Dokter Ryan sangat takjub dengan banyaknya masakan di atas meja makan. Semua ini yang masak adalah Kiara. Dokter Ryan menyapa tante Dewi yang telah duduk manis di kursi meja makan.
"Malam tante. Terimakasih atas undangan makan malamnya." sapa Ryan sopan.
"Iya dok. Kiara banyak masak malam ini. Dia memang ingin mengundang makan malam dokter dan istri." ujar tante Dewi.
"Maaf tante. Istri saya sedang tidak berada dirumah." Ucap Ryan.
"Oh...gak papa dok. Saya sangat berterima kasih anda mau makan malam dengan kami." ucap tante Dewi.
Ryan memandangi Kiara yang sedang sibuk menyajikan makanan untuk dirinya. Ia merasa dilayani dengan seorang istri. Astrid tidak pernah berbuat seperti ini kepadanya. Kalau lagi makan malam mereka masing - masing.
Ryan mengembangkan senyumannya. Kiara sangat cocok untuk dijadikan istri.
"Dimakan dok. Maaf makanannya ala kadarnya saja." ucap Kiara membuyarkan lamunan Ryan.
"Ah...iya. Pasti saya makan. Masakan kamu pasti enak." ucap Ryan gugup.
Mereka bertiga makan dengan hikmah. Tak ada yang mengeluarkan suaranya. Hanya dentingan sendok yang terdengar.
Setelah makan malam selesai. Kiara membereskan semua piring kotor dan mencucinya. Ryan yang berada di ruang tv bersama tante Dewi terus saja memandangi sesosok gadis cantik yang sedang bekerja di dapur. Memang istri idaman pikirnya. Lagi - lagi Ryan mengkhayal dan senyum - senyum sendiri.
"Dokter Ryan?" panggil Tante Dewi mengejutkan Ryan.
"Ah...maaf tante. Iya ada apa." ucapnya gugup.
Tante dewi tahu kalau dokter itu terus memandangi Kiara. Tante Dewi hanya menggelengkan kepalanya.
"Oh ya dok. Saya sudah ngantuk. Saya duluan ya. Mau istirahat. Kalau dokter mau disini dulu tidak apa apa." ucap tante Dewi.
Tante Dewi meninggalkan Dokter Ryan sendiri duduk diruang tv. Ryan yang sendiri terus saja memandangi wajah cantik Kiara. Wajah yang begitu menyejukan hati.
Kiara yang telah selesai di dapur. Ia segera menemui Dokter Ryan. Dan ia membuatkan teh dan membawakan cemilan.
"Dok. Ini saya buatkan teh dan cemilan.Silahkan dok?" tawar Kiara. Ia pun duduk di samping dokter Ryan.
Mata mereka saling pandang lama. Dokter Ryan tersenyum memandang wajah cantik Kiara. Kiara yang dipandang merasa malu dan menimbulkan rona dipipinya.
"Saya pikir tadi dokter Ryan sudah pulang. Ternyata belum." ucap Kiara.
"Sengaja nunggu kamu, takutnya masih kangen." goda Ryan. Kiara tersipu malu. "Pak Dokter ini ada - ada saja." Ryan hanya tertawa. "Panggil mas aja. Jangan panggil Pak Dokter. Nggak enak dengernya."
"Eh...gak enak ah. Masa panggil mas. Uda enak panggil Pak Dokter aja."
"Tapi..."Ryan menatapnya tajam. Kiara menundudukan kepalanya. Ryan mengangkat wajah Kiara. Ditatapnya wajah yang tertunduk itu. "Kiara tatap mata saya." Pinta Ryan. Namun Kiara masih tertunduk. "Kiara." Ucapnya lagi. Namun akhirnya Kiara mengangkat wajahnya dan menatap wajah tampan Ryan.
Nafas Kiara tercekat. Wajah Ryan sudah sangat dekat dengannya. Bahkan wajahnya sangat dekat. Hidung mereka bersentuhan.
"Dokter Ryan..." ucap Kiara gugup. Wajah Ryan semakin mendekat. Kiara terkejut ketika bibir Ryan menempel di bibir merah dan mungil Kiara. Tanpa ada rasa penolakan dari Kiara, Ryan semakin bergairah untuk ******* bibir mungil itu. Kiara tanpa sadar mengalungkan tangannya di leher Ryan. Mereka berdua terus menikmati ciuman mereka.
Ryan membaringkan tubuh Kiara di sofa sambil mencumbu Kiara. Tangannya masuk kedalam baju Kiara dan meremas dua gundukan milik Kiara. "Dokter Ryan..." Kiara memegang tangan Ryan yang terus meremas.
Ryan menyingkirkan tangan Kiara. Dan melanjutkan aksinya.
"Dokter...Dokter Ryan." ucap Kiara yang mengguncang tubuh Ryan yang melamun. Ryan terhenyak karena kaget. Ia mengerjapkan matanya berkali - kali. Bisa - bisanya dia memikirkan hal yang tidak - tidak. Ryan merasa malu.
"Dok...Dokter Ryan kenapa? Kok malah bengong." tanya Kiara lagi sambil melihat wajah Ryan yang memerah.
Dengan spontan Kiara mengulurkan tangannya ke dahi Dokter Ryan. Ia ingin mengecek suhu tubuh dokter Ryan tapi belum juga menempel, Ryan bangun tiba - tiba dan membuat Kiara terjengkang.
Sekali tarikan tubuh Kiara sudah berada dipelukan Ryan. Keduanya saling bertatapan. Dengan posisi Kiara dibawah Ryan. Dan tanpa sengaja bibir mereka menempel. Namun Ryan menahan tengkuk Kiara dan memperdalam Ciuman mereka "Hummpmm..." tanpa sengaja Kiara mengeluarkan suara desahan. Kiara berusahan menolaknya tapi tenaga Ryan sangat kuat. Mau tak mau Kiara membalas ciuman Ryan.
Ciuman itu semakin dalam, mereka saling mengisap. Smapai akhirnya Kiara kehabisan nafas.
"Haha...hhhaah..." Kiara menghirup oksigen dalam.
Ryan hanya tersenyu. Mereka sangat menikmati ciuman itu. "Maafkan aku Kiara. Aku tahu aku salah. Entah kenapa aku sangat ingin melakuaknnya, rasanya sangat nyaman." Ucap Ryan jujur. Kiara menggeleng. Ini salah pikirnya.
"Mas...ini salah. Kamu sudah beristri. Pulang lah mas, anggap saja kita tidak pernah bertemu." Kiara memalingkan wajahnya menghindari tatapan penuh cinta Ryan.
"Baiklah aku pulang sayang. setidaknya aku tahu perasaanmu. Dari ciuman kita tadi. Mas tahu kau menikmatinya kan? Ucap Ryan melepaskan kungkungannya dari Kiara.
Kiara langsung terduduk. Wajahnya sangatlah merah. Ryan menarik tubuhnya dan memeluknya erat. Tak ada penolakan dari Kiara. Dengan lembut Ryan megelus rambut panjang Kiara. "Yang mas katakan tadi jujur apa adanya. Itulah yang kurasakan kepadamu." Kiara tak tahu harus berkata apa. Ia hanya diam saja.
"Mas pulang dulubya sayang. Jangan tidur terlalu larut. Besok pagi mas datang lagi untuk sarapan bersama. Bolehkan?" Kiara ragu tapi lagi - lagi tubuhnya bergerak tanpa seijinnya. Kepalanya mengangguk. Ryan tersenyum senang.
Ryan lagi lagi mendaratkan ciuman panasnya sebelum pulang. Tidak ada lagi penolakan. Kiara membalasnya. Bahkan Kiara sudah mengalungkan tangannya dileher Ryan. Mereka saling membalas. Ryan menghentikannya sebelum ia benar benar membawa Kiara kedalam kamar. Dokter Ryan pun pamit pulang.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 317 Episodes
Comments
Yani
Yah...Kiara bikin kecewa deh
2022-06-03
1
Lucy Liestiarini
waduhhhhhh😱😱😱😱
2022-05-22
1
mag_ma63
kurang sreg ama kiara kiara tuh gadis yg plos kesannya murahan... lanjut thoorrrr 👍👍👍
2022-03-27
1