Tiga pria dewasa bersama tiga anak kecil berkumpul di kantin rumah sakit.
" Kalian kesini sama siapa? mana bunda kalian?" tanya Alvonso
" Kami kesini sama Mama." jawab Alvonso junior
" Mama??" ulang Alvonso, Dr. Kennath dan Ronald bersamaan
" Iya Mama kami seorang dokter kandung****an kerja disini paman." jawab Alvonso junior
" Siapa nama dokter kandungannya ?" tanya dokter Kennath penasaran
" Mama kami namanya Maria." jawab Alvian
Mereka bertiga bingung dan memikirkan apakah ayahnya si kembar menikahi 2 wanita?
" Paman, kata Mommy semalam kalau ada orang yang tidak dikenal dan mengajak kenalan jangan mau, mereka orang asing siapa tahu mereka berbuat jahat." kata Alvonso kecil
" Paman seperti orang jahat bukan?" tanya Alvonso besar sambil tersenyum
" Paman kami melihat paman seperti orang baik." jawab mereka serempak
" Kami juga senang dan nyaman bersama paman." kata Alvonso junior
" Seandainya paman menjadi Daddy kami?" kata Alvian
" Memang Daddy kalian kemana?" tanya Alvonso penasaran
" Kata Mommy Daddy pergi kerja yang jauh sekali katanya ngumpulin duit yang banyak agar Mommy tidak usah bekerja lagi." lirih Alviana
" Tunggu dulu, saya bingung apa kalian mempunyai ibu tiga?" tanya dokter Kennath
" Apa maksudmu Ken?" tanya Alvonso
" Saya bingung kalian bertiga waktu di mall memanggil ibu kalian bunda, terus di rumah sakit memanggil Mama terus tadi kalian menyebut Mommy?" tanya dokter Kennath
" Memang ibu kita ada tiga." jawab mereka serempak.
" Kenapa bisa begitu ?" tanya dokter Kennath
" Karena..." ucapan Alvian terputus karena di panggil oleh dokter Maria.
" Alvonso, Alvian dan Alviana ayo kita imunisasi setelah itu kita pulang waktunya tidur siang?" perintah dokter Maria.
Ucapan mereka bertiga terpotong karena dipanggil oleh Maria. Semua menengok ke arah Maria. Maria menengok dokter Kennath karena Alvonso terhalang oleh dokter Kennath dan Ronald.
" Baik Mam." jawab Alvonso, Alvian dan Alviana.
" Maaf dokter Kennath, apakah ke tiga anak saya merepotkan dokter?" tanya dokter Maria sambil tersenyum.
" Ah tidak, anakmu sungguh lucu dan menggemaskan." ucap dokter kennath tersenyum tulus.
" Terima kasih, maaf kami pergi dulu." jawab dokter Maria.
" Ok." Jawab dokter Maria
Maria dan ketiga ponakannya pergi meninggalkan Alvonso, Ronald dan dokter Kennath
" Ken, tolong tes DNA sekarang jangan sampai ketahuan aku merasa mereka adalah anak - anakku." pinta Alvonso
" Baik, saya akan telephone sebentar." ucap dokter Kennath
Kennath mengambil ponselnya di balik kemeja jas dokter kemudian menghubungi seseorang.
" Hallo" jawab dokter Kennath
" Hallo dok ada apa?" jawab pria tersebut.
" Hari ini dokter Maria akan imunisasi ketiga anaknya, gimana caranya lakukan tes dna tanpa sepengetahuan dokter Maria." perintah dokter Kennath
" Baik dok saya laksanakan." ucap pria tersebut.
tut tut tut tut
Telephonepun dimatikan
" Jika ternyata ketiga anak tersebut ternyata anakmu. Apakah ke 3 anak tersebut ibunya menikahi laki - laki yang sudah beristri?" tanya dokter Kennath
" Kalau ternyata mereka benar anak - anakku aku akan menyuruhnya untuk bercerai dengan suaminya dan menikah denganku tapi jika dia tidak mau maka aku akan mengambil paksa anak - anakku, Ken kira - kira kapan hasilnya keluar?" tanya Alvonso
" Minimal dua minggu tes DNA baru bisa keluar." ucap dokter Kennath
" Ok, aku tunggu kabarnya." jawab Alvonso
Alvonso dan Ronald pergi untuk kembali ke perusahaan.
******
Selesai imunisasi mereka berempat pulang menuju rumahnya untuk istirahat siang. Anak - anak sangat mandiri membuka pakaiannya dan mengganti pakaian ganti dan tidur siang.
Maria memasak karena tadi siang belum sempat memasak selesai memasak Maria makan selesai makan peralatan memasak dan piring serta sendok dicuci.
Maria mengambil gelas yang tadi dipakai diisi kembali lalu dibawa ke kamarnya karena bila terbangun suka merasa haus. Mariapun istirahat yang sebelumnya mengunci rumahnya dan menyimpannya di laci kamarnya karena mereka bertiga Laras, Clarisa dan Maria masing - masing memegang kunci rumah.
" Mama, nyanyiin buat kita donk?" pinta Alvonso
" Iya Mam, buat pengantar tidur kita.* pinta Alvian
" Nyanyi donk Mam?" pinta Alviana sambil menampilkan senyuman yang teramat manis.
" Ok. Mama nyanyikan tapi kalian langsung tidur ya." pinta Maria
" Ok Mam." jawab mereka serempak.
Maria pun mulai bernyanyi.
...Andy Williams - Lagu Love Is Blue (l'amour Et Bleu) Lirik Terjemahan...
Blue, blue, my world is blue
Biru, biru, duniaku biru
Blue is my world now I'm without you
Biru adalah duniaku sekarang aku tanpamu
Gray, gray, my life is gray
Abu-abu, abu-abu, hidupku kelabu
Cold is my heart since you went away
Dingin adalah hatiku sejak kau pergi
Red, red, my eyes are red
Merah, merah, mataku merah
Crying for you alone in my bed
Menangis untukmu sendiri di tempat tidurku
Green, green, my jealous heart
Hijau, hijau, cemburu hatiku
I doubted you and now we're apart
Saya meragukan Anda dan sekarang kami berpisah
When we met how the bright sun shone
Saat kita bertemu bagaimana matahari bersinar cerah
Then love died, now the rainbow is gone
Lalu cinta mati, sekarang pelangi hilang
Black, black, the nights I've known
Hitam, hitam, malam yang saya kenal
Longing for you so lost and alone
Kerinduan untukmu jadi tersesat dan sendirian
Tidak terasa airmata Maria menetes ketika cintanya bertepuk tangan. Maria langsung buru - buru menghapus air matanya kemudian mengecup kening ketiga ponakannya.
Alvonso, Alvian dan Alviana tertidur masuk ke dunia mimpi yang indah kemudian Mariapun ikut tertidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Dewi Oktavia
kasihan x,,Maria tak jadi nikah hanya karena kawan dan cinta bertepuk sebelah tangan 😜
2024-08-22
0
Eri Wijaya
aduhh
2022-06-06
0
Berdo'a saja
waduh
2021-10-30
0