Hari ini keberangkatan Dokter Ryan ke Bali. Ada seminar di sana. Ryan di tunjuk sebagai pembicaranya. Untuk sementara waktu Kiara dan suaminya akan berpisah. Pagi - pagi sekali Ryan dan Kiara sudah berada di bandara.
Selama perjalanan ke Bandara Kiara terlihat sangat sedih sekali. Ryan tak tega meninggalkan istrinya jika seperti itu. Tapi apa mau dikata, sudah menjadi tugasnya untuk menjadi pembicara di seminar itu.
Kiara tak mau di tinggal barang sejenak pun. Tangisnya semakin menjadi tak kala Ryan ingin memasuk kedalam pesawat.
Baru beberapa jam ditinggal Ryan ke Bali sudah membuat wanita cantik itu merindukan suaminya. Teringat kembali saat detik - detik terakhir sebelum keberangkatan Ryan ke Bali Kiara tak henti hentinya menangis. Ryan tak melepaskan pelukan dan ciuman hangat di kepalanya.
********
Hari sudah menunjukkan pukul delapan malam. Ryan belum memberikan kabar sedikitpun pada Kiara. Ponselnya mati. Entah kehabisan baterai atau masih di pesawat Kiara tak tahu. Puluhan chat dan telpon yang Kiara kirimkan berlalu begitu saja.
Kemana pun Kiara melangkah, Handphonenya selalu ia genggam. Kiara tak ingin saat suaminya itu menghubunginya, ia tak bisa mengangkatnya. Biasanya Kiara cuek dengan ponselnya, tapi tidak kali ini. Kiara tidak bisa berjauhan dengan suaminya.
"Kia, Lo liatin apa sih dari tadi?. Gelisah amat" tanya Mira sahabat Kiara. Mira sahabat Kiara sekaligus keponakan tante Dewi masih berada dirumah Kiara untuk menemaninya selama Ryan pergi ke Bali. Mira sedari tadi memperhatikan sahabatnya itu terus saja melihat ponselnya saja. Bahkan disaat mereka lagi menonton drama korea kesukaan mereka pun Kiara terus saja melihat ponselnya.
"Kia, Lo kenapa sih?" tanya Mira lagi.
"Eh...kenapa Mir?" tanya Kiara kaget.
"Lo kenapa? Katanya tadi mau nonton drama korea, tapi dari tadi mata Lo liatin ponsel terus. Kenapa sih Lo?" protes Mira.
"Gue lagi nungguin telepon dari suami gue Mir. Sedari tadi gak kasih kabar. Gue khawatir." Ucap Kiara lesu.
"Belum kasih kabar Dokter Ryan?" Kiara menggeleng. "Mungkin Dokter Ryan kecapekan kali jadi belum sempat kabarin Lo. Atau mungkin ponselnya lowbat. Udah, Lo jangan berpikiran negatif dulu, ntar juga suami Lo kabarin Lo." ucap Mira menguatkan.
"Mungkin juga ya Mir. Semoga mas Ryan ngabari aku. Gue kangen Mir." ucap Kiara.
"Lebay Lo. Udah ah, sembari menunggu kabar dari suami lo, kita lanjuti aja nontonnya. Dari tadi gak fokus gue nontonnya."
Kiara mengangguk lesu. Pikirannya masih ke suaminya yang belum memberi kabar kepadanya. Ia takut terjadi apa - apa dengan suaminya.
*********
Sudah dua minggu Ryan tak mengabari Kiara. Istrinya pasti sudah berpikiran macam - macam mengenainya. Ada beberapa alasan Ryan sulit untuk menghubungi Kiara, salah satunya masuknya ibu mertuanya kerumah sakit, ibu dari Astrid. Dan dalam kurun waktu 24 jam ibu mertuanya di nyatakan meninggal dunia.
Ryan tak bisa meninggalkan Astrid dalam kondisi tengah berduka itu. Tak hanya itu ia juga sangat sulit untuk mengabari Kiara. Astrid merampas ponselnya karena curiga Ryan selalu mengecek ponselnya terus. Semoga saja istrinya tidak berpikiran macam - macam dengannya.
Setelah selesai pemakaman Ryan mendapat kabar, kalau istrinya tercintanya masuk rumah sakit. Karena sakit lambungnya kumat. Ryan pun sempat dimarahi oleh tante Dewi mengenai dirinya yang menghilang selama dua minggu tanpa kabar.
Flasback On
"*Kiara sudah tiga hari di rawat karena lambungnya kambuh. Itu karena ia selalu memeriksa ponselnya menunggu kabar dari kamu sehingga pola makannya tidak teratur. Kiara sempat muntah - muntah di toko dan ia pingsan. Mira dan pegawai lainnya membawa Kiara kerumah sakit. Kata dokter lambungnya luka. Itu karena makannya yang diabaikannya. Ia selalu menunggu kabar dari kamu." Kesal tante Dewi.
"Astagfirullah." Ryan menutup muka dengan kedua tangan dan menyugar rambutnya. "Harus bertemu dengan Kiara Tante. Aku harus menjelaskan yang terjadi sebenarnya kepada Kiara. Aku tak ingin ia salah sangka." ucap Ryan sangat khawatir.
"Sudah jelas ia pasti salah sangka. Kau harus meluruskan semuanya." ucap Tante Dewi.
"Pasti tante. Aku sangat mencintainya. Aku tak mau kehilangannya. Aku tak ingin ia salah paham berlarut - larut." Ucap Ryan tegas. Tante Dewi merasakan kesungguhan dan cinta yang begitu besar dari Ryan untuk Kiara.
"Tante, Ryan mohon jaga Kiara. Besok Ryan akan pulang." pinta Ryan.
"Kamu tenang aja, tante akan selalu menjaga Kiara." sahut tante Dewi*.
Flasback Off.
***********
Masa berkabung telah berakhir. Ryan segera pulang dan langsung menemui istri tercintanya yang dirawat dirumah sakit. Setibanya di Bandara Ryan langsung menuju Ruma Sakit. Diperjalanan Ryan terus saja khawatir, takut terjadi apa - apa dengan istri tercintanya.
"Maafkan mas sayang, mas akan menjelaskan semuanya sama kamu. Mas cinta sama kamu." gumam Ryan dalam hati.
Bersambung......
Vote...vote...vote....
Maaf ya lama banget saya untuk up cerita ini. Dikarenakan fokus di Cerita 'Cinta Seorang Single Daddy" tapi, pagi ini saya menyempatkan untuk nulis cerita ini. Semoga klian suka dengan ceritanya. terimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 317 Episodes
Comments
Yani
Pusing ah...ma Dr Riyan
2022-06-03
0
Nining Supriatiningsih
Ryan msh cinta kali SM astrid kali
walau diselingkuhin. Bucin
2021-11-16
2
ayudesy subardo
katanya 3hr kok jadi 2 minggu.. tanpa kabar pula
parah amat.lo ryan, jd laki gak tegas, lembek kayak tahu
2021-07-11
1