Jam menunjukkan pukul 7 pagi pria tersebut membuka matanya memandangi gadis itu sambil tersenyum mengingat pertempuran semalam.
Pria tersebut mengambil ponselnya kemudian memfoto wajah gadis itu dan foto mereka berdua. Baru kali ini merasakan tidur yang sangat pulas biasanya tidur hanya sampai satu jam sisanya untuk kerja dan kerja.
Setelah puas memandangnya pria tersebut melepaskan pelukannya kemudian mengecup bibir gadis
cup
" Bibirmu manis, cium lagi ya." sambil berbisik
cup
Kemudian pria tersebut bangun dan masuk ke kamar mandi. Sebenarnya Laras sudah terbangun ketika pria tersebut menciumnya. Laras pura - pura tertidur menunggu pria itu pergi ke kamar mandi.
Laras membuka matanya dan terkejut melihat tubuhnya polos tanpa sebelai benangpun dan mengingat - ingat kejadian semalam. Laras sangat terpukul mahkota yang dijaganya terenggut semalam.
" Aku dimana? kenapa kamarnya beda, kamar ini lebih luas, ya Tuhan apakah aku salah masuk kamar, aku harus pergi dari sini." gumam Laras
Laras berusaha bangun walau sangat perih dibagian intinya tapi memaksanya. Melihat gaunnya sobek Laras memakai kemeja milik pria tersebut kemudian membuka pintu kamar menggunakan pin.
Laras kaget ternyata dia memang salah lantai dan salah kamar seharusnya lantai 5 nomer 25 tapi yang di tekan lantai 25 nomer 5.
" Jahat kamu Tio, gara - gara kamu aku kehilangan mahkotaku yang kujaga selama ini." gumam Laras karena sangat geram dan kecewa dengan Tio.
Laras menangisi kebodohannya yang mempercayai teman kampusnya yang pura - pura baik tapi ternyata sangat jahat.
Setelah agak lama lift berhenti di lamtai 5 Laras menuju ke kamar 25, teman - temannya sudah pergi, Laras langsung mengambil handuk dan berendam di bathup merenungi nasibnya.
Setelah selesai berendam Laras mengepak pakaian untuk pergi dari hotel tersebut ketika sudah siap dan hendak keluar sahabatnya masuk ke kamar terkejut melihat Laras sudah siap membawa koper.
" Laras kamu kenapa? kemana saja semalam tidak ada?kamu mau kemana?" tanya Maria beruntun
" Aaku..." jawab Laras sambil menangis keduanya terkejut dan langsung memeluknya
Laras menceritakan semua yang telah terjadi, mereka sangat kesal dengan Tio dan ingin memukulnya tapi Laras tidak memperdulikan takutnya malah dia cerita ke orang lain dan Laras sangat malu apalagi mahkotanya yang ngambil bukanlah Tio.
Laras meminta ijin pulang karena tidak ingin ketemu dengan Tio, merekapun ikut pulang untuk menemani dan meminta ijin ke dosen pembawa acara dengan alasan ada sesuatu yang penting merekapun pergi.
Laras dan 2 sahabatnya pergi naik pesawat biar cepat sampai ke Jakarta rencana Laras dan Clarisa pulang dari Jakarta ambil barang langsung pergi lagi ke Semarang, kebetulan orangtua Clarisa mempunyai rumah di Semarang. Sedangkan Maria mengurus surat - surat ijasah kuliah milik mereka bertiga kemudian akan menyusul 2 sahabatnya. Untunglah 2 orangtua Clarisa dan Maria tidak masalah mereka tinggal di Semarang.
XXXXXX
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka ketika keluar pria tersebut ingin melakukan seperti semalam karena tubuh gadis tersebut menjadi candu. Senyum yang merekah berubah marah gadis tersebut hilang tidak ada di ranjang tempat tidurnya hanya bekas seprei dan noda darah perawan.
Pria itu senang karena dialah laki - laki yang pertama melakukannya dan dia juga marah karena gadis yang sudah jadi candunya hilang kemudian mengambil laptopnya untuk mengecek kamera cctv.
Pria itu sangat marah ketika melihat kejadian demi kejadian karena gadis itu menjadi korban temannya. Pria itupun menghubungi asistennya.
" Ronald datang keruangku sekarang!!" printah Alvonso
tut tut tut
Tanpa menunggu jawaban Alvonso langsung mematikan ponselnya.
Pria tersebut bernama Alvonso dia akan menghancurkan dan membunuh orang itu karena telah berbuat jahat terhadap gadis itu
tok tok tok
ceklek
Alvonso membuka pintu kemudian Ronald masuk mengikuti bosnya.
" Ada apa tuan?" tanya Ronald
" Kamu hancurkan perusahaan PT YZ!" printah Alvonso
" Kenapa tuan?" tanya Ronald bingung
" Jangan kamu tanya!! dan tangkap CEO tersebut bawa ke markas." perintah Alvonso
" Baik Tuan." jawab Ronald
" Selidiki juga gadis ini dan panggil orang it yang bisa membuka identitas gadis ini karena aku membuka indentitas datanya tidak bisa." printah Alvonso sambil memberikan foto gadis itu lewat kamera cctv
" Baik tuan." jawab Ronald
Ronaldpun keluar untuk melaksanakan perintah tuannya.
" Kamu kenapa mesti pergi? kalau kamu minta aku pertanggung jawab aku pasti akan bertanggung jawab." guman Alvonso sambil menatap foto yang berada di ponsel miliknya.
" Aku tidak tahu kenapa berada dekat denganmu aku merasa nyaman dan tidurku sangat pulas." guman Alvonso lagi
cup
Alvonso mengecup foto Laras sambil mengingat semalam. Kejadian yang akan selalu di ingat.
FLASHBACK ON
Alvonso mengadakan acara ulang tahun perusahaan cabang miliknya. Tidak biasanya Alvonso meminum anggur terlalu banyak membuat dirinya mabuk.
Ronald yang melihat bosnya sudah mabuk langsung memapahnya dan membawanya ke kamar bosnya.
Ronald memencet pin kamar hotel milik bosnya dan membuka pintunya kemudian membaringkannya di ranjang. Ronald berjalan keluar dari kamar hotel menuju kamarnya yang berada di sebelah kamar bosnya.
Alvonso terbangun karena tubuhnya terasa lengket langsung melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun.
Alvonso berjalan dengan sempoyongan menuju kamar mandi. Alvonso terkejut melihat seorang gadis polos tanpa sehelai benangpun mandi di shower miliknya membuat adik kecilnya tegang langsung memeluknya.
Melihat tatapan gadis itu entah mengapa yang biasanya anti dengan gadis membuatnya dirinya teran***g dan langsung digendong ala bridal style dibaringkannya di ranjang miliknya.
Skip
Maaf ada peraturan tidak boleh vulgar. Jadi pembaca cukup membayangkan.
FLASHBACK OFF
Alvonso membuka kamera cctv kembali dan ingin menyimpannya di laptop tapi ketika dibuka cctv itu sudah terhapus. Alvonso sangat marah belum satu jam saja video di cctv sudah hilang.
tok tok tok tok
" Masuk!!." perintah Alvonso
" Tuan ini datanya yang bisa diambil sisanya sangat sulit karena semua kamera cctv kepergian nona tidak ditemukan sepertinya ada orang yang sengaja menghapusnya." ucap Ronald
" Siapa gadis itu kenapa sangat sulit menemukannya? dan lihatlah kamera yang di hotel juga terhapus." tanya Alvonso terkejut.
" Saya akan mencari ahli it yang lain tuan agar bisa membuka identitasnya." jawab Ronald
" Hmmm..." jawab Alvonso berupa deheman.
Ronald pun pamit dan pergi meninggalkan Alvonso, Alvonso membuka map yang diberikan oleh Ronald
Nama : Larasati
Pekerjaan : Mahasiswi jurusan bisnis
Alamat : Jl. Angrek No 52 Jakarta
No hp : -
" Sial hanya ini saja datanya." ucap Alvonso kesal
" Hallo tuan, ada apa?" tanya Ronald.
"Kamu cek alamat Jl anggerek No 52 Jakarta kalau ketemu bawa dia padaku." perintah Alvonso.
tun tut tut
" Sebentar perasaan saya kenal gadis ini dimana ya?" ucap Alvonso sambil berfikir kemudian mulai mengingatinya.
" Oh ya waktu di mall di jakarta pas di restoran bersama teman - teman ku dan juga ke dua teman gadis itu.. Aku tidak akan me lepaskanmu gadis pencuri hatiku." ucap Alvonso sambil tersenyum dan mencium hp yang ada foto gadis. Waktu Laras tertidur tadi pagi Alvonso secara diam - diam memotret Laras.
Sudah empat bulan pencarian tapi tidak ditemukan Laras seperti hilang dari dunia ini. Sahabat Alvonso mengatakan kemungkinan Laras sudah meninggal karena sangat sulit ditemukan tapi Alvonso merasa yakin jika Laras masih hidup dan sedang mengandung anaknya karena Alvonso setiap hari perutnya selalu mual.
Flashback On
Empat bulan sebelumnya Alvonso setiap hari mual hingga membuatnya lemas dan tidak bisa konsentrasi dalam bekerja seperti saat itu ketika Alvonso mendengarkan presentasi dari perusahaan perutnya terasa diaduk - aduk karena tidak tahan Alvonso lari keluar masuk ke kamar mandinya dan mengeluarkan sarapan tadi pagi.
Terpaksa Ronald yang menggantikannya selesai meeting Ronald masuk ke ruangan bosnya untuk melihat kondisinya.
tok tok tok tok
Tidak ada sahutan dari bosnya akhirnya memberanikan diri masuk ke dalam
celek
" Tuan.. Tuan kenapa? pengawal!!!" teriak Ronald
Pengawal masuk ke dalam dan langsung membawa tubuh Alvonso ke rumah sakit, sampai di rumah sakit masuk ke ugd, Alvonso di infus
Dokter Kenneth bertanya ke asisten sahabatnya
" Bosmu kenapa?" tanya dokter Kennath
" Saya juga tidak tahu tadi pas meeting tuan perutnya mual dan langsung keluar dari ruangan meeting saya cek di ruangannya tuan pingsan." jelas Ronald.
" Apa tuanmu sering terlambat makan?" tanya dokter Kennath
" Tuan sering nya mual dan malas makan, dipaksakan makan langsung muntah dan permintaannya sering aneh - aneh." jawab Ronald
" Maksudnya ?" tanya dokter Kennath
" Kadang minta rujak, kadang asinan dari bogor, Kadang minta bubur, minta nanas,durian dan minta yang aneh - aneh kalau tidak dituruti langsung nangis dan kalau langsung dituruti langsung senang seperti anak kecil anehkah Dok?" tanya Ronald
" Apakah gadis itu hamil dan tuanmu yang mengalami ngidam?" tanya dokter Kennath
" Maksud dokter?" tanya Ronald bingung.
" Tuanmu mengalami gejala orang hamil." ucap dokter Kennath.
Alvonso membuka matanya dan melihat sahabatnya
" Kenapa aku bisa disini?" tanya Alvonso
" Tuan pingsan saya temukan diruangan meeting." jelas Ronald
" Ronald aku pengen mangga muda, kamu petik langsung dari pohonnya dan yang ada getahnya!"pinta Alvonso.
" Baik tuan." jawab Ronald patuh
Ronald keluar, dia termasuk asisten yang sangat rajin dan setia apa yang diperintahkan selalu dituruti tanpa berani membantah,
" Ken, aku sakit apa?" tanya Alvonso
" Kamu tidak sakit tapi dari cerita Raynald dan melihatmu tadi meminta mangga muda dipastikan gadis yang kamu tiduri itu hamil karena itu kamu mual - mual dan ngidam?" jawab dokter Kennath
"What?...." tanya Alvonso bingung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Dewi Oktavia
tak enak x ngidam menyiksaku
2024-08-21
0
Eri Wijaya
bos bisa pingsan
2022-05-30
0
Een Sunita
haaaa mapia
2022-04-24
0