Merekapun menangis bersama - sama setelah lega mereka melepaskan pelukannya.
Clarisa memulai ceritanya kemudian Maria. Masing - masing saling mendengarkan dan memberikan suport yang membangun.
" Ria, kenapa kamu ngga terima aja ajakan pernikahannya, aku ngga apa - apa kok kalau kamu menikah." tanya Laras
" Iya Ria aku juga ngga apa - apa." jawab Clarisa
" Sudahlah lupakan aku juga tidak apa - apa mungkin bukan jodohnya kali."jawab Maria
Laras dan Clarisa tidak komentar lagi karena tidak mau adanya bertengkaran. Mereka memasak bersama dan makan bersama setelah itu mereka istirahat.
Mereka bertiga gadis tangguh tidak terlarut dalam kesedihan apalagi menangisi seorang cowok yang tidak pantas untuk ditangisi.
Sorenya Laras mendapatkan pesan kalau besok pagi di suruh datang untuk test kedua.
Pagi yang cerah secerah hati mereka, hari ini giliran Clarisa mengendarai mobil, mengantar Laras terlebih dulu baru Maria dan terakhirnya mobil dibawa oleh Clarisa.
Laras masuk ke lobby, para pelamar tidak sebanyak yang dulu tersisa 40 orang pelamar dari 200 pelamar.
Semua masuk ke dalam ruangan dan diberi tes tertulis dan mengatakan akan diambil 5 orang calon pegawai, mereka akan langsung diterima tapi bagian berbeda. Sekretaris Direktur Utama, Sekretaris Wakil Direktur, sekretaris Direktur Pemasaran, Sekretaris Direktur Manager dan Sekretaris Direktur Keuangan. Waktu 25 menit para pelamar serius mengerjakan soal - soal yang sangat sulit karena kebanyakan menggunakan bahasa asing.
Laras membaca dan menjawab soal - soal pertanyaan. 15 menit Laras sudah selesai dan langsung maju ke depan. Semua yang ada di dalam terkejut termasuk petugas yang menjaga dan melihat para pelamar.
" Nona, apakah anda menyerah karena soal - soalnya sangat susah?" ucap petugas dengan nada mengejek
" Iya susah sekali Pak, saya menyerah." ucap Laras sambil tersenyum
" Hahahaha...." orang - orang menertawakan Laras
Laras dengan cuek keluar dari ruangan tersebut dan pergi ke tempat Clarisa untuk membantu sahabatnya.
Bagian yang bertugas hanya menggelengkan kepala dan menaruhnya langsung dimeja tapi ada salah satu petugas yang iseng membacanya apakah ada yang dijawab atau kosong sama sekali tidak ada jawaban.
Petugas tersebut terkejut semua sudah dijawab dengan benar tidak ada satupun yang salah.
" Lihatlah jawabannya benar." bisik petugas satu
" Ah masa coba kulihat." bisik petugas dua
Petugas dua membaca jawabannya ternyata benar semua tidak ada satupun yang salah.
" Iya benar, ternyata dia merendah, malu aku telah merendahkannya." ucap petugas tersebut.
Tidak berapa lama satu demi satu para pelamar sudah menyelesaikan tinggal menunggu hasilnya besok. Kalau lulus tes mereka akan dipanggil dan melakukan tes terakhir karena lusa mereka berlima akan bekerja dan ditempatkan berdasarkan divisinya.
Setelah para pelamar kerja sudah pulang para pegawai hrd sebanyak 6 orang mengecek siapa saja 5 orang yang dipanggil setelah mendapatkan hasilnya langsung diserahkan ke Direktur Utama karena kebetulan baru datang melihat perusahaan cabangnya.
tok
tok
tok
"Masuk" ucap Direktur Utama
" Tuan ini 5 orang pendaftar calon sekretaris." ucap kepala HRD
" Hmmm." Jawab Direktur Utama berupa deheman
Direktur utama melihat foto dan data diri pelamar dan hasil kerjanya
" Semua kebanyakan lulusan luar negri bahkan ada satu yang kuliah di Indonesia tapi i****ni kenapa ada lulusan SMA apakah kamu tidak salah?" tanya Direktur utama
" Maaf tuan itu tidak salah." jawab kepala HRD
" Tapi bagaimana bisa?" tanya Direktur Utama
" Saya juga bingung tuan nona ini bisa menyelesaikan soal dengan cepat dan semua jawabannya benar semua." ucap kepala HRD
" Menarik." Ucap Direktur Utama
" Hmm... Maaf Tuan jika besok nona itu dipanggil dan menyelesaikan soal - soal dengan cepat apakah tuan setuju nona itu menjadi sekretaris Tuan?" tanya kepala HRD
" Tidak masalah yang penting saya tidak suka mempunyai sekretaris yang genit." Ucap Direktur Utama
" Baik Tuan." jawab kepala HRD
" Oh ya besok pagi saya akan berangkat lagi ke kantor pusat saya percayakan kantor ini padamu." pinta Direktur Utama
" Baik tuan." jawab kepala HRD
*******
Clarisa mendesain tokonya untuk membuka butiknya rencananya ingin merancang pakaian wanita dan pria. Tokonya akan mulai dibuka 7 hari lagi. Clarisa sudah mendesain pakaian pria dan wanita dan dalam 7 hari rancangannya sudah selesai di toko jahit sehingga ketika toko buka pakaiannya sudah ada.
Laras datang ke butik nanti rencananya Maria juga akan menyusul sekalian makan siang. Laras datang dan membantu memasang hanger dan membuka plastik patung - patung untuk nanti dipakaikan baju.
Tidak terasa waktu sudah siang mereka berdua pergi ke restoran favorit mereka sambil menunggu Maria. Tidak berapa lama Maria datang bertepatan dengan makanannya.
Tiga pria tampan masuk ke dalam restoran tersebut melewati mereka banyak orang yang memandang kagum dan berbisik saling mencari perhatian tapi 3 pria tampan itu tidak perduli sama seperti 3 gadis itu tidak perduli asyik dengan makanannya.
Ketiga pria tampan itu terkejut melihat 3 gadis tersebut kenapa mereka begitu cuek tapi karena ada hal yang ingin dibicarakan akhirnya tidak memikirkan mereka naik ke lantai 3 dan masuk ke ruangan vvip
*******
Tiga pria tampan itu siapa lagi kalau bukan Alvonso, Ronald dan dr. Kenneth. Alvonso tidak mengenal Laras karena Laras berpenampilan culun dan berkacamata tebal.
" Ronald gimana sudah mendapatkan info Laras berada dimana? atau kamu tahu data keluarganya atau teman - temannya?" tanya Alvonso
" Sebentar tuan, teman saya ahli it akan datang dan akan membukanya identitas nona." jawab Ronald
" Masih lamakah?" tanya Ronald
" Hmmmm... i****tu tuan sudah datang." ucap Ronald
Orang ahli it itu memperkenalkan diri kemudian mereka makan terlebih dahulu.
Selesai makan orang ahli it tersebut membuka laptopnya dan menguatak atik laptopnya
Laras bersama sahabatnya selesai makan sekarang mereka bertiga asyik mengobrol tiba - tiba suara handphone Laras berbunyi sangat keras, dengan terburu - buru Laras mematikan handphonenya dan meminta kedua temannya keluar dari restoran untuk pergi ke butik Clarisa.
Laras dan Maria pergi terburu - buru menuju butik sedangkan Maria membayar makanan di kasir kemudian menyusul mereka berdua.
Sampai di butik Laras langsung membuka laptop diikuti Clarisa dan menyusul Maria.
" La, ada yang ingin membuka datamu lagi ya?" tanya Clarisa
" Iya Cla ada yang mau membukanya aku kasih pelajarannya ke mereka, pertama mengirim chat kalau masih nekat aku kirim virus biar datanya hilang." ucap Laras
Laras menguatak atik laptopnya dengan jari - jarinya yang lincah akhirnya tahu siapa orang yang ingin membuka identitasnya.
Laras : hai, penasaran ya mau membuka identitas milik orang lain?
????? : kamu siapa?
Laras : anda tidak perlu tahu siapa saya dan saya tidak pernah mengusik anda jika memaksa saya akan berikan hadiah yang sangat menyenangkan?
?????? : hadiah apa itu?
Laras : coba aja buka lagi identitasku lagi kalau ingin mendapat hadiah dari saya
*******
Di ruangan tiga pria tampan beserta orang it saling bertatapan muka
" Gimana tuan, apakah tetap memaksa atau mengikuti perintahnya untuk tidak mengusiknya? tapi saya penasaran tuan?" tanya ahli it
" Saya juga penasaran." jawab mereka serempak
Karena mereka berempat penasaran akhirnya mencoba mencari identitas Laras dan muncullah gambar dan tulisan
🎁
Selamat anda mendapatkan hadiah silahkan mengklik gambar hadiah dan anda akan tahu setelah membukanya semoga suka dengan hadiah saya. Terima kasih 😍😘🤩🤩🤩😚😙😗🤣😂
Dengan perasaan ragu - ragu orang it meng klik kemudian muncul gambar
☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️
dan langsung laptopnya mati ketika dicek laptopnya langsung rusak tidak bisa dipergunakan karena terkena virus.
Mereka berempat kaget dan tidak menyangka hal ini bisa terjadi. Mereka bengong saling menatap dan mengakui kehebatan orang itu.
" Sudahlah Al, kalau memang jodohmu pasti akan bertemu dengan Laras." kata dr. Kennath
" Iya tuan benar kata dokter Kennath, kita pulang dan menyiapkan diri untuk pulang ke Jakarta." ucap Ronald.
" Hahhhh... baiklah kita pulang sekarang." uap Alvonso.
Alvonso menyerah biarlah sekarang dia ingin fokus dengan kerjaannya untuk melupakan gadis pencuri hatinya. Berharap bisa bertemu dengannya.
Merekapun keluar dan melanjutkan perjalanan menuju mansion.
*******
" Bagaimana teman - teman laptopnya dia langsung rusak." ucap Laras
" hahahhaa..." mereka menertawakan orang yang iseng mencoba membuka identitasnya.
Merekapun melanjutkan pekerjaannya membantu Clarisa memasang dekorasi menjelang sore mereka pulang menuku rumahnya.
Sampai di rumah mereka memasak dan menyiapkan makanan yang agak banyak karena nafsu makan Laras sangat besar Clarisa dan Maria tidak pernah menyinggung jika makanan Laras banyak karena mereka berdua tahu ada 4 nyawa yang harus diberi makan setelah selesai memasak mereka mandi.
Laras sekarang pindah di bawah tukaran dengan Clarisa karena badannya terasa cepat lelah. Clarisa dan Maria tidur di lantai atas ruangannya lebih besar dari lantai bawah. Ada 5 kamar, yang ditempati hanya 3 kamar. 2 kamar kosong kadang ditempati mereka buat nonton bioskop bersama.
Selesai mandi mereka makan setelah selesai Clarisa mencuci piring sedangkan Maria dan Laras istirahat karena besok pagi sudah mulai beraktifitas kembali.
Clarisa mencuci piring dan gelas setelah selesai membersihkan meja makan. Tugasnya bergantian dengan Maria, Laras kadang membantu tapi tidak bisa lama - lama kehamilannya yang membuatnya mengurangi aktifitasnya.
Pernah Laras memaksanya membersihkan rumah, mencuci piring dan gelas setelah selesai melakukan itu Laras pingsan beruntungnya sahabatnya Clarisa belum bekerja jadi ketika Laras pingsan langsung dibawa ke rumah sakit dan kata dokter kandungannya lemah jadi jangan terlalu berat bekerja sejak saat itu Laras membantu hanya sedikit dua sahabatnya melarang keras jika Laras membersihkan rumah.
Laras sangat bersyukur mempunyai sahabat yang sangat tulus padanya. Laras hanya berdoa dan berharap semoga dua sahabat yang disayangi bisa menemukan jodoh orang yang baik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Dewi Oktavia
Laras jangan memanfaatkan sahabat untuk mengikuti u,
2024-08-21
0
Eri Wijaya
oh papa
2022-06-01
0
Rianti Che
hahahahahahahah mafia kalah it dengan gadis biasa
2022-05-03
0