Chapter 10

Hi semua nya

Jangan lupa like, Vote dan komen nya ya

...Happy reading...

.......

.......

.......

Sesampainya di tempat tersebut atau tempat latihan beladiri yang menampung berbagai macam beladiri

Gara Argan Afkan Arsan Arkan dan Alfan turung dari mobil

Gara turun dari mobil dan disambut dengan hangat oleh anak-anak yang ada disana atau orang-orang yang ada di sana

"Selamat datang Pak" ucap mereka menyambut kedatangan Gara dan anak-anak

Gara tersenyum dan berkata "Ini ada kue, ayo masuk dan bagi makan bersama ya" ujar Gara memberikan tersebut kepada ketua atau pemegang dalam kelas beladiri tersebut yang di percayai oleh gara

"Sudah lama bapak tidak berkunjung di tempat ini" Liam salah satu senior yang ada di sana

"Ya sudah lama sekali mungkin ada beberapa tahun" "Dan karena kemarin ada pertemuan di di Makassar jadi saya berkunjung di sini" ujar Gara kepada mereka

"Ah baiklah saya kangen sama suasana tempat ini jadi sekarang saya yang akan melatih kalian" ujar Gara yang dapat membuat mereka bersorak ringan

Mereka pun mengganti pakaian mereka dan pergi ke ruang latihan begitupun dengan

Gara.

Gara pun mengajarkan mereka tentang teknik-teknik yang gara kuasai begitupun dengan lima 'A', mereka dengan mudahnya menerima atau menguasai tehnik tersebut membuat gara sangat senang apalagi berada di dekat lima 'A' membuatnya begitu senang entah mengapa seperti itu

Mereka latihan hingga sore tapi gara pamit pulang taat sebelum mereka pulang sehingga Gara menyuruh orang kepercayaannya untuk mengantar pulang lima 'A' atau Argan, Alfan, Arsan, Arkan, dan Alfan.

****

"Ma kita pulang" teriak Arkan saat mereka sampai di rumah

"Aduh sayang Mama kan udah bilang jangan teriak-teriak" ujar Alya menengur halus anaknya

"Hehehe iya mah" ucap Arkan

"Kalian pulang sama siapa" tanya Alya kepada anak-anaknya

"Kami pulang diantar sama kak bagus mah" ujar Argan

"Baiklah kalian masuk mandi Mama akan siapa kan makan malam buat kalian" ucap alya dan berjalan menuju dapur

"Assalamualaikum Aira pulang membawa sejuta cogan" ujar Aira yang baru pulang dari kerja

"Astaga Ira jangan teriak-teriak" ujar Alya yang sedikit teriak menegur Aira dari arah dapur

"Hehehe iya kak maaf" ujar Aira cengengesan dan berjalan menuju kamarnya

****

Setelah beberapa menit Alya berkutat di dapur masakan nya pun sudah beres semua, Alya juga sudah menata nya di meja makan dan memanggil Aira dan anak-anak nya untuk makan

"Wahh makan malam nya spesial nih" ujar Aira dan segera duduk di kursi nya

"Iya dong kan hari ini hari pertama masuk lima 'A' ke sekolah baru nya jadi Mama masak yang spesial" ucap Alya dan mengambil makanan untuk anak-anak nya

"Makasih Mah" ujar mereka bersamaan setelah menerima makanan yang Alya ambil untuk mereka

"Sama-sama sayang, ayo sebelum kita makan kita baca doa dulu" "Siapa yang mau pimpin?" Tanya Alya

"Aku Mah" ujar Argan

"Baiklah"

Mereka pun makan dengan hikmat setelah berdoa yang dipimpin oleh Argan

***

Saat ini Alya berada di toko kue nya iya tampak tengah sibuk melayani para pembeli nya

"Terima kasih atas kunjungan nya" ucap Alya ramah kepada pembeli nya

"Hi Al" sama seorang pria

"Loh pak Gara" sahut Alya melihat kedatangan Gara

"Saya mau kue yang seperti biasa ya" ujar Gara, Alya pun mengangguk dan segera mengambil kan kue yang di maksud gara

"Ini pak" ucap Alya memberikan kue yang sudah ia bungkus

"Makasih" sahut gara dan memberikan kartu ATM nya untuk membayar kue yang di beli nya, tapi tiba-tiba hp Alya berdering

Dan segera Alya mengangkat nya karena melihat username dari pihak sekolah anaknya berada

"Iya halo Bu" ujar Alya

"...."

"Baik saya akan segera kesana"

"...."

"Iya Bu"

Tut

Alya mematikan telpon dengan wajah yang khawatir "Ada apa?" tanya Gara

"Pihak sekolah tadi telpon kalian anak-anak aku bermasalah pak" ujar Alya ia segera pamit dengan Tina dan berjalan tergesa-gesa keluar menunggu kendaraan datang

"Ayo saya akan mengantarkan kamu" sahut gara dari belakang Alya melihat Alya yang khawatir

"Tidak usah pak" tolak Alya

"Gak, saya tidak terlalu penolakan ayo" ujar gara dan menarik tangan Alya dan menuntut nya masuk ke mobilnya

Dengan pasrah Alya ikut karena tidak ada ojek ataupun angkot yang lewat

Selamat perjalanan sangat khawatir sehingga ia bergerak gelisah memikirkan anak-anak nya

Skip sampai di sekolah

Sesampai di sekolah Alya langsung turun dan berjalan tergesa-gesa menuju ruang kepala sekolah diikuti dengan Gara di belakang nya tapi arah nya tidak sama, Gara pergi ke arah yang berbeda entak kemana

"Permisi Bu maaf telat" ujar Alya

"Mama" panggil Argan, ia mendekat ke arah Alya yang tampak khawatir di ikuti oleh adik-adik nya

"Sayang kalian gak papa kan" tanya Alya ia memeriksa anak nya satu-satu

"Iya iyalah gak Papa lowong anak saya yang jadi korban nya" sahut ibu dari siswa lain nya yang ada di sana

"Maaf tapi anak saya nggak mungkin memukul anak Ibu kalau bukan anak Ibu yang mulai" ucap Alya membelah anak nya

"Heh enak aja ini lihat anak saya babak-belur seperti ini" sahut ibu itu sewot

"Coba ceritakan bagaimana bisa kalian bertengkar" ujar pak kepala sekolah bertanya kepada anak yang tampak terluka

"Begini pak kami hanya jalan-jalan tiba-tiba Afkan dan Arsan langsung memukul kami" sahut anak itu

"BOHONG" teriak Alfan lantang membuat mereka sedikit kaget

"Hei Diam kau" bentak ibu itu

"Anak haram gak usah banyak tingkah ya" sindir ibu lain nya membuat Alya naik pitam

"Bu anak saya bukan anak haram ya" bentak Alya dengan muka merah karena menahan marahnya

"Kalau bukan anak haram trus apa dong, kalau yang gak punya Ayah" sahut Ibu lain yang ada di sampingnya

"Dasar ****** pantas anak nya seperti itu Ibu nya saja ******" sahut Ibu lainnya menimpali

Mendengar Mama nya di hina membuat Argan tak tahan lagi

"Ibu kalau enggak tahu apa-apa mending diam daripada jadi fitnah" ujar Argan dingin mengeluarkan aura hitam membuat mereka merinding dan langsung diam

"A-apa kau kau membentak Mama ku" sahut anak yang tampak babak-belur sewot dengan sedikit takut karena aura Argan tapi ia tetap membela Ibu nya

"Saya tidak akan tinggal diam bila Mama saya di hina" ujar Arsan dingin menimpali dengan aura yang lebih mengerikan dari aura yang di keluarkan oleh Argan dan membuat orang yang ada di ruangan itu lagi-lagi merinding

Setelah beberapa menit diam Ibu itu langsung angkat bicara

"Saya tidak mau tau pak anak-anak ini harus mendapatkan hukuman" ujar nya

"Iya pak"

"Iya pak"

"Iya pak, kalau tidak saya akan berhenti menjadi donatur sekolah ini" ujar ibu lainnya menimpali dan mengancam membuat kepala sekolah itu gelalapan

"B-baik saya ak-" ucap Kepada sekolah terpotong "Gak bisa gitu dong pak kan anak saya belum terbukti salah mana bisa langsung di hukum" ujar Alya tak terima anak nya akan di hukum

"Ini sudah keputusan saya Bu saya ak-" ucapan kepala sekolah terpotong lagi uleh suara yang Alya kenali

"Permisi" sahut nya membuat orang yang ada di dalam sana memalingkan wajahnya dan melihat nya

" P-pak Gara" ujar kepala sekolah yang masih kaget melihat Gara, pasalnya Gara kan tinggal di Jakarta kenapa bisa ada disini tampa ada yang memberitahu kan nya

"Ada masalah dengan anak saya pak?" tanya Gara dengan senyum tapi senyum itu terlihat menyeramkan bagi pak kepala sekolah itu

Bersambung~

Sampai jumpa di chap selanjutnya 💙

Jangan lupa

Like

Vote

Komen

See u

Selamat Menunaikan ibadah puasa 😊🤗

Terpopuler

Comments

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Saya baru nemu ceritanya pas mau menjelang bulan puasa.

2025-02-26

1

Mella Soplantila Tentua Mella

Mella Soplantila Tentua Mella

semangaaat thor...bikin mereka bersatu thor

2021-09-03

2

Hiatus

Hiatus

lanjut kak, semangat

2021-04-16

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Pengumuman
23 Chapter 22
24 Chapter 23
25 Chapter 24
26 Chapter 25
27 Chapter 26
28 Chapter 27
29 Chapter 28
30 Chapter 29
31 Chapter 30
32 Chapter 31
33 Chapter 32
34 Chapter 33
35 Chapter 34
36 Chapter 35
37 Chapter 36
38 Chapter 37
39 Chapter 38
40 Chapter 39
41 Chapter 40
42 Chapter 41
43 Chapter 42
44 Chapter 43
45 Chapter 44 (kejutan untuk Alya)
46 Chapter 45 (Kejutan yang mengharukan)
47 Chapter 46 (kejutan yang mengharukan 2)
48 Chapter 47 (Kemiripan)
49 Chapter 48
50 Chapter 49
51 Chapter 50 (Pamit)
52 Chapter 51 (Hilang)
53 Chapter 52
54 Chapter 53
55 Chapter 54
56 Chapter 55
57 Chapter 56
58 Chapter 57
59 Chapter 58
60 Chapter 59
61 Chapter 60
62 Chapter 61
63 Chapter 62
64 Chapter 63
65 Chapter 64
66 Chapter 65
67 Chapter 66
68 Chapter 67
69 Chapter 68
70 Chapter 69
71 Chapter 70
72 Chapter 71
73 Chapter 72
74 Chapter 73
75 Chapter 74
76 Chapter 75
77 Chapter 76
78 Chapter 77
79 Chapter 78
80 Chapter 79
81 Chapter 80
82 Chapter 81
83 Chapter 82
84 Chapter 83
85 Chapter 84
86 Chapter 85
87 Chapter 86
88 Chapter 87
89 Chapter 88
90 Chapter 89
91 Chapter 90
92 Chapter 91
93 Chapter 92
94 Chapter 93
95 Chapter 94
96 Chapter 95
97 Chapter 96
98 Chapter 97
99 Chapter 98
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Chapter 101
103 Chapter 102 (End)
104 Lanjut, Chapter 103: Flashback
105 Chapter 104 S2
106 Chapter 105 S2
107 Chapter 106 S2
108 Chapter 107 S2
109 Sequel
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Pengumuman
23
Chapter 22
24
Chapter 23
25
Chapter 24
26
Chapter 25
27
Chapter 26
28
Chapter 27
29
Chapter 28
30
Chapter 29
31
Chapter 30
32
Chapter 31
33
Chapter 32
34
Chapter 33
35
Chapter 34
36
Chapter 35
37
Chapter 36
38
Chapter 37
39
Chapter 38
40
Chapter 39
41
Chapter 40
42
Chapter 41
43
Chapter 42
44
Chapter 43
45
Chapter 44 (kejutan untuk Alya)
46
Chapter 45 (Kejutan yang mengharukan)
47
Chapter 46 (kejutan yang mengharukan 2)
48
Chapter 47 (Kemiripan)
49
Chapter 48
50
Chapter 49
51
Chapter 50 (Pamit)
52
Chapter 51 (Hilang)
53
Chapter 52
54
Chapter 53
55
Chapter 54
56
Chapter 55
57
Chapter 56
58
Chapter 57
59
Chapter 58
60
Chapter 59
61
Chapter 60
62
Chapter 61
63
Chapter 62
64
Chapter 63
65
Chapter 64
66
Chapter 65
67
Chapter 66
68
Chapter 67
69
Chapter 68
70
Chapter 69
71
Chapter 70
72
Chapter 71
73
Chapter 72
74
Chapter 73
75
Chapter 74
76
Chapter 75
77
Chapter 76
78
Chapter 77
79
Chapter 78
80
Chapter 79
81
Chapter 80
82
Chapter 81
83
Chapter 82
84
Chapter 83
85
Chapter 84
86
Chapter 85
87
Chapter 86
88
Chapter 87
89
Chapter 88
90
Chapter 89
91
Chapter 90
92
Chapter 91
93
Chapter 92
94
Chapter 93
95
Chapter 94
96
Chapter 95
97
Chapter 96
98
Chapter 97
99
Chapter 98
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Chapter 101
103
Chapter 102 (End)
104
Lanjut, Chapter 103: Flashback
105
Chapter 104 S2
106
Chapter 105 S2
107
Chapter 106 S2
108
Chapter 107 S2
109
Sequel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!