Pagi menjelang. Mentari menyapa kedua pasangan yang sedang terlelap di atas ranjang. Mereka berdua telah menghabiskan waktu bercinta di malam yang panjang. Ryan pria yang gagah di ranjang.
"Pagi sayangnya mas." ucap Ryan membangunkan Kiara.
Ryan lagi - lagi tidur di kamar Kiara. Rasanya tak bisa jauh dengan wanitanya itu. Ryan masuk ke kamar Kiara tanpa sepengetahuan tante Dewi. Sebenarnya Ryan tak enak hati dengan tante Dewi. Ryan akan memberitahukan hubungannya dengan Kiara. Ia hanya menunggu waktu yang pas saja. setelah tante Dewi tahu, Ryan akan meminta restu dengan kedua orang tua Kiara. Ryan ingin menikahi Kiara secepatnya. Walaupun itu hanya menikah siri terlebih dahulu. Setelah perceraiannya selesai dengan Astrid. Ryan akan meresmikan pernikahan mereka secara hukum dan negara.
"Sayang masih marah sama mas?" Kiara diam tak menjawab pertanyaan Ryan.
Kiara masih kesal dengan Ryan. Ryan tidak memberikannya waktu sebentar saja untuk beristirahat. Ryan terus menggempurnya sampai Kiara lemas. Kiara membelakangi Ryan dengan wajah cemberut.
"Sayang...jangan marah lagi, please.?"
"Sayang..." ucap Ryan lagi karena tak mendapat jawaban dari Kiara. Akhirnya Ryan menaiki tubuh Kiara dan sekarang Ia berada di atas tubuh Kiara. "Sayang...kamu mending marah sama mas dari pada diamin mas kayak gini. Mas gak suka kamu diamin kayak gini."
Setelah lama bungkam akhirnya Kiara bersuara. "Sakit mas" lirih Kiara mengalihkan pandangannya tanpa melihat Ryan. Ryan mengerti, ia mencium dahi Kiara sangat dalam. "Maaf ya sayang? Kamu terlalu manis dinikmati. Mas gak bisa mengontrol diri mas jika dekat dengan kamu. Lagian mas mau ke Bali untuk seminar disana." Kia menatap wajah Ryan.
"Ke Bali? Kapan? Kok baru bilang?"
"Inikan mas bilang sayang. Besok siang mas berangkat ke Bali untuk jadi pembicara di seminar gitu. Makanya mas kejar setoran tadi soalnya bakalan puasa selama di Bali." Ryan menggigit hidung mancung Kiara.
"Berapa lama mas di sana?." tanyanya.
"Tiga hari sayang. Kamu kuat kan mas tinggal tiga hari?." Kiara memeluk erat tubuh Ryan seakan tak ingin berpisah. Kiara menggelengkan kepalanya.
"Mas juga gak sanggup berlama - lama dari kamu sayang. Kalau bisa mas pengen ajak kamu."
"Mas hati - hati disana. Jaga hati mas." pinta Kiara.
"Pasti sayang. Mas akan jaga hati mas hanya untuk kamu." balasnya.
"Yaudah, sekarang kita sarapan yuk mas? Kia udah laper banget nih." rengeknya manja.
"Yaudah, ayok sayang. Tapi sayang, gimana dengan tante Dewi?" tanya Ryan.
Kiara menepuk jidatnya. Ia lupa kalau ada tantr Dewi dirumah ini. "Gimana dong mas?" takut Kiara.
"Yaudah, mas mandi dulu ya? nanti mas akan ngomong sama tante Dewi. Kita harus jujur dengan hubungan kita." ucap Ryan serius.
"Mas yakin?." ragu Kiara.
"Yakin dong sayang."
Mereka berdua membersihkan diri mereka berdua di dalam kamar mandi. Setelah mereka memberaihkan tubuh mereka. Seperti biasa Ryan keluar dari jendela kamar Kiara. Setelah itu ia akan masuk dari pintu depan.
"Assalamualaikum..." sapa Ryan yang sudah keluar dari kamar dan sekarang berada di depan pintu masuk.
"Walaikumsalam..." jawab tante Dewi. Kebetulan tante Dewi yang menyiapkan sarapan pagi.
"Dokter Ryan? Tumben pagi - pagi udah datang?" tanya Tante Dewi.
"Iya tante, saya ingin bertemu dengan Kiara."
"Kiaranya masih dikamar." jawab tnte Dewi.
"Ryan cum mau ngomong sama tante, Ryan dan Kiara .....
Bersambung....
jangan lupa votenya dan haiah ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 317 Episodes
Comments
Yani
Makin sweu
2022-06-03
0
Suhendri Andrian
lanjutt thorrr...
2021-04-28
0
Ayyins Shopiana
lanjutin thoooor
2021-04-28
3