Setelah menepuh satu jam perjalanan dari Bandara ke Rumah Sakit. Dan disinilah ia berada. Di sebuah rawat inap VVIP di salah satu rumah sakit milik Ryan. Ryan sudah menghubungi tante Dewi sebelumnya untuk membawa Kiara di rumah sakit milik keluarganya. Dan menempatkan Kiara di ruangan VVIP. Setelah ia melihat kondisi Kiara yang begitu sangat lemah.
Hati Ryan sangat terpukul melihat wajah pucat dan bibir kering istrinya. Ia sangat merasa bersalah membuat istrinya seperti itu. Kiara yang masih terpengaruh obat tidur pun tak bergeming saat tangannya digenggam dan dicium oleh Ryan.
"Bangun sayang...mas kangen sama kamu." Bisik Ryan sambil mencium wajah Kiara.
Sejak datang kerumah sakit, Ryan tak sedikit pun beranjak dari sisi istri tercintanya. "Sayang bangun...mas bawa oleh - oleh untuk kamu. Mas pakein ya sayang." Ryan memasangkan cincin cantik yang dibelinya saat di bali. Ryan menyempatkan waktu untuk membeli cincin sebelum sampai ke rumah sakit tadi. Ryan membelikan cicin untuk perminta maafnya kepada Kiara.
"Sayang, mas janji gak akan buat kamu khawatir kemanapun mas pergi. Mas kapok sayang. Mas mending kamu amukin dari pada lihat kamu seperti ini sayang. Cepat sembuh sayangku, I Love You." Ryan mencium dahi Kiara cukup lama lalu mencium bibir pucat Kiara. Dan Ryan pun tertidur di samping ranjang Kiara sambil menggenggam tangannya Kiara.
Sepasang mata cantik itu bergerak - gerak. Setelah benar - benar sadar sepenuhnya, ia melihat sekelilingnya. Ada yang terasa berbeda dengan kemarin. Jika kemarin suasananya sangat ramai dan berisik sehingga dia tak bisa beristirahat dengan benar tapi kali ini dia tidur dengan nyenyak. Saat akan menggerakan badannya ia merasa tangannya tertindih sesuatu yang berat.
Kiara menoleh kesamping dan melihat wajah tampan yang sudah lama ia rindukan tengah terlelap sambil memegang tangannya. Tangan satunya yang lain terulur menggapai rambut lebatnya. Ia takut ini mimpi. Tapi saat ia bisa meremas dan mengelus rambut itu ia tahu ini bukan mimpi.
"Mas ..." Ryan menggeliat mendengar suara istri tercintanya. Wajahnya tersenyum lebar saat melihat istrinya tengah menatapnya sambil tersenyum. Mata Kiara berkaca - kaca.
"Sayang kamu udah bangun? Apa ada yang sakit?" Kiara menggeleng. Ia membuka kedua tangannya lebar - lebar. "Kia kangen sama mas" Ryan masuk ke dalam pelukan Kiara dan membalas pelukannya dengan erat dan Ryan pun mencium leher jenjang istrinya.
"Mas lebih kangen sama kamu sayang. Maafin mas sayang. Mas menyesal."
Kiara mendorong kuat tubuh Ryan hingga menyisakan jarak diantara keduanya. "Bohong. Mas gak kangen sama aku!!" Kedua mata indahnya memanas. Ryan melihat genangan air mata yang siap meluncur dari mata indah nan teduh itu.
"Maafin mas sayang. Mas akan jelaskan semuanya sama kamu sayang. Maukan dengarin penjelasan mas?" Ryan mengecup mata indah itu yang sudah basah. Disekanya air mata yang sudah menluncur di wajah cantik Kiara dengan kedua jempol. Kiara terdiam. Ryan menganggapnya Kiara setuju untuk mendengarkan penjelasannya. Ryan pun menjelaskan semuanya tanpa satupun yang tertinggal. Ibu Astrid yang masuk rumah sakit dan tak lama meninggal. Dan semuanya.
"Maafin mas sayang. Mas gak bermaksud seperti itu. Mas tahu mas salah. Maafin mas sayang. Mas janji tidak akan terjadi seperti itu lagi." Ryan membawa Kiara dalam pelukannya. "Kia takut mas. Kia takut mas akan ninggalin Kia."
"Gak akan sayang. Mas gak akan ninggalin kamu. Kamu penyemangat mas selama ini. Jangan pernah berpikir mas akan ninggalin kamu sayang. Kita akan bersama selamanya."
"Maksud Mas?"
"Mas sudah melayangkan surat gugatan perceraian untuk Astrid. Mungkin sebentar lagi dia akan menerima surat itu. Mas sudah tak sabar terbebas darinya dan kita akan hidup bahagia selamanya. Menjadikan kamu satu - satunya istrinya mas."
Kiara terharu mendengar penuturan suaminya. Ia tak bisa berkata - kata. Ia memeluk Ryan semakin erat dan menganggukan kepalanya.
"I Love You sayang...."
"I Love You too mas." Keduanya berciuman mesra pagi itu. Sangkin lamanya tak bertemu hampir saja mereka bercinta di ranjang rumah sakit. Tapi Ryan menahannya. Ryan tak ingin menyakiti istrinya yang lagi sakit.
Bersambung....
Hari ini aku up lagi....
Vote yang banyak ya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 317 Episodes
Comments
Anonymous
Ryan sma Astrid hrs cpt cerai
2022-10-08
0
Yani
👍👍👍👍
2022-06-03
0
ೄྀ܀cInTa𖤝✒𝄞
dk usah lasihaaf kiara kasih kpok dulu biar si aran itu yahok,klau aq jadi kmu ogah aq mlahn aq kasih kpok dia dh dk kasih kabr lama gik pergi nya dh kyak abang toib ajk,dk pulng plang
2021-08-16
1