yang ada di depannya itu.
"Kau keterlaluan. Kita kan dulu sahabat meskipun tidak satu kelas." Ujar Sasa mengingat masa lalu mereka.
"Iya, maafkan aku." Kata Dian menyesal.
Sigit lalu meninggalkan kedua wanita yang tengah asik bernostalgia itu. Dian lalu bercerita tentang masa² dulu mereka di sekolah, senyumnya terus terpancar di wajah wanita muda itu.
"Kenapa kamu di New York, Sa?" tanya Dian menatap intens temannya itu.
Sasa mendengus "Aku sebenarnya bekerja, tapi karena aku di tipu teman priaku semua tabunganku raib. Dan disinilah aku berada." Sasa melihat seragamnya dengan wajah lesu.
Dian mengelus pundak Sasa. Mungkin jika dia yang mengalami seperti itu ia tak akan sanggup.
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
Dikit² dulu ya gengs ponsel ku masih masuk angin ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Nur Azizah
tak kasih hadiah bunga buat kak author karna telah mempertemukan Dian dan sahabatnya nih buat kak author/Rose//Rose//Rose//Heart//Heart//Heart//Good//Good//Good/
2025-03-24
0
Nianandra Amelia Putri
😂😂😂😂😂
2024-06-22
0
susi 2020
😲🙄😲😍😘
2023-04-25
0