Laras Melahirkan

" Bagaimana apakah kram diperut sudah berhenti?" tanya Alvonso

Sambil mengelus perus Laras dan mengecupnya. Laras tersentak kaget ingin marah tapi tidak bisa, Laras bingung kenapa merasa nyaman bersama lelaki tersebut.

" Sudah mendingan, maaf Pak saya keluar dulu banyak pekerjaan yang mesti saya kerjakan." ucap Laras

" Hmmm.... baiklah lanjutkan pekerjaannya, oh ya terima kasih atas kuenya enak sekali. Sayang sekali besok saya pergi ke kantor pusat padahal saya ingin menikmati kue bikinanmu." ucap Ronald

" Kalau bapak main kesini saya akan buatkan." balas Laras sambil tersenyum

" Benarkah?" tanya Alvonso dengan mata berbinar

" Iya Pak." jawab Laras

" Terima kasih." jawab Alvonso.

Alvonso sangat senang seperti anak kecil tanpa sadar Alvonso memeluk dan mengecup kening Laras.

" Pak apa yang bapak lalukan? pekik Laras

" Maafkan aku sambil melepaskan pelukannya." Jawab Alvonso

" Tidak apa - apa Pak, saya pergi dulu permisi." jawab Laras.

( lama - lama disini jantungku semakin berdebar tidak karuan. batin Laras)

Laras keluar pintu dan menutup pintu dengan perlahan. Alvonso melihat dan menatapnya sampai tak berkedip.

" Tuan?" panggil Ronald

" Tuan? " panggil Ronald lagi

" Tuan? " panggil Ronald kembali

Asisten Ronald menepuk bahu bosnya.

Alvonso terkejut dan menatap Ronald dengan tatapan tajam.

" Ada apa? kenapa kamu membuatku terkejut kalau aku terkena jantung kamu mau tanggung jawab?" bentak Alvonso

" Maaf tuan tadi saya sudah manggil - manggil tuan tapi tuan diam saja." jawab Ronald gugup

" Ada apa Ronald?" tanya Alvonso

" Tuan saya tadi bingung tidak biasanya tuan begitu perhatian dengan wanita tadi sampai mengelus perutnya." tanya Ronald bingung

" Saya juga tidak tahu Ronald kenapa aku merasa nyaman dengannya. Aku tidak ingin merusak hubungan Laras dengan suaminya tapi aku tidak tahu kenapa aku ingin memilikinya." jawab Alvonso lirih

" Katanya tuan sangat mencintai dan mencari gadis yang bernama Laras kenapa sekarang berpaling? apakah tuan sudah menyerah?" tanya Ronald

" Tidak tahulah aku masih bingung Ron?" jawab Alvonso

" Semoga tuan menemukan tambatan hatinya. Oh ya tuan tumben tadi tuan makan tidak mual, apakah efek mualnya sudah hilang?" tanya Ronald

" Iya ya baru aku sadar mungkin efeknya sudah hilang, aku menikmatinya mual dan muntah - muntah walau sangat menyiksaku asalkan Laras tidak tersiksa karena kehamilannya. Kuharap gadis itu tidak menggugurkan kandungannya karena aku ingin melihat rupa anakku, apakah mirip aku atau mirip ibunya?" ucap Alvonso sambil membayangkan anaknya yang lahir.

" Mudah - mudahan tuan segera menemukannya." ucap Ronald

" Mudah - mudahan Ron, aku merindukannya Laras." ucap Alvonso

" Oh ya tuan, nama wanita itu Laras, sedangkan tuan yang cari namanya juga Laras apakah orangnya juga sama?" sambung Ronald

" Memang namanya sama tapi Laras yang kutemui pertama kali berwajah sangat cantik dan berpakaian seksi, muka dan tubuhnya putih sedangkan Laras sekretarisku berwajah culun, kacamata besar warna hitam, kulit mukanya coklat, memakai baju kebesaran apalagi perutnya sangat besar seperti hamil 5 atau 6 bulan seharusnya Laras hamil sekitar 4 bulanan, berarti bukan Laras wanita yang kucari selama ini." ucap Alvonso.

" Benar juga ya tuan, aku bandingkan di foto yang waktu tuan berikan waktu itu sangat berbeda dengan sekretaris tuan, mungkin kebetulan namanya sama." ucap Ronald.

" Hmmm... pergilah Ron, aku ingin melanjutkan pekerjaanku lagi." ucap Alvonso.

"Baik tuan." jawab Ronald

Ronald pun keluar dari keruangan bosnya dan menuju ruangannya sambil mengerjakan tugasnya.

Tidak terasa hari sudah siang Ronald masuk keruangan Alvonso untuk mengajaknya makan siang. Alvonso dan Ronald keluar ruangan untuk membeli makanan, ketika melewati sekretaris barunya sedang mengeluarkan tempat makanan yang sangat banyak. Alvonso berhenti di depan Laras

" Laras, kamu membawa bekal makanan banyak sekali?" tanya Alvonso

"Oh iya Pak, bapak mau kalau mau kita bisa makan bersama?" tawar Laras

"Benarkah? boleh aku mau, aku tidak tahu kenapa ingin sekali memakan masakanmu. Ronald kamu makan sendiri di luar ya? saya sama Laras mau makan bersama." perintah Alvonso.

" Pak Ronald makan bareng bersama kami saja kebetulan aku masaknya banyak, kita makan dimana Pak Alvonso?" tanya Laras

" Tempat ruanganku saja." jawab Alvonso

Laras membawa tempat makanan dibantu oleh Ronald mereka bertiga masuk ke dalam ruangannya. Mengatur makanannya dimeja, Laras pergi mencuci tangannya dilanjutkan oleh mereka.

Laras membuka penutup makanannya, untunglah tadi Laras memasaknya agak banyak jadi mereka bisa makan. Walau Laras masih lapar karena Alvonso memakannya lebih banyak dari mereka berdua. Laras masih menyimpan kue kalau nanti kurang bisa membeli makanan dikantin.

Selesai makan Laras membawa peralatannya dan mencucinya. Mereka bertigapun melanjutkan pekerjaannya hingga menjelang sore barulah mereka pulang ke tempat masing - masing.

XXXXX

Kelahiran Laras

Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya, Laras meminta ijin cuti melahirkan ke bagian hrd dan bosnya wakil direktur.

Kini Laras berbaring didampingi 2 sahabatnya

" Aku kok deg - deg gan ya?" tanya Laras

" Santai saja La." kata Maria

" Iya La, banyak berdoa semoga lancar semuanya." kata Clarisa

Laras dimasukkan ke meja ruang operasi Laras terpaksa melahirkan cesar karena tiga bayinya terlilit tali pusar dan ada yang sungsang. Laras yang takut suntik memejamkan matanya

" Nyonya jangan tegang ya?" ucap dokter

" Saya takut suntik dok?" ucap Laras

" Tenang nyonya pikirkan bayi yang akan dilahirkan lucu." ucap dokter

Dokterpun menyuntikan suntikan di belakang punggung. Kemudian Laras membaringkan badannya setelah kedua kakinya tidak bisa digerakkan efek dari obat bius. Perut Laras di sobek kemudian dikeluarkan satu persatu. Dua anak laki - laki dan satu perempuan.

Suara tangisan bayi saling bersahutan seperti konser musik, Laras bahagia dan juga sedih karena tidak tahu siapa ayahnya. Hanya berharap jika seandainya dipertemukan ayahnya sangat baik dan mau bertanggung jawab.

Laras sengaja pergi keluar kota karena tidak ingin bertemu dengan Tio laki - laki yang sangat dibencinya. Terakhir Tio mengirim pesan melalui wa sampai ke ujung dunia akan dicari.

Laras dibawa oleh perawat untuk ditempatkan diruang vvip bersama ke tiga bayinya.

Clarisa, Maria memandang bayi Laras dan menggendongnya.

" La, kamu bisa membedakan mereka 2 bayi laki - laki mukanya hampir sama?" tanya Maria

" Coba kulihat dulu?" tanya Laras. Laras memandangi dua bayi yang digendong Maria dan Clarisa

" Aku Tahu yang satunya tidak ada tahi lalat di bawah kakinya dan yang satunya ada." jawab Laras.

" Bedain Kakak dan adik gimana?" tanya Clarisa

" Yang ada tahi lalatnya kakaknya, nomer dua cowok dan yang nomer 3 cewek." jawab Laras

" Namanya?" tanya mereka berdua

" Kalau kakaknya saya kasih nama Alvonso, nomer 2 Alvian dan nomer tiga Alviana" balas Laras

" Kenapa kamu suka nama Alvonso?" selidik Maria

" Bosku direktur utamaku namanya Alvonso ganteng banget, waktu perutku kram di elus - elus eh langsung hilang padahal lumayan lama baru hilang rasa kramnya." ucap Laras sambil membayangkan wajah bosnya.

" Kamu suka ya?" tanya Clarisa

" Suka sih tapi tidak mungkinlah pasti dia sudah menikah." jawab Laras

" Siapa tahu belum?" jawab mereka serempak

" Ah tidak mungkin, bos seorang CEO, tampan, mempunyai perusahaan dimana - mana, terlalu mengharap yang tidak mungkin." jawab Laras

" Apa sih yang tidak mungkin bagi Tuhan." jawab Maria

" Amin. Pasrah saja apalagi aku tidak memikirkan hal itu." jawab Laras

" Iya betul kita fokus mengurus mereka." jawab Clarisa

" Aku pakai jasa pengasuh tapi siapa ya yang bisa di percaya?" tanya Laras

" Aku ada dua saudara dia terbiasa mengurus bayi, bagaimana kalau mencobanya?" tanya Clarisa

"Baik, setelah satu bulan suruh datang saja kebetulan cutiku masih 3 bulan kurang jadi satu bulan aku mau fokus mengurus mereka bertiga." ucap Laras

" Ok." jawab mereka serempak.

*******

Di kota lain pria tampan sedang menyantap makanan.

uhuk uhuk uhuk uhuk

Alvonso terbatuk - batuk ketika makan siang, Ronald memberikan minumannya

" Kamu kalau makan pelan - pelan mentang - mentang sudah tidak mual lagi makannya lahap banget, tidak ada yang minta." cerocos dr. Kennath

" Aku makan pelan - pelan tapi tidak tahu kenapa tiba - tiba aku tersedak." ucap Alvonso

" Mungkin ada yang ngomongin tuan." sahut Ronald

" Siapa yang berani ngomongi aku?" protes Alvonso

" Mungkin gadismu yang dulu hamil ngomongin kamu Al? kalau kandungannya dipertahankan kemungkinan sudah melahirkan? kira - kira mirip siapa ya?" tanya dr. Kennath

" Kamu jangan ngomongin gadis itu membuatku tidak nafsu makan?" keluh Alvonso

" Kenapa Al?" kata dr. Kennath

" Aku merindukan dirinya, walau dia sengaja menggugurkannya atau tidak aku akan memaafkannya karena aku ngerti perasaannya walau sangat berharap dia mempertahankannya." ucap Alvonso sendu

" Ya kuharap Al?" berdoalah semoga kalian segera dipertemukan." ucap dokter Kennath

" Amin." jawab mereka serempak

Terpopuler

Comments

Eri Wijaya

Eri Wijaya

1973 up

2022-06-03

0

Kia

Kia

kenpa Laras tdk tau ya, wajah siapa yg menghamilinya 🤔

2022-05-25

1

Een Sunita

Een Sunita

bos ...mapiah gqk bisq nyari

2022-04-24

0

lihat semua
Episodes
1 Perkenalan Karakter
2 Perusahaan PT ALTA COMPANY
3 Tiga Sahabat
4 Alvonso dan Ronald
5 Alvonso dan Ronald 2
6 Wisuda
7 Acara Kampus
8 Tiga Gadis Laras, Clarisa dan Maria
9 Tiga Gadis Tangguh
10 Tiga Gadis Tangguh 2
11 Kepergian Laras
12 Alvonso Ngidam dan Laras Hamil
13 Tiga Sahabat
14 Pertemuan Laras dan Alvonso
15 Laras Melahirkan
16 5 Tahun Kemudian
17 Pertemuan Ronald dan Clarisa
18 Pertemuan Ronald dan Clarisa
19 Test DNA
20 Tiga Kembar Di Culik
21 Penyerangan
22 Terbongkarnya Identitas Laras
23 Panggilan Untuk Daddy
24 Ungkapan Cinta Alvonso
25 Alvonso dan Laras
26 Pertemuan Dengan Ibu Alvonso
27 Laras Sakit
28 Laras Melakukan Kemoterapi
29 Laras Melakukan Kemoterapi 2
30 Kepergian Laras
31 Bertemu Kembali
32 Pernikahan Laras dan Alvonso
33 Clarisa dan Ronald
34 Pemberitahuan
35 Penyerangan
36 Pertunangan Clarisa dan Ronald
37 Laras Dan Alvonso
38 Pertengkaran Laras Dengan Alvonso
39 Laras Kecelakaan
40 Terungkap Kebenaran
41 Terungkap Kebenaran 2
42 Penyesalan Alvonso
43 Rahasia Bianca
44 Bianca
45 Kematian Bianca 2
46 Laras Kritis
47 Laras Sadar
48 Kebahagiaan Alvonso
49 Masa Lalu Dokter Kennath
50 Dokter Kennath Dan Dokter Maria
51 Terbongkarnya Rahasia Dokter Kennath
52 Pertemuan Dokter Kennath dan Mr. Aldrian Leonard
53 Permohonan Maaf
54 Mr. Aldrian Leonard
55 Bertemu Dengan Tio
56 Bertemu Dengan Tio 2
57 Kematian Tio
58 Hari Pernikahan Clarisa dan Ronald
59 Clarisa dan Ronald
60 Malam Pertama Ronald dan Clarisa
61 Clarisa dan Ronald
62 Clarisa
63 Pernikahan Kennath dan Maria
64 Malam Pertama
65 Pemberitahuan
66 Pemberitahuan
67 Novel Terbaru Terpaksa Menikah Dengan Pria Amnesia
68 Novel Terbaru Ranjang Sang Mafia
69 Novel : Cinta Pertama Sang Mafia Psychopath
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Perkenalan Karakter
2
Perusahaan PT ALTA COMPANY
3
Tiga Sahabat
4
Alvonso dan Ronald
5
Alvonso dan Ronald 2
6
Wisuda
7
Acara Kampus
8
Tiga Gadis Laras, Clarisa dan Maria
9
Tiga Gadis Tangguh
10
Tiga Gadis Tangguh 2
11
Kepergian Laras
12
Alvonso Ngidam dan Laras Hamil
13
Tiga Sahabat
14
Pertemuan Laras dan Alvonso
15
Laras Melahirkan
16
5 Tahun Kemudian
17
Pertemuan Ronald dan Clarisa
18
Pertemuan Ronald dan Clarisa
19
Test DNA
20
Tiga Kembar Di Culik
21
Penyerangan
22
Terbongkarnya Identitas Laras
23
Panggilan Untuk Daddy
24
Ungkapan Cinta Alvonso
25
Alvonso dan Laras
26
Pertemuan Dengan Ibu Alvonso
27
Laras Sakit
28
Laras Melakukan Kemoterapi
29
Laras Melakukan Kemoterapi 2
30
Kepergian Laras
31
Bertemu Kembali
32
Pernikahan Laras dan Alvonso
33
Clarisa dan Ronald
34
Pemberitahuan
35
Penyerangan
36
Pertunangan Clarisa dan Ronald
37
Laras Dan Alvonso
38
Pertengkaran Laras Dengan Alvonso
39
Laras Kecelakaan
40
Terungkap Kebenaran
41
Terungkap Kebenaran 2
42
Penyesalan Alvonso
43
Rahasia Bianca
44
Bianca
45
Kematian Bianca 2
46
Laras Kritis
47
Laras Sadar
48
Kebahagiaan Alvonso
49
Masa Lalu Dokter Kennath
50
Dokter Kennath Dan Dokter Maria
51
Terbongkarnya Rahasia Dokter Kennath
52
Pertemuan Dokter Kennath dan Mr. Aldrian Leonard
53
Permohonan Maaf
54
Mr. Aldrian Leonard
55
Bertemu Dengan Tio
56
Bertemu Dengan Tio 2
57
Kematian Tio
58
Hari Pernikahan Clarisa dan Ronald
59
Clarisa dan Ronald
60
Malam Pertama Ronald dan Clarisa
61
Clarisa dan Ronald
62
Clarisa
63
Pernikahan Kennath dan Maria
64
Malam Pertama
65
Pemberitahuan
66
Pemberitahuan
67
Novel Terbaru Terpaksa Menikah Dengan Pria Amnesia
68
Novel Terbaru Ranjang Sang Mafia
69
Novel : Cinta Pertama Sang Mafia Psychopath

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!