08. heartlosive

Angka 28 adalah yang paling dipikirkan oleh Ryan saat ini tapi dia mau melupakannya sejenak dan menulis pesan pada satu kelas, ada banyak kata maaf serta ajakannya pada banyak orang. Itu membuatnya berdebar tapi pertama kalinya penyakit itu tidak kambuh, dia sekarang senang akan hal ini.

Beberapa orang menanggapinya dengan senang karena Ryan mau bertemu dengan mereka, walau ada kesedihan dalam perasaan senang tersebut dan tidak ada yang menyangka kalau lelaki sebaik Ryan memiliki penyakit itu. Itu pukulan telak bagi semua temannya itu.

Sore ini Ryan mengajak mereka semua untuk pergi ke taman hiburan, dia mengeluarkan banyak uang untuk ini dan beberapa temannya juga menyarankan untuk pergi berkemah. Itu bagus menurut Ryan, guru juga mengatakan akan ikut membuatnya senang.

Tidak lama pintu diketuk terdengar suara yang memanggil nama Ryan berkali-kali seakan panik, Ryan menghampiri pintu dan melihat kalau Rani sedang ngos-ngosan... Ada Vina bersamanya..

"Vina, Rani, apa yang kalian lakukan dan kenapa kalian kecapekan gitu ?" Tanya Ryan yang melihat mereka sangat kecapekan. Vina menyeka keringat yang ada di dahinya, dia mulai menjawab pertanyaan Ryan barusan.

Vina menjawab sambil terengah-engah, "Rani menarik... aku sampai kemari..."

"Kalau begitu masuklah dulu, apa kalian ingin minum sesuatu ?"

"Air putih saja."

"Aku mau teh hijau saja," kata Vina sambil menarik napas panjang. Ryan mengajak mereka masuk terlebih dahulu, dia pergi ke dapur dan membawa air putih segelas untuk Rani. Sedangkan Vina belum dibuatkan, Ryan pun pergi lagi ke dapur.

Dia mengambil teko lalu memasak air karena air panas sudah habis, matanya sesekali melihat ke ruang tengah memperlihatkan kedua gadis sedang duduk di sofa dan mereka sadar akan tatapan Ryan, Ryan yang menyadarinya juga memalingkan wajahnya.

Menyeduh teh untuk Vina yang sedang duduk, dia membawakannya dua satu untuknya dan saat Rani sedang melihat ke arahnya. Dia berdiri kemudian memberikan sesuatu pada Ryan, tangan lelaki itu menyimpan teko dan nampan dulu di atas meja.

Setelah menyimpan sajian minuman itu dia mengambil sebuah kertas yang diberikan Rani padanya, dia membukanya dan melihat ada sebuah tulisan tagihan listrik.

Secara tidak langsung Ryan heran dan bingung tampak sesekali dia melihat ke Rani, sedangkan gadis itu hanya memerah saja...

Ryan bertanya dengan wajah yang bingung, "Tagihan listrik apa ini ?"

"Tagihan ?!" Ucap Rani kaget. Sekaget-kagetnya dirinya, dia mengambil kertas itu dengan tenaga hampir membuat Ryan terjatuh dan saat Rani melihatnya dengan mata kepalanya sendiri dia malu karena membawa surat yang salah.

Gadis itu duduk lagi dengan ekspresi yang sangat begitu kecewa dicampur dengan rasa malu, sedangkan Vina hanya meneguk tehnya dan tidak mengetahui apa yang terjadi. Dia melanjutkan kembali tegukan tehnya.

Melihat kedua gadis yang bersamanya, Ryan bertanya pada mereka ada apa gerangan mereka datang padanya.

"Memang ada apa kalian datang padaku ?" Tanya Ryan pada mereka berdua. Mendengar pertanyaan dari Ryan, Vina menatap tani yang sedang menunduk malu dengan wajah memerah. Bahkan mungkin dalam imajinasi Vina, dia pikir kalau sekarang ini Rani akan meledak karena malunya.

Vina menghela napas, dia menendang kaki Rani membuatnya mengangkat wajahnya melihat Ryan yang sedang berdiri dan serentak membuatnya kembali menunduk lagi...

"Pushhuuu~!" Vina mengejek Rani dengan menirukan suara itu. Ryan yang merasa heran langsung bertanya padanya, "Hmm.. ? Apa itu, Vina ?"

"Mungkin dia akan meledak malu karena membawa surat yang salah!" Jawab Vina dengan bangga sambil membusungkan dadanya. Dia sekarang meneguk tehnya kembali, saat Ryan lihat teko yang sudah hampir kosong membuatnya tidak terkejut lagi, walau teh itu baru diangkat dari kompor.

Menghembuskan napas Ryan duduk, dia membicarakan soal liburan yang mau dilakukan olehnya dan tentu saja mereka memutuskan untuk ikutan. Setidaknya hanya itu yang bisa dilakukan oleh Vina, dalam hatinya dia sangat sedih akan kepergian Ryan nantinya.

Banyak orang yang mengharapkan suatu kejadian yang ajaib, seperti datangnya obat yang bisa menyembuhkan Ryan dan sebagainya. Namun saat itu sangatlah mustahil, karena tidak ada satu dokter sekalipun yang bisa memecahkan masalah ini.

Vina membuka mulutnya, "Lalu sore ini ya dan bukannya Rani itu takut air ? Ah, saat SD dia merengek tidak mau ke kolam renang sampai diseret oleh guru."

"Hentikan!" Bentak Rani dengan cemberut mengembungkan pipinya. Kini Ryan bisa tertawa lagi, senyum yang lama hilang terukir lagi dan dia begitu senang karena mengiyakan saran dari Adly yang sangat besar jasa baginya.

Namun dalam pikirannya dia sedang memikirkan remaja itu, apakah dia tidak menderita ? Dan sebagainya. Itu sangat menyakitkan, tetapi Adly bisa mengahadapi dengan lapang dada membuatnya begitu kagum padanya.

"Hey Rani, apa kamu tahu soal remaja yang namannya Adly yang rambutnya putih itu loh."

"Oh, dia mewarnai rambutnya dan dari lahir pupil matanya merah loh.."

"Bukan penampilannya tapi sesuatu yang lain ?" Tanya Ryan dengan penuh rasa penasaran yang sangat meronta-ronta. Rani hanya menggelengkan kepalanya, dia sama sekali tidak tahu soal masa lalu Adly karena mereka hanya teman biasa saja dan dia memiliki hubungan bisnis dengan ayahnya.

Menoleh pada jam dinding, Ryan mengatakan kalau sebentar lagi jam 2 sore waktunya untuk berangkat ke kolam renang. Walau akan ditutup jam 5 sore, Ryan ingin menggunakan kesempatan ini untuk bermain bersama temannya.

Rani yang ingin membantunya untuk bersiap ditolak, dikarenakan Ryan sudah menyiapkannya dan tinggal ganti baju lalu pergi saja. Dia tahu kalau berenang sore hari itu cukup baik, hanya saja walau Ryan menegaskan kalau tidak ada paksaan semua temannya kau ikut.

Termasuk ketua kelas dan gurunya yang pasti sibuk, dia meluangkan waktu untuk menghabiskan waktu sebentar bersama muridnya...

Ryan bicara, "Semuanya pasti akan bersenang-senang."

"Ah ya benar itu pasti karena waktumu sebentar lagi, aku jujur sangat sedih..."

"Oi oi Vina, jangan mengungkitnya!" Bentak Rani dengan cukup keras. Keheningan pun tercipta dan mereka tidak saling bicara, tidak lama setelah selang beberapa detik Vina angkat bicara.

"Ini adalah kenyataan, kebohongan yang manis akan menghabisimu pada akhirnya sebaiknya sakit sekarang daripada nanti takkan pernah bisa melenyapkan rasa sakit itu."

"Kau begitu.. memang benar," kata Ryan sambil duduk dan mengepalkan kedua tangannya. Dia menunduk dengan wajah yang takut, keringat mengalir dari dahinya dan sebuah senyuman terukir dengan ramah begitu juga bersamaan dengan mengalirnya air matanya.

Dia ternyata tidak takut mati tapi takut kehilangan kesenangan, candaan, dan sebagainya saat bersama teman-temannya. Tahun-tahun berlalu Ryan hidup tanpa tawa, tapi setelah mendapatkan sesuatu yang berharga itu dia tidak ingin melepaskannya tapi sebentar lagi dia mau tak mau harus merelakan semuanya.

Rani berdiri dari tempatnya, dia hendak bicara tapi Vina menghentikannya karena tahu apa yang akan dibicarakan oleh Rani. Wajahnya begitu suram, dua kelihatan tidak ingin sampai Ryan pergi. Dia pun memalingkan wajahnya...

Terpopuler

Comments

Zahra Fitria

Zahra Fitria

09

2021-05-25

0

lihat semua
Episodes
1 01. heartlosive
2 02. heartlosive
3 03. heartlosive
4 04. heartlosive
5 05. heartlosive
6 06. heartlosive
7 07. heartlosive
8 08. heartlosive
9 09. heartlosive
10 10. Ryan
11 11. Ryan
12 12. Ryan
13 13. Ryan
14 14. Ryan
15 15. Ryan
16 16. Ryan
17 17. Ryan
18 18. Ryan
19 19. Ryan
20 20. Ryan
21 21. Ryan
22 22. Ryan
23 23. Ryan
24 24. Ryan
25 25. Ryan
26 26. Ryan
27 27. Ryan
28 28. Ryan
29 29. Rani
30 30. Rani
31 31. Rani
32 32. Rani
33 33. Rani
34 34. Rani
35 35. Rani
36 36. Adly
37 37. Adly
38 38. Adly
39 39. Adly
40 40. Fauzan
41 41. Fauzan
42 42. Fauzan
43 43. Fauzan
44 44. Fauzan
45 45. Vina
46 46. Fauzan
47 47. Zaky
48 48. Rani
49 49. Adly, Widya
50 50. Adly, Widya
51 51. Rani, Zaky
52 52. Adly, Zaky
53 53. Adly, Zaky
54 54. Zaky, Adly
55 54. Zaky, Adly
56 56. Ezra, Fauzan
57 57. Elentry
58 58. Ezra, Fauzan
59 59. Ryan, Vina
60 60. Keluarga Adly
61 61. Keluarga Adly
62 62. Keluarga Adly
63 63. Keluarga Adly
64 64. Widya
65 65. Widya
66 66. Rani, Ryan
67 67. Rani, Ryan
68 68. Adly
69 69. Ezra, Adly
70 70. Adly, Zyred
71 71. Keluarga Adly
72 72. Keluarga Adly
73 73. ...
74 74. Surya
75 75. Surya
76 76. Zaky
77 77. Zaky
78 78. Ibu Adly
79 79. Zaky
80 90. Zyred
81 81. Ryan
82 82. Surya, Adly
83 83. Ezra
84 84. Ezra, Ryan
85 85. Keluarga Adly
86 86. Zaky
87 Episode 87 : Kekacauan Di Kota
88 Episode 88 : Zombi Yang Bernapas Dan Mengeluarkan Suhu tubuh Seperti Manusia...
89 Episode 89 : Umur Dua Bulan Bisa Seperti Anak Sepuluh Tahun
90 Episode 90 : Kekalahan Adly Pada Pertarungan
91 Episode 91 : Fidya Terbawa Kedalam Pertarungan
92 Episode 92 : Seorang Pria Tua Bersama Rencananya
93 Episode 93 : Mewariskan Kekuatan Pada Anaknya
94 Episode 94 : Kematian Adly
95 Episode 95 : Seseorang Sudah Tidak Mampu Lagi
96 Episode 96 : Zaky Bersama Perasaannya Pada Gadis
97 Episode 97 : Ezra FrameEmpat Vs Zombi Raksasa
98 Episode 98 : Selamanya Akan Kulindungi Kalian Bertiga
99 Episode 99 : Bayangan Adly Vs Fidya Anaknya Kakaknya
100 Episode 100 : Kekuatan Luar Biasa Dari Anak Kecil
101 Episode 101 : Seorang Zombi Gadis
102 DyntalGear ... KnightGear ... ArctalGear
103 Episode 102 : Zombi Perempuan Dan Ryan
104 Episode 103 : Mantannya Ryan Yaitu Zombi
105 Episode 104 : Adiknya Ryan Bersama Para Zombi
106 Episode 105 : Masalah Ryan Dan Ayah Zaky
107 Episode 106 : Zombi Kelelawar Menyerang
108 Episode 107 : Anak Kecil Tapi ... Begitulah ...
109 Episode 108 : Ryan Dan Seluruh Zombi Di kota
110 Episode 109 : Seorang Anak Yang Terlalu Sayang Pada Ayahnya
111 Episode 110 : Mencari Kartu Memori Di Bandara
112 Episode 111 : Anak Gadis Dan Zombi Bunga
113 Episode 112 : Kartu Memori
114 Episode 113 : Dokumen Di Bandara
115 Episode 114 : Ryan Yang Akan Mengamuk
116 Episode 115 : Belati Putih Mengangkat Senjata!
117 Episode 116 : Suara Tembakan Yang Terdengar Keras
118 Episode 117 : Balas Budi
119 Episode 118 : Tangan Penuh Darah Tapi tersenyum Dan Tertawa
120 Episode 119 : Dragrise Si Kadal
121 Episode 120 : Ekspresi Wajah Fauzan
122 Episode 121 : Regu Pembantai Diawal
123 Episode 122 : Tangan Berlumuran Dengan Darah
124 Episode 123 : Adik Dan Kakak
125 Episode 124 : Seorang Belati Hitam Di Depannya
126 Episode 125 : Kata-kata Mereka Semua
127 Episode 126 : Tiga Tahun Setelahnya
128 Episode 127 : Kalung Peninggalan Seorang Adly
129 Episode 128 : Suasana Baru Yang Aneh
130 Episode 129 : Hewan-Hewan Yang Berubah Dan bermunculan
131 Episode 130 : Kecupan Dari Seorang Gadis
132 Episode 130 : Kaki Adly Dalam Plastik ? Ha ?
133 Episode 132 : Playboy Yang Berulah
134 Episode 133 : Ayah Dan Anak Menyeringai Jahat
135 Episode 134 : Dunia Mimpi Ryan
136 Episode 135 : Keluar dari Dunia impian
137 Episode 136 : Ryan Dan Timnya
138 Episode 137 : Situasi Kritis
139 Episode 138 : Membuka Matanya kembali
140 Episode 139 : Pengorbanan Prajurit (END)
141 Pengumuman, Ledakan Jantung akan di Cetak
142 Pengumuman
Episodes

Updated 142 Episodes

1
01. heartlosive
2
02. heartlosive
3
03. heartlosive
4
04. heartlosive
5
05. heartlosive
6
06. heartlosive
7
07. heartlosive
8
08. heartlosive
9
09. heartlosive
10
10. Ryan
11
11. Ryan
12
12. Ryan
13
13. Ryan
14
14. Ryan
15
15. Ryan
16
16. Ryan
17
17. Ryan
18
18. Ryan
19
19. Ryan
20
20. Ryan
21
21. Ryan
22
22. Ryan
23
23. Ryan
24
24. Ryan
25
25. Ryan
26
26. Ryan
27
27. Ryan
28
28. Ryan
29
29. Rani
30
30. Rani
31
31. Rani
32
32. Rani
33
33. Rani
34
34. Rani
35
35. Rani
36
36. Adly
37
37. Adly
38
38. Adly
39
39. Adly
40
40. Fauzan
41
41. Fauzan
42
42. Fauzan
43
43. Fauzan
44
44. Fauzan
45
45. Vina
46
46. Fauzan
47
47. Zaky
48
48. Rani
49
49. Adly, Widya
50
50. Adly, Widya
51
51. Rani, Zaky
52
52. Adly, Zaky
53
53. Adly, Zaky
54
54. Zaky, Adly
55
54. Zaky, Adly
56
56. Ezra, Fauzan
57
57. Elentry
58
58. Ezra, Fauzan
59
59. Ryan, Vina
60
60. Keluarga Adly
61
61. Keluarga Adly
62
62. Keluarga Adly
63
63. Keluarga Adly
64
64. Widya
65
65. Widya
66
66. Rani, Ryan
67
67. Rani, Ryan
68
68. Adly
69
69. Ezra, Adly
70
70. Adly, Zyred
71
71. Keluarga Adly
72
72. Keluarga Adly
73
73. ...
74
74. Surya
75
75. Surya
76
76. Zaky
77
77. Zaky
78
78. Ibu Adly
79
79. Zaky
80
90. Zyred
81
81. Ryan
82
82. Surya, Adly
83
83. Ezra
84
84. Ezra, Ryan
85
85. Keluarga Adly
86
86. Zaky
87
Episode 87 : Kekacauan Di Kota
88
Episode 88 : Zombi Yang Bernapas Dan Mengeluarkan Suhu tubuh Seperti Manusia...
89
Episode 89 : Umur Dua Bulan Bisa Seperti Anak Sepuluh Tahun
90
Episode 90 : Kekalahan Adly Pada Pertarungan
91
Episode 91 : Fidya Terbawa Kedalam Pertarungan
92
Episode 92 : Seorang Pria Tua Bersama Rencananya
93
Episode 93 : Mewariskan Kekuatan Pada Anaknya
94
Episode 94 : Kematian Adly
95
Episode 95 : Seseorang Sudah Tidak Mampu Lagi
96
Episode 96 : Zaky Bersama Perasaannya Pada Gadis
97
Episode 97 : Ezra FrameEmpat Vs Zombi Raksasa
98
Episode 98 : Selamanya Akan Kulindungi Kalian Bertiga
99
Episode 99 : Bayangan Adly Vs Fidya Anaknya Kakaknya
100
Episode 100 : Kekuatan Luar Biasa Dari Anak Kecil
101
Episode 101 : Seorang Zombi Gadis
102
DyntalGear ... KnightGear ... ArctalGear
103
Episode 102 : Zombi Perempuan Dan Ryan
104
Episode 103 : Mantannya Ryan Yaitu Zombi
105
Episode 104 : Adiknya Ryan Bersama Para Zombi
106
Episode 105 : Masalah Ryan Dan Ayah Zaky
107
Episode 106 : Zombi Kelelawar Menyerang
108
Episode 107 : Anak Kecil Tapi ... Begitulah ...
109
Episode 108 : Ryan Dan Seluruh Zombi Di kota
110
Episode 109 : Seorang Anak Yang Terlalu Sayang Pada Ayahnya
111
Episode 110 : Mencari Kartu Memori Di Bandara
112
Episode 111 : Anak Gadis Dan Zombi Bunga
113
Episode 112 : Kartu Memori
114
Episode 113 : Dokumen Di Bandara
115
Episode 114 : Ryan Yang Akan Mengamuk
116
Episode 115 : Belati Putih Mengangkat Senjata!
117
Episode 116 : Suara Tembakan Yang Terdengar Keras
118
Episode 117 : Balas Budi
119
Episode 118 : Tangan Penuh Darah Tapi tersenyum Dan Tertawa
120
Episode 119 : Dragrise Si Kadal
121
Episode 120 : Ekspresi Wajah Fauzan
122
Episode 121 : Regu Pembantai Diawal
123
Episode 122 : Tangan Berlumuran Dengan Darah
124
Episode 123 : Adik Dan Kakak
125
Episode 124 : Seorang Belati Hitam Di Depannya
126
Episode 125 : Kata-kata Mereka Semua
127
Episode 126 : Tiga Tahun Setelahnya
128
Episode 127 : Kalung Peninggalan Seorang Adly
129
Episode 128 : Suasana Baru Yang Aneh
130
Episode 129 : Hewan-Hewan Yang Berubah Dan bermunculan
131
Episode 130 : Kecupan Dari Seorang Gadis
132
Episode 130 : Kaki Adly Dalam Plastik ? Ha ?
133
Episode 132 : Playboy Yang Berulah
134
Episode 133 : Ayah Dan Anak Menyeringai Jahat
135
Episode 134 : Dunia Mimpi Ryan
136
Episode 135 : Keluar dari Dunia impian
137
Episode 136 : Ryan Dan Timnya
138
Episode 137 : Situasi Kritis
139
Episode 138 : Membuka Matanya kembali
140
Episode 139 : Pengorbanan Prajurit (END)
141
Pengumuman, Ledakan Jantung akan di Cetak
142
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!