Clarisa masuk ke butik, 3 ponakan membantu tantenya. Mereka sangat rajin walau masih kecil mereka hidup mandiri dan suka membantu.
Ronald masuk ke dalam butik dan berpura - pura membeli pakaian. Ronald ingin bertemu pemilik butik dengan alasan untuk memesan pakaian seragam untuk acara kantor.
Pegawai tersebut kemudian menelephone pemilik kemudian Ronald di suruh ke lantai dua.
tok
tok
tok
Masuk
Ronald masuk dan melihat 3 anak yang tadi ditemui.
" Selamat siang." tanya Ronald basa basi
" Siang tuan, apa yang bisa saya bantu tuan?" tanya Clarisa
"Saya ingin memesan seragam khusus ulang tahun kantor, acaranya sekitar dua bulan lagi apakah bisa?" tanya Ronald
" Sebentar saya cek dulu Clarisa mengecek di bukunya kemudian Oh ya untuk bulan ini pesanan tidak terlalu banyak jadi bisa tuan. Apakah saya yang mendesain gambarnya atau dari pihak tuan. Maaf dengan tuan siapa ?" tanya Clarisa
" Saya Ronal****d, jangan panggil tuan cukup Ronald" ucap Ronald
" Tidak sopan gimana kalau Bapak?" tanya Clarisa.
" Saya belum menikah dan saya bukan bapakmu?" jawab Ronald
" Hahahhaa.." Clarisa tertawa
" Apakah ada yang lucu?" tanya Ronald
" Tidak." sambil menahan senyum
" kalau gitu saya panggil Kak Ronald atau Mas Ronald maaf soalnya tidak sopan kalau manggil nama saja? tanya Clarisa.
" Mas Ronald lebih enak dengarnya." ( senyumnya manis sayang sudah menikah batin Ronald )
" Ok Mas Ronald kalau saya Clarisa panggil saja Cla." ucap Clarisa.
Ketiga anak itu mendekati dua orang dewasa.
" Bunda, kami lapar." ucap Alviana.
" Sebentar ya sayang, Bunda lagi ada tamu." jawab Clarisa sambil tersenyum dan membelai ketiga ponakannya.
Merekapun menurut dan duduk sambil membaca buku cerita dan ada yang mewarnai gambar.
" Mereka anakmu Cla?" tanya Ronald
" Iya, kenapa?" tanya Clarisa balik
" Maaf saya pikir masih single." jawab Ronald
Clarisa hanya tersenyum
" Jadi gimana Mas?" tanya Clarisa
" Maksudnya?" tanya Ronald bingung
" 🙄🤦♀️ Maksud saya untuk bulan ini pesanan tidak terlalu banyak jadi saya bisa mengerjakannya. Apakah saya yang mendesain gambarnya atau dari pihak Mas Ronald?" tanya Clarisa
" Oh ya maaf. Dari kami yang akan mendesai gambarnya. Besok saya kesini lagi. Terima kasih." balas Ronald.
" Ok. Saya juga ingin mengantar anak - anak makan." jawab Clarisa.
Mereka bersalaman dan mereka berlima keluar dari ruangan tersebut. Clarisa bersama 3 sikembar pergi makan setelah itu mereka pulang, karena tidak begitu banyak kerjaan jadi pegawainya yang melayani pembeli.
Sampai di rumah mereka berganti pakaian dan tidur siang, sore harinya mereka bangun dan mandi. Selesai mandi dan berpakaian mereka turun, di meja makan sudah tersedia makanan dan juga sudah ada Laras dan Maria.
Mereka makan dalam diam selesai makan mereka berenam duduk di ruang tamu sambil menonton televisi film kartun.
" Mommy tadi Alvonso, Alvian dan Alviana bertemu laki - laki yang sudah dewasa mirip sekali dengan kami." ucap Alvian
" Di dunia ini pasti ada yang mirip padahal mereka belum tentu bersaudara. Bisa jadi apa yang tadi kalian bertemu bisa jadi kebetulan. Anak - anak kalau ada yang mengajak jalan dengan imingan es cream atau makanan lain atau ingin berkenalan jangan mau, mereka orang asing siapa tahu mereka berbuat jahat." balas Laras sambil menatap ke tiga anaknya.
" Walau kalian bisa bela diri tapi kalau penjahat banyak kalian bertiga akan kalah. Kalian mengertikan sayang?" tanya Laras memberi pengertian ke tiga anaknya.
" Kami mengerti Mom, maaf ya Mom." ucap bertiga serempak.
" Tidak apa - apa sayang jaga diri kalian." ucap Laras
" Baik Mom." ucap bertiga serempak lagi.
Mereka berempat berpelukan Clarisa dan Maria hanya diam memperhatikan mereka.
" Sekarang kalian tidur sudah malam. Mommy juga mau tidur sudah ngantuk." ucap Laras
" Baik Mom." ucap bertiga serempak lagi.
Merekapun tidur begitu juga dengan Clarisa dan Maria. Badan yang letih membuat mereka cepat tidur.
********
Tidak terasa hari sudah pagi mereka berenam sudah berkumpul dimeja makan dan sudah berpakaian rapih.
" Selesai makan mereka kumpul di ruang tamu. Anak - anak hari ini kan jadwal imunisasi kalian ikut Mama ya?" pinta Maria
" Oke Mam." jawab mereka serempak.
Maria pergi mengantar ketiga ponakan ke sekolah nanti pulang sekolah langsung dijemput. Selesai mengantar Maria melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit Maria melanjutkan keruangan prakteknya. Ketika Maria lagi sibuk melihat data - data pasien, perawat mengetuk pintu setelah dipesilahkan masuk.
Suster tersebut mengatakan kalau dokter Maria dipanggil pemilik rumah sakit. Maria pun keluar ruangan menuju lift.
ting
Lift terbuka kemudian menekan tombol agar lift tertutup baru menekan tombol angka 6 lift pun bergerak naik.
Sampai lift di angka 6 liftpun berhenti dan pintu liftpun terbuka. Maria menuju ruangan pemilik rumah sakit.
tok
tok
tok
tok
" Masuk." perintah dokter Kennath
" Selamat pagi dr. Kennath." ucap Dokter Maria
" Selamat pagi dr. Maria." balas dokter Kennath
" Ada apa dokter memanggil saya?" tanya dokter Maria
" Saya membaca laporan kalau anda disini banyak pasiennya jadi saya ada rencana untuk memindahkan anda ke cabang yang di kota Palembang." jawab dokter Kennath
" Terima kasih dok, atas kepercayaan dokter terhadap saya tapi maaf dok saya tidak bisa?" jawab dokter Maria
" Kenapa ?" tanya dokter Kennath terkejut.
" Ada sesuatu hal yang tidak bisa saya katakan. Sekali lagi saya mohon maaf." ucap dokter Maria.
" Hmm... baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu saya tidak bisa memaksa." jawab dokter Kennath pasrah
" Terima kasih atas pengertian dokter. Maaf dok apakah ada yang bisa dibicarakan lagi ?" tanya dokter Maria
" Tidak ada." jawab dokter Kennath
" Kalau begitu saya permisi dok." ucap dokter Maria.
" Ok." jawab dokter Kennath.
Mariapun keluar dari ruangan dokter Kennath. Maria berjalan menuju ke pintu lift.
ting
Maria masuk ke dalam lift dan menekan tombol tutup pintu kemudian menekan tombol 3 ruangan tempat Maria pratek.
Mariapun melanjutkan pekerjaannya dan tidak terasa sudah jam 11 siang melihat tidak ada pasien Maria pergi menjemput ponakannya di sekolah.
*****
Kini Alvonso, Alvian dan Alviana beserta Maria sudah ada dikantin rumah sakit ketika hendak memesan makanan, Maria ditelp perawat untuk menggantikan dokter kandungan yang bertugas karena dokter penangung jawab belum datang karena macet. Maria dimintai tolong untuk membantu melahirkan normal.
" Sayang Mama tinggal ya Mama mau bantuin orang lahiran nanti mama kesini lagi." ucap Maria
Ok jawab mereka serempak
Maria memesan makanan kesukaan si kembar terlebih dahulu barulah Maria pergi.
Tiga pria tampan masuk ke kantin yang lumayan besar mencari tempat duduk.
" Tuan lihat itu?" ucap Ronald sambil menunjuk ke tiga anak yang sedang makan di kantin
Alvonso melihat anak kembar itu dan menghampirinya. Ada perasaan senang dan ingin memeluk dan mencium ke tiga anak itu tapi takut nantinya mereka malah menghindar.
" Hallo anak - anak tampan dan cantik?" ucap Alvonso
" Hallo paman." jawab mereka serempak sambil tersenyum
" Wah kalian masih ingat paman ya?" ucap Alvonso
" Masih ingat paman karena muka paman mirip dengan kami, paman bolehkah kami memeluk dan mencium paman?" pinta Alviana
" Boleh." Alvonso merentangkan tangan dan ketiga anak tersebut memeluk dan menciumnya ada perasaan senang dan nyaman
Selesai berpelukan mereka duduk kembali. Anak - anak bercerita tentang teman sekolahnya. Alvonso mendengarkan kadang tertawa sedangkan Ronald dan dokter Kennath bengong melihat Alvonso pertama kalinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Eri Wijaya
hadeeuuuh
2022-06-05
0
Een Sunita
lanjut ngantuk athornya
2022-04-24
0
Berdo'a saja
dobel kayaknya
2021-10-30
1