" Bagaimana mungkin?" tanya Alvonso terkejut
" Itu yang terjadi, semoga gadis itu tidak menggugurkan kandungan mengingat dia belum menikah." ucap dokter Kennath.
" Aku harap seperti itu, tapi jika menggugurkannya aku juga tidak bisa menyalahkannya karena akulah yang salah tidak bisa menahan godaannya." jawab Alvonso sendu
" Berdoa saja gadis itu tidak menggugurkannya dan semoga gadis tersebut ditemukan. Aku juga bingung kenapa sulit sekali menemukannya." ucap dokter Kennath
" Ya, aku juga bingung." jawab Alvonso
Flasback Off
Alvonso selalu mencari keberadaan gadis tersebut hanya bisa berdoa semoga dipertemukan kembali.
*******
Semarang
" Laras, kamu tidak salah makan melulu, lihatlah badanmu tambah gendut?" ejek Clarisa
" Iya La, perutmu apakah belum kenyang juga? kami saja habis satu piring tapi liat dirimu hampir 4 piring." kata Maria sambil menggeleng kepala
" Namanya laper ya makanlah, aku juga tidak tahu kenapa aku kok hawanya laper terus. Kita pergi ke supermarket ya mau beli cemilan, cemilan tinggal menipis aku mau stock banyak." pinta Laras
" Ya iyalah yang sering ngabisin kan kamu La?" jawab mereka serempak
" Hehehe... " Laras hanya tersipu malu.
Merekapun bertiga pergi ke supermarket belanja kebutuhan sehari - hari dan belanja cemilan 4 keranjang penuh merekapun pulang.
Sampai rumah barang - barang dikeluarkan dan dimasukkan ke dapur mereka saling membantu. Laras yang menaruh barang - barang yang ada di bawah sedangkan Clarisa menaruh barang yang di tengah sedangkan Maria yang atas karena mereka bertiga Marialah yang paling tinggi.
Satu jam pekerjaan beres Clarisa dan Maria sudah selesai mereka berdua pergi ke kamar mandi karena merasa gerah sedangkan Laras sebentar lagi selesai.
Akhirnya selesai pekerjaan Laras, Laras berdiri tapi lama kelamaan kepalanya pusing berusaha menahan rasa pusingnya
bruk
Laras pingsan tanpa diketahui dua sahabatnya.
Dua sahabat selesai mandi dan mereka menonton tv di ruangan tamu.
" Mar, Laras kemana ya tadi aku ke kamarnya tidak ada ya?" tanya Clarisa
" Iya Cla, aku juga tidak lihat, coba kita cek di dapur jangan - jangan itu anak lagi ngemil lagi." ucap Maria.
"Hahahaha... bisa jadi Mar!" jawab Clarisa.
Mereka berdua menertawakan temannya yang hobby makan
Maria mematikan tv kemudian mereka berjalan mengendap - ngendap untuk mengkagetkan Laras.
Sampai di dapur mereka kaget melihat Laras tidur di lantai dapur.
" La, kamu ngapain tidur di lantai, kekenyangan ya?" kata Maria sambil menepuk - nepuk pipi Laras
" Iya La, lantainya dingin tidur di kamar gih?" ucap Clarisa
Berkali - kali di panggil Laras tidak juga bangun merekapun mengangkat Laras ke tempat tidur. Clarisa memberi minyak angin agar Laras tersadar sedangkan Maria mengeluarkan stetoskop mengecek denyut nadi dan perut, Maria terkejut dan memandang sahabatnya Clarisa
" Kenapa Mar kok ngeliat aku kayak gitu, emang aku cantik kali jangan memandangku seperti itu?" ucap Clarisa sambil mengkedipkan ke dua matanya.
" Gr, aku kaget apa aku salah ya? apa jangan - jangan Laras hamil?" pikir Maria
" What???" teriak Clarisa
" Iya aku tadi ngecek perutnya ada detak jantung bersahutan, kita bawa ke rumah sakit tapi tunggu Laras sadar dulu, kamu siapin dulu Cla mobilnya." pinta Maria
" Ok." jawab Clarisa.
Tidak berapa lama Laras tersadar dan bangun dari pingsannya. Maria mengajak Laras ke rumah sakit untuk di periksa kebetulan Maria dokter kandungan.
Awalnya Laras menolaknya karen dipaksa akhirnya pasrah ikut mereka berdua.
Sampai di rumah sakit mereka bertiga masuk ke ruangan Maria. Laras bingung tapi karena desakan dua sahabatnya akhirnya bisa pasrah dan menuruti.
Laras berbaring sedangkan Cla membuka sebagian baju bawah Laras kemudian diolesi gel yang dingin. Maria mengambil alat usg dan ditempelkan ke perut Laras.
" La, lihat ****gambar**** itu?" ucap Maria sambil menunjuk layar yang menampilkan 1 kantong isinya tiga bulatan
" Itu ada ada tiga bulatan apa ya?" tanya Laras
" Kamu hamil La sepertinya anakmu kembar tiga." jawab Maria
Duar....
" Apa?" jawab Laras dan Clarisa terkejut
" Iya La, kamu hamil." jawab Maria.
" Bagaimana ini aku hamil tapi belum menikah hiks hiks..." ucap Laras sambil memukul perutnya tapi ditahan oleh ke dua sahabatnya
" Jangan La, bayinya tidak berdosa, ayahnya juga tidak berdosa itu yang dosa adalah Tio, gara - gara dia kamu jadi seperti ini." jawab Clarisa
" Iya La, banyak wanita yang ingin hamil tapi sulit mendapatkan keturunan, apakah kamu ingin menambah dosa dengan membunuh bayimu." ucap Maria sambil memberi nasehat.
" Hiks hiks hiks aku tidak sanggup mengurus sendiri apalagi kalian berdua sudah mempunyai kekasih dan sebentar lagi akan menikah lalu aku tinggal sendiri mengurus tiga anakku." ucap Laras sambil menangis.
"Saya akan menikah setelah anakmu 5 tahun dan selama 5 tahun pula aku akan membantu mengurus anakmu dan akan menganggap anakmu juga anakku nanti anak - anakmu bisa panggil aku Bunda." jawab Clarisa
" Saya juga akan menikah setelah 5 tahun dan selama itu pula aku akan mengurus, memandikan dan kita bisa saling bekerjasama mengurus anak - anakmu. Mereka bisa memanggilku Mama." jawab Maria
" Hiks.. hiks.... hiks... gimana kekasih kalian tetap memaksa untuk menikah gimana? aku tidak mau egois hanya memikirkan diri sendiri." ucap Laras sambil menangis tersedu - sedu.
" Aku akan tetap memaksanya jika mereka tidak setuju berarti bukan jodoh." jawab mereka serempak
" Terima kasih, kalian memang sahabat sejatiku." ucap Laras.
" Kita memang sahabat dari kita TK sampai lulus kuliah. Semoga persahabatan kita abadi." ucap Clarisa.
Merekapun berpelukan saling menguatkan satu dengan lainnya. Persahabatan yang tulus yang tidak mementingkan dirinya sendiri.
Ibarat bila tangan terluka maka mata akan menangis begitu pula bila mata menangis maka tangan akan menghapus air mata. Saling membutuhkan
Merekapun pulang menaiki mobil dan sambil berbincang - bincang waktu TK hingga sekarang mereka berdua mengungkit masa lalu agar Laras terhibur dan tidak sedih lagi. Laras terhibur saling tertawa hingga tidak berasa sampai di rumah. Mereka masuk dan santai di ruang tamu.
" Cla, rencana besok jadi membeli ruko di mall dan membuka usaha butik." tanya Maria
" Jadilah Mar? bosan kalau nganggur, kalau kamu La?" tanya Laras
" Aku besok melamar jadi sekretaris tapi aku menyamar lulusan SMA tanpa ijasah hanya KTP saja, berpenampilan culun, memakai pakaian kebesaran, berkaca mata tebal biar tidak ada orang yang mengenaliku." ucap Laras
" Kenapa kamu melamar tanpa ijasah?" tanya mereka serempak.
" Kalau pakai ijasah asli akan ketahuan siapa aku sebenarnya, aku ingin menghindari pria brengs** k itu, kamu kan tahu dia seorang CEO pasti suatu saat akan ketemu, karena itulah terpaksa aku menyamar." ucap Laras menjelaskan.
" Untung aku sudah kerja jadi santai dikit." ucap Maria
"Ya Bu dokter yang cantik." jawab mereka serempak sambil tertawa bersama - sama.
Tiga dara cantik bercanda dan tertawa bersama. Tidak terasa hari sudah siang merekapun saling membantu memasak dan makan bersama.
Keesokkan harinya Laras, Maria dan Clarisa pergi yang menjadi sopirnya Maria, mereka suka gantian menyetir mobil. Jarang ada konflik atau bermusuhan mereka berusaha untuk tidak menyakiti perasaan masing - masing.
Laras pertama turun dari mobil, hari ini Laras melamar menjadi sekretaris menggunakan kacamata tebal, memakai baju yang agak kebesaran.
Laras masuk ke dalam perusahaan dan menanyakan ke bagian penerima tamu. Penerima tamu memandang rendah Laras sambil menunjukkan lantai 35. Laras berjalan dan masuk ke dalam lift diikuti oleh beberapa orang, mereka memperhatikan dan merendahkan Laras karena penampilannya seperti orang kampung.
Ting
Pintu terbuka dan Laras keluar dari pintu lift dan berjalan menuju keruangan meating, di dalam melihat para wanita hampir semuanya memakai pakaian yang kurang bahan. Banyak wanita yang mencibir Laras karena penampilannya. Laras hanya diam dan tidak memperdulikannya.
Manager mengatakan ada 200 orang yang melamar kerja sehingga dibagi menjadi 4 kelompok. Laras kelompok 4. Setiap kelompok terdiri 50 orang dan diambil 10 orang.
Setelah lama menunggu giliran Laras dipanggil. Laras menyelesaikan hanya waktu 20 menit dari 45 menit yang diberikan. Laras diam hanya memperhatikan orang - orang yang mengerjakannya. Salah seorang manager memperhatikan lalu menghampiri Laras dan menegurnya
" Nona, kerjakan soal - soalnya nanti waktunya habis ini masih ada waktu 25 menit lagi." perintah petugas pengawas seleksi penerimaan karyawan baru.
" Saya sudah selesai karena itu saya menunggu mereka." ucap Laras
" Mana kertasnya, silahkan keluar dan tunggu informasinya besok." ucap petugas pengawas seleksi penerimaan karyawan baru.
" Ini kertasnya. Terima kasih." ucap Laras lalu meninggalkan ruangan tes.
Laras pulang memesan taksi online. Badannya sangat lelah dan ingin tidur dan tentunya sebelum tidur makan dulu baru bisa tidur hehehe...
Sampai di rumah Laras membuka kulkas dan memulai masak. Laras bersyukur di kehamilannya tidak mual ataupun ngidam hanya makannya saja dalam porsi yang besar. Selesai makan, Laras tidur dengan pulas.
*****
Clarisa turun di mall dan bertemu managernya untuk menyewa rukonya. Setelah berbincang agak lama akhirnya mereka berdua menandatangani perjanjian dan syarat - syarat yang harus dipenuhi.
Mereka berdua berjabat tangan kemudian Clarisa berjalan untuk memesan taksi. Ketika membuka aplikasi handphonenya berbunyi dan ternyata kekasihnya menghubunginya.
" Hallo sayang." ucap Clarisa
" Ada dimana aku ingin bertemu?" tanya kekasihnya.
" Aku di mall xxxxx habis melihat ruko buat toko butik." ucap Laras.
"Ok aku kesana, kita ketemu di restoran xxx." ucap kekasihnya.
" Ok. Kutunggu." jawab Clarisa.
Clarisa membatalkan memesan taksi, Clarisa menunggu kekasihnya di restoran. Tidak berapa lama kekasihnya Clarisa datang dan merekapun memesan makanan dulu.
Selesai makan mereka berbincang - bincang sampai pada akhirnya.
" Cla, maaf aku dijodohkan oleh orangtuaku dan aku tidak bisa menolak keputusan mereka. Terpaksa hubungan kita berakhir disini. Kamukan tahu orangtuaku tidak menyukaimu perjuangan cinta kita terpaksa putus." ucap kekasihnya tanpa bersalah.
" Aku tahu orangtuamu tidak menyukaiku, tapi aku bingung kenapa mereka tidak menyukaiku? setiap aku bertanya padamu kamu selalu diam." tanya Clarisa sendu.
" Sebenarnya orangtuaku menginginkan anaknya mendapatkan menantu orang kaya sedangkan kamu, sambil menunjuk Clarisa kamu tahu kamu orang miskin dan rumah masih ngontrak. Kamu akan menjadi benalu dalam keluarga besarku dan keluargamu pasti akan menggerogoti semua kekayaan kami." ucap kekasihnya mengatakan tanpa dosa
brak
Clarisa menggebrak meja karena setelah dua bulan berpacaran Clarisa baru tahu ternyata itu alasannya.
" Oh jadi begitu, baiklah kita putus, selamat ya semoga kamu bahagia." jawab Clarisa tegas
" Yah tentu saja aku bahagia calon istriku cantik dan kaya, aku cape setiap kita pacaran mamaku selalu marah - marah." ucap kekasihnya.
" Baguslah kalau begitu dan ingat satu hal jika suatu saat nanti kamu meminta kembali padaku jangan harap aku mau kembali padamu." ucap Clarisa tegas.
" Kalau aku mana mungkin kembali padamu mungkin kamu nanti pulang dari sini menangis minta kembali padamu."ucap kekasihnya mengatakan tanpa dosa
"Dalam mimpimu aku minta kembali. Sudah aku mau pulang jangan harap menghubungiku lagi dan nomermu aku blokir." ucap Clarisa.
Clarisa langsung berlari dan tidak perduli panggilan mantan kekasihnya yang sangat menyakiti hatinya.
Untunglah taksi baru menurunkan penumpang di mall dan Clarisa naik dan pulang menuju rumahnya.
" Jahat laki - laki tidak punya perasaan." gumamnya
Clarisa berusaha menahan airmata , rasa sakit hati yang menghina orangtuanya, menyesal bisa mengenal laki - laki yang tidak punya perasaan.
*****
Maria memarkirkan mobilnya dan masuk keruangannya
" Selamat pagi dok." sapa perawat
" Pagi" sapa dr. Maria ramah
" Selamat lagi dokter cantik." sapa dokter tampan
" Selamat pagi juga tampan." balas dokter Maria
Dokter Maria selalu membalas sapaan mereka sambil tersenyum banyak yang menyukainya karena keramah tamahnya.
Sampai di ruangan dokter Maria duduk membaca data - data pasien masih ada waktu 30 menit lagi menerima pasien tapi banyak pasien yang mengantri karena tidak tega meminta perawat untuk memanggil pasiennya. Tidak terasa pasiennya sudah tidak ada dokter Mariapun pulang ke rumahnya untuk bertemu sahabatnya.
Di dalam perjalanan pulang dan depan rumahnya handphone Maria berbunyi, Maria memarkirkan mobilnya dan mengangkat handphonenya sambil membawa tasnya.
" Hallo?" jawab Maria
" Hallo saya menanyakan sekali lagi gimana seminggu lagi kita bisa menikah?" tanya kekasihnya.
" Maaf aku lupa bilang ke Mas kalau 5 tahun lagi aku baru bisa menikah."jawab Maria.
" Kenapa lama sekali?" tanya kekasihnya.
" Aku belum siap" ( maaf sebenarnya aku sudah janji sama sahabatku batin Maria) ucap Maria.
" Ya sudah kalau begitu putus karena orangtuaku memaksaku seminggu lagi kita harus menikah kalau tidak orangtuaku akan menjodohkanku." ucap kekasihnya.
" Kenapa Mas tidak sabar menungguku?" tanya Maria sendu.
" Sudah 2 bulan hubungan kita setiap kutanya belum siap. Aku anak satu - satunya mereka menginginkan cucu, kamukan tahu orangtuaku sudah tua, tolonglah ngertiin aku." pinta kekasihnya
" Maafkan aku Mas, saya harap semoga Mas bahagia. Bye." ucap Maria sambil menahan air matanya.
" Bye." balas kekasihnya
tut tut tut tut
Maria menangis dan masuk ke dalam rumahnya. Maria melihat Laras dan Clarisa menangis lagi berpelukan.
" Kamu kenapa Cla?" tanya Maria
" Habis putus sama cowoknya." jawab Laras, yang menjawab Laras
" Sama donk ikutan pelukan donk kayak teletubies." ucap Maria.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Dewi Oktavia
wanita paling goblok pernah saya baca tunggu kawan baru nikah,,,, jodoh dan takdir masing-masing,,,saya kurang suka persahabatan seperti itu,,, 😜
2024-08-21
0
Amelia Syharlla
kompak banget thor nanti nikahnya barengan ya🤣🤣🤣🤣🤣💚💚💚💚
2022-10-08
2
Eri Wijaya
seru bet
2022-05-31
0