《POV WRITER》
Dengan sangat terpaksa Firsa nekad berangkat kuliah mengikuti jadwal kuliah sore meski tanpa pengawalan Lucky. Melalui whatsapp siang tadi, Lucky mengabarkan jika sore hingga malam harus ke barat kota untuk menemui calon klien baru.
Sebenarnya Lucky sudah berpesan untuk bolos kuliah dulu karena dia sedang tidak bisa menjaga. Namun Firsa sedang penat di rumah. Papa dan Mama-nya lagi manyun, begitu juga dengan Lucky yang sejak siang cenderung flat. Akhirnya Firsa memilih berangkat dengan diantar pak supir. Dan pulangnya pun dijemput pak supir.
Sepanjang perjalanan hingga akhir kuliah tak ada kendala yang terjadi. Firsa merasa tenang ketika tahu bahwa keadaan cukup aman baginya. Ia dapat bebas beraktivitas. Pun juga kondisi didalam kampus tak ada tanda-tanda yang berkorelasi dengan ancaman yang akhir-akhir ini terjadi.
Sebenarnya ada sih jagoan kampus yang ngebet banget pada Firsa. Niat hati ingin memacari, tapi apa daya Firsa tak menanggapi. Namun malang bagi teman-teman cowok Firsa yang lain. Mereka menjadi bulan-bulanan amukan si jagoan and the gank jika ada yang terlihat dekat-dekat Firsa. Sampai segitu yak cinta itu.
Hari ini Firsa sempat mendapatkan godaan Frans sang jagoan. Tapi sedikit saja bentakan Firsa sudah mampu membuat Frans mingkem. Biasanya sih model jagoan kayak begini nantinya bakal jadi bucin dan mendukung program suami takut istri jika sudah mendapatkan padangan kelak.
Sore mendekati malam, Firsa sedang bersama Oca untuk makan di warung dekat kampus sambil menunggu jemputan sopir. Sebelumnya Oca sudah menawarkan untuk mengantar pulang dengan mobilnya, namun Firsa menolak dengan alasan kasihan pak sopir yang sudah terlanjur jalan.
Oca adalah sahabat Firsa. Mereka satu fakultas, satu jurusan, dan satu tingkat. Oca, nama lengkapnya Felosa Aulia Sutopo. Seorang gadis imut dan periang. Wajahnya unyu-unyu menggemaskan. Kulitnya bersih cerah secerah binar matanya. Hampir tak pernah terlihat raut sedih barang sejenak mampir diwajah ayu nya.
...Ilustrasi Felosa Aulia Sutopo (Oca)...
Oca bukan jenis gadis seksi nan sensual. Tubuhnya ramping umumnya pemudi. Ukuran bodinya standar SNI. Begitu juga dengan pinggul dan onderdil lainnya, tidak semok, namun tidak terlalu tipis. Jika dimasak asem-asem balungan, cukupanlah masih ada dagingnya haha.
"Yaahh warung Cak Mul tutup. Gimana Fir?, balik aja atau mau cari yang lain?"
ucap Oca kecewa setelah melihat warung penyet langganan mereka sedang libur.
"Cari jauhan dikit deh. Laper say!!"
Firsa tak mau menunda lagi, perutnya sudah terlalu keroncong.
Sekitar 300 meter dari kampus akhirnya mereka menemukan warung penyet lagi yang serupa dengan warung Cak Mul. Tapi entah rasanya apakah se-cucok Cak Mul?.
"Bebek goreng sama eh teh manis, nasinya separo aja bang,"
Firsa memesan makanannya
"Aku..ayam bakar, udang asem manis, minumnya teh botol sosor, nasinya utuh..jangan dikasih separo kayak dia mas hehe,"
begitu juga Oca, memesan makanan yang ia sukai. Imut-imut begitu, makannya banyak ternyata haha.
Dalam hitungan menit, habislah hidangan dihadapan mereka. Setelah menyelesaikan pembayaran, mereka melangkah kembali ke arah kampus.
100 meter meninggalkan warung, datang 3 motor yang dikendarai 4 orang tak dikenal dan menghadang.
"Siapa kalian!! Awas ya berani ganggu!!"
bentak Firsa begitu melihat gelagat yang tidak beres.
"Woww, cantik-cantik galak hehe. Aku hanya memenuhi tugas dari bos ku untuk menculik kamu. Upss yang imut ini diculik juga ahh..."
salah satu pria angkat bicara.
"Siapa bos kalian?"
"Hahaha... so pasti pesaing Papamu lah. Kami disuruh Pak Bos Hadi untuk membawa kalian!"
lanjut si pria menjawab.
"Jangan coba-coba!!"
Firsa kembali menyalak marah. Namun ke empat orang tersebut seperti tak mendengar. Mereka terus saja merangsek dan mendekat.
"Tolooong...tolooong..."
Firsa dan Oca bersahutan berteriak. Namun kondisi jalanan yang lengang seperti menelan bulat-bulat suara mereka.
"Hahaha...ini jalan sepi nona, tak ada yang akan mendengar teriakan kalian. Jika ada yang mendengarpun juga ga akan berani mendekat jika melihat kami hohoho,"
ucap si pria sombong.
Dukk!!
"Wadoww..siapa yang melempar kepalaku?? Anj*ng kurappp!!"
pria yang tadi sempat berkata sombong mendadak mengalir darah dari kepalanya. Sebuah batu seukuran kepalan tangan mampir mencium kepalanya.
"Aku mendengar, dan aku berani mendekat!!"
seorang pria muncul diantara mereka.
"Pri..primaa!!"
lirih suara Firsa menyebut nama si penolong. Prima sejenak menoleh dan tersenyum kepada Firsa dan Oca.
"Siapa kamu b*ngsat!!, berani-beraninya mengganggu urusan kami!!"
pria yang bocor kepalanya berteriak penuh emosi.
"Sttt.. ga usah kakehan cangkem cak!!, ndas mu wes bocor (tidak usah banyak bicara, kepalamu sudah bocor).. husss sana husss minggir. Mati kehabisan darah kamu nanti...hahahaha,"
Prima dengan santainya mencibir si pria.
"****** b*bi..Ringkus dia!!"
si pria menunjuk ke arah Prima. Sigap 3 orang pria lain sudah berdiri berjajar di hadapan Prima.
"Ayee ayee...om om mau ngapain?? Berjajar gitu, mo baris-berbaris om? hahaha..."
Prima masih sempat-sempatnya menggoda. Sehebat apa sih dia?
Pria pertama maju menyergap. Pukulan tangan kekar tertuju ke wajah Prima.
Namun Prima dengan lincahnya melompat beberapa janggah ke belakang. Sangat berbeda ketika dipukul Lucky waktu itu, Prima seperti menyerahkan diri.
Pria pertama terus merangsek mengejar langkah Prima yang mundur. Dalam jarak sekitar 2 meter dari si pria, Prima berjongkok dan melancarkan sliding ringan, namun dengan mudah dapat dihindari oleh pria pertama.
Ternyata itu hanya tipuan gerakan, cepat Prima berdiri dan seketika melakukan tendangan salto ke belakang. Na'as bagi pria pertama, dua punggung kaki Prima memapar keras di rahangnya. Ia terpelanting dan mengerang pilu.
Pria kedua maju. Beberapa tendangan mengarah ke bagian ************, dada, dan wajah. Prima melompat mundur saat tendangan itu hampir mengenai selangkangannya. Kemudian ia mencondongkan tubuh ke samping untuk menghindari tendangan di dada. Sedangkan tendangan kearah wajahnya terpaksa ia tangkis dengan dua tangan karena begitu cepatnya gerakan lawan.
Melihat tendangannya yang ketiga berhasil masuk meski tertahan tangan Prima, pria kedua semakin bersemangat. Ia semakin maju dan kini mengandalkan dua tangannya untuk memukul.
Tak disangka, pukulan tangan itu malah disambut oleh tendangan kaki Prima yang menjulang tinggi. Tangan si pria terlempar karena gaya dorong kaki Prima yang lebih kuat. Sedetik kemudian kaki Prima berganti tumpuan dan cepat memantul kembali mengirim tendangan berikutnya.
Bakkk..
Lagi-lagi punggung kaki Prima menumbuk rahang. Pria kedua terkapar menyusul pria pertama.
Entah apa nama ilmu beladiri Prima. Namun yang terlihat adalah setiap serangannya hanya menggunakan kaki. Tangannya tak mengambil bagian sedikitpun kecuali hanya untuk menangkis serangan.
Pria ketiga tertegun saat melihat kedua kawannya terkapar dengan begitu cepat.
Belum hilang rasa kagetnya, tahu-tahu kaki Prima sudah mengait di tengkuknya. Dalam detik berikutnya kaki Prima menarik tengkuk si pria ketiga sehingga otomatis ia menerima gaya tarik untuk menunduk.
Proook!!
Kaki Prima yang lain cepat menyambut wajah pria yang menunduk hingga menghantam kuat lututnya. Suuurr...darah mengalir di hidung pria ketiga. Satu giginya rompal dan menambah rembesan darah di mulutnya. Ia mengaduh terkaing-kaing.
"Wooii.. ndas bocor (kepala bocor), mau nyobain sikilku (kakiku) sekalian??"
bentak Prima pada pria yang diawal tadi menerima lemparan batu.
Berempat mereka terseok-seok menjauh. Meninggalkan motor-motor mereka.
Prima melampiaskan kekesalannya dengan menendangi motor hingga seluruhnya terguling.
Prima segera balik badan, menggandeng tangan Firsa dan Oca di kanan dan kiri, kemudian berjalan memasuki kampus. Uhh asyiknya diapit dua bidadari. Sedikit kesempitan dalam kesempatan mumpung tidak ada Lucky, hahaii.
Oca menggenggam kunci mobilnya dengan gemetar. Prima segera mengambil kunci tersebut.
"Mobilnya yang mana? Biar aku yang bawa..ayo buruan!!"
ucap Prima.
*****
Menuju bab berikutnya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments