Ketika Alvonso memasuki lift gadis itu ditarik oleh bodyguard berteriak dan menangis meminta maaf karena tadi dia buru - buru naik tangga mau ijin ke bagian hrd untuk pulang karena ibunya mendadak sakit dan masuk ke rumah sakit.
Gadis tersebut ditarik keluar dari lobby dan mendorongnya dengan penuh kebencian terhadap bosnya yang arogant membuatnya dendam suatu saat nanti ingin membalas sakit hatinya.
( " Tunggulah pembalasannya bos arogant." batin gadis itu yang penuh dendam dan amarah)
Gadis itu pulang menuju ke rumah sakit naik angkutan umum.
Alvonso masuk ke ruangan CEO kemudian duduk di kursi kebesarannya. Mengerjakan berkas - berkas yang menumpuk, mengecek jika sudah benar barulah ditanda tangani begitu terus hingga berkas - berkas tersebut selesai dikerjakan. Alvonso penggila kerja karena itulah perusahaannya menyebar di berbagai kota dan beberapa di luar negri.
tok
tok
tok
" Masuk." jawab Alvonso
Pintu terbuka muncullah asistennya Ronald
" Maaf tuan jam 2 siang ada jadwal meeting dengan PT. AZA Company di hotel XXXX dan jam 4 ada meeting di restoran XXXX dengan PT ACA Company." ucap Ronald memberitahukan jadwal ke bosnya Alvonso.
" Baik, siapkan semua berkasnya." jawab Alvonso
" Baik Tuan." ucap Ronald sambil membungkukkan setengah badannya.
Ronald pun keluar dan masuk keruangannya mengerjakan pekerjaan yang sama banyaknya. Ronald pun sama seperti bosnya Alvonso sama - sama penggila kerja.
Mereka sama - sama tidak pernah namanya tertarik dengan wanita karena bagi mereka wanita hanya membuang waktu mereka, banyak wanita yang terkadang berani menggodanya tapi berakhir terluka atau menjadi santapan peliharaan binatang kesayangan Alvonso yaitu buaya dan singa.
********
Kampus Pelita Kasih
" Laras." panggil Clarisa
" Kenapa Cla?" tanya Laras
" Maria sakit pulang kuliah kita ke rumah sakit yuk? nanti aku beli buah - buahhan kamu langsung jalan saja?" pinta Clarisa
" Ok." jawab Laras sambil menunjukan jari 👌
Mereka mengikuti pelajaran yang diberikan oleh dosen pembimbing. Hingga waktunya istirahat merekapun makan siang di kantin.
Banyak mahasiswa yang menyukai mereka tetapi Laras dan Clarisa hanya menanggapi dengan senyum. Karena bagi mereka pacaran hanya membuang waktu mereka karena mereka ingin segera lulus dan bekerja.
Masalah pacaran pikirkan nanti kalau sudah mulai kerja apalagi umur Laras, Clarisa dan Maria masih muda. Jadi prinsip mereka bertiga menikmati masa muda karena jika sudah menikah tidak ada waktu untuk bersenang - senang karena mengurus suami dan anak - anak. Itulah prinsip mereka bertiga.
Laras dan Clarisa makan siang bersama sambil mengobrol walau terasa kurang karena sahabatnya sedang sakit.
Mata kuliah ke dua sudah di mulai mereka masuk ke dalam ruangan dan duduk di kursi masing - masing. Laras dan Clarisa berpisah karena mereka berbeda jurusan. Laras mengambil kuliah jurusan bisnis, Clarisa jurusan designer dan Maria jurusan kedokteran.
Seorang dosen masuk ke dalam ruangan menerangkan mata kuliah. Mereka mendengarkan dan mencatat di buku kuliah.
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat jam kuliahpun selesai mereka berdua keluar kampus dan berjalan ke tempat parkiran mereka membawa mobil masing masing menuju rumah sakit menengok Maria sahabatnya.
Clarisa mengendarai mobil sambil mencari toko buah setelah ketemu Clarisa menghentikan mobilnya.
Clarisa membeli buah - buahhan dan meminta pedagang buahnya untuk membungkusnya di keranjang buah. Setelah di bungkus dan di bayar Clarisa melanjutkan perjalanan menuju ke rumah sakit.
XXXXX
Di dalam perjalanan Laras melihat dari kejauhan seorang gadis duduk di pinggir jalan sambil menunduk. Laras memperhatikan gadis tersebut sambil mengendarai mobil dengan melambat ketika mengetahui gadis itu menangis Laras menghentikan mobilnya. Laras turun dari mobil dan menghampiri gadis itu.
" Maaf kenapa mba nangis?" tanya Laras lembut sambil memberikan tissue ke gadis tersebut.
Gadis itu terdiam sambil mengambil tissue yang diberikan oleh Laras kemudian memperhatikan agak lama setelah agak tenang gadis tersebut mulai menceritakan semua kejadian yang sangat menyakitkan.
Laras dengan setia mendengarkan keluh kesah gadis tersebut.
" Jangan membalas dendam karena dendam itu bisa merusak diri kita." ucap Laras lembut
" Tapi perbuatan bosku tidak bisa dimaafkan hanya gara - gara aku tidak sengaja menyenggolnya aku di tampar hiks.. hiks..hiks.. " jawab gadis itu sambil menangis pilu.
" Sabar, mungkin bosmu lagi ada masalah, mudah - mudahan ada pekerjaan yang lebih baik, ingat orang sabar itu di sayang Tuhan." ucap Laras lembut.
Laras memeluk dan menepuk punggung gadis itu supaya menghilangkan kesedihannya. Gadis itu hanya diam dan mencerna kata - kata yang keluar dari mulut Laras.
" Sekarang mau pergi kemana ? sekalian saya antar?" tawar Laras
" Apakah tidak merepotkan?" tanya gadis itu.
" Tidak." jawab Laras lembut
" Tolong antarkan ke rumah sakit XXXX saya ingin melihat ibuku." pinta gadis itu
" Kebetulan sekali saya juga mau ke rumah sakit XXXX sahabatku sedang sakit, ayo kita berangkat" kata Laras lembut
" Terima kasih." jawab gadis itu.
Laras dan gadis tersebut naik ke mobil kebetulan arahnya sama - sama menuju ke rumah sakit. Laras menanyakan ruangan ibu gadis tersebut karena setelah menengok sahabatnya sekalian mampir menjenguknya.
Laras melanjutkan ke tempat ruangan sahabatnya sedangkan gadis itu ke tempat ibunya. Sampai di tempat yang dituju Laras masuk ke dalam.
Ceklek
" La? habis darimana? kok duluan aku yang sampai?" tanya Clarisa heran
" Tadi pas di jalan ngeliat cewe jalan sambil nangis aku berhenti terus nanyain dia curhat dah gitu aku anter ke rumah sakit makanya lama." jawab Laras
" Oh gitu." jawab mereka berdua serempak
" Oh ya Tio tidak bisa datang katanya sibuk diperusahaan, katanya salam buat Maria." kata Laras
" Bilang salam kembali." jawab Maria
" Ok." jawab Laras
" Oh ya Ria, ( Maria nama panggilannya Ria ) kamukan calon dokter kok bisa sakit?" tanya Laras usil
" Yee, yang namanya manusia pasti bisa sakitlah, maagku kambuh sibuk bikin skripsi." jawab Maria
Merekapun bercakap - cakap hingga terasa hari sudah sore. Laras dan Clarisa berpamitan pulang. Karena keluarga Maria juga mulai berdatangan untuk menjaganya.
" Cla, aku mau lihat gadis itu, kamu mau ikut aku atau pulang." tanya Laras
" Ikut deh di rumah sepi." jawab Clarisa
" Ok." jawab Laras
Merekapun menuju keruangan gadis tersebut.
ceklek
Pintu terbuka karena ruangan kelas 3 dan jumlah ruangan ada 6 pasien dan tertutup tirai satu persatu Laras dan Clarisa masuk keluar dan meminta maaf ke pasien karena ingin menengok temannya.
Setelah bertemu mereka berdua masuk dan melihat gadis itu menangis.
" Kenapa Mba? tanya Laras
" Ehhh... maaf ibuku sakit parah hiks.... hiks... harus dioperasi saya tidak ada uang hiks... hiks...." ucap gadis itu sambil menangis
Laras dan Clarisa berunding setelah selesai mereka berunding
" Mba, kenalkan ini sahabat saya Clarisa, kami berdua akan menanggung biaya operasi ibumu, ayo kita ke bagian admintrasi biar teman saya yang menjaga ibumu." ucap Laras lembut
Gadis itu kaget dan berlutut berterima kasih tapi Laras dan Clarisa memegang tangan gadis tersebut untuk berdiri kemudian Laras mengajaknya keluar ke bagian administrasi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Ney Maniez
baik bgt
2024-11-29
0
Dewi Oktavia
luar biasa ,jiwa kemanusiaan
2024-08-21
0
Amelia Syharlla
Laras yg baik hati ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2022-10-08
0