Alvonso dan Ronald 2

Sore ini Alvonso, Ronald dan dokter Kennath beserta anak buah mafia akan melakukan transaksi narkoba dari negara XXX di kapal pribadi milik Mr. X.

Alvonso dan Ronald dengan tatapan elangnya melihat Mr. X dan para anak buah Mr. X berlalu lalang menjaga sambil mengawasi jika ada sesuatu yang mencurigakan.

Alvonso dan Mr. X berbincang kemudian Mr. X meminta barang narkoba dari Alvonso setelah dicek dan mendapatkan ke sepakatan Mr. X memberikan 4 koper miliknya untuk diberikan ke anak buah Alvonso yang sudah dipercaya untuk di cek ke asliannya.

dor

dor

dor

dor

dor

dor

Tiba - tiba terdengar suara tembakan saling bersahutan sedangkan Alvonso dan Ronald yang sudah tahu situasi langsung mengeluarkan senjata dan menembak anak buah Mr. X.

Para anak buah Mr. X banyak yang tewas sedangkan para anak buah Alvonso hanya beberapa yang tewas.

Alvonso mencari Mr. X karena Mr. X telah mengkhianatinya. Setelah agak lama mencari akhirnya Mr. X ditemukan sedang bersembunyi di ruangan rahasia. Alvonso dan Mr. X saling tembak dan akhirnya Mr. X tewas tertembak dan jatuh di laut. Semua para anak buah yang tewas di buang di laut untuk dijadikan santapan para hiu.

Alvonso terluka di lengan tangan kanannya dan juga kaki kanannya sehingga Ronald memapah Alvonso ke kamar pribadi milik Mr. X.

Alvonso dibaringkan di ranjang kemudian dokter Kennath mengeluarkan peluru yang berada di kaki kanan dan lengan tangan kanan Alvonso.

Tidak berapa lama semua peluru berhasil dikeluarkan oleh dokter Kennath.

Mereka beristirahat sambil menunggu helikopter satu jam lagi akan datang menjemput mereka.

Satu jam kemudian 6 helikopter pun datang dan membawa Alvonso, Ronald dan dokter Kennath serta para anak buahnya meninggalkan kapal pribadi milik Mr. X.

Satu orang anak buah mafia Alvonso menekan tombol remote ke arah kapal pribadi milik Mr. X.

Duar

Duar

Duar

Duar

Bunyi suara ledakkan bom membuat kapal pribadi milik Mr. X terbakar dan hancur dalam sekejap kemudian tenggelam di dasar laut.

Helikopter yang ditumpangi Alvonso, Ronald dan dokter Kennath langsung menuju ke rumah sakit sedangkan helikopter yang lainnya menuju ke markas milik Alvonso.

Alvonso di rawat di rumah sakit dan beristirahat selama seminggu. Semua pekerjaan Alvonso diserahkan oleh asisten Ronald dan di bantu oleh dokter Kennath.

XXXX

Di tempat lain tiga sahabat Laras, Maria dan Clarisa menghentikan mobilnya dan parkir di halaman kampus.

Mereka bertiga berjalan dengan santai, banyak pria yang memuji kecantikan mereka hanya para wanita saja yang sangat iri kecantikan tiga sahabat itu.

Seorang pria mendatangi ke tiga gadis itu dan menyapa mereka bertiga.

" Hallo tiga gadis cantik?" ucap pria tersebut sambil tersenyum menggoda.

" Hallo Tio." ucap Laras lembut

" Hallo juga Tio." balas Clarisa

" Hallo juga tampan." balas Maria sambil tersenyum malu.

Tio

Tio seorang CEO dan juga mahasiswa tingkat akhir satu kelas dengan Laras. Tio sangat tergila - gila dengan Laras tapi Laras hanya menganggap teman tidak lebih, Laras selalu mengatakan dengan alasan kalau Laras hanya ingin fokus kuliah dulu.

Maria

Maria sudah mulai suka dengan Tio tapi Maria tahu kalau Tio tidak menyukainya. Maria tahu kalau Tio menyukai Laras. Membuat Maria menyukai secara diam - diam.

" Pulang kuliah kita jalan - jalan yuk?" ajak Tio

Mereka bertiga saling memandang dan menganggukkan kepalanya.

" Ok." jawab mereka serempak

" Pakai mobilku saja nanti mobil kalian di antar oleh anak buahku." ucap Tio

"Ok." Jawab mereka serempak lagi.

Merekapun masuk ke kelas yang berbeda - beda berdasarkan jurusan masing - masing.

Laras dan Tio masuk ke dalam kelas dan duduk di kursi bersebelahan. Tio selalu memandangi Laras sedangkan Laras konsentransi dengan mata kuliah yang diberikan oleh dosen.

Tidak terasa mata kuliah jam pertama telah berakhir. Para mahasiswa dan para mahasiswi keluar untuk istirahat.

Laras dan Tio berjalan ke kantin, sampai di kantin mereka berdua duduk sambil menunggu Clarisa dan Maria.

" La, aku sangat suka padamu? apakah kamu masih belum membuka hatimu untukku?" tanya Tio sambil mengharapkan cintanya Laras.

" Maaf Tio, bukannya aku tidak suka padamu tapi aku ingin menyelesaikan kuliahku, sebentar lagi selesai kuliahnya, aku rencana mau kerja dulu baru memikirkan tentang pacaran, kalau kamu mau menunggu tidak apa - apa tapi jika ada yang lebih baik dariku aku tidak akan marah." jawab Laras lembut dan hati - hati karena takut menyinggung perasaan Tio.

" Hahhh... " sambil menghela nafas berat, " baiklah aku akan menunggumu sampai kamu benar - benar siap." ucap Tio tersenyum kecut dan menahan amarah.

" Terima kasih Tio." ucap Laras tulus

" Sama - sama " balas Tio

Tidak berapa lama ke dua sahabatnya datang Clarisa dan Maria. Mereka berempat memesan makanan sambil menunggu pesanan makanan mereka mengobrol kadang mereka tertawa dan terkadang serius.

Makananpun sudah datang, mereka makan dengan perlahan menikmati makanannya tanpa bersuara.

Tidak berasa jam ke dua kuliah di mulai mereka masuk ke dalam kelas masing - masing. Laras seperti biasa konsentrasi mendengarkan dosen memberikan mata kuliahnya sedangkan Tio hanya menatap Laras dan terkadang menatap dosennya.

Dalam hati Tio sangat besar untuk memiliki Laras tapi tidak tahu caranya untuk bisa mendapatkan hati Laras.

Mungkin besok atau lusa atau entahlah Tio akan mencoba bersabar untuk mendapatkan hati Laras.

Jam ke dua pun berakhir seperti janji Tio merekapun pergi naik mobil Tio menuju ke mall yang terbesar di kota itu.

Tio membayar semua belanjaan Laras, Clarisa dan Maria sebenarnya mereka bertiga tidak setuju tapi Tio memaksanya untuk membayar semua belanjaan mereka dengan alasan Tio mendapatkan keuntungan yang sangat besar dan ingin mentraktir mereka bertiga.

Laras, Clarisa dan Maria akhirnya menerimanya. Setelah puas belanja kini mereka nonton bersama. Tio sengaja duduk di tengah - tengah. Laras yang tahu maksud tersembunyi Tio memberi kode tanpa sepengetahuan Tio agar Clarisa dan Maria berada di samping kanan dan samping kiri Tio, sedangkan Laras duduk di sebelah Clarisa dan sebelahnya orang lain.

Tio menghembuskan nafas dengan kasar usahanya sia - sia lagi padahal ada rencana ingin memegang tangan Laras tapi rencananya gagal. Tiga gadis tersebut pura - pura tidak tahu walau sebenarnya tidak tega tapi mau gimana lagi terlebih Laras pernah cerita ke Maria dan Clarisa kalau dirinya ingin kosentrasi kuliah dulu.

Selesai menonton mereka pergi ke restoran untuk mengisi perut mereka yang kelaparan. Sambil menunggu pesanannya Laras dan Clarisa ingin pergi ke toilet karena ingin memberi kesempatan ke Maria untuk mengobrol berdua dengan Tio.

Laras dan Clarisa tahu kalau Maria menyukai Tio karena itu mereka sengaja meninggalkan mereka berdua untuk mengobrol siapa tahu dengan begitu Tio bisa melupakan Laras.

Selesai dari toilet Laras dan Clarisa berjalan menuju ke meja makan. Kebetulan sekali Laras dan Clarisa datang makananpun juga datang. Mereka makan dalam diam.

Selesai makan, Tio langsung membayar semua makanannya kemudian merekapun pulang di antar ke rumah masing - masing. Laras sengaja menginap di rumah Clarisa karena Laras tahu pasti Laras di antar paling terakhir.

Terpopuler

Comments

Yoni Hartati

Yoni Hartati

mau tanya thor, keluarga Lee novel nya judul nya apa aja

2023-03-22

0

Eri Wijaya

Eri Wijaya

1982 up

2022-05-23

0

Een Sunita

Een Sunita

lanjut thor

2022-04-24

0

lihat semua
Episodes
1 Perkenalan Karakter
2 Perusahaan PT ALTA COMPANY
3 Tiga Sahabat
4 Alvonso dan Ronald
5 Alvonso dan Ronald 2
6 Wisuda
7 Acara Kampus
8 Tiga Gadis Laras, Clarisa dan Maria
9 Tiga Gadis Tangguh
10 Tiga Gadis Tangguh 2
11 Kepergian Laras
12 Alvonso Ngidam dan Laras Hamil
13 Tiga Sahabat
14 Pertemuan Laras dan Alvonso
15 Laras Melahirkan
16 5 Tahun Kemudian
17 Pertemuan Ronald dan Clarisa
18 Pertemuan Ronald dan Clarisa
19 Test DNA
20 Tiga Kembar Di Culik
21 Penyerangan
22 Terbongkarnya Identitas Laras
23 Panggilan Untuk Daddy
24 Ungkapan Cinta Alvonso
25 Alvonso dan Laras
26 Pertemuan Dengan Ibu Alvonso
27 Laras Sakit
28 Laras Melakukan Kemoterapi
29 Laras Melakukan Kemoterapi 2
30 Kepergian Laras
31 Bertemu Kembali
32 Pernikahan Laras dan Alvonso
33 Clarisa dan Ronald
34 Pemberitahuan
35 Penyerangan
36 Pertunangan Clarisa dan Ronald
37 Laras Dan Alvonso
38 Pertengkaran Laras Dengan Alvonso
39 Laras Kecelakaan
40 Terungkap Kebenaran
41 Terungkap Kebenaran 2
42 Penyesalan Alvonso
43 Rahasia Bianca
44 Bianca
45 Kematian Bianca 2
46 Laras Kritis
47 Laras Sadar
48 Kebahagiaan Alvonso
49 Masa Lalu Dokter Kennath
50 Dokter Kennath Dan Dokter Maria
51 Terbongkarnya Rahasia Dokter Kennath
52 Pertemuan Dokter Kennath dan Mr. Aldrian Leonard
53 Permohonan Maaf
54 Mr. Aldrian Leonard
55 Bertemu Dengan Tio
56 Bertemu Dengan Tio 2
57 Kematian Tio
58 Hari Pernikahan Clarisa dan Ronald
59 Clarisa dan Ronald
60 Malam Pertama Ronald dan Clarisa
61 Clarisa dan Ronald
62 Clarisa
63 Pernikahan Kennath dan Maria
64 Malam Pertama
65 Pemberitahuan
66 Pemberitahuan
67 Novel Terbaru Terpaksa Menikah Dengan Pria Amnesia
68 Novel Terbaru Ranjang Sang Mafia
69 Novel : Cinta Pertama Sang Mafia Psychopath
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Perkenalan Karakter
2
Perusahaan PT ALTA COMPANY
3
Tiga Sahabat
4
Alvonso dan Ronald
5
Alvonso dan Ronald 2
6
Wisuda
7
Acara Kampus
8
Tiga Gadis Laras, Clarisa dan Maria
9
Tiga Gadis Tangguh
10
Tiga Gadis Tangguh 2
11
Kepergian Laras
12
Alvonso Ngidam dan Laras Hamil
13
Tiga Sahabat
14
Pertemuan Laras dan Alvonso
15
Laras Melahirkan
16
5 Tahun Kemudian
17
Pertemuan Ronald dan Clarisa
18
Pertemuan Ronald dan Clarisa
19
Test DNA
20
Tiga Kembar Di Culik
21
Penyerangan
22
Terbongkarnya Identitas Laras
23
Panggilan Untuk Daddy
24
Ungkapan Cinta Alvonso
25
Alvonso dan Laras
26
Pertemuan Dengan Ibu Alvonso
27
Laras Sakit
28
Laras Melakukan Kemoterapi
29
Laras Melakukan Kemoterapi 2
30
Kepergian Laras
31
Bertemu Kembali
32
Pernikahan Laras dan Alvonso
33
Clarisa dan Ronald
34
Pemberitahuan
35
Penyerangan
36
Pertunangan Clarisa dan Ronald
37
Laras Dan Alvonso
38
Pertengkaran Laras Dengan Alvonso
39
Laras Kecelakaan
40
Terungkap Kebenaran
41
Terungkap Kebenaran 2
42
Penyesalan Alvonso
43
Rahasia Bianca
44
Bianca
45
Kematian Bianca 2
46
Laras Kritis
47
Laras Sadar
48
Kebahagiaan Alvonso
49
Masa Lalu Dokter Kennath
50
Dokter Kennath Dan Dokter Maria
51
Terbongkarnya Rahasia Dokter Kennath
52
Pertemuan Dokter Kennath dan Mr. Aldrian Leonard
53
Permohonan Maaf
54
Mr. Aldrian Leonard
55
Bertemu Dengan Tio
56
Bertemu Dengan Tio 2
57
Kematian Tio
58
Hari Pernikahan Clarisa dan Ronald
59
Clarisa dan Ronald
60
Malam Pertama Ronald dan Clarisa
61
Clarisa dan Ronald
62
Clarisa
63
Pernikahan Kennath dan Maria
64
Malam Pertama
65
Pemberitahuan
66
Pemberitahuan
67
Novel Terbaru Terpaksa Menikah Dengan Pria Amnesia
68
Novel Terbaru Ranjang Sang Mafia
69
Novel : Cinta Pertama Sang Mafia Psychopath

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!