Bunga Untukmu

...🌻Selamat Membaca🌻...

Rafa

Hari ini ibu akan mengunjungi sahabatnya, dia memintaku untuk mengantarkannya ke toko bunga menantunya, Risa. Tanpa pikir panjang aku langsung mengiyakan, walaupun jaraknya cukup jauh dari rumah, tidak masalah, yang penting aku bisa bertemu dengan Stela, gadis cantik yang membuatku tertarik dengan sikap ramahnya. Sudah empat hari tidak bertemu dan hanya saling mengabari lewat pesan saja. Aku sudah sangat merindukan wajahnya, senyumnya juga suaranya.

Setelah berkendara cukup jauh, kini sampailah kami di toko bunga kakak iparku itu. Dengan tidak sabarnya aku segera memarkirkan mobil, membuka pintu untuk ibu dan segera masuk ke dalam toko.

Di dalam tampak sepi, tak ada pembeli yang datang. Setelah masuk, aku melihat Stela sedang duduk termenung di dekat counter. Aku menghampiri dan lantas menyapanya.

"Ela!" panggilku. Namun apa yang terjadi? Dia melamun dan tak mendengar panggilanku.

Sekali lagi ku panggil, namun kini dengan suara yang cukup keras hingga ia tersentak dan sadar dari lamunannya.

"Se-selamat siang, Mas." Setelah tahu siapa yang memanggilnya, ia balik menyapaku. Terlihat sedikit gugup, mungkin karena ketahuan melamun olehku.

"Kau melamun, kenapa?" Aku bertanya.

"Aku tidak melamun, hanya sedikit lelah karena sedari tadi pembeli tidak berhenti datang," jawabnya. Aku melihat ke setiap sudut toko, tak ada siapa pun disini.

"Kau sendiri saja?" aku kembali bertanya dan dia mengangguk.

"Pegawai yang biasa membantu disini dimana?" tanyaku lagi. Biasanya aku melihat seorang pegawai lagi disini, kalau tidak salah namanya Yuli.

"Dia kuliah, ada jam siang katanya." Stela pun menjawab.

"Risa?" Aku bertanya lagi. Kakak iparku yang tengah mengandung itu tak nampak, biasanya ia paling tidak bisa jauh dari bunga-bunganya.

"Kak Risa dan suaminya pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin." Aku hanya bisa mengangguk paham. Jadi semua orang sibuk dengan kegiatannya hingga meninggalkan gadis cantik ini sendirian bekerja sampai-sampai dia melamun karena kelelahan melayani pembeli. Kasihan... andai aku bisa membantu.

Setelah itu hening beberapa saat, aku dan Stela hanya saling berpandangan dalam diam. Aku begitu mengagumi wajah cantik dan memesonanya. Alis lurus, mata bening yang indah, hidung mancung dan bibir merah tipis yang menggoda. Ah.. andai semua keindahan ini bisa ku miliki.

"Ekhemm."

Suara deheman dari belakang tubuhku, membuat acara tatap-tatapanku dan Stela berhenti. Aku sedikit salah tingkah karena melupakan kehadiran ibuku di antara kami.

"Maaf Ibu, aku lupa kalau aku datang bersamamu," aku merasa tak enak pada ibu.

"Ya... kau melupakan ibumu yang sudah tua ini demi menggoda gadis muda yang cantik itu!" ucap wanita pertama yang ku cintai dalam hidupku. Nyonya Ingrid ini merajuk karena aku mengabaikannya.

"Maafkan aku ibu." apalagi yang bisa ku lakukan selain meminta maaf. Memberikan alasan sedemikian rupa pun akan percuma karena ibuku ini keras kepala dan semua yang ia katakan adalah benar.

Ibu bergeser ke arah samping dan mulai menampakkan wujudnya pada Stela. Ibu menyapa gadis itu dan juga memperkenalkan diri.

Setelah perkenalan singkat, ibu langsung mengutarakan niatnya datang ke toko bunga. Ia memesan rangkaian bunga yang nanti akan ia bawa ke rumah sahabatnya. Mereka terlibat obrolan yang sedikit serius hingga aku hanya bisa mengambil jarak dan duduk di kursi tak jauh dari counter.

Beberapa saat kemudian, ibu menghampiriku dan duduk tepat di sebelahku. Sementara Stela mulai sibuk merangkai bunganya.

"Bu, aku kesana ya?" pamitku.

"Ya sudah sana temani dia mengobrol, ibu akan melihat-lihat bunga disini," kata Ibu.

Aku langsung melesat menuju meja counter. "Hai!" sapaku.

"Ada apa, mas?" tanya Stela tanpa melihat aku yang sudah berdiri di hadapannya. Ia lebih memilih sibuk dengan bunga-bunga itu.

"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin menemanimu saja!"

"Hm."

Dia hanya membalas singkat, sepertinya kehadiranku tidak terlalu dibutuhkan.

Ya sudah kalau begitu aku diam saja sambil memperhatikannya bekerja. Sesekali aku menggodanya, dia hanya tersenyum malu sambil terus melakukan pekerjaannya. Menggemaskan sekali.

.......

Author

Rangkaian bunga Stela hampir selesai. Pekerjaannya tadi sedikit terhambat karena Rafa yang terus menggoda dan membuat konsentrasinya buyar. Karena kesal, ia menyuruh Rafa pergi. Rasakan!

"Tante, bunganya sudah selesai." Stela memberitahu.

"Wah... bagus sekali." Ingrid memandang takjub hasil rangkaian bunga buatan Stela. "Kau memang berbakat, Nak." pujinya.

"Terimakasih, Tan. Aku senang tante suka."

"Iya, kalau begitu ini bayaran bunganya." Ingrid memberikan beberapa lembar uang pada Stela. "Dan yang ini khusus untukmu." Wanita itu mengeluarkan beberapa lembar uang lagi yang kali ini diperuntukan untuk jerih payah Stela.

"Aku tidak bisa menerima uang itu, Tan. Bagaimana pun juga tante adalah mertua dari pemilik toko bunga ini, rasanya tak pantas saya menerima bayaran ini.." Stela menolak tapi Ingrid tetap memaksa.

Sekilas gadis itu melihat Rafa, pria itu tersenyum dan mengangguk.

"Baik, Tan. Terimakasih banyak." akhirnya Stela menerima.

"Kalau begitu tante pergi dulu ya," pamit Ingrid.

"Jangan lupa berkunjung lagi ya, Tan?"

"Pasti, Nak." Ingrid keluar terlebih dahulu.

"Ada apa, Mas?" tanya Stela saat pria itu masih berdiri di depannya.

"Ela..," panggilnya dengan lembut seperti biasa.

"Ada apa, apa yang kau sembunyikan?" tanya Stela curiga karena melihat tangan kanan Rafa sedari tadi bersembunyi di belakang tubuhnya.

"Aku punya sesuatu untukmu."

"Apa?" Stela penasaran.

"Ini!" tangan kanan Rafa yang bersembunyi itu terangkat ke hadapan Stela. Ada beberapa tangkai mawar merah juga putih di genggaman tangan itu.

DEG

Stela terkejut. Spontan, ia mengambil bunga yang disodorkan Rafa padanya.

"Maaf, ini bunga yang tadi aku curi dari sana tapi lain kali aku akan memetikkan bunga yang paling indah di kebun paling luas langsung hanya untukmu," ucap Rafa serius.

Stela tak bergeming, ia merasa tersihir dengan kata-kata romantis pria itu.

"Aku akan datang kembali, Bye."

Selepas kepergian Rafa, Stela baru tersadar dan kemudian senyum bahagia langsung tercipta di bibir merahnya.

"Mas Rafa..."

.......

Di dalam perjalanan mengantarkan sang ibu ke rumah sahabatnya. Rafa setia menyetir dengan sebuah senyuman yang tak pudar dari bibirnya.

"Anakku sepertinya sudah gila!" kelakar Ingrid begitu melihat sang anak yang terus tersenyum walau pun tidak ada hal lucu yang terjadi.

"Ibu jangan berkata seperti itu! Kalau aku benar-benar gila karena ucapanmu itu, bagaimana?" protes Rafa.

"Ya, tinggal ibu kirim saja kau ke rumah sakit jiwa!" Ingrid menjawab santai.

"Ya ampun, ibu ini!"

Ingrid tertawa melihat wajah cemberut bungsunya. "Kenapa kau terus tersenyum sedari tadi?" tanya wanita yang saat ini sudah berusia 52 tahun itu.

"Apa aku harus menangis?" Rafa melirik ibunya sekilas, lalu kembali fokus ke jalanan.

"Dasar bodoh!" Ingrid mencubit pelan lengan sang anak.

"Jangan lakukan kekerasan, Bu. Kita bisa celaka nanti!" peringat Rafa.

"Banyak alasan!"

"Ibu..."

"Ngomong-ngomong, kau terlihat begitu dekat dengan gadis tadi?"

"Hm, ya begitulah..."

"Kau mengincarnya, ya?" tebak Ingrid.

"Memangnya aku singa yang mengincar mangsa, apa?" Rafa mendengus.

"Kau ini, apa susahnya sih menjawab pertanyaan ibu dengan jawaban yang jelas. Jangan suka bertele-tele, ibu malas!" protes nyonya Hemachandra kesal.

"Maaf, Ratuku." Rafa tersenyum jahil.

"Jadi?"

"Ya, sepertinya aku tertarik pada Stela. Padahal belum lama ini kami saling mengenal."

"Kau sudah bisa melupakan Karina?"

Pertanyaan sang ibu kali ini membuat Rafa terdiam, untung saja mobil sedang berhenti karena lampu merah, kalau tidak ia bisa merem mendadak.

"Karina?"

...Bersambung...

Terpopuler

Comments

brooklyn fachrudin

brooklyn fachrudin

ceritanya menarik...suka...

2021-05-23

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 76 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!