Sore ini Alvonso, Ronald dan dokter Kennath beserta anak buah mafia akan melakukan transaksi narkoba dari negara XXX di kapal pribadi milik Mr. X.
Alvonso dan Ronald dengan tatapan elangnya melihat Mr. X dan para anak buah Mr. X berlalu lalang menjaga sambil mengawasi jika ada sesuatu yang mencurigakan.
Alvonso dan Mr. X berbincang kemudian Mr. X meminta barang narkoba dari Alvonso setelah dicek dan mendapatkan ke sepakatan Mr. X memberikan 4 koper miliknya untuk diberikan ke anak buah Alvonso yang sudah dipercaya untuk di cek ke asliannya.
dor
dor
dor
dor
dor
dor
Tiba - tiba terdengar suara tembakan saling bersahutan sedangkan Alvonso dan Ronald yang sudah tahu situasi langsung mengeluarkan senjata dan menembak anak buah Mr. X.
Para anak buah Mr. X banyak yang tewas sedangkan para anak buah Alvonso hanya beberapa yang tewas.
Alvonso mencari Mr. X karena Mr. X telah mengkhianatinya. Setelah agak lama mencari akhirnya Mr. X ditemukan sedang bersembunyi di ruangan rahasia. Alvonso dan Mr. X saling tembak dan akhirnya Mr. X tewas tertembak dan jatuh di laut. Semua para anak buah yang tewas di buang di laut untuk dijadikan santapan para hiu.
Alvonso terluka di lengan tangan kanannya dan juga kaki kanannya sehingga Ronald memapah Alvonso ke kamar pribadi milik Mr. X.
Alvonso dibaringkan di ranjang kemudian dokter Kennath mengeluarkan peluru yang berada di kaki kanan dan lengan tangan kanan Alvonso.
Tidak berapa lama semua peluru berhasil dikeluarkan oleh dokter Kennath.
Mereka beristirahat sambil menunggu helikopter satu jam lagi akan datang menjemput mereka.
Satu jam kemudian 6 helikopter pun datang dan membawa Alvonso, Ronald dan dokter Kennath serta para anak buahnya meninggalkan kapal pribadi milik Mr. X.
Satu orang anak buah mafia Alvonso menekan tombol remote ke arah kapal pribadi milik Mr. X.
Duar
Duar
Duar
Duar
Bunyi suara ledakkan bom membuat kapal pribadi milik Mr. X terbakar dan hancur dalam sekejap kemudian tenggelam di dasar laut.
Helikopter yang ditumpangi Alvonso, Ronald dan dokter Kennath langsung menuju ke rumah sakit sedangkan helikopter yang lainnya menuju ke markas milik Alvonso.
Alvonso di rawat di rumah sakit dan beristirahat selama seminggu. Semua pekerjaan Alvonso diserahkan oleh asisten Ronald dan di bantu oleh dokter Kennath.
XXXX
Di tempat lain tiga sahabat Laras, Maria dan Clarisa menghentikan mobilnya dan parkir di halaman kampus.
Mereka bertiga berjalan dengan santai, banyak pria yang memuji kecantikan mereka hanya para wanita saja yang sangat iri kecantikan tiga sahabat itu.
Seorang pria mendatangi ke tiga gadis itu dan menyapa mereka bertiga.
" Hallo tiga gadis cantik?" ucap pria tersebut sambil tersenyum menggoda.
" Hallo Tio." ucap Laras lembut
" Hallo juga Tio." balas Clarisa
" Hallo juga tampan." balas Maria sambil tersenyum malu.
Tio
Tio seorang CEO dan juga mahasiswa tingkat akhir satu kelas dengan Laras. Tio sangat tergila - gila dengan Laras tapi Laras hanya menganggap teman tidak lebih, Laras selalu mengatakan dengan alasan kalau Laras hanya ingin fokus kuliah dulu.
Maria
Maria sudah mulai suka dengan Tio tapi Maria tahu kalau Tio tidak menyukainya. Maria tahu kalau Tio menyukai Laras. Membuat Maria menyukai secara diam - diam.
" Pulang kuliah kita jalan - jalan yuk?" ajak Tio
Mereka bertiga saling memandang dan menganggukkan kepalanya.
" Ok." jawab mereka serempak
" Pakai mobilku saja nanti mobil kalian di antar oleh anak buahku." ucap Tio
"Ok." Jawab mereka serempak lagi.
Merekapun masuk ke kelas yang berbeda - beda berdasarkan jurusan masing - masing.
Laras dan Tio masuk ke dalam kelas dan duduk di kursi bersebelahan. Tio selalu memandangi Laras sedangkan Laras konsentransi dengan mata kuliah yang diberikan oleh dosen.
Tidak terasa mata kuliah jam pertama telah berakhir. Para mahasiswa dan para mahasiswi keluar untuk istirahat.
Laras dan Tio berjalan ke kantin, sampai di kantin mereka berdua duduk sambil menunggu Clarisa dan Maria.
" La, aku sangat suka padamu? apakah kamu masih belum membuka hatimu untukku?" tanya Tio sambil mengharapkan cintanya Laras.
" Maaf Tio, bukannya aku tidak suka padamu tapi aku ingin menyelesaikan kuliahku, sebentar lagi selesai kuliahnya, aku rencana mau kerja dulu baru memikirkan tentang pacaran, kalau kamu mau menunggu tidak apa - apa tapi jika ada yang lebih baik dariku aku tidak akan marah." jawab Laras lembut dan hati - hati karena takut menyinggung perasaan Tio.
" Hahhh... " sambil menghela nafas berat, " baiklah aku akan menunggumu sampai kamu benar - benar siap." ucap Tio tersenyum kecut dan menahan amarah.
" Terima kasih Tio." ucap Laras tulus
" Sama - sama " balas Tio
Tidak berapa lama ke dua sahabatnya datang Clarisa dan Maria. Mereka berempat memesan makanan sambil menunggu pesanan makanan mereka mengobrol kadang mereka tertawa dan terkadang serius.
Makananpun sudah datang, mereka makan dengan perlahan menikmati makanannya tanpa bersuara.
Tidak berasa jam ke dua kuliah di mulai mereka masuk ke dalam kelas masing - masing. Laras seperti biasa konsentrasi mendengarkan dosen memberikan mata kuliahnya sedangkan Tio hanya menatap Laras dan terkadang menatap dosennya.
Dalam hati Tio sangat besar untuk memiliki Laras tapi tidak tahu caranya untuk bisa mendapatkan hati Laras.
Mungkin besok atau lusa atau entahlah Tio akan mencoba bersabar untuk mendapatkan hati Laras.
Jam ke dua pun berakhir seperti janji Tio merekapun pergi naik mobil Tio menuju ke mall yang terbesar di kota itu.
Tio membayar semua belanjaan Laras, Clarisa dan Maria sebenarnya mereka bertiga tidak setuju tapi Tio memaksanya untuk membayar semua belanjaan mereka dengan alasan Tio mendapatkan keuntungan yang sangat besar dan ingin mentraktir mereka bertiga.
Laras, Clarisa dan Maria akhirnya menerimanya. Setelah puas belanja kini mereka nonton bersama. Tio sengaja duduk di tengah - tengah. Laras yang tahu maksud tersembunyi Tio memberi kode tanpa sepengetahuan Tio agar Clarisa dan Maria berada di samping kanan dan samping kiri Tio, sedangkan Laras duduk di sebelah Clarisa dan sebelahnya orang lain.
Tio menghembuskan nafas dengan kasar usahanya sia - sia lagi padahal ada rencana ingin memegang tangan Laras tapi rencananya gagal. Tiga gadis tersebut pura - pura tidak tahu walau sebenarnya tidak tega tapi mau gimana lagi terlebih Laras pernah cerita ke Maria dan Clarisa kalau dirinya ingin kosentrasi kuliah dulu.
Selesai menonton mereka pergi ke restoran untuk mengisi perut mereka yang kelaparan. Sambil menunggu pesanannya Laras dan Clarisa ingin pergi ke toilet karena ingin memberi kesempatan ke Maria untuk mengobrol berdua dengan Tio.
Laras dan Clarisa tahu kalau Maria menyukai Tio karena itu mereka sengaja meninggalkan mereka berdua untuk mengobrol siapa tahu dengan begitu Tio bisa melupakan Laras.
Selesai dari toilet Laras dan Clarisa berjalan menuju ke meja makan. Kebetulan sekali Laras dan Clarisa datang makananpun juga datang. Mereka makan dalam diam.
Selesai makan, Tio langsung membayar semua makanannya kemudian merekapun pulang di antar ke rumah masing - masing. Laras sengaja menginap di rumah Clarisa karena Laras tahu pasti Laras di antar paling terakhir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Yoni Hartati
mau tanya thor, keluarga Lee novel nya judul nya apa aja
2023-03-22
0
Eri Wijaya
1982 up
2022-05-23
0
Een Sunita
lanjut thor
2022-04-24
0