KEMAMANG

Aksara melayang layang di sebuah ruang hampa nan gelap. Dia membuka matanya. Mengerjap ngerjap, mencari pegangan. Tak ada apapun, dirinya merasa aneh. Apakah sedang terbaring? Ataukah saat ini dirinya sedang berdiri? Yang jelas Aksara merasa seperti sedang terbang.

"Apakah ini dunia kematian?," Aksara membuka suara, entah bertanya pada siapa. Mungkin dia bertanya pada dirinya sendiri.

Hening, sepi. Aksara mencoba bergerak gerak secara acak dan liar. Hal itu membuatnya melayang layang tak tentu arah. Aksara mulai merasa ketakutan. Perasaan yang sudah sangat lama dia lupakan. Ketika Aksara memutuskan untuk berjuang menjadi Dukun Sakti dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak pernah merasakan takut lagi. Namun saat ini dia dan keberaniannya telah tergerogoti oleh pekatnya kegelapan.

Ha ha ha ha ha haaa

Suara tawa yang serak namun melengking terdengar dari semua penjuru. Aksara cukup kaget, namun merasa familiar dengan suara tawa ini.

"Si- siapaa?," Aksara sedikit tergagap.

Tiba- tiba Aksara merasakan udara menghangat. Semakin hangat, lebih hangat lagi, dan panas. Aksara berkeringat hebat. Sejurus kemudian dengan kecepatan dahsyat Aksara merasakan tubuhnya seperti dilempar ke bawah, terjun bebas.

Byuurrr

Aksara terjatuh pada sebuah kolam.

Blup blup blup

"Uhukk uhukk," Aksara terbatuk batuk menelan air.

Aksara berenang menuju permukaan, nampak 4 pilar menyangga kolam itu. Pilar menjulang tinggi hingga menuju ke langit gelap tak berujung. Di depan Aksara berdiri sosok berjubah hitam yang berkibar kibar. Sosok itu berdiri di atas permukaan air. Jubahnya yang berkibar pada bagian ujungnya terdapat robek dan bolong bolong seperti bekas terbakar. Tidak jelas bagaimana bentuk wajahnya. Tak terlihat terhalang bayangan dari 4 pilar besar di sampingnya.

"Siapa kamu?," Aksara membuka suara bertanya pada sosok di depannya. Sekilas terlihat seulas senyum dengan deretan gigi taring putih terlihat dari sosok didepannya.

"Kamu roh kedua ku?," Aksara bertanya sekali lagi. Sosok di depannya masih saja diam.

"Hei? Siapa kau? Jawab aku!," Aksara mulai tidak sabar merasa diacuhkan.

"Kamu tak sadar posisimu?," Sosok di depan Aksara balik bertanya.

"Ha ha ha ha . . . Kamu di luar sana sedang menjemput ajal! Melawan manusia roh air saja kau kesulitan. Berani beraninya kau bertanya siapa aku? Ha ha ha ha . . . Aku adalah keberadaan yang lebih tinggi darimu! Ha ha ha ha . . .," Sosok itu tertawa terbahak bahak sementara air di pijakan kaki nya mulai terlihat mendidih.

Aksara teringat, dirinya tadi terjebak dalam kubus air kapten Wigan. Aksara terdiam, dia masih tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Dimana aku?," Aksara masih terus bertanya meminta penjelasan.

"Kamu sedang berada di alam bawah sadar. Dan aku adalah makhluk yang terjebak di dalamnya. Aku menyesal juga sebenarnya bisa bisanya aku terjebak di tempat seperti ini, bersama manusia lemah sepertimu," Sosok itu terkekeh, nada suaranya terasa mengejek.

"Yah tapi aku tidak akan membiarkanmu mati. Karena kalau kamu mati, aku juga akan mati," Sosok itu melanjutkan kata katanya.

"Aku akan meminjamkan seperempat apiku untukmu, seharusnya itu sudah cukup. Kalau lebih dari itu tubuhmu yang sekarang takkan mampu menahannya. Bisa bisa kamu malah mati hangus terbakar. Dasar manusia lemah," Mata sosok itu terlihat menyala. Bagian wajahnya terbakar oleh api yang berkobar kobar.

"Ha ha ha ha. . .bocah! Kalau kamu mau bantuanku cukup panggil namaku KEMAMANG," sebuah seringai yang menakutkan dari sosok yang menamakan dirinya kemamang.

Aksara terdiam takjub. Air memanas, kemudian menimbulkan gelembung gelembung yang menandakan telah sampai pada titik didihnya.

Blup blup blup blup blup

"Arrghhhhh ," Aksara berteriak kesakitan, panas yang berkali kali lipat dari air rebus latihannya kemarin. Kulitnya terasa melepuh terkelupas dan hancur dalam sekejap waktu.

Brraassshhhhhhh

Kolam air meledak melemparkan Aksara setinggi tingginya.

Wuuusshhhhh . . .

# # #

Kapten Wigan mengamati Aksara yang terjebak di kubus airnya. Dia tidak berniat membunuh Aksara. Kapten Wigan hanya ingin membuat Aksara pingsan saja. Dia merasa perlu bermain main dengan bocah yang berhasil mengalahkan bawahannya tanpa kekuatan roh kedua.

"Yah kelihatannya dia sudah pingsan," Kapten Wigan bergumam sendiri.

Namun ternyata, Aksara membuka matanya kembali di dalam kubus air.

"KEMAMANG," Aksara memanggil sosok yang telah ditemuinya tadi.

Seketika, tubuh Aksara seperti diselimuti oleh api. Kedua tangan dan matanya memunculkan kobaran api yang tak padam meski di dalam air. Kubus air Kapten Wigan bergejolak, mendidih. Bentuk kubus air Kapten Wigan menjadi tidak beraturan, melenceng kesana kemari di setiap sudutnya.

"Hah?!," Kapten Wigan terhenyak kaget. Dia sadar kubus airnya tak kan mampu bertahan. Dan benar saja beberapa detik berikutnya . . .

BLAARRRRRRR

Kubus air meledak dahsyat. Menghasilkan kepulan uap panas. Aksara berdiri dengan api di kedua tangan dan matanya. Setiap hembusan nafasnya mengeluarkan asap yang panas.

Aksara merasa tersiksa dengan kekuatan KEMAMANG ini. Tenggorokannya bagai terbakar. Latihan keras yang dilakukannya selama ini terasa tak berguna. Dia menempa otot dan tubuh luarnya sedemikian keras, namun ternyata organ dalamnya tak kuasa menahan kekuatan panas yang melebihi bayangannya.

Aksara sadar harus segera menyelesaikan pertarungan ini sebelum dirinya yang kalah oleh kekuatan yang belum dikuasainya. Aksara mengepalkan tangannya, api semakin berkobar luar biasa. Sementara Kapten Wigan tanpa diduga mengeluarkan ekspresi kegirangan.

"Ha ha ha. . . Luar biasa. Aku menemukan sebuah mutiara dalam lumpur sepertinya," Kapten Wigan menutup matanya menggunakan telapak tangan kanannya dan tertawa terbahak bahak. Dia terlihat bahagia bagaikan anak kecil mendapat mainan baru.

Sosok dua ikan khoi warna merah dan putih terlihat muncul dari dalam tanah dan mengelilingi kapten Wigan. Wujud roh kedua kapten Wigan telah menunjukkan keberadaannya. Kapten Wigan kali ini mulai serius bertarung.

"Majulah," Kapten Wigan menantang Aksara yang terlihat nyala api di wajahnya semakin berkobar.

"Tanpa kau suruh pun, aku akan maju!," Aksara berlari menerjang Kapten Wigan. Kekuatan api KEMAMANG bukan hanya panas namun juga menambah kecepatan dan kekuatan tubuh Aksara.

Aksara melesat dalam kobaran api seperti bintang berekor yang hendak menabrak Kapten Wigan. Kapten Wigan membentuk dinding kubus empat penjuru arah. Setiap terjangan dan pukulan Aksara membentur dan teredam oleh dinding air.

Aksara mempercepat gerakan dan pukulannya. Gerakan Aksara tak terlihat mata telanjang, dinding air Kapten Wigan bergejolak hebat terkena pukulan cepat dan bertubi tubi dari Aksara.

Bam Bam Bam Bam Bam

Suara pukulan beruntun yang dahsyat. Kapten Wigan bertepuk tangan kegirangan dari dalam dinding air 4 penjurunya.

"Sudah, hentikan main mainnya. Dinding airmu sudah mencapai batas," Roh khoi merah berbisik pada Kapten Wigan. Kapten Wigan mengangguk mengerti. Kemudian memberi kode pada Roh Khoi putih untuk maju ke depan.

*Bersambung

Note : dari dalam lubuk hati yang paling dalam, saya ucapkan permohonan maaf atas kesulitan penggambaran dalam setiap adegan.

Karya kedua ini berdasar imajinasi saja, berbeda dari karya pertama yang memang terinspirasi dari sebuah kisah nyata. Semoga bisa sebaik karya pertama*.

Terpopuler

Comments

Susilawaty Ibrahim

Susilawaty Ibrahim

asyik ada cerita kemamang,.....udah lama nunggu lpn tapi g up date alias udah date,g kalah ni ceritanya bagus.....

2023-02-26

0

pertama kali bung kus kasih tau info novel ke2 judulnya kemamang..aku sempat ngeri2 sedap merinding.bayanganku cerita hororrrrr n mistis(kan setahuku kemamang memang seperti itu)trnyata...cerita action fantasi..lngsung dah ku read.lanjuut yukkk

2022-03-07

0

⏤͟͟͞R🍌 ᷢ ͩɢᴇɴɢᵐᵒˡᵒʳʳʳ𝐙⃝🦜

⏤͟͟͞R🍌 ᷢ ͩɢᴇɴɢᵐᵒˡᵒʳʳʳ𝐙⃝🦜

kemangmang tu sama dengan banaspati ga ya🤔

2022-03-06

0

lihat semua
Episodes
1 Aksara
2 Kekuatan seorang kapten
3 KEMAMANG
4 Restu Bu Mirna
5 Diana
6 Babak pertama dimulai
7 Babak pertama telah usai
8 Adik sang Kapten
9 Dukun Agung Istana
10 Undian pertarungan
11 Lyodra vs Diana
12 Aksara vs Bagin
13 Kekuatan Dukun Agung Ziyan
14 Pemuda Pemuda Harapan Kerajaan
15 Atlan
16 Babak semifinal dimulai
17 Jaguar vs Axel
18 Aksara vs Lady Kapten
19 Jenius dari lahir vs fisik yang ditempa
20 Aero Mada
21 Raja vs Putera Mahkota
22 Squad Dukun Sakti Istana
23 Batu Sakti
24 Peta Dunia
25 Regu Api
26 Berlatih serangan jarak jauh
27 Dukun Medis
28 Lady Pegri
29 Awal musim panas hutan mayit
30 Rencana perburuan batu sakti
31 Buku Kuno
32 Kekuatan kedua Atlan
33 Istana diserang
34 Taring angin
35 Japra vs Bibo
36 Medusa Api
37 Papat vs Anak dan Ayah
38 Pedang Kegelapan
39 Aksara vs Limo
40 Harimau dan Badak maju ke pertempuran
41 Akhir pertempuran
42 Aksara dan Diana
43 Peringatan dari Bibo
44 Undangan Rapat
45 Rapat tertutup
46 Ruang tahanan
47 Liga Dukun Sakti
48 Tidak berbakat, tapi bertekad!
49 Perjalanan ke Barat
50 PENGUMUMAN KARYA HOROR KEDUA RTS#2
51 Warga pesisir pantai Barat
52 Di ambang kematian
53 Siapa Kemamang sebenarnya?
54 Aksara vs Kemamang
55 Tinggal dua hari lagi
56 Harimau Jaguar
57 Kembali dari dunia Roh
58 Persiapan keberangkatan
59 Pojok Curhat
60 NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Aksara
2
Kekuatan seorang kapten
3
KEMAMANG
4
Restu Bu Mirna
5
Diana
6
Babak pertama dimulai
7
Babak pertama telah usai
8
Adik sang Kapten
9
Dukun Agung Istana
10
Undian pertarungan
11
Lyodra vs Diana
12
Aksara vs Bagin
13
Kekuatan Dukun Agung Ziyan
14
Pemuda Pemuda Harapan Kerajaan
15
Atlan
16
Babak semifinal dimulai
17
Jaguar vs Axel
18
Aksara vs Lady Kapten
19
Jenius dari lahir vs fisik yang ditempa
20
Aero Mada
21
Raja vs Putera Mahkota
22
Squad Dukun Sakti Istana
23
Batu Sakti
24
Peta Dunia
25
Regu Api
26
Berlatih serangan jarak jauh
27
Dukun Medis
28
Lady Pegri
29
Awal musim panas hutan mayit
30
Rencana perburuan batu sakti
31
Buku Kuno
32
Kekuatan kedua Atlan
33
Istana diserang
34
Taring angin
35
Japra vs Bibo
36
Medusa Api
37
Papat vs Anak dan Ayah
38
Pedang Kegelapan
39
Aksara vs Limo
40
Harimau dan Badak maju ke pertempuran
41
Akhir pertempuran
42
Aksara dan Diana
43
Peringatan dari Bibo
44
Undangan Rapat
45
Rapat tertutup
46
Ruang tahanan
47
Liga Dukun Sakti
48
Tidak berbakat, tapi bertekad!
49
Perjalanan ke Barat
50
PENGUMUMAN KARYA HOROR KEDUA RTS#2
51
Warga pesisir pantai Barat
52
Di ambang kematian
53
Siapa Kemamang sebenarnya?
54
Aksara vs Kemamang
55
Tinggal dua hari lagi
56
Harimau Jaguar
57
Kembali dari dunia Roh
58
Persiapan keberangkatan
59
Pojok Curhat
60
NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!