Suara kegaduhan berasal dari ruang kerja Kaisar Jasper. Semua buku dan berkas-berkas istana berserakah di lantai. Matanya mendekik tajam, nafasnya seakan berlomba-lomba berhembusan. Hatinya dan pikirannya tidak menerima perkataan Michelina. Ingin marah, ingin memaki seseorang yang menyebarkan rumor tak jelas itu. Seandainya dia menemukannya, ia berjanji akan menggantungnya, menyiksanya sampai orang itu lebih memilih mati. Bahkan sekarang dia harus menjelaskan pada para bangsawan. Kepalanya seakan penuh, otaknya seolah tak berfungsi.
"Baginda," Marquess Azel tak berani melihat api di depannya. Bisa-bisa dia di bakar hidup-hidup.
"Apa kamu sudah menemukan dalang yang menyebarkan rumor?" tanya Kaisar Jasper datar.
"Be-belum Baginda."
Brak
"Menemukan seseorang saja kamu tidak becus. Aku tidak mau tau, kamu harus mencarinya secepatnya. Aku tidak ingin mendengarkan kegagalan." Ujar Kaisar Jasper. Baru kali ini ia Marquess Azel gagal dalam perintahnya. Biasanya dialah yang bisa di andalkan mencari informasi seseorang.
"Sepertinya orang itu sangat cerdik Baginda. Bahkan saya tidak bisa melihat jejaknya."
"Menurut mu, siapa yang ingin bermain-main dengan ku?" tanya Kaisar Jasper dengan amarah yang sudah mereda.
"Sepertinya dia bukan orang biasa Baginda. Pasti ada motif tertentu dengan rumor ini."
Kaisar Jasper menaikkan alisnya seraya melirik Marquess Azel. Dari pembicaraannya, ia bisa menarik kesimpulan. Orang yang menyebarkan rumor itu ingin membuat hubungannya dan Permaisurinya meregang. Sebenarnya tujuannya apa Permaisurinya atau dirinya atau malah sebaliknya. Jika dia tidak memiliki keturunan dari Permaisuri. Sudah di pastikan para bangsawan pasti mengusulkan dirinya menikah lagi? memikirkan menikah lagi, membuatnya enggan menjadi seorang Kaisar. Namun mau bagaimana lagi? dia harus mencari cara agar Michelina mau menerimanya, menghindari pernikahan.
"Hah, apa dia musuh Permaisuri atau memang ingin takhta ku?"
"Apa mungkin Permaisuri memiliki musuh? tapi bisa di katakan begitu Baginda. Banyak orang yang tak suka dengan Permaisuri." Jelas Marquess Azel. Tentunya, posisi Permaisuri atau istri seorang Kaisar banyak yang menginginkannya. Selain menjadi bangsawan yang kuat, bagi mereka kemewahan dalam hidup tetaplah berkurang.
"Benar, posisi. Aku harus mempertahankan posisi Permaisuri." Ujar Kaisar Jasper. Entah bagaimana caranya, ia akan memikirkannya nanti.
"Marquess, apa menurut mu Permaisuri berubah?"
Marquess Azel menyetujui perkataan Kaisar Jasper. Jelas saja sikap dan sifatnya berbeda sebelum menikah. "Benar Baginda."
"Dan kamu tau, apa yang Permaisuri tadi katakan pada ku? dia ingin aku menikahi Zoya dan membenarkan rumor itu." Kaisar Jasper tertawa. Seketika matanya kembali menajam. " Bahkan dia berkata pada ku. Dia menginginkan takhta bukan cinta ku. Jadi selama ini dia mengejar ku hanyalah sebuah kebohongan." Kaisar Jasper tertawa pada dirinya sendiri. Tidak ada yang mencintainya kecuali ibunya dan ayahnya.
"Baginda,"
"Aku akan berusaha menaklukan banyak wilayah. Biar dia puas dengan takhta yang kini di duduki. Dengan begitu, mungkin dia bisa menjadi istri ku. Karena di matanya, aku tidak lebih penting dari pada takhta."
"Baginda." Marquess Azel baru menyadari. Laki-laki di depannya sudah berubah. Dimana Kaisar yang dingin pada Permaisuri dan sekarang ingin menunduk di hadapannya.
"Besok kita akan menaklukan kerajaan Harves." Lirih Kaisar Jasper. Semoga dengan takhta, Michelina mau melihat ke arahnya.
"Apa Baginda mencintai Permaisuri?" tanya Marquess Azel dengan hati-hati.
Kaisar Jasper memegang dada kirinya, mendengarkan namanya saja membuat jantungnya melompat. "Aku tidak tau, yang jelas aku ingin dia di posisinya."
Sementara di luar Zoya yang ingin mengantarkan camilan tengah mendengarkan semuanya. Ia tidak berani masuk dan penasaran akan kemarahan Kaisar Jasper. Nanti dia akan mencoba bertemu dengan Permaisuri Michelina. Jujur saja, dia menginginkan Kaisar Jasper. Perhatiannya dan kenyamanan yang tak pernah dia dapatkan melainkan dari Kaisar Jasper. Ada rasa senang. Namun seketika kecewa. Terbang di atas awan langsung jatuh begitu saja.
Zoya menarik nafasnya dalam-dalam. Ia mengetuk pintu. Lalu masuk ke dalam ruangan mengerikan itu.
#Pengumuman Yaaaa.
Untuk para readers, makasih atas dukungan kalian dan doa kalian sampai aku, sebagai author recehan aku bersyukur ada penerbit yang meminang dua karya ku sekaligus. Sekali lagi terima kasih banyak. Dan untuk sekarang, author gak janji update setiap hari. Karena sekarang author sibuk merevisi dua karya. Jadi mohon, author berharap para readers mau mengerti keadaan Author sekarang. Author juga bingung, ini harus revisi dua karya. Ke depannya pasti bakalan sibuk menambah atau menghapus part dengan bimbingan Editor penerbit. Jadi mohon maklumi, beribu maaf.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
gedang Sewu
dulu di cintai tp tdk pernah di pedulikan,hiliran sekarang sdh nyerah tdk ada cinta lagi jadi kebingungan sendiri,kyak orang kebakaran jenggot saja.Cnta itu memang rumit ya..😂😂
2025-03-25
0
Ari Peny
anehkan ingin d cintai tp perhatiannya pd yg lain hhhh
2025-01-11
0
Siti solikah
chellin hempaskan saja kaisar jasper
2025-03-03
0