Tiga Gadis Tangguh 2

" Widih mantap malam - malam begini kita dapat rejeki nomplok." ucap kepala preman

" Iya betul bos, mereka bertiga sangat cantik." jawab anak buahnya yang pertama.

" Aku jadi bingung yang mana ya?" jawab anak buah yang ke dua.

" Lumayan bisa menemani kita." jawab anak buah yang ke tiga.

" hahahaa..." tawa anak buah lainnya.

Kepala preman pun mendekati Laras dan memegang tangan Laras tapi dengan cepat Laras melintir tangan preman tersebut membuat preman tersebut berteriak kesakitan.

Anak buahnya terkejut dan menyerang Laras tapi Laras mampu menghindar dan memukul kembali, Clarisa dan Maria ikut membantu Laras memukul para preman tersebut.

bugh

bugh

bugh

bugh

Pukulan demi pukulan dilayangkan oleh Laras, Clarisa dan Maria hingga beberapa saat para preman tersebut tumbang satu persatu.

Laras masuk ke dalam mobil untuk mengambil tali kemudian mengikat satu persatu para preman yang tidak berdaya di bantu oleh Clarisa dan Maria.

Mereka di ikat digeletakkan di pinggir jalan. Clarisa menghubungi polisi untuk menangkap para preman yang sangat meresahkan para warga.

Selesai dengan urusan merekapun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Selesai mengantar Maria kemudian mobil berjalan untuk mengantar Laras setelah itu barulah Clarisa pulang ke rumahnya.

XXXX

Perusahaan PT ALTA COMPANY

Di perusahaan milik Alvonso PT Alta Company, Alvonso duduk di kursi kebesarannya. Menandatangani berkas -berkas yang tidak pernah habis - habisnya.

tok

tok

tok

ceklek

Tanpa di minta masuk Ronald sanga asisten membuka pintu ruangan milik Alvonso.

" Tuan nanti malam kita ada penjualan senjata api dengan Mr. AZ di hutan pinus di pinggir kota dan lusa ada peresmian hotel di hotel Kirana International di Surabaya." ucap Ronald.

" Hmm.. atur seperti biasa." balas Alvonso sambil mengecek dan menandatangani berkas - berkas dokumen.

" Baik tuan." balas Ronald sambil menundukan setengah badannya dan langsung ke luar dari ruangannya.

" Hmm..." balas Alvonso berupa deheman.

XXXX

Alvonso memakai pakaian serba hitam dan kacamata hitam, begitu pula dengan Ronald dan dokter Kennath.

Mereka berangkat menuju hutan pinus di pinggir kota untuk bertransaksi. Tanpa Mr. AZ berdiri dengan angkuh.

" Mana senjatanya?" tanya Mr AZ tanpa basa basi.

" Ronald." panggil Alvonso

Ronald yang sudah paham memanggil anak buahnya untuk memperlihatakan senjata apinya yang akan di jual.

Mr. AZ menyuruh anak buahnya membawakan koper yang berisi uang kemudian Alvonso memberi kode dan anak buah kepercayaannya mengambilnya dan mengeceknya. Mr. AZ memegang senjata tersebut dan diarahkan ke arah Alvonso.

Alvonso yang mulai mengetahui kelicikan Mr. AZ hanya tersenyum sinis.

klik

klik

klik

Mr. AZ menembak Alvonso tapi pelurunya tidak ada dengan kecepatan kilat Alvonso mengeluarkan senjatanya.

dor

dor

Dua tembakan mengenai jantung dan dahi Mr. AZ. Anak buah Mr. AZ terkejut merekapun saling serang dan menembak.

Anak buah Mr. AZ banyak yang mati sisanya di kirim ke kadang buaya. Walau mereka sudah menyerah tapi Alvonso tidak mau mengambil resiko jika mereka tiba - tiba mengkhianati.

XXXXX

Hari ini mahasiswa dan mahasiswi tingkat akhir pergi ke Surabaya naik bus. Bus khusus panitia antar jurusan Clarisa dan Maria satu bangku sedangkan Larasati satu bangku dengan Tio. Mereka berbicara sambil menikmati pemandangan di dalam bus. Perjalananan yang jauh membuat orang - orang dalam bus tertidur kecuali Tio

Tio selalu memandang wajah Larasati.

( bersiaplah sayang nanti di hotel aku buat kamu terikat denganku, maaf sayang aku terpaksa karena kamu selalu menolakku dengan terpaksa aku melakukan ini semua batin Tio ) Memandang tanpa berani menyentuhnya.

Singkat ceria sampailah mereka di hotel di hotel Kirana International Surabaya mereka turun dan di absen oleh masing - masing panitia dan mendapat kamar . Satu kamar ada tiga orang kebetulan mereka bertiga Laras, Cla dan Mar satu kamar sedangkan Tio dia menyewa sendiri dengan alasan tidak biasa kalau tidur dengan orang lain walau agak mahal biaya sewa kamarnya Tio tidak perduli karena Tio seorang CEO jadi uang segitu tidak ada artinya.

Tio sengaja mengambil kamar sebelah 3 gadis itu untuk menjalankan rencana yang sudah disiap - siapkan jauh - jauh hari.

" Laras, Mar nanti malam acara pesta jadikan kita pakai baju couple" tanya Clarisa

"Iya, tidak sabar ya?"🤩🤩 jawab mereka serempak

" Hehehehe... iya betul" 😍😍😍, istirahat yuk." pinta Clarisa

"Ok." jawab mereka serempak

Merekapun istirahat karena lelah habis perjalanan yang sangat jauh.

Singkat cerita, malam ini ada acara pesta perpisahan karena besok siangnya mereka pulang ke Jakarta.

Mereka bertiga dandan sangat cantik baju dress couple yang pas menampilkan kesan seksi. Merekapun keluar dan masuk ke gedung pertemuan bercakap dengan teman - teman lainnya tidak terasa hari sudah jam 10 malam masing - masing pergi mengundurkan diri untuk istirahat Clarisa dan Maria sudah masuk kamarnya sedangkan Larasati mau pergi tapi ditahan oleh Tio.

" Sabarlah hari inikan terakhir, besok aku tidak ikut kalian karena ada proyek di luar negri. Temani aku ya? please." pinta Tio

" Baiklah tapi sebentar ya aku sudah ngantuk banget mau istirahat." jawab Laras

" Ok, oh ya aku kemarin pergi ke luar negri saya ada oleh - oleh minuman yang sangat menyegarkan, minumlah?" pinta Tio

"Ok." jawab Laras

Tanpa ragu Larasati meminum sedikit karena merasa enak Laras meminum sampai habis. Tio tersenyum dengan licik

( kenapa badanku jadi panas, sial wajahnya Tio mesum jangan - jangan minumannya mengandung obat perangsang, gawat aku harus pergi dari sini, aku harus kuat nahan gairahku, sial kamu Tio kamu jahat sekali padaku batin Laras )

" Tio, maaf aku sangat lelah aku masuk kamar dulu ya?" jawab Laras

" Ok." jawab Tio

( kok aneh tidak berpengaruh kan dosis tinggi apa aku salah beli atau efeknya masih lama, tidak apa - apa deh yang penting aku tunggu di depan pintu kamarku batin Tio)

Laras berjalan terburu - buru sambil menahan gairah yang sangat memuncak sampai bibirnya digigit sampai berdarah untuk melawan gairah yang sangat menyiksa. Laras mau mandi air dingin untuk menghilangkan efek obat perangsang itu.

Laras naik lift menuju kamar hotelnya

" Sial kenapa pintunya di kunci, kenapa aku lupa bawa kartu sih.! gerutu Laras

Laras mengutak atik pin pintu hotel karena Laras menguasai bidang it akhirnya tidak berapa lama pintu itupun berhasil terbuka.

Laras masuk kedalam kamar hotel berjalan sambil menahan sesuatu dan pintu itupun langsung tertutup

klik

Pintu otomatis terkunci kembali.

Laras masuk ke dalam kamar tapi Laras merasa asing ketika masuk ke dalam kamarnya karena kamarnya lebih luas.

Laras tidak memperdulikan hal itu yang penting bisa mendinginkan hawa panas dalam tubuhnya. Laras masuk ke dalam kamar mandi dan membuka seluruh pakaiannya dan mengguyur seluruh tubuhnya dengan air shower walau airnya dingin tapi efek obatnya setidak - tidaknya bisa mengurangi.

Laras terkejut ketika ada seseorang yang memeluk tubuhnya, Laras mendongak ke atas karena orangnya lebih tinggi dari Laras, Laras menatap pria itu dengan sayu mengharapkan lebih dari sekedar pelukan dan seakan mengerti pria tersebut mematikan showernya dan menggendongnya dan membaringkannya di ranjang miliknya.

Terpopuler

Comments

Eri Wijaya

Eri Wijaya

hahahaha

2022-05-29

0

Een Sunita

Een Sunita

waduh bos mapiah

2022-04-24

0

Ida Lailamajenun

Ida Lailamajenun

Laras salah masuk kamar nih,kamar babang alvon yg dimasukin,rejeki nomplok donk babang alvon dapet perawan..

2022-02-28

1

lihat semua
Episodes
1 Perkenalan Karakter
2 Perusahaan PT ALTA COMPANY
3 Tiga Sahabat
4 Alvonso dan Ronald
5 Alvonso dan Ronald 2
6 Wisuda
7 Acara Kampus
8 Tiga Gadis Laras, Clarisa dan Maria
9 Tiga Gadis Tangguh
10 Tiga Gadis Tangguh 2
11 Kepergian Laras
12 Alvonso Ngidam dan Laras Hamil
13 Tiga Sahabat
14 Pertemuan Laras dan Alvonso
15 Laras Melahirkan
16 5 Tahun Kemudian
17 Pertemuan Ronald dan Clarisa
18 Pertemuan Ronald dan Clarisa
19 Test DNA
20 Tiga Kembar Di Culik
21 Penyerangan
22 Terbongkarnya Identitas Laras
23 Panggilan Untuk Daddy
24 Ungkapan Cinta Alvonso
25 Alvonso dan Laras
26 Pertemuan Dengan Ibu Alvonso
27 Laras Sakit
28 Laras Melakukan Kemoterapi
29 Laras Melakukan Kemoterapi 2
30 Kepergian Laras
31 Bertemu Kembali
32 Pernikahan Laras dan Alvonso
33 Clarisa dan Ronald
34 Pemberitahuan
35 Penyerangan
36 Pertunangan Clarisa dan Ronald
37 Laras Dan Alvonso
38 Pertengkaran Laras Dengan Alvonso
39 Laras Kecelakaan
40 Terungkap Kebenaran
41 Terungkap Kebenaran 2
42 Penyesalan Alvonso
43 Rahasia Bianca
44 Bianca
45 Kematian Bianca 2
46 Laras Kritis
47 Laras Sadar
48 Kebahagiaan Alvonso
49 Masa Lalu Dokter Kennath
50 Dokter Kennath Dan Dokter Maria
51 Terbongkarnya Rahasia Dokter Kennath
52 Pertemuan Dokter Kennath dan Mr. Aldrian Leonard
53 Permohonan Maaf
54 Mr. Aldrian Leonard
55 Bertemu Dengan Tio
56 Bertemu Dengan Tio 2
57 Kematian Tio
58 Hari Pernikahan Clarisa dan Ronald
59 Clarisa dan Ronald
60 Malam Pertama Ronald dan Clarisa
61 Clarisa dan Ronald
62 Clarisa
63 Pernikahan Kennath dan Maria
64 Malam Pertama
65 Pemberitahuan
66 Pemberitahuan
67 Novel Terbaru Terpaksa Menikah Dengan Pria Amnesia
68 Novel Terbaru Ranjang Sang Mafia
69 Novel : Cinta Pertama Sang Mafia Psychopath
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Perkenalan Karakter
2
Perusahaan PT ALTA COMPANY
3
Tiga Sahabat
4
Alvonso dan Ronald
5
Alvonso dan Ronald 2
6
Wisuda
7
Acara Kampus
8
Tiga Gadis Laras, Clarisa dan Maria
9
Tiga Gadis Tangguh
10
Tiga Gadis Tangguh 2
11
Kepergian Laras
12
Alvonso Ngidam dan Laras Hamil
13
Tiga Sahabat
14
Pertemuan Laras dan Alvonso
15
Laras Melahirkan
16
5 Tahun Kemudian
17
Pertemuan Ronald dan Clarisa
18
Pertemuan Ronald dan Clarisa
19
Test DNA
20
Tiga Kembar Di Culik
21
Penyerangan
22
Terbongkarnya Identitas Laras
23
Panggilan Untuk Daddy
24
Ungkapan Cinta Alvonso
25
Alvonso dan Laras
26
Pertemuan Dengan Ibu Alvonso
27
Laras Sakit
28
Laras Melakukan Kemoterapi
29
Laras Melakukan Kemoterapi 2
30
Kepergian Laras
31
Bertemu Kembali
32
Pernikahan Laras dan Alvonso
33
Clarisa dan Ronald
34
Pemberitahuan
35
Penyerangan
36
Pertunangan Clarisa dan Ronald
37
Laras Dan Alvonso
38
Pertengkaran Laras Dengan Alvonso
39
Laras Kecelakaan
40
Terungkap Kebenaran
41
Terungkap Kebenaran 2
42
Penyesalan Alvonso
43
Rahasia Bianca
44
Bianca
45
Kematian Bianca 2
46
Laras Kritis
47
Laras Sadar
48
Kebahagiaan Alvonso
49
Masa Lalu Dokter Kennath
50
Dokter Kennath Dan Dokter Maria
51
Terbongkarnya Rahasia Dokter Kennath
52
Pertemuan Dokter Kennath dan Mr. Aldrian Leonard
53
Permohonan Maaf
54
Mr. Aldrian Leonard
55
Bertemu Dengan Tio
56
Bertemu Dengan Tio 2
57
Kematian Tio
58
Hari Pernikahan Clarisa dan Ronald
59
Clarisa dan Ronald
60
Malam Pertama Ronald dan Clarisa
61
Clarisa dan Ronald
62
Clarisa
63
Pernikahan Kennath dan Maria
64
Malam Pertama
65
Pemberitahuan
66
Pemberitahuan
67
Novel Terbaru Terpaksa Menikah Dengan Pria Amnesia
68
Novel Terbaru Ranjang Sang Mafia
69
Novel : Cinta Pertama Sang Mafia Psychopath

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!