Setelah selesai dengan praktek dan operasinya Ryan langsung menuju pulang kerumahnya. Pukul 11.30 ia sampai kerumah. Ryan langsung ke rumah tante Dewi. Ia ingin menjemput kekasihnya itu. Mereka ingin berbelanja bersama.
Ryan tiba dirumah tante Dewi. Dengan senyum manisnya Kiara menyambut Ryan dan mengambil tas dan baju dokter Ryan. Tak lupa pula ia mencium tangan kanan Ryan. Ryan membalas dengan mencium dahi Kiara sangat lama.
"Mas ganti baju dulu ya sayang. Setelah itu kita berangkat." Ucap Ryan.
Kiara tersenyum. Di benaknya Dokter Ryan sudah seperti suami untuknya. Pulang dari kerja Dokter Ryan langsung pulang menemui Kiara. Dan Ryan juga meninggalkan beberapa pakaiannya di kamar Kiara. Hubungan mereka ini belum diketahui oleh tante Dewi. Belum ada satu pun yang mengetahui hubungan mereka, kecuali Dokter Yuda teman satu tim Ryan.
Keduanya telah bersiap. Sebelum mereka pergi. Ryan meminta jatahnya terlebih dahulu. Mereka melakukannya di kamar mandi dengan durasi yang cepat. Hanya butuh waktu 30 menit saja Ryan menuntaskan hasratnya. Setelah puas mereka membersihkan tubuh mereka.
"Mas, kita mau berbelanja dimana? Tempat Kiara biasa belanja sudah kelewatan mas." Tanya Kiara saat Ryan terus melajukan mobilnya.
"Sayang, kita berbelanja jangan dekat - dekat rumah ya. Kita belanjanya agak jauhan saja. Mas takut ada mata - mata. Nggak papa kan?."
"Gitu ya mas." Kiara menunduk sedih. Ryan menatap wanitanya yang sendu.
Ryan meraih tangan Kiara dan mencium punggung tangannya. Kiara menoleh dan ia pun tersenyum melihat wajah tampan Ryan.
"Maaf ya sayang kita berbelanja di tempat yang agak jauh dulu. Biar nyaman. Kau tahu sayang baru pertama kali mas menemani wanita berbelanja. Berbeda dengan Astrid, belanja bulanan? Masak saja dia tidak bisa. Mas menganggap kamu sebagai istri mas. Bersabarlah sayang. Mas akan segera menikahi kamu." Ucap Ryan tulus.
"Iya mas. Terimakasih. Kia ngerti kok. Ini uda resiko Kia mas affair dengan suami orang." balas Kiara.
Ryan menatap lembut wajah cantik Kiara. "Mas juga sangat bahagia sekali sayang. Bisa mengenal kamu. Mas sayang sama kamu." ucap Ryan mengecup punggung tangan Kiara.
Keduanya sama - sama bahagia. Selama di perjalanan mereka saling megobrol tentang kesukaan dan tentang tidak sukanya. Sesekali Ryan di buat tertawa oleh sikap polos Kiara.
Mereka telah sampai di sebuah mall besar. Di tempat itulah mereka akan berbelanja. Ryan sengaja mencari tempat parkir yang agak gelap dan sunyi. Agar Ryan bisa meciun Kiara dengan mesra sebelum mereka turun dari mobil. Ryan mencium bibir mungil Kiara dengan lembut, Kiara pun membalasnya dengan lembut juga. Setelah puas menikmati ciuman panas mereka. Mereka berdua turun dan bergegas masuk ke dalam mall menuju supermaketnya.
Senyum dan tawa tak pernah luntur dari wajah tampan Dokter Ryan yang sangat menikmati aktifitas belanja bersama Kiara.
Kiara menolak untuk berbelanja di mall itu. Karena dia tahu belanja di situ pasti akan mahal sekali. Kiara tidak biasa berbelanja di tempat seperti itu. Biasanya pun ia belanja ke minimarket dekat rumah saja. Atau pun ke pasar tradiaional.
Ryan memaksa Kiara untuk tetap berbelanja di tempat itu karena kali ini ia akan membayarnya. Kiara menurut saja. Dari pada berdebat dengan Ryan akan payah nanti.
Ryan setia menemani Kiara belanja. Ia terus mengikuti Kiara di belakang sambil mendorong troli. Kiara memilih - milih barang yang di perlukan saja.
"Mas, udah yuk belanjanya. Semuanya udah lengkap." ujar Kiara. Ryan menatap troli belanjaannya, ia melihat isinya hanya beberapa ikan, ayam, sayuran, buah - buahan, minyak, gula dan susu buat tante Dewi.
"Segini doang sayang?." Ryan menatap tak percaya dengan wanitanya ini. Kiara hanya membeli yang benar - benar di butuhkannya.
"Iya mas. Kan cuma ini yang Kia butuhkan mas. Kenapa emangnya?." tanya Kiara.
"Kok dikit banget belanjaanya sayang. Apa kamu gak butuh sesuatu untuk diri kamu.?" tanya Ryan.
"Gak mas. Ntar kalau butuh. Kiara bisa beli sendiri nanti."
Ryan semakin kagum dengan wanita ini. Berbeda dengan Astrid, Astrid sengaja meguras isi dompetnya. Yang tidak di butuhkan pun dibelinya. Kiara sosok wanita yang berbeda, ia belanja apa yang di butuhkan saja.
Ardia berkata dalam hatinya. "Mas beruntung mengenal kamu sayang. Sangat beruntung. Mas juga kagum sama kamu sayang. Gak menyesal mas pilih kamu . Kamu sosok wanita idama mas sayang. Terimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 317 Episodes
Comments
Yani
Ayo cepet halalin jangan numpuk dosa ntar ke buru hamil lagi 🙈
2022-06-03
1
Nadia Laili
harus nya Ryan gak usah bandingkan Astrid dan Kiara di depan Kiara gak etis sih menurut ku,biar se bobrok apapun istri ttp bagaikan pakaian buat suami,kalau suami buka aib istri sm sj dengan buka aib sendiri, terus terang Sy kalau ada suami kek gitu gak respect
2022-01-13
1
Iiq Rahmawaty
klo tante dewi tau gmna itu ya..?
kia udh diksih numpang ehh mlah brbuat zina drmh nya.. hm hm
2022-01-08
1