Bandit Hutan

Seluruh anggota keluarga Duke Elister menyambut kedatangan Putri Amerilya dan kedua pangeran saat mereka masuk ke ruang makan, Putri Amerilya melihat ke arah Tuan Muda Edwig Elister dan Tuan Muda Rostow Elister yang sedang duduk bersebelahan. Mungkin sang putri sedang merasa keheranan, beberapa saat yang lalu kedua pemuda itu masih berada di halaman belakang namun sekarang mereka sudah berganti pakaian dan duduk di meja makan.

"Saya sebagai kepala keluarga Duke Elister mengucapkan terimakasih pada Putri Amerilya, Pangeran Mixo, dan Pangeran Luxe karna telah membantu saya memecahkan misteri dari pencemaran air yang meresahkan para penduduk. Dalam hal ini Putri Amerilya paling banyak berkonstribusi, karna hal itu saya menyatakan bahwa sang putri berhasil menjalankan tugas pertamanya sebagai anggota Keluarga Kerajaan Meztano." ucap Duke Rigel Elister dengan rasa bangga pada Putri Anda, anak itu masih sangat kecil untuk memahami masalah serumit ini. Mungkin beberapa bulan lagi sang putri akan menginjak usia tiga tahun?.

"Kami merasa terhormat karna bisa membantu Tuan Duke." ucap Pangeran Mixo mewakili kedua adiknya.

"Saya akan menghadiahkan lencana perak untuk kedua pangeran, dan lencana berlian untuk Tuan Putri Amerilya." ucap Duke Rigel Elister, ia meminta beberapa pelayan untuk mengambil lencana yang sudah ia siapkan. Secara pribadi Duke Rigel Elister memasangkan ketiga lencana itu, sang duke juga memberikan beberapa hadiah pada Kesatria Black Night yang ikut berpartisipasi mengatasi masalah di wilayahnya.

"Semoga tuan putri kita tercinta ini tumbuh menjadi gadis yang baik, pemberian, dan bisa membawa Kerajaan Meztano menuju kejayaan." ucap Duke Rigel Elister diiringi sorakan semua orang yang ada di ruang makan.

Setelah acara pemberian lencana dan hadiah selesai, mereka semua duduk di kursi masing masing dan menikmati makanan yang telah disajikan di meja makan. Putri Amerilya mengambil beberapa potong daging, dua potong kentang, dan sayur sayuran.

"Bukankan dia sangat pandai?." ucap Nyonya Muchela Elister. Ia kagum dengan pemilihan makanan sang putri, untuk tumbuh kembang anak berusia dua tahun memang membutuhkan protein dan nutrisi dengan porsi yang cukup banyak.

"Adik kami memang selalu seperti itu, ia memilih beberapa menu berbeda untuk setiap jam makan yang berbeda." ucap Pangeran Luxe, ia menjelaskan bahwa sang adik selalu memperhatikan pola makannya. Untuk anak berusia dua tahun hal ini sangat tak wajar, anak anak seusia Putri Amerilya akan memakan apapun yang mereka inginkan.

"Dia memang luar biasa." ucap Edwig Elister yang terus melihat ke arah sang putri, sangat disayangkan ia lahir terlalu awal dan tak bisa melamar Putri Amerilya ketika sudah dewasa nanti.

Satu jam kemudian mereka semua sudah selesai makan, Putri Amerilya dan yang lain bersiap untuk kembali ke Kerajaan Meztano. Semua anggota Keluarga Duke Elister berkumpul di halaman depan untuk mengantar kepergian rombongan keluarga kerajaan, Nyonya Muchela sangat ingin menahan Putri Amerilya agar tinggal lebih lama lagi.

"Terimakasih karna memperlakukan kami dengan baik selama berada di sini." ucap Pangeran Luxe dengan senyum tampannya.

"Jangan lupa mampir jika berada di sekitar wilayah ini." ucap Duke Rigel Elister, ia akan menerima kedatangan anggota Kerajaan Meztano dengan senang hati, apalagi jika Putri Amerilya yang datang.

"Baiklah kami akan pergi sekarang, sampai jumpa." ucap Pangeran Mixo yang naik ke dalam kereta kuda di susul Pangeran Luxe dan Putri Amerilya. Para Kesatria Black Night sudah menaiki kuda mereka masing masing, beberapa prajurit sudah berjalan di barisan paling depan untuk menjaga kemanan kedua pangeran dan sang putri.

Akhirnya rombongan Kerajaan Meztano meninggalkan Kediaman Duke Elister mereka akan sampai di istana esok pagi karna perjalanan kali ini akan memakan waktu seharian. Duke Rigel Elister dan yang lain masuk kedalam rumah, suasana yang tadinya sangat ramai dan juga ceria kini kembali menjadi sepi seperti biasanya.

"Bagaimana menurutmu?." tanya Edwig Elister pada sang adik yang berdiri di sebelahnya.

"Dia sangat luar biasa, di masa depan ia akan tumbuh lebih berbahaya lagi." ucap Rostow Elister dengan sorot mata tajamnya. Ia tak memiliki dendam apapun pada keluarga Kerajaan Meztano, akan tetapi pemuda itu tak suka jika ada jenius lain yang melebihi kepintarannya.

"Dia saingan terberat mu di masa depan nanti." ucap Edwig Elister sembari menepuk pundak sang adik. Ia sedang menyemangati Rostow Elister, apapun yang terjadi di masa depan tak perlu adiknya pikirkan sekarang.

"Meskipun begitu saya akan bersaing secara sehat dengannya." ucap Rostow Elister, seberat apapun tantangan di masa depan ia akan bertarung dengan jujur karna ia keturunan dari Keluarga Elister.

Kini rombongan Kerajaan Meztano sudah berada di luar wilayah kekuasaan Duke Elister dan menyenangi wilayah hutan yang cukup lebat. Para Kesatria Black Night berjaga jaga jika ada monster ataupun binatang buas yang menyerang, untunglah di sepanjang perjalanan tak ada yang menghalangi mereka. Di saat yang lain merasa tenang dengan suasana tenang itu, Putri Amerilya malah gelisah karna sebuah hutan tak akan sunyi seperti ini. Putri Amerilya menggenggam pedangnya dengan erat sembari melihat keluar jendela, sang putri sedang memastikan bahwa situasi benar benar aman. Saat Putri Amerilya dalam kegelisahan ia melihat ke arah langit, dari sana nampak asap yang membumbung tinggi mungkin ada orang lain yang sedang melesat rute hutan ini juga.

"Ada apa adikku?." tanya Pangeran Luxe pada Putri Anda, ia melihat adiknya tengah gelisah memikirkan sesuatu.

"Aku hanya sedang melihat langit." jawab Putri Amerilya, ia masih harus memastikan dengan benar sebelum memberitahukan pada yang lain. Semakin lama rombongannya masuk kedalam hutan semakin tak tenang perasaan sang putri.

Beberapa prajurit yang berada di barisan paling depan memberi instruksi agar mereka berhenti karna ada sesuatu yang menghalangi perjalanan, karna penasaran Putri Amerilya membuka jendela kereta kudanya dan melihat ke depan.

"Genggam pedang kalian semua." triak Putri Amerilya memberi perintah pada Kesatria Black Night untuk berjaga jaga jika ada hal buruk yang terjadi.

"Ada apa Tuan Putri?." tanya Kesatria Nicko dengan raut wajah bingung pasalnya prajurit yang ada di barisan depan memberitahu bahwa ada seorang pria yang meminta bantuan pada mereka. Pria itu dalam kondisi yang cukup parah, ada beberapa luka sayatan di tubuhnya.

"Prajurit mengatakan ada seseorang yang meminta bantuan jadi kita menghentikan perjalanan untuk sementara." ucap Kesatria Nicko, ia sedang berusaha menenangkan sang putri.

Putri Amerilya tak percaya dengan kejadian itu, lagipula orang bodoh mana yang akan datang kehutan ini sendirian? bukankah ia seorang pria yang sudah dewasa, seharusnya ia bisa mempertimbangkan bahaya yang akan datang bila masuk hutan sendiri. Saat sedang berfikir tiba tiba Putri Amerilya membelalakkan matanya, ia ingat asap yang membumbung tinggi ke langit tadi tak jauh dari tempat mereka. Hal aneh lainnya pria itu mendapat luka sayatan bukan luka cakaran dari binatang buas.

"Kalian harus bersiap!." ucap Putri Amerilya dengan tegas ia tak ingin dibantah oleh siapapun demi keselamatan mereka semua.

"Tenanglah Tuan Putri, anda tak perlu sampai marah seperti itu." ucap Kesatria Black Rozel yang ikut menenangkan sang putri.

Pangeran Luxe dan Pangeran Mixo saling bertatapan, mereka bingung dengan sikap sang adik yang sangat aneh itu. Mungkinkah adik mereka kelelahan sehingga bertingkah seperti itu ataukah ada hal lain?.

"Ini jebakan, Kesatria Black Night angkat pedang kalian!!!!." triak Putri Amerilya dengan sangat kencang hingga menggema di seluruh hutan.

Teriakan sang putri mengejutkan para bandit yang sedang bersembunyi di semak semak yang tak jauh dari rombongan Kerajaan Meztano. Merasa keberadaan mereka sudah diketahui oleh rombongan kerajaan itu, akhirnya para bandit keluar dan mulai menyerang. Kesatria Black Night tak pernah menyangka bahwa mereka sudah menjadi incaran bandit hutan sedari tadi, bagaimana bisa putri kecil mereka menyadari hal ini dengan sangat cepat.

Akhirnya terjadi pertarungan antara bandit bandit hutan dengan prajurit Kerajaan Meztano serta Kesatria Black Night, Putri Amerilya menunggu di dalam kereta kuda bersama kedua kakak laki lakinya seperti perintah Kesatria Black Nicko.

"Serang mereka yang ada di dalam kereta." ucap ketua bandit memberi perintah pada anak buahnya.

Mendengar hal itu membuat Pangeran Mixo, dan Pangeran Luxe panik mereka berdua harus melindungi sang adik yang masih kecil dan belum bisa menggunakan sihir itu. Kedua pangeran turun dari kereta kuda dan menghadang para bandit yang ingin pergi menuju kereta kuda, Putri Amerilya hanya menghela nafas melihat kedua kakaknya turun.

"Hah mengapa mereka tak menyadari rencana para bandit itu." ucap Putri Amerilya dengan tatapan datar, dengan sangat terpaksa sang putri mengeluarkan pedang dari sarungnya. Jika ada bandit yang masuk kedalam kereta kuda maka dengan sigap Putri Amerilya akan menyerangnya menggunakan pedang itu.

Pertarungan berjalan cukup lama karna para bandit memiliki ilmu sihir dan ilmu pedang yang tak bisa diremehkan, jika tau hal seperti ini akan terjadi mereka akan mencari jalan lain meski memakan waktu yang cukup lama. Dua orang pria yang merupakan anggota kelompok bandit berjalan mendekat ke arah kereta kuda, mereka akan menangkap sang putri kecil lalu meminta tebusan pada pihak Kerajaan Meztano.

Suara pintu kereta kuda yang di buka oleh seseorang, Putri Amerilya sadar bahwa kedua kakaknya masih melawan para bandit jadi yang masuk kedalam adalah musuh.

Dengan sigap Putri Amerilya mengangkat pedangnya dan menyerang kedua bandit yang ingin menyekapnya. Kedua bandit itu terkejut karna sang putri kecil bisa menggunakan pedang dengan baik, kedua bandit itu mendapat luka yang cukup serius.

"Sialan, seharusnya bayi sepertimu duduk diam." ucap salah seorang bandit yang mengumpat pada Putri Amerilya.

"Jika kalian ingin menyerang saya, maka saya akan melawan." ucap Putri Amerilya dengan tatapan sinis, mengapa dengan umurnya yang baru menginjak dua tahun?. Di kehidupan sebelumnya ia sudah mati dengan cara yang tragis, dalam kehidupan ini ia akan menjadi yang terkuat agar tak diremehkan oleh siapapun.

Kedua bandit itu memutuskan untuk keluar dari kereta kuda dan menyeret tubuh kecil Putri Amerilya keluar. Salah satu dari mereka merampas pedang milik sang putri kemudian menggendong Putri Amerilya dengan paksa, beberapa Kesatria Black Night yang melihat hal itu ingin menyelamatkan putri kecil mereka namun dihadang oleh para bandit.

"Ikutlah dengan tenang kami tak akan menyakitimu." ucap pria itu, ia meminta pada Putri Amerilya agat tak melawan. Mereka membutuhkan uang untuk biaya hidup sehari hari, para bandit itu tinggal di dalam hutan dengan jumlah anggota yang cukup banyak.

"Kalian butuh uang?." ucap Putri Amerilya dengan polos, seseorang tak akan berbuat jahat tanpa asalan yang jelas.

"Kami akan meminta tebusan atas nyawamu, jadi ikutlah dengan kami tanpa bertanya apapun." ucap seorang bandit dengan senyum menyeramkan, Putri Amerilya menjadi curiga pada para bandit itu, berapapun uang yang diberikan oleh ayahnya mungkin mereka tak akan melepaskan dirinya.

Akhirnya Putri Amerilya mengambil sebuah pisau kecil yang ia sembunyikan di dalam kantung celana, setelah berhasil mengambil pisau kecil itu sang putri langsung menusukkan pada punggung bandit yang sedang menggendongnya. Bandit itu kesakitan, tanpa sengaja ia menurunkan Putri Amerilya dari gendongannya. Dengan segera Putri Amerilya berlari mengambil pedangnya yang tergeletak di tanah, Putri Amerilya memasang kuda kuda seperti siap untuk menyerang siapapun yang ingin menangkapnya.

"Sialan bagaimana putri kecil itu bisa lepas!!." triak ketua para bandit penuh dengan amarah.

"Maaf bos anak kecil itu menusuk punggung saya." ucap seorang bandit yang ditusuk punggungnya oleh Putri Amerilya tadi, seorang anak kecil memiliki kecerdasan yang luar biasa.

"Tangkap anak itu jangan biarkan dia lolos." ucap ketua bandit dengan suara sangat kencang, ia tak ingin rencananya gagal. Sangat jarang rombongan kerajaan ataupun pedagang yang melewati jalur hutan ini, karna hal itu mereka tak boleh kembali denhan tangan kosong.

"Ledakan api." ucap Pangeran Mixo, tiba tiba para bandit terkena ledakan api yang cukup besar. Karna serangan dari Pangeran Mixo, sang putri mendapat sebuah celah untuk menjauh dari kelompok para bandit yang ingin menangkapnya.

"Lindungi Tuan Putri Amerilya." teriak Kesatria Black Darren yang cukup dekat dengan posisi Putri Amerilya saat itu, akhirnya beberapa Kesatria Black Night berlari ke arah sang putri dan melindunginya.

"Maaf karna kami meragukan perintah dari Tuan Putri Amerilya." ucap beberapa anggota Kesatria Black Night, mereka tak enak hati pada sang putri. Hanya karna usia para anggota Kesatria Black Night lebih tua dari Putri Amerilya mereka mengabaikan peringatan dan perintah anak perempuan itu.

Hai semuanya akhirnya aku bisa update novelku yang ini hehehe. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya guys, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga.

Terpopuler

Comments

Nur Aliya Hikmah

Nur Aliya Hikmah

ini Amerilya yang terlalu pintar apa orang dewasa nya yang lemot..😅 bingung aku tuh.. gak kebayang juga bocil umuran anakku bisa begitu luar biasa.. 😁

2022-10-31

0

fionaa

fionaa

aduhh ngakakk haha

2022-08-04

2

eva

eva

kereeennn

2022-07-10

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Kisah
2 Putri Berumur Satu Tahun
3 Paman Pertama
4 Ulang Tahun Ibu Suri
5 Kesatria White Rose
6 Waktunya Tiba
7 Pesta perayaan
8 Fakta Sang Putri
9 Makan Malam Bersama
10 Pelakunya
11 Tertindih
12 Buah Ceri
13 Baron Seven Salnver
14 Membunuh Secara Diam Diam
15 Para Imigran
16 Jawablah !!!
17 Mengintrogasi Para Imigran
18 Bandit Hutan
19 Pertarungan Masih Berlangsung
20 Mengirim Surat
21 Membunuh Putri Amerilya
22 Surat dari Putri Amerilya
23 Rahasia Duke Zidan Marques
24 Meracuni
25 Pedang Red Moon
26 Mencemaskan Keadaan Putri Amerilya
27 Kuda Hitam
28 Mencurigai
29 Kapan Ulang Tahun Putri Amerilya?
30 Kesatria Dominix
31 Penyerangan Markas
32 Kemarahan Ibu Suri Sinya
33 Permintaan Kesatria Rossen Savalor
34 Paman Lin
35 Informasi Arges Marques
36 Sidang Kerajaan Esok Pagi
37 Di Ruang Makan
38 Jalannya Persidangan
39 Kemarahan Putri Amerilya
40 Sidang Selesai
41 Tiga Kesatria Savalor
42 Raja Azvago?
43 Tamu Tuan Putri Amerilya
44 Pelajaran untuk Kesatria Savalor
45 Kemampuan Sang Putri
46 Penyerangan
47 Pertarungan Dengan Prajurit Kediaman Duke Marques
48 Akhir Keluarga Duke Marques
49 Untung Saja
50 Kecurigaan Sang Putri
51 Siapa Saja Yang Terlibat?
52 Misi Membersihkan Para Pemberontak (01)
53 Saatnya Pesta
54 Misi Membersihkan Para Pemberontak (02)
55 Misi Membersihkan Para Pemberontak (03)
56 Makan Kue
57 Beristirahat Sebentar
58 Berusaha Untuk Kabur
59 Tertangkap Basah
60 Siapa Pemilik Sihir Alam?
61 Kesempatan
62 Keinginan Ciela Marques
63 Saran Dari Putri Amerilya
64 Undangan Pesta Ulang Tahun Putri Amerilya
65 Ingin Tinggal Di Istana Putri
66 Terpisah Dari Kedua Pangeran
67 Putri Amerilya Bisa Melakukannya
68 Ini Baru Hukum Ringan
69 Bakpao Isi Daging
70 Keluar Ruangan
71 Akhirnya Selesai Juga
72 Ketahuan
73 Sekutu Lain?
74 Sesuatu Yang Tak Beres
75 Membuat Rencana
76 Bantuan Dari Kesatria White Rose
77 Ulah Putri Lena
78 Kepanikan Kesatria Richal
79 Perasaan Yang Tertolak
80 Ratu Jeylena Berulah
81 Ratu Zivaya Menganuk
82 Pertarungan Malam Nanti
83 Rencana Ratu Jeylena
84 Suasana Di Ruang Makan
85 Pertandingan Dimulai
86 Melakukan Pergerakan
87 Keberhasilan Rencana Putri Amerilya
88 Ruang Interogasi
89 Kenyataan Yang Pahit
90 Mencari Lilian
91 Menemui Ratu Zivaya
92 Ada Apa Ini?
93 Mengalihkan Perhatian
94 Tidak Menghadiri Makan Siang
95 Pesta Ulang Tahun Dimulai
96 Kejadian Lucu Saat Pesta
97 Kekacauan
98 Pertarungan Sengit
99 Kondisi Telinga Putri Amerilya
100 Berakhir
101 Pesta Selesai
102 Menjenguk Putri Amerilya
103 Putri Haru
104 Apa Yang Terjadi? (01)
105 Amerilya Tidak Suka!
106 Tingkah Aneh Sang Putri
107 Melihat Bayangan Hitam
108 Apa Yang Terjadi (02)
109 Mencari Mayat Putri Haru
110 Kakak!!
111 Sebuah Titik Terang
112 Kemarahan Pangeran Lunxi
113 Bantuan Datang
114 Jangan Dengarkan Putri Lena
115 Pemakaman Telah Selesai
116 Membaca Buku
117 Putri Amerilya Baik Baik Saja
118 Masuk Ke Tubuh Yang Mulia Raja Azvago
119 Raja Ruzel Yang Malang
120 Siapa Yang Akan Menemani Amerilya Malam Ini?
121 Rencana Busuk
122 Menjalankan Rencana Diam Diam
123 Hancurnya Marques Jordy Montiqu
124 Kemana Perginya Kedua Pangeran Itu?
125 Hilang?
126 Siapa Korbannya?
127 Bukan Kedua Pangeran
128 Salah Sasaran
129 Saya Ingin Beristirahat
130 Tindakan Lebih Lanjut
131 Keanehan Yang Terjadi
132 Semua Terasa Membingungkan
133 Bertindak Tegas
134 Tidak Baik
135 Balasan
136 Keanehan Tubuh Putri Amerilya
137 Bertahanlah Tuan Putri
138 Menyiksa Kedua Pangeran
139 Peperangan
140 Bagaimana Keadaan Saat Ini?
141 Kepulangan Kedua Pangeran
142 Waktu Cepat Berlalu
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Awal Kisah
2
Putri Berumur Satu Tahun
3
Paman Pertama
4
Ulang Tahun Ibu Suri
5
Kesatria White Rose
6
Waktunya Tiba
7
Pesta perayaan
8
Fakta Sang Putri
9
Makan Malam Bersama
10
Pelakunya
11
Tertindih
12
Buah Ceri
13
Baron Seven Salnver
14
Membunuh Secara Diam Diam
15
Para Imigran
16
Jawablah !!!
17
Mengintrogasi Para Imigran
18
Bandit Hutan
19
Pertarungan Masih Berlangsung
20
Mengirim Surat
21
Membunuh Putri Amerilya
22
Surat dari Putri Amerilya
23
Rahasia Duke Zidan Marques
24
Meracuni
25
Pedang Red Moon
26
Mencemaskan Keadaan Putri Amerilya
27
Kuda Hitam
28
Mencurigai
29
Kapan Ulang Tahun Putri Amerilya?
30
Kesatria Dominix
31
Penyerangan Markas
32
Kemarahan Ibu Suri Sinya
33
Permintaan Kesatria Rossen Savalor
34
Paman Lin
35
Informasi Arges Marques
36
Sidang Kerajaan Esok Pagi
37
Di Ruang Makan
38
Jalannya Persidangan
39
Kemarahan Putri Amerilya
40
Sidang Selesai
41
Tiga Kesatria Savalor
42
Raja Azvago?
43
Tamu Tuan Putri Amerilya
44
Pelajaran untuk Kesatria Savalor
45
Kemampuan Sang Putri
46
Penyerangan
47
Pertarungan Dengan Prajurit Kediaman Duke Marques
48
Akhir Keluarga Duke Marques
49
Untung Saja
50
Kecurigaan Sang Putri
51
Siapa Saja Yang Terlibat?
52
Misi Membersihkan Para Pemberontak (01)
53
Saatnya Pesta
54
Misi Membersihkan Para Pemberontak (02)
55
Misi Membersihkan Para Pemberontak (03)
56
Makan Kue
57
Beristirahat Sebentar
58
Berusaha Untuk Kabur
59
Tertangkap Basah
60
Siapa Pemilik Sihir Alam?
61
Kesempatan
62
Keinginan Ciela Marques
63
Saran Dari Putri Amerilya
64
Undangan Pesta Ulang Tahun Putri Amerilya
65
Ingin Tinggal Di Istana Putri
66
Terpisah Dari Kedua Pangeran
67
Putri Amerilya Bisa Melakukannya
68
Ini Baru Hukum Ringan
69
Bakpao Isi Daging
70
Keluar Ruangan
71
Akhirnya Selesai Juga
72
Ketahuan
73
Sekutu Lain?
74
Sesuatu Yang Tak Beres
75
Membuat Rencana
76
Bantuan Dari Kesatria White Rose
77
Ulah Putri Lena
78
Kepanikan Kesatria Richal
79
Perasaan Yang Tertolak
80
Ratu Jeylena Berulah
81
Ratu Zivaya Menganuk
82
Pertarungan Malam Nanti
83
Rencana Ratu Jeylena
84
Suasana Di Ruang Makan
85
Pertandingan Dimulai
86
Melakukan Pergerakan
87
Keberhasilan Rencana Putri Amerilya
88
Ruang Interogasi
89
Kenyataan Yang Pahit
90
Mencari Lilian
91
Menemui Ratu Zivaya
92
Ada Apa Ini?
93
Mengalihkan Perhatian
94
Tidak Menghadiri Makan Siang
95
Pesta Ulang Tahun Dimulai
96
Kejadian Lucu Saat Pesta
97
Kekacauan
98
Pertarungan Sengit
99
Kondisi Telinga Putri Amerilya
100
Berakhir
101
Pesta Selesai
102
Menjenguk Putri Amerilya
103
Putri Haru
104
Apa Yang Terjadi? (01)
105
Amerilya Tidak Suka!
106
Tingkah Aneh Sang Putri
107
Melihat Bayangan Hitam
108
Apa Yang Terjadi (02)
109
Mencari Mayat Putri Haru
110
Kakak!!
111
Sebuah Titik Terang
112
Kemarahan Pangeran Lunxi
113
Bantuan Datang
114
Jangan Dengarkan Putri Lena
115
Pemakaman Telah Selesai
116
Membaca Buku
117
Putri Amerilya Baik Baik Saja
118
Masuk Ke Tubuh Yang Mulia Raja Azvago
119
Raja Ruzel Yang Malang
120
Siapa Yang Akan Menemani Amerilya Malam Ini?
121
Rencana Busuk
122
Menjalankan Rencana Diam Diam
123
Hancurnya Marques Jordy Montiqu
124
Kemana Perginya Kedua Pangeran Itu?
125
Hilang?
126
Siapa Korbannya?
127
Bukan Kedua Pangeran
128
Salah Sasaran
129
Saya Ingin Beristirahat
130
Tindakan Lebih Lanjut
131
Keanehan Yang Terjadi
132
Semua Terasa Membingungkan
133
Bertindak Tegas
134
Tidak Baik
135
Balasan
136
Keanehan Tubuh Putri Amerilya
137
Bertahanlah Tuan Putri
138
Menyiksa Kedua Pangeran
139
Peperangan
140
Bagaimana Keadaan Saat Ini?
141
Kepulangan Kedua Pangeran
142
Waktu Cepat Berlalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!