Kiara yang lagi beres - beres rumah. Mencuci pakaian, menyetrika dan memasak. Semua di lakukannya sendiri. Kiara anak yang tahu diri, ia menumpang dengan tante Dewi. Sudah seharusnya ia membantu tante Dewi membersihkan rumahnya. Hari ini tugas Kiara dirumah, sedangkan tante Dewi di toko kue nya.
Sedang sibuk mengurus rumah. Ponsel milik Kiara berdering.
Dokter Cinta calling...
Kiara tersenyum melihat siapa yang menelponnya. Ia pun langsung menjawab telponnya.
"Hallo mas Ryan."
"Hallo sayang."
"Mas sudah sampai Rumah Sakit?."
"Sudah sayang...ini mas lagi sarapan di kantin rumah sakit. Sayang sudah sarapan?."
"Belum mas. Kia masih beres - beres rumah mas. Oya, mas nelpon ada apa ya?."
"Mas, cuma ngabari aja kalau mas udah sampai dirumah sakit. Dan mas juga kangen sama kamu sayang."
"Ih...mas Ryan pagi - pagi uda gombal."
"Kok gombal sih sayang. Mas bener - bener kangen sama kamu. Sayang, hari ini kamu ke toko gak?"
"Kayaknya gak deh mas. Kan udah ada tante Dewi. Nanti, Kia mau belanja bulanan di supermarket deh mas. Tadi tante Dewi telpon minta tolong belanja bulanan. Udah pada habis semua persediannya."
"Jam berapa ke supermaketnya sayang. Mas temani ya sayang?."
"Jam sebelasan gitu deh mas. Nanti Kia sendiri aja mas. Mas kerja aja."
"Mas selesai praktek jam sebelas sayang. Pokoknya nanti mas jemput kamu ya. Kita pergi bareng. Gak ada penolakan ya sayan?."
Kiara tidak bisa menolak Ryan. Ia pun mengangguk menyetujui. "Nanti Kia tunggu deh mas di rumah ya?."
"Nah,gitu dong sayang, itu baru istri yang nurut."
Kia tersenyum kecut. Nyeri hatinya tiap kali Ryan memuji dirinya seolah ia istri dokter tampan itu. Mata indahnya terasa panas. Air matanya sudah memenuhi kelopak matanya.
"Sayangnya Kia bukan istrinya mas." ucap Kia pelan dengan nada sedih. Ryan menjadi merasa tak enak. Kiara bukan siapa - siapanya. Mungkin Kiara menganggap dirinya sebagai pemuas nafsu di ranjang saja. Tapi, Ryan tidak pernah berpikir seperti itu. Ia benar - benar mencintai wanita itu. Ryan juga ingin memperistri Kiara.
Ryan menganggap Kia sebagai istrinya. Selama menjalin affair dengannya, Kiara memperlakukan Ryan sebagai suaminya. Bahkan sangat baik. Tidak seperti istri sah nya yang suka menghambur - hamburkan uangnya saja.
"Sayang...maafin mas ya?."
"Iya gak papa mas. Yaudah gak usah dibahas ya?."
"Yaudah, tunggu mas pulang ya sayang?. Nanti kita belanja bersama."
"Iya mas. Kia tunggu mas. Mas, Kia sayang banget sama mas."
"Mas juga sayang sama Kia. Yaudah, mas mau praktek dulu ya? Udah banyak pasien yang ngantri."
"Iya sayang. Selamat bekerja masku sayang. Love u mas."
"Terimakasih ya sayangnya mas. I Love u too."
Ryan mengakhiri sambungan telponnya dengan Kiara setelah mendengar ketukan di pintunya. Ia melihat Yuda melongokan kepala nya sembari menggoda Ryan yang tengah di ambuk asmara.
"Sayang, ayok kita kerja udah di tungguin pasien tu." Goda dokter Yuda setelah masuk ke ruangan Ryan.
Yuda adalah dokter anastesi yang satu tim dengannya ketika ada operasi. Yuda mengetahui affair antara Ryan dan Kiara. Bahkan mereka bertiga pernah makan siang bersama.
"Brengsek Lu." Ryan melempar pulpen kearah Yuda.
"Uhh...so sweet...pagi - pagi udah mesra baget." goda Yuda lagi.
"Haruslah. Secara hidup gue lebih berwarna karena Kiara."
"Iya gue tau. Udah gak pusing lagi kan Lu? Biasanya kalau mau kerja tu muka kecut banget kayak cuka."
"Uda ayok buruan kerja. Gue pengen cepat selesai. Gue mau nemani Sayang gue belanja bahn makanan."
"Yauda ayolah. Kayak ABG aja lu."
" Biarlah. Hidup gue sangat berarti semenjak bersama Kiara. Serasa sebagai suami yang di layani oleh istrinya. Beda banget sama Astrid." Jelas Ryan.
"Lu, benar - benar cinta banget ya sama Kiara?." tanya Yuda.
"Cinta banget gue sama Kia. Cinta mati sampean. Kia bener - bener merhatiin gue. Gak nyesel gue affair sama dia."
"Iya, keliatan kok. Lo berubah banget sekarang. Gak kayak dulu, dingin bamget lu kayak kulkas. Semoga lu bahagia ya."
"Thanks bro."
Kedua dokter tampan itu pun menuju ruangan operasi. Karen hari ini ada jadwal operasi. Ryan biasanya juga mengikuti operasi. Ia sebagai dokter penyakit dalam, terkadang ia juga mengikuti operasi.
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa .....
Jangan lupa like, komen dan vote ya. Thanks.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 317 Episodes
Comments
Yani
Semoga Kiara cepat di halalkan
2022-06-03
1
itin
gadis 19th yang cukup .... hmmm ... biasanya 19th dalam lingkungan keluarga yang homely banget akan rasa asing dengan perasaan lawan jenis... bawaannya masih yang kemayu malu meski mau 😃
peradaban zaman berkembang. haha
2021-11-06
1
피롷
diparagraf terakhir "ryan biasanya ikut operasi. karna ryan dokter spealis penyakit dalam ryan ikut operasi" itu agak gimana gtu thor....sejauh ini bnyk kata2 yg beda tpi mengandung makna yg sama
2021-10-17
1