Hari ini laras mengikuti test yang ketiga atau test terakhir. Ada 5 orang yang akan di test dan ditunggu oleh 4 orang pimpinan direktur sebagai pengawas dan 4 orang hrd yang bertugas keliling memperhatikan satu persatu calon pelamar.
Ini ada 50 berkas masing - masing mendapatkan 10 berkas waktunya 1 jam jika sudah selesai silahkan ambil dan pilih salah satu dari lima berkas untuk presentasi untuk rapat, jika satu dari kalian bisa mengambil lebih dari satu berkas untuk presentasi maka dia berhak menjadi sekretaris direktur utama, waktu untuk presentasi 1 jam total 2 jam.
Berkas - berkas tersebut mulai dibagikan mereka mengerjakan di laptop dan di sebelah laptop ada printer. Mereka sangat serius delapan orang memperhatikan mereka berlima. Empat orang hrd berkeliling memperhatikan mereka.
30 menit kemudian Laras sudah menyelesaikan berkas tersebut sekarang tinggal menunggu hasil printnya. 5 menit printnya sudah selesai dan diberikan ke bagian yang pas ada di depannya.
" Maaf Pak, sudah selesai ini berkasnya." jawab Laras
Mereka terkejut karena hanya Laras yang sudah selesai yang lainnya ada yang baru 4 lembar, ada yang 5 lembar, ada 6 lembar, ada yang 7 lembar, ada yang 8 lembar
Laras langsung memilih 1 lembar presentasi dibaca dengan teliti. Memejamkan mata sebentar. Segala tingkah lakunya diliat semua ada yang menahan ketawa meledek, ada yang tersenyum mengejek dan merendahkan.
Laras membuka matanya dan melihat orang memandang remeh, Laras cuek dengan kosentrasi Laras mulai memainkan jari - jarinya dengan lincah tanpa melihat berkas tadi 10 menit selesai lalu diberikan ke hrd yang mengawasinya. Hrd menyerahkan hasilnya ke bos mereka. Mereka mengecek dan sangat kaget.
Laras pun diberi berkas satu lagi dan Laras bisa menyelesaikan dengan cepat.
Selesai berkas ke dua dan diserahkan ke hrd handphone Laras berdering nyaring. Mereka sangat kaget buru - buru mematikan alarm disusul handphonenya bunyi langsung dimatikan.
" Maaf mengganggu konsentrasi ini ada telephone sangat penting dan aku harus menelepon balik apakah boleh hanya tidak sampai 1 menit."
Hrd memandang 4 direktur tersebut dan menganggukkan kepalanya.
" Hallo, ada apa?" tanya Laras
" Gawat data perusahaan ayahku ada orang yang sengaja menyabotase." ucap sahabatnya
" Ok, aku urus sekarang 3 menit selesai, bye." jawab Laras
Telephonepun dimatikan
Laras meminta ijin meminjam laptop setelah diijinkan disambungkan ke handphonenya. Laras langsung mengutak atik laptopnya 3 menit selesai dan tersenyum puas.
Selesai mengerjakan Laras langsung dipanggil oleh wakil direktur keruangannya.
tok tok tok
" Masuk." ucap wakil direktur
Laras masuk ke dalam dan menghadap wakil direktur.
" Silahkan duduk." perintah wakil direktur
" Baik, terima kasih." ucap Laras
"Nona bisa it."tanya wakil direktur
Oh iya sedikit - sedikit saya bisa." ucap Laras merendah.
" Tapi saya lihat anda ahli sekali dan data siapa yang ada selamatkan?" tanya wakil direktur
" Punya papa sahabat saya." jawab Laras
Saya ingin anda jujur dan tatap mata saya jika anda diterima apakah akan membocorkan rahasia perusahaan." tanya wakil direktur
" Tidak tuan saya bukan tipe orang seperti itu. Kecuali jika perusahaan banyak melakukan korupsi dan merugikan orang banyak saya bisa memboncorkan. Tadi sahabat saya menghubungi saya dan memberitahu bahwa perusahaan papanya ada yang menyabotase data maka saya berusaha melindungi data perusahaan agar tidak bisa dicuri, apakah tindakan saya salah?" tanya Laras
" Tidak, selamat anda bekerja disini sebagai sektetaris direktur utama." ucap wakil direktur
" Saya sangat senang sekali tapi bolehkah saya minta syarat?" tanya Laras
"Syarat apa? gaji, mobil, apartemen semua akan nona dapatkan gaji perbulan nona 35,000,000 apakah masih kurang?" tanya wakil direktur
" Bukan itu." jawab Laras
" Lalu?" tanya wakil direktur
" Maaf saya hamil bisakah selama saya hamil bekerja di kantor saja tidak keluar karena kata dokter janin saya lemah karena mengandung anak kembar." ucap Laras
" Selamat nona, saya tidak masalah nanti ada sekretaris yang bertugas pergi keluar untuk menghadiri meeting, besok Nona mulai kerja." ucap wakil direktur
"Ok. Kalau begitu saya setuju." ucap Laras
Merekapun berjabat tangan, Laras senang besok sudah mulai bekerja
XXXXXX
" Tuan Alvonso apakah besok kita jadi berangkat ke kantor cabang lagi? tanya Ronald heran, pasalnya bosnya setiap setahun sekali mengecek kantor cabang perusahaan miliknya.
" Jadi, aku tidak tahu kok aku ingin pergi ke kantor cabang lagi?" jawab Alvonso
( kenapa hatiku berdebar - debar apakah aku akan bertemu wanita yang kucari batin Alvonso)
hoek
hoek
Hampir setiap hari Alvonso sering muntah sangat tersiksa terlebih kalau lagi meeting.
***********
Pagi hari Laras, Clarisa dan Maria bangun pagi, setiap pagi mereka membersihkan rumah dan memasak. Laras yang sering memasak karena masakannya lebih enak.
Selesai semua pekerjaan rumah merekapun mandi dan mempersiapkan diri untuk berangkat kerja. Selesai menghias diri mereka menuju ke meja makan, mereka makan dengan lahap.
Selesai makan Laras duduk di ruang tamu menunggu mereka, Clarisa membereskan meja makan sedangkan Maria mencuci piring.
Setelah beres mereka berangkat mengantarkan masing - masing ke tempat tujuan.
Laras turun dari lobby dan masuk ke perusahaan lansung menemui bagian penerima tamu.
" Selamat pagi." sapa Laras
" Ya selamat pagi." balas resepsionis
" Saya Laras sekretaris baru direktur, saya mendapatkan informasi untuk datang hari ini
" Oh ya mba , silahkan ke lift 30 bagian hrd." jawab resepsionis
" Ok terima kasih." jawab Laras sambil tersenyum
" Sama - sama." jawab resepsionis
Laras masuk ke dalam lift menuju lantai 30
ting
Laras menuju keruangan hrd kemudian diberikan berkas - berkas untuk ditandatangani setelah selesai Laras disuruh menemui wakil Direktur.
tok
tok
tok
tok
" Masuk." ucap kepala hrd
ceklek
" Pagi pak" sapa Laras hormat
" Pagi, silahkan duduk." ucap kepala hrd
" Seperti permintaa****n perkataan saya gaji Nona Laras Rp.35,000,000.00 ini kunci mobil dan kunci apartemen." ucap kepala hrd
" Maaf Pak kalau gaji dan mobil saya terima tapi kalau apartemen maaf saya menolaknya?" ucap Laras.
" Memangnya kenapa?" tanya kepala hrd bingung
" Karena saya tinggal bersama 3 sahabat saya Pak, berikanlah pada sekretaris yang lain Pak." pinta Laras
" Mereka juga mendapatkan apartemen tapi ada perbedaan gajinya karena Nona sekretaris direktur Utama. Oh ya direktur utama jarang ke kantor tapi sepertinya hari ini akan datang bersama asistennya kamu harus stand by di ruangan sekretaris." terang kepala hrd
" Baik Pak saya mengerti." ucap Laras
" Ok selamat bekerja dan semoga betah kerja disini." jawab kepala hrd
" Baik Pak, terima kasih." ucap Laras ramah.
Merekapun berjabat tangan kemudian Laras keluar dari ruangannya.
Laras mulai kerja menjadi sekretaris, Laras bekerja dengan tekun menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Tidak terasa waktu makan siang Laras turun dan pergi makan siang di kantin.
Laras memesan makanan sangat banyak, banyak orang yang memandang aneh karena makanannya sangat banyak apakah makanan itu habis pikir mereka. Setelah agak lama mereka terkejut betapa rakusnya makanan sebanyak itu habis. Sudah culun, pakai baju besar, makan banyak lagi.
Laras tidak perduli selama dia tidak diusilin, bersikap masa bodoh.
Selesai makan Laras naik ke lift. Langsung mengerjakan tugasnya sampai selesai. Laras pulang mengendarai mobil barunya menuju ke rumahnya.
Singkat cerita Laras sudah sampai rumah ketika hendak masuk masuk mobil keluarlah Maria dari dalam mobil.
" Widih mobil baru, selamat datang sekretaris direktur." goda Maria
" Apaan sih kamu Mar?" jawab Laras
Maria tertawa sambil masuk kedalam rumah mengikuti Laras.
Karena lelah mereka mandi dan bersiap untuk makan malam Clarisa pun baru datang dari butiknya.
" Mar, itu mobil siapa?" tanya Clarisa
" Mobil sekretaris direktur." ucap Maria
" Widih mantap makan - makan nih." ucap Clarisa
" Tenang aja aku traktir makan dan beli pakaian." ucap Laras
" Benar nih?" jawab mereka serempak
" Beneran, tapi habis gajian ya?" pinta Laras
" Iya tenang aja." jawab Maria
" Setiap habis gajian ya?" goda Clarisa
" Boleh tapi gantian traktirnya ya?" balas Laras
" hahahahaa.. " mereka tertawa
Clarisa masuk ke kamarnya dan mandi. Merekapun makan bersama tanpa hening.
Persahabatan yang selalu mengisi satu sama lain, saling menguatkan jika salah satu mengalami keterpurukan..
Hari kedua Laras mulai bekerja, hari ini Laras membawa bekal makan siang bermacam - macam menu dimasak setelah selesai masak dimasukkan ke kotak makananan, juga membuat kue untuk cemilan sore mengingat kemarin kelaparan.
Kehamilan Laras sudah memasuki 4 bulan lebih tapi terlihat agak besar seperti hamil 5 bulan lebih. Kehamilannya ditutupi dengan dress yang sangat lebar jadi jika dilihat sepintas tidak akan ketahuan.
Seperti biasa mereka makan bersama hanya bedanya Laras berangkat sendiri sedangkan Clarisa dan Maria satu mobil.
Laras berangkat ke kantor setelah melewati jalan yang lumayan macet Laras sudah sampai dan masuk ke dalam gedung kantor.
Kantor masih sepi Laras masuk ke dalam dan menaruh makanan ke dalam laci. Setelah selesai Laras membuka berkas - berkas dan mengerjakannya.
Para pegawai mulai berdatangan memasuki perusahaan begitupula dengan Alvonso dan asistennya masuk ke dalam gedung.
Tap
tap
tap
bunyi suara sepatu Alvonso dan asistennya memasuki lift khusus CEO
Ting
Pintu lift terbuka dan merekapun masuk ke dalam lift menuju gedung 40
ting
pintu terbuka
Alvonso melewati Laras ada debaran aneh ketika melewati Laras. Alvonso pun berhenti diikuti asistennya. Laras sangat serius bekerja sehingga tidak memperhatikan CEO sudah berdiri di depan Laras
" Hmmm." asisten Ronald berdehem
Laras menghentikan pekerjaannya kemudian melihat mereka berdua dan muncullah wakil direktur utama
" Nona kenalkan ini Pak Alvonso Direktur Utama dan Pak Alvonso ini sekretaris baru namanya Laras." ucap wakil direktur.
" Maaf Pak Alvonso saya tidak tahu." pina Laras sambil menunduk
" Tidak apa - apa." jawab Alvonso sambil tersenyum
2 pria tersebut terkejut tidak biasanya Alvonso membalas sapaan orang apalagi tersenyum sungguh sangat langka bagi mereka berdua.
Alvonso jalan dan masuk keruangannya diikuti oleh asistennya. Ketika mau duduk perutnya mulai mual lagi, Alvonso berlari dan masuk ke toilet mengeluarkan isinya hanya cairan bening saja karena perutnya belum terisi.
Badan Alvonso terasa lemas asistennya membantu memapahnya dan duduk dikursi, kepalanya direbahkan ke sofa.
" Telp sekretaris Laras untuk bikinin aku teh manis hangat." perintah Alvonso
" Baik tuan." jawab Ronald
Asisten tersebut menelephone Laras, 3 menit kemudian bunyi suara ketukan pintu. Laras masuk dan menaruh teh manis hangat
" Maaf, Pak Alvonso sakit?" tanya Laras
"Ya setiap hari aku muntah dan mual - mual." lirih Alvonso sambil meletakkan kepalanya di sofa.
"Sudah ke dokter?" tanya Laras.
" Sudah tapi hasilnya masih sama." jawab Alvonso lemah.
" Sudah makan? kebetulan tadi pagi bikin kue, kalau bapak mau dan berkenan saya bawa kemari?" tawar Laras
" Makan juga percuma nanti dikeluarin lagi.". keluh Alvonso
" Dipaksain pak nanti sakit, maaf kalau saya banyak tanya." jawab Laras sambil menunduk
" Tidak apa - apa, coba bawa sini kuenya." pinta Alvonso.
Laraspun keluar, mengambil piring di pantry kemudian membuka kue yang tadi pagi dibuatnya untung bikin banyak. Kuenya bikin 25 dengan 3 macam model. Laras memberikan 15 kue masing - masing 3 macam.
Kemudian masuk kedalam ruangan yang sebelumnya mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Silahkan makan Pak semoga suka." ucap Laras sambil memberikan piring berisi kue.
Kue tersebut taruh di meja dekat sofa dan ketika Laras mau keluar memegang gagang pintu Laras dipanggil untuk menemaninya makan.
Alvonso memakan dengan lahap sampai tidak bersisa dan anehnya tidak mual seperti biasa.
Laras pamit karena banyak pekerjaan yang tertunda akhirnya Alvonso mengijinkannya. Laras langsung berdiri, Laras lupa kalau dia hamil karena duduk bersebelahan membuatnya jantungnya berdetak kencang.
"Auch..." rintih Laras meringis kesakitan
" Laras kamu kenapa?" tanya Alvonso kuatir
"Perutku kram sakit sekali Pak." jawab Laras
Alvonso memegang tangan Laras dan memapahnya untuk duduk. Alvonso tidak tahu reflek memegang perut Laras membuat Laras terkejut.
" Maaf reflek, apakah kamu hamil." tanya Alvonso
" Iya." jawab Laras
" Bolehkah aku membelainya." tanya Alvonso
"Silahkan." jawab Laras
Alvonso pun memegang perut Laras dan merasakan tendangan bayi di dalam perut Laras. Sepertinya merespon belaian tangan ayahnya. Alvonso sangat senang dan terus membelai perut Laras yang sudah mulai membesar.
Alvonso tidak tahu kenapa merasa nyaman dekat dengan gadis tersebut terlebih saat mengelus perutnya. Alvonso juga bingung dekat dengan Laras perutnya sudah tidak mual lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
TriSa
kaca mata nya segitu besarnya kah? mpe g ngenalin Laras, gemes gw... 😖
adegan pertemuan Laras dan Alvonso, terasa romantisnya ☺
2023-01-05
0
Eri Wijaya
dia kok gak kenal ya bingung
2022-06-02
1
Een Sunita
mapiah kapok
2022-04-24
0