Wisuda

Tidak terasa hari ini para mahasiswa dan mahasiswi wisuda. Laras, Clarisa dan Maria memakai pakaian couple kebaya putih dengan rambut di sanggul.

Mereka bertiga berangkat dengan satu mobil karena mereka menginap di rumah Maria sekalian untuk berhias untuk menyambut perayaan kelulusan wisuda.

Orang tua Maria dan orang tua Clarisa menggunakan mobil masing - masing. Mereka berangkat menuju Shang Hai Hotel.

Di gedung Shang Hai Hotel banyak orang berkumpul pemilik kampus, dekan, dosen dan mahasiswa mahasiswi serta para orang tua.

Laras bersedih dan melamun karena kedua orangtuanya tidak mungkin datang menghadiri acara wisuda disebabkan ke dua orangtuanya sudah meninggal dunia.

Sahabatnya Laras siapa lagi kalau bukan Clarisa dan Maria mengetahui isi hati sahabatnya.

" La, jangan sedih, orang tuamu pasti datang melihatmu wisuda walau kita tidak bisa melihatnya. Orang tuamu pasti bangga mempunyai anak pintar dan secantik sepertimu." ucap Maria sambil memeluk dari arah samping

" Terima kasih Maria kamu memang sahabat baikku.

" Iya La, apa yang dikatakan oleh Maria, jangan lupakan doakan selalu ke dua orang tuamu bahagia di sana, jangan bersedih ya La? kalau kamu sedih kita berdua ikut sedih." ucap Clarisa

" Terima kasih Cla, kalian berdua selalu ada untukku. Saya tidak tahu bagaimana aku jika tidak ada kalian." ucap Laras sendu

" Sttt, kita itu sahabat dari kecil hingga sekarang dan sahabat harus saling tolong menolong, di saat suka dan duka selalu bersama dan aku sanga harap persahabatan kita abadi sampai maut memisahkan kita." ucap Maria

" Amin." ucap Laras dan Clarisa

" Aku punya ide, bagaimana kalau nanti kita masing - masing sudah menikah, kita menjodohkan anak - anak kita agar mempererat persahabatan kita dan juga para suami kita nantinya bisa dekat dengan kita jadi kita bisa satu keluarga saling bantu membantu jika salah satu dari kita mengalami kesusahan." usul Laras

" Boleh juga usulmu La." jawab Maria dengan antusias.

" Iya aku setuju." jawab Clarisa

Acara wisuda sudah di mulai satu persatu di panggil. Selesai sudah satu persatu di panggil nama - nama para wisudawan dan wisudawati. Kini pemanggilan nama - nama wisudawan dan wisudawati yang berprestasi.

Seorang maju ke depan memanggil siapa saja nama - nama wisudawan dan wisudawati yang berprestasi di ambil satu jurusan

" Larasati Alexis jurusan Bisnis dengan nilai ipk XXXX harap maju ke depan mendapatkan uang tunai Rp. 15,000,000 dan trophy." ucap mc

" Maria Triatmaja jurusan kedokteran dengan nilai ipk XXXX harap maju ke depan mendapatkan uang tunai Rp. 15,000,000 dan trophy." ucap mc

" Clarisa Indra jurusan designer dengan nilai ipk XXXX harap maju ke depan mendapatkan uang tunai Rp. 15,000,000." ucap mc

Semua orang bertepuk tangan banyak yang memuji selain cantik juga mereka pintar. Orang tua Clarisa dan Maria sangat bangga dan puas melihat anak - anak mereka pintar. Tidak sia - sia mendidik anak - anak mereka.

Selesai wisuda mereka berfoto dengan keluarga, dosen dan sahabat - sahabat mereka.

Tio mengucapkan selamat atas prestasi Laras, Maria dan Clarisa.

" Laras, aku ingin bicara denganmu berdua, bolehkah?" tanya Tio

" Ada apa ya?" tanya Laras

" Aku ingin bicara di taman kampus tidak lama hanya 20 menit saja." pinta Tio

" Sebentar aku tanya ke dua sahabatku dulu ya?" jawab Laras

" Ok, aku tunggu." jawab Tio

Laras menemui ke dua sahabatnya Clarisa dan Maria kalau Tio ingin bicara dengan Laras. Mereka hanya menganggukkan kepalanya barulah Laras menemui Tio.

" Ayo Tio kita pergi ke taman kampus." ajak Laras

Laras dan Tio berjalan menuju ke taman kampus dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan Laras dan Tio hanya berdiam diri saja, mereka berdua masuk dalam pikiran masing - masing. Laras sudah tahu apa yang akan ditanyakan Tio. Laras hanya berharap Tio tidak marah akan jawaban Laras nanti.

Kini mereka sudah sampai di taman belakang kampus. Laras duduk sedangkan Tio berdiri mereka berdua memandang taman kampus yang penuh dengan bunga - bunga indah.

" La kamu tahu, aku sudah lama menyukaimu sejak awal aku masuk kuliah kamu sangat berbeda dari gadis - gadis yang ku kenal, setiap kamu menolakku aku berusaha mencari penggantimu tapi tidak ada, hatiku hanya ada namamu, kini kita sudah lulus kuliah, maukah kamu menikah denganku?" pinta Tio sambil berlutut dan memberikan kotak merah dan ketika di bukanya berisi cincin emas putih yang sangat indah.

Laras menutup mulutnya tidak percaya kalau Tio akan melamarnya secepatnya ini.

" Maaf Tio, bukannya aku menolakmu sungguh aku sangat bahagia tapi sekali lagi aku minta maaf, aku belum ada niat untuk menikah karena banyak cita - cita yang ingin kugapai." ucap Laras

" Kamu bilang ingin kerjakan? kamu bisa kerja denganku walau kita sudah menikah nantinya." ucap Tio tegas.

" Bukan itu saja Tio, aku belum berpikir untuk menikah, kalau kita memang jodoh pasti akan dipersatukan. Jika dirimu menemukan seseorang yang lebih baik dariku aku tidak akan marah, sekali lagi maafkan aku." ucap Laras sambil berjalan meninggalkan Tio seorang diri.

Tio sangat kecewa dengan Laras dirinya lagi - lagi di tolak oleh Laras.

" Laras, bagaimanapun caranya kamu harus jadi milikku walau harus secara paksa sekalipun aku tidak perduli yang penting kamu harus jadi milikku." gumam Tio memandangi Laras sampai tidak terlihat sambil mengempalkan ke dua tangannya.

Obsesi memiliki Laras sangat besar, Tio akan cari waktu yang tepat untuk mendapatkan Laras walau bagaimanapun caranya.

XXXXX

Laras menemui ke dua sahabatnya yang masih setia menunggunya.

" Hallo La, gimana?" tanya Clarisa

" Gimana apanya?" tanya Laras

" Aish, maksudku apakah Tio melamarmu?" tanya Clarisa

deg

Maria hanya menunduk hatinya sangat sakit mendengar perkataan sahabatnya Clarisa tapi berusaha menenangkan dirinya agar bersikap biasa saja supaya ke dua sahabatnya tidak mengetahuinya.

" Iya Tio, melamarku, darimana kamu tahu Cla?" tanya Laras sambil memandang sahabatnya Maria dengan sendu, sungguh Laras tidak tega menyakiti sahabatnya tapi Laras tidak mau berbohong karena persahabatan harus disertai kejujuran walau nanti akhirnya ada yang sakit.

" Tebak aja, berarti benar donk?" tanya Clarisa

" 100 persen tepat?" jawab Laras sambil memandang Maria sedangkan Maria hanya tersenyum walau hatinya terluka.

" Terus kamu terima?" tanya Clarisa kepo

" Tidaklah, aku bilang padanya banyak yang mesti aku gapai dan aku belum ada rencana niat untuk menikah." ucap Laras

" Ohh." jawab mereka berdua Clarisa dan Maria.

" Maria, maafkan aku ya?" pinta Laras sambil menatap sendu

" Kenapa minta maaf?" tanya Maria bingung

" Kita berdua tahu kalau kamu menyukai Tio, benar bukan?" tanya Laras

" A... aku.." jawab Maria gugup

" Kami tahu Mar, kalau kamu menyukainya, tapi kami mohon lupakan perasaanmu mungkin Tio bukan jodohmu." ucap Clarisa

" Benar kata Clarisa Mar, buat apa kita mencintai seseorang tapi orang itu tidak mencintai kita." tambah Laras

" Terima kasih kalian memang sahabat baikku." ucap Maria terharu.

Mereka saling berpelukan untuk saling menguatkan. Selesai berpelukan mereka pulang ke rumah masing - masing dengan di antar oleh Maria.

Terpopuler

Comments

Dewi Oktavia

Dewi Oktavia

benar,,,, lebih baik di cintai ma laki daripada kita mencintai laki./Drool/

2024-08-21

0

Yayuk Triatmaja

Yayuk Triatmaja

hehehehe

2022-08-08

0

Nur Hidayati

Nur Hidayati

nama nya sama dgn pengarang nya 😁😁

2022-08-08

1

lihat semua
Episodes
1 Perkenalan Karakter
2 Perusahaan PT ALTA COMPANY
3 Tiga Sahabat
4 Alvonso dan Ronald
5 Alvonso dan Ronald 2
6 Wisuda
7 Acara Kampus
8 Tiga Gadis Laras, Clarisa dan Maria
9 Tiga Gadis Tangguh
10 Tiga Gadis Tangguh 2
11 Kepergian Laras
12 Alvonso Ngidam dan Laras Hamil
13 Tiga Sahabat
14 Pertemuan Laras dan Alvonso
15 Laras Melahirkan
16 5 Tahun Kemudian
17 Pertemuan Ronald dan Clarisa
18 Pertemuan Ronald dan Clarisa
19 Test DNA
20 Tiga Kembar Di Culik
21 Penyerangan
22 Terbongkarnya Identitas Laras
23 Panggilan Untuk Daddy
24 Ungkapan Cinta Alvonso
25 Alvonso dan Laras
26 Pertemuan Dengan Ibu Alvonso
27 Laras Sakit
28 Laras Melakukan Kemoterapi
29 Laras Melakukan Kemoterapi 2
30 Kepergian Laras
31 Bertemu Kembali
32 Pernikahan Laras dan Alvonso
33 Clarisa dan Ronald
34 Pemberitahuan
35 Penyerangan
36 Pertunangan Clarisa dan Ronald
37 Laras Dan Alvonso
38 Pertengkaran Laras Dengan Alvonso
39 Laras Kecelakaan
40 Terungkap Kebenaran
41 Terungkap Kebenaran 2
42 Penyesalan Alvonso
43 Rahasia Bianca
44 Bianca
45 Kematian Bianca 2
46 Laras Kritis
47 Laras Sadar
48 Kebahagiaan Alvonso
49 Masa Lalu Dokter Kennath
50 Dokter Kennath Dan Dokter Maria
51 Terbongkarnya Rahasia Dokter Kennath
52 Pertemuan Dokter Kennath dan Mr. Aldrian Leonard
53 Permohonan Maaf
54 Mr. Aldrian Leonard
55 Bertemu Dengan Tio
56 Bertemu Dengan Tio 2
57 Kematian Tio
58 Hari Pernikahan Clarisa dan Ronald
59 Clarisa dan Ronald
60 Malam Pertama Ronald dan Clarisa
61 Clarisa dan Ronald
62 Clarisa
63 Pernikahan Kennath dan Maria
64 Malam Pertama
65 Pemberitahuan
66 Pemberitahuan
67 Novel Terbaru Terpaksa Menikah Dengan Pria Amnesia
68 Novel Terbaru Ranjang Sang Mafia
69 Novel : Cinta Pertama Sang Mafia Psychopath
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Perkenalan Karakter
2
Perusahaan PT ALTA COMPANY
3
Tiga Sahabat
4
Alvonso dan Ronald
5
Alvonso dan Ronald 2
6
Wisuda
7
Acara Kampus
8
Tiga Gadis Laras, Clarisa dan Maria
9
Tiga Gadis Tangguh
10
Tiga Gadis Tangguh 2
11
Kepergian Laras
12
Alvonso Ngidam dan Laras Hamil
13
Tiga Sahabat
14
Pertemuan Laras dan Alvonso
15
Laras Melahirkan
16
5 Tahun Kemudian
17
Pertemuan Ronald dan Clarisa
18
Pertemuan Ronald dan Clarisa
19
Test DNA
20
Tiga Kembar Di Culik
21
Penyerangan
22
Terbongkarnya Identitas Laras
23
Panggilan Untuk Daddy
24
Ungkapan Cinta Alvonso
25
Alvonso dan Laras
26
Pertemuan Dengan Ibu Alvonso
27
Laras Sakit
28
Laras Melakukan Kemoterapi
29
Laras Melakukan Kemoterapi 2
30
Kepergian Laras
31
Bertemu Kembali
32
Pernikahan Laras dan Alvonso
33
Clarisa dan Ronald
34
Pemberitahuan
35
Penyerangan
36
Pertunangan Clarisa dan Ronald
37
Laras Dan Alvonso
38
Pertengkaran Laras Dengan Alvonso
39
Laras Kecelakaan
40
Terungkap Kebenaran
41
Terungkap Kebenaran 2
42
Penyesalan Alvonso
43
Rahasia Bianca
44
Bianca
45
Kematian Bianca 2
46
Laras Kritis
47
Laras Sadar
48
Kebahagiaan Alvonso
49
Masa Lalu Dokter Kennath
50
Dokter Kennath Dan Dokter Maria
51
Terbongkarnya Rahasia Dokter Kennath
52
Pertemuan Dokter Kennath dan Mr. Aldrian Leonard
53
Permohonan Maaf
54
Mr. Aldrian Leonard
55
Bertemu Dengan Tio
56
Bertemu Dengan Tio 2
57
Kematian Tio
58
Hari Pernikahan Clarisa dan Ronald
59
Clarisa dan Ronald
60
Malam Pertama Ronald dan Clarisa
61
Clarisa dan Ronald
62
Clarisa
63
Pernikahan Kennath dan Maria
64
Malam Pertama
65
Pemberitahuan
66
Pemberitahuan
67
Novel Terbaru Terpaksa Menikah Dengan Pria Amnesia
68
Novel Terbaru Ranjang Sang Mafia
69
Novel : Cinta Pertama Sang Mafia Psychopath

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!