Aksara vs Lady Kapten

Jaguar merasa harus segera mengakhiri pertarungan kali ini. Tenaganya sudah terkuras, kekuatan dan kecepatan yang dia peroleh dari roh kedua harimau kumbang berefek sangat dahsyat pada staminanya. Jaguar berusaha menambah kecepatannya, namun beberapa otot badannya sudah mencapai batas. Jaguar merasakan nyeri dan sakit pada kaki, kecepatannya menurun.

Axel yang menyadari itu, tersenyum licik.

"Jebakan pasir besi!," Axel memukul tanah dengan telapak tangan kanannya. Tanah bergetar sekejap, pasir besi beterbangan dimana mana, menghalangi penglihatan.

Pandangan Jaguar yang terhalang semakin memperlambat gerakannya. Dan tanpa disadari dari dalam tanah bermunculan tangan tangan pasir berusaha meraih kaki Jaguar. Dan setelah beberapa saat kaki kanan Jaguar berhasil dicengkeram pasir besi.

Gedabruuggg

"Auuww," Jaguar jatuh tersungkur mencium tanah.

"Sudah berakhir. Menyerahlah," Axel berjalan mendekati Jaguar yang masih tengkurap. Kaki Jaguar erat tercengkeram pasir besi.

"Tak akan!," Jaguar menatap Axel dengan buas. Mata liarnya masih terasa menantang Axel. Axel tersenyum sekejap.

"Baiklah, kurasa ini harus kulakukan," Axel menggerakkan tangan kanannya, gerakan seakan sedang mencengkeram dan meremukkan sesuatu.

KRAAAKKKK

Pasir besi mencengkeram kaki Jaguar, hingga terdengar bunyi tulang yang patah mengerikan.

"Aaaarrrrrrghhhh! Bangs****tttt!," Jaguar berteriak kesakitan, memegangi kaki kanannya yang bengkok tak berbentuk.

"Masih mau melawan?," Axel bertanya sekali lagi. Pasir besi kali ini mencengkeram kaki kiri Jaguar. Semua penonton menghela nafas, beberapa memalingkan wajahnya, ngeri dengan pertarungan kali ini.

Aksara melompat dari tempat duduknya, segera berlari keluar dari tribun. Lyodra mau nggak mau ikut berlari mengekor Aksara.

"Aarrgghhh . . . baiklah aku menyerah," Jaguar masih mengerang kesakitan. Tatapan mata buasnya kini berubah menjadi tatapan ngeri dan ketakutan.

"Lepaskan pasirmu!," Bibo menggertak pada Axel.

"Baiklah. Sudah kukatakan hasil pertarungan sudah digariskan. Seandainya dari awal kamu menyerah, mungkin kamu tidak akan terluka," Axel tersenyum puas. Cengkeraman pasir besi di kaki Jaguar telah dia lepaskan.

"Kemamang!,"

BUAAGGHHHHH

Sebuah tinju menghantam perisai lingkaran pasir besi Axel. Tinju api dari Aksara, membuat sebagian pasir besi Axel hangus menghitam. Axel menatap Aksara dengan tatapan sinis, sementara Aksara terlihat marah dari sorot matanya.

"Cabut kata kata sombongmu barusan, brengs*k!," Aksara berapi api.

"Hah? Mau kuhajar?," Axel tersenyum mengejek.

"Dia telah berjuang dalam pertarungan yang hebat dan adil. Bahkan kau pun terluka karenanya. Hargailah orang lain, meskipun kau telah memenangkan pertarungan ini. Percuma menjadi orang kuat tapi tak mampu menghargai sesama orang yang sedang berjuang!," Aksara berteriak lantang. Dukun Agung Ziyan tersenyum menyaksikan dari kejauhan.

"Laki laki yang menarik. . .khu khu khu," Lady kapten Joanne tertawa penuh arti menyaksikan Aksara yang berapi rapi.

"Hah? Kau diam saja! Tunggu saja giliranmu besok, akan kupastikan kubuat badanmu remuk!," Axel balas menatap Aksara penuh rasa benci.

"Kuberitahu satu hal. Aku adalah orang yang akan menjadi Dukun Agung berikutnya. Dukun terkuat tidak boleh ragu dan mengasihani lawan untuk mencapai kejayaan kerajaannya," Axel berbalik badan, berjalan meninggalkan Aksara.

"Hei!! Aku akan mengalahkanmu! Dan aku lah yang akan menjadi Dukun Agung berikutnya!," Aksara berteriak penuh amarah.

"Hah? Jangan jumawa! Kau lolos ke final pun karena keberuntungan semata," Axel berhenti sejenak, menoleh pada Aksara dengan senyum yang menyebalkan. Kemudian pergi berlalu meninggalkan arena pertarungan. Aksara mengepalkan tangannya kuat kuat.

"Semangat pemuda pemuda yang luar biasa," Dukun Agung Ziyan bergumam sendiri.

Sementara itu Jaguar di tandu keluar arena untuk mendapatkan perawatan dari dukun medis.

"Hei, turun kau dari arena, bocah!," Bibo menghardik Aksara yang masih saja berdiri terpaku di arena. Aksara tersadar segera turun dari arena.

"Pemenang dari pertarungan semifinal adalah Axel! Untuk pertarungan final akan dilaksanakan dua hari dari sekarang. Untuk masing masing peserta silahkan mempersiapkan diri dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian," Bibo menutup pertarungan semifinal. Aksara berjalan ke lorong disusul Lyodra yang sedari tadi terus mengekor di belakang Aksara.

"Kenapa kamu begitu kesal? Kamu tak kenal dengan Jaguar, tak seharusnya kamu marah seperti ini," Lyodra bertanya sambil terus berjalan di belakang Aksara.

"Karena kemanusiaan. Manusia sekuat apapun itu akan tetap membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Axel jelas telah merendahkan orang lain, seolah merasa paling kuat dan tidak menghargai usaha orang lain. Dukun sakti bagiku adalah orang orang terpilih, bukan hanya kuat, dan berbakat namun harus mampu dan mau memberi contoh nilai nilai kemanusiaan. Dunia ini sudah kacau dengan kesenjangan sosial, perebutan batuan ajaib di hutan mayit, dan konflik konflik sosial lain. Dukun sakti harus menjadi agen perubahan untuk dunia yang lebih baik," Aksara menjawab pertanyaan Lyodra tanpa menoleh sedikitpun.

"Oohh, jadi kemarahanmu lebih kepada perbedaan prinsip dengan Axel. Kamu tipe orang yang selalu ingin didengar pendapatmu ya," Lyodra kembali bertanya, pertanyaan yang menusuk langsung ke hati Aksara. Aksara terdiam sesaat.

"Entahlah, aku hanya punya keinginan untuk membuat dunia ini menjadi lebih baik," Aksara berkata lirih.

"Terus, sekarang kamu mau kemana?," Lyodra kembali bertanya.

"Aku mau cari tempat latihan. Final dua hari lagi, dan jujur kekuatan Axel ada di atasku," Aksara kembali bergegas. Kali ini Lyodra berhenti mengikuti Aksara. Lyodra memandang punggung Aksara yang semakin terlihat menjauh, menatapnya dengan tatapan yang sendu.

Aksara menuju pintu keluar area gelanggang. Dua dukun sakti penjaga segera mendekati Aksara.

"Mau kemana? Peserta seleksi dilarang keluar," Salah satu penjaga yang berambut ikal bertanya dengan ketus. Aksara diam saja tak menjawab.

"Hei bangs*t! Kalau ditanya, jawab! Bud*g!," Penjaga yang satunya lagi membentak dengan kata kata kasar. Aksara menoleh pada mereka dengan tatapan benci dan melotot.

"Apa? Berantem?," Penjaga berambut ikal menantang Aksara. Mimik wajahnya terlihat sangat menyebalkan.

"Kemamang!,"

Bwwooossshhhh

Aksara kembali menyalakan apinya. Amarahnya seperti tumpahan minyak di atas bara api. Dua dukun penjaga pun terlihat memasang kuda kuda, siap memulai pertarungan.

Wusshhh

Wuushhh Wuusshhh

Buuaagghhh

Secara tiba tiba angin yang sangat kencang menerbangkan mereka bertiga. Aksara menghantam tembok cukup keras. Lady Kapten Joanne, berdiri berkacak pinggang di hadapan Aksara.

"Simpan tenagamu untuk pertarungan besok!," Lady Kapten Joanne mengarahkan telunjuknya pada Aksara. "

"Dasar laki laki, di otaknya hanya ada pertarungan. Padahal komunikasi jauh lebih penting daripada baku hantam," Lady Kapten Joanne geleng geleng kepala.

"Kami hanya menjalankan, tugas Lady Kapten," Penjaga berambut ikal beralasan.

"Kau pikir aku tak dengar? Kata kata kasarmu tak pantas keluar dari mulut seorang dukun istana!," Lady Kapten Joanne melotot menakutkan. Aura ngeri terpancar darinya.

"Dia mau keluar dari gelanggang, lady Kapten," penjaga yang satunya lagi mencoba membela diri. Kali ini lady kapten Joanne mengarahkan pandangannya yang menakutkan pada Aksara.

"Memangnya kau mau kemana?," Masih setengah membentak Lady kapten Joanne bertanya pada Aksara.

"Saya mau berlatih, mau nyari tempat latihan," Aksara menjawab dengan menunduk, tak berani menatap Lady Kapten Joanne.

"Dasar bodoh. Di area gelanggang ini, ada tempat latihan khusus. Ikutlah denganku bocah!," Lady Kapten Joanne berjalan meninggalkan tiga orang yang sedang terkapar.

Aksara segera bangun, menepuk nepuk badannya yang berdebu dan segera berlari menyusul Lady Kapten Joanne.

Bersambung . . .

Terpopuler

Comments

Supandi

Supandi

Novel ini jadi sarana membangun ahlak. Ceritanya makin mantap. Lanjutkan Up Thor.. 👍👍💪💪

2022-02-06

0

heni suhartini

heni suhartini

semangat Aksara hancurkan orang2 sombong dan angkuh,seorang dukun sakti harus menjadi panutan masyarakat,buktikan bahwa kamu mampu dan bisa Aksara,semangaaaaatttt💪💪💪💪

2021-06-22

1

Nuphie Cliquers

Nuphie Cliquers

lanjut kak,ditunggu up kos kosan somplaknya juga💪🏻

2021-06-19

1

lihat semua
Episodes
1 Aksara
2 Kekuatan seorang kapten
3 KEMAMANG
4 Restu Bu Mirna
5 Diana
6 Babak pertama dimulai
7 Babak pertama telah usai
8 Adik sang Kapten
9 Dukun Agung Istana
10 Undian pertarungan
11 Lyodra vs Diana
12 Aksara vs Bagin
13 Kekuatan Dukun Agung Ziyan
14 Pemuda Pemuda Harapan Kerajaan
15 Atlan
16 Babak semifinal dimulai
17 Jaguar vs Axel
18 Aksara vs Lady Kapten
19 Jenius dari lahir vs fisik yang ditempa
20 Aero Mada
21 Raja vs Putera Mahkota
22 Squad Dukun Sakti Istana
23 Batu Sakti
24 Peta Dunia
25 Regu Api
26 Berlatih serangan jarak jauh
27 Dukun Medis
28 Lady Pegri
29 Awal musim panas hutan mayit
30 Rencana perburuan batu sakti
31 Buku Kuno
32 Kekuatan kedua Atlan
33 Istana diserang
34 Taring angin
35 Japra vs Bibo
36 Medusa Api
37 Papat vs Anak dan Ayah
38 Pedang Kegelapan
39 Aksara vs Limo
40 Harimau dan Badak maju ke pertempuran
41 Akhir pertempuran
42 Aksara dan Diana
43 Peringatan dari Bibo
44 Undangan Rapat
45 Rapat tertutup
46 Ruang tahanan
47 Liga Dukun Sakti
48 Tidak berbakat, tapi bertekad!
49 Perjalanan ke Barat
50 PENGUMUMAN KARYA HOROR KEDUA RTS#2
51 Warga pesisir pantai Barat
52 Di ambang kematian
53 Siapa Kemamang sebenarnya?
54 Aksara vs Kemamang
55 Tinggal dua hari lagi
56 Harimau Jaguar
57 Kembali dari dunia Roh
58 Persiapan keberangkatan
59 Pojok Curhat
60 NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Aksara
2
Kekuatan seorang kapten
3
KEMAMANG
4
Restu Bu Mirna
5
Diana
6
Babak pertama dimulai
7
Babak pertama telah usai
8
Adik sang Kapten
9
Dukun Agung Istana
10
Undian pertarungan
11
Lyodra vs Diana
12
Aksara vs Bagin
13
Kekuatan Dukun Agung Ziyan
14
Pemuda Pemuda Harapan Kerajaan
15
Atlan
16
Babak semifinal dimulai
17
Jaguar vs Axel
18
Aksara vs Lady Kapten
19
Jenius dari lahir vs fisik yang ditempa
20
Aero Mada
21
Raja vs Putera Mahkota
22
Squad Dukun Sakti Istana
23
Batu Sakti
24
Peta Dunia
25
Regu Api
26
Berlatih serangan jarak jauh
27
Dukun Medis
28
Lady Pegri
29
Awal musim panas hutan mayit
30
Rencana perburuan batu sakti
31
Buku Kuno
32
Kekuatan kedua Atlan
33
Istana diserang
34
Taring angin
35
Japra vs Bibo
36
Medusa Api
37
Papat vs Anak dan Ayah
38
Pedang Kegelapan
39
Aksara vs Limo
40
Harimau dan Badak maju ke pertempuran
41
Akhir pertempuran
42
Aksara dan Diana
43
Peringatan dari Bibo
44
Undangan Rapat
45
Rapat tertutup
46
Ruang tahanan
47
Liga Dukun Sakti
48
Tidak berbakat, tapi bertekad!
49
Perjalanan ke Barat
50
PENGUMUMAN KARYA HOROR KEDUA RTS#2
51
Warga pesisir pantai Barat
52
Di ambang kematian
53
Siapa Kemamang sebenarnya?
54
Aksara vs Kemamang
55
Tinggal dua hari lagi
56
Harimau Jaguar
57
Kembali dari dunia Roh
58
Persiapan keberangkatan
59
Pojok Curhat
60
NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!