" Widih mantap malam - malam begini kita dapat rejeki nomplok." ucap kepala preman
" Iya betul bos, mereka bertiga sangat cantik." jawab anak buahnya yang pertama.
" Aku jadi bingung yang mana ya?" jawab anak buah yang ke dua.
" Lumayan bisa menemani kita." jawab anak buah yang ke tiga.
" hahahaa..." tawa anak buah lainnya.
Kepala preman pun mendekati Laras dan memegang tangan Laras tapi dengan cepat Laras melintir tangan preman tersebut membuat preman tersebut berteriak kesakitan.
Anak buahnya terkejut dan menyerang Laras tapi Laras mampu menghindar dan memukul kembali, Clarisa dan Maria ikut membantu Laras memukul para preman tersebut.
bugh
bugh
bugh
bugh
Pukulan demi pukulan dilayangkan oleh Laras, Clarisa dan Maria hingga beberapa saat para preman tersebut tumbang satu persatu.
Laras masuk ke dalam mobil untuk mengambil tali kemudian mengikat satu persatu para preman yang tidak berdaya di bantu oleh Clarisa dan Maria.
Mereka di ikat digeletakkan di pinggir jalan. Clarisa menghubungi polisi untuk menangkap para preman yang sangat meresahkan para warga.
Selesai dengan urusan merekapun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Selesai mengantar Maria kemudian mobil berjalan untuk mengantar Laras setelah itu barulah Clarisa pulang ke rumahnya.
XXXX
Perusahaan PT ALTA COMPANY
Di perusahaan milik Alvonso PT Alta Company, Alvonso duduk di kursi kebesarannya. Menandatangani berkas -berkas yang tidak pernah habis - habisnya.
tok
tok
tok
ceklek
Tanpa di minta masuk Ronald sanga asisten membuka pintu ruangan milik Alvonso.
" Tuan nanti malam kita ada penjualan senjata api dengan Mr. AZ di hutan pinus di pinggir kota dan lusa ada peresmian hotel di hotel Kirana International di Surabaya." ucap Ronald.
" Hmm.. atur seperti biasa." balas Alvonso sambil mengecek dan menandatangani berkas - berkas dokumen.
" Baik tuan." balas Ronald sambil menundukan setengah badannya dan langsung ke luar dari ruangannya.
" Hmm..." balas Alvonso berupa deheman.
XXXX
Alvonso memakai pakaian serba hitam dan kacamata hitam, begitu pula dengan Ronald dan dokter Kennath.
Mereka berangkat menuju hutan pinus di pinggir kota untuk bertransaksi. Tanpa Mr. AZ berdiri dengan angkuh.
" Mana senjatanya?" tanya Mr AZ tanpa basa basi.
" Ronald." panggil Alvonso
Ronald yang sudah paham memanggil anak buahnya untuk memperlihatakan senjata apinya yang akan di jual.
Mr. AZ menyuruh anak buahnya membawakan koper yang berisi uang kemudian Alvonso memberi kode dan anak buah kepercayaannya mengambilnya dan mengeceknya. Mr. AZ memegang senjata tersebut dan diarahkan ke arah Alvonso.
Alvonso yang mulai mengetahui kelicikan Mr. AZ hanya tersenyum sinis.
klik
klik
klik
Mr. AZ menembak Alvonso tapi pelurunya tidak ada dengan kecepatan kilat Alvonso mengeluarkan senjatanya.
dor
dor
Dua tembakan mengenai jantung dan dahi Mr. AZ. Anak buah Mr. AZ terkejut merekapun saling serang dan menembak.
Anak buah Mr. AZ banyak yang mati sisanya di kirim ke kadang buaya. Walau mereka sudah menyerah tapi Alvonso tidak mau mengambil resiko jika mereka tiba - tiba mengkhianati.
XXXXX
Hari ini mahasiswa dan mahasiswi tingkat akhir pergi ke Surabaya naik bus. Bus khusus panitia antar jurusan Clarisa dan Maria satu bangku sedangkan Larasati satu bangku dengan Tio. Mereka berbicara sambil menikmati pemandangan di dalam bus. Perjalananan yang jauh membuat orang - orang dalam bus tertidur kecuali Tio
Tio selalu memandang wajah Larasati.
( bersiaplah sayang nanti di hotel aku buat kamu terikat denganku, maaf sayang aku terpaksa karena kamu selalu menolakku dengan terpaksa aku melakukan ini semua batin Tio ) Memandang tanpa berani menyentuhnya.
Singkat ceria sampailah mereka di hotel di hotel Kirana International Surabaya mereka turun dan di absen oleh masing - masing panitia dan mendapat kamar . Satu kamar ada tiga orang kebetulan mereka bertiga Laras, Cla dan Mar satu kamar sedangkan Tio dia menyewa sendiri dengan alasan tidak biasa kalau tidur dengan orang lain walau agak mahal biaya sewa kamarnya Tio tidak perduli karena Tio seorang CEO jadi uang segitu tidak ada artinya.
Tio sengaja mengambil kamar sebelah 3 gadis itu untuk menjalankan rencana yang sudah disiap - siapkan jauh - jauh hari.
" Laras, Mar nanti malam acara pesta jadikan kita pakai baju couple" tanya Clarisa
"Iya, tidak sabar ya?"🤩🤩 jawab mereka serempak
" Hehehehe... iya betul" 😍😍😍, istirahat yuk." pinta Clarisa
"Ok." jawab mereka serempak
Merekapun istirahat karena lelah habis perjalanan yang sangat jauh.
Singkat cerita, malam ini ada acara pesta perpisahan karena besok siangnya mereka pulang ke Jakarta.
Mereka bertiga dandan sangat cantik baju dress couple yang pas menampilkan kesan seksi. Merekapun keluar dan masuk ke gedung pertemuan bercakap dengan teman - teman lainnya tidak terasa hari sudah jam 10 malam masing - masing pergi mengundurkan diri untuk istirahat Clarisa dan Maria sudah masuk kamarnya sedangkan Larasati mau pergi tapi ditahan oleh Tio.
" Sabarlah hari inikan terakhir, besok aku tidak ikut kalian karena ada proyek di luar negri. Temani aku ya? please." pinta Tio
" Baiklah tapi sebentar ya aku sudah ngantuk banget mau istirahat." jawab Laras
" Ok, oh ya aku kemarin pergi ke luar negri saya ada oleh - oleh minuman yang sangat menyegarkan, minumlah?" pinta Tio
"Ok." jawab Laras
Tanpa ragu Larasati meminum sedikit karena merasa enak Laras meminum sampai habis. Tio tersenyum dengan licik
( kenapa badanku jadi panas, sial wajahnya Tio mesum jangan - jangan minumannya mengandung obat perangsang, gawat aku harus pergi dari sini, aku harus kuat nahan gairahku, sial kamu Tio kamu jahat sekali padaku batin Laras )
" Tio, maaf aku sangat lelah aku masuk kamar dulu ya?" jawab Laras
" Ok." jawab Tio
( kok aneh tidak berpengaruh kan dosis tinggi apa aku salah beli atau efeknya masih lama, tidak apa - apa deh yang penting aku tunggu di depan pintu kamarku batin Tio)
Laras berjalan terburu - buru sambil menahan gairah yang sangat memuncak sampai bibirnya digigit sampai berdarah untuk melawan gairah yang sangat menyiksa. Laras mau mandi air dingin untuk menghilangkan efek obat perangsang itu.
Laras naik lift menuju kamar hotelnya
" Sial kenapa pintunya di kunci, kenapa aku lupa bawa kartu sih.! gerutu Laras
Laras mengutak atik pin pintu hotel karena Laras menguasai bidang it akhirnya tidak berapa lama pintu itupun berhasil terbuka.
Laras masuk kedalam kamar hotel berjalan sambil menahan sesuatu dan pintu itupun langsung tertutup
klik
Pintu otomatis terkunci kembali.
Laras masuk ke dalam kamar tapi Laras merasa asing ketika masuk ke dalam kamarnya karena kamarnya lebih luas.
Laras tidak memperdulikan hal itu yang penting bisa mendinginkan hawa panas dalam tubuhnya. Laras masuk ke dalam kamar mandi dan membuka seluruh pakaiannya dan mengguyur seluruh tubuhnya dengan air shower walau airnya dingin tapi efek obatnya setidak - tidaknya bisa mengurangi.
Laras terkejut ketika ada seseorang yang memeluk tubuhnya, Laras mendongak ke atas karena orangnya lebih tinggi dari Laras, Laras menatap pria itu dengan sayu mengharapkan lebih dari sekedar pelukan dan seakan mengerti pria tersebut mematikan showernya dan menggendongnya dan membaringkannya di ranjang miliknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Eri Wijaya
hahahaha
2022-05-29
0
Een Sunita
waduh bos mapiah
2022-04-24
0
Ida Lailamajenun
Laras salah masuk kamar nih,kamar babang alvon yg dimasukin,rejeki nomplok donk babang alvon dapet perawan..
2022-02-28
1