Anak - anak Laras sudah besar kini mereka berumur lima tahun, karena pengasuhnya sudah tidak bekerja lagi maka anak - anaknya tinggal dirumah mengurus dirinya sendiri mereka hidup mandiri walau tidak ada pengasuh tidak pernah merepotkan Mommy dan 2 tantenya berangkat sekolah diantar kadang Laras/ Clarisa dan terkadang Maria.
Dua sahabat saling membantu tanpa pernah mengeluh mengurus tiga ponakan yang ganteng dan cantik.
Alvonso, Alvian dan Alviana ikut Bunda yuk ke butik pulang dari sekolah tanya Clarisa
Boleh Bun, nanti makan di restoran ya sama makan es cream ya
Ok
Clarisa berangkat mengantar anak - anaknya Laras ke sekolah kemudian berangkat ke butik. Mereka bertiga sudah mempunyai masing - masing mobil.
Laras seperti biasa berangkat ke kantor, Laras tetap memakai kacamata tebal dan berpenampilan culun tapi pakaiannya yang lebar berubah oas dibadan kelihatan lebih seksi dan montok karena dulu menutupi karena kehamilannya, bukannya malu, Laras malas mendengarkan orang yang bergosip. Hanya para bosnyalah yang tahu dan Laras meminta dan memohon ke bosnya untuk tidak mengatakan ke bawahannya.
Awalnya para bosnya terkejut tapi selama tidak mengganggu atau merugikan merekapun menyetujuinya. Bahkan sekretaris mereka tidak ada yang tahu, ketika ditanya oleh karyawan kantor Laras beralasan bekerja di pusat padahal cuti melahirkan. Itupun atas usulan Alvonso bosnya karena waktu itu Laras mengundurkan diri tapi karena kinerjanya bagus Laras dipertahankan.
Alvonso berjalan melewati ruangan Laras dan Laraspun menyapa. Alvonso masuk bersama sekretaris.
Waktu tidak terasa sudah siang, Alvonso dan Ronald keluar dari ruangannya dan mengajak makan bersama tapi Laras menolak secara halus karena sudah ada janji sama sahabatnya Maria. Maria minta dibuatkan program baru oleh Laras.
******
Alvonso dan Ronald duduk diruangan vvip sambil menunggu dr. Kennath
Dokter Kennath berjalan melewati toko es cream tidak sengaja mendengarkan tiga anak kecil menangis. Dokter itupun berhenti mereka dimarahi oleh seorang pengunjung.
Ada apa ini?
Tiga anak ini menjatuhkan es cream anak saya, saya marahin dan saya tanyain ibunya eh malah nangis
Aduh Ibu cuman es cream aja sampai segitunya ini saya ganti
Doter Kennath pun memberikan selembar uang dan agar pergi meninggalkan mereka karena ditunggu oleh sahabatnya tapi tiba - tiba ketiga anak tersebut memeluk kakinya.
Paman, terima kasih
Dokter Kennath pun berlutut menyesuaikan ketiga anak tersebut dan memperhatikan ketiganya
deg
deg
deg
deg
( kenapa muka mereka mirip sahabatku, apakah mereka anaknya Alvonso kalau iya masa anaknya 3 katanya Alvonso hanya berbuat satu orang bingung dokter Kennath )
Sama - sama, mau ikut Om tidak? nanti om beliin es cream dan ayam goreng
Mereka saling berbisik kemudian menyetujuinya. Dokter Kennath menggendong Alviana. Sedangkan Alvonso dan Alvian mengikuti laki - laki tersebut.
Sampai ditempat tujuan Alvonso dan Ronald bingung dan dahinya berkerut melihat sahabatnya membawa tiga anak kecil.
Bro, mereka siapa? kamu nyulik anak orang? tanya Alvonso
Al dan kamu Ron coba tebak dan perhatikan ketiga bocah ini mirip siapa?
Alvonso dan Ronald melihat seksama tiga anak tersebut kemudian Alvonso dan Ronald saling memandang dan terkejut
Kok mirip tuan? hanya bedanya tiga anak ini versi tuan Alvonso junior dan tuan versi senior
Iya kok mirip aku ya Alvonso memandangi mereka bertiga
Kakak kok wajah kalian mirip paman? kata Alviana
Kamu juga mirip dik mirip paman? jawab mereka serempak
Siapa nama kalian dan yang mana kakak pertama,kedua dan ketiga wajah dan umur kalian sepertinya sama ? tanya Alvonso
Saya Alvonso anak pertama, yang ini adik saya nomer dua Alvian dan yang ini adik saya nomer tiga namanya Alviana kalau paman
Nama Paman.... Alvonso tidak melanjutkan perkataannya karena bunyi suara handphone.
Ada suara telephone berbunyi milik Alvonso junior. Alvonso pun mengangkatnya ternyata Bundanya telephone dan lagi mencari mencari mereka bertiga.
Maaf paman - paman kami bertiga pulang dulu Bunda telephone mencari kita bertiga lain kali sambung lagi, bye paman - paman
Mereka bertiga keluar dari ruangan sampai bengong tanpa sadar sudah tidak ada ke tiga anak itu.
Alvonso tersadar dan langsung lari mengejarnya tapi tidak ketemu. Merekapun kembali ke restoran dan mulai mengobrol.
Tuan , apakah itu anak - anak tuan?
Bisa jadi bro, coba kamu Ronald cek di cctv mall
Ronaldpun mengutak atik cctv mall. Alvonso menahan kesal melihat ketiga anak tersebut dimarahi oleh seorang ibu - ibu
Ronald hentikan sebentar cctv nya, Kennath bisa jelaskan kenapa anak ini menangis
Oh ini ketika tadi aku jalan menuju ke restoran aku mendengar ketiga anak ini menangis aku samperin kata ibu itu memarahi ketiga anak tersebut menjatuhkan es cream anaknya aku kesal sekali sama ibu ngoceh mirip nenek sihir pengen kuselotip itu mulut aku kasih aja uangnya 100,000 diam deh terus aku pergi kakiku dipegang oleh mereka dan mengatakan terima kasih terus aku bawa kesini deh jelas dr Kennath
Ronald bikin keluarga ibu itu miskin biar dia merasakan gimana enaknya di cemooh oleh orang lain kata Alvonso denga tatapan amarah.
Ronaldpun menelephone anak buahnya untuk menghancurkan keluarga ibu itu. Kemudian Ronal melanjutkan menonton kamera cctv.
Ronald coba kamu selidiki butik itu menyamarlah menjadi pembelu aku ingin tahu apakah ibunya sama seperti foto ini Alvonso memberikan foto Laras ke Ronald. Aku berangkat ke kantor dulu. Bro aku pergi dulu ya? pamit Alvonso ke dr. Kennath
Baik Al, aku juga mau pergi ke rumah sakit milikku yang di sini, sudah lama tidak melihatnya
Mereka bertiga berpisah menuju arah yang berbeda
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Kevinasaputri Putri Vina
🤣🤣🤣🤣
2022-12-23
1
Eri Wijaya
aaahhh
2022-06-04
0
Een Sunita
haaaa
2022-04-24
0