Dokter Ryan begitu mengagumi wajah cantik Kiara. Ada getaran aneh yang di rasakannya. Entah lah perasaan apa itu.
"Nona Kiara mencari saya?." tanya Dokter Ryan.
Laras mengangguk pelan. "Iya dok. Tante Dewi lagi sakit. Dari kemaren ngeluh pusing kepalanya. Saya takut terjadi sesuatu dengannya dok." ungkap Kiara.
"Baiklah, bawa saya kerumah tante Dewi."
Mereka berdua pun berjalan menuju rumah.
Setelah sampai dokter Ryan dan Kiara menuju kamar tante Dewi.
Dengan cekatan Ryan memeriksa tante Dewi. Kiara hanya bisa memegangi tangan tante Dewi dan terus berdoa selama dokter Ryan memberi pengobatan.
Ryan perlahan - lahan memberikan obat kepada tante Dewi. Tante Dewi yang tadinya sempat kejang sekarang sudah mulai tenang.
Kiara bersyukur keadaan tante Dewi sudah mulai tenang.
"Makasih ya dok. Saya gak tau gimana jadinya kalau gak ada dokter."Ucap Kiara.
"Sama - sama nona Kiara." ujar Ryan. Entah kenapa Ryan ingin sekali selalu berdekatan dengan Kiara. Gak tau kenapa. Melihat wajahnya yang cantik dan senyumnya yang manis ingin rasanya Ryan selalu berada didekat Kiara.
"Dok, panggil saya Kia aja. Terimakasih ya dokter, saya sudah ngerepoti dokter." ujar Kiara.
"Saya...." tiba - tiba tante Dewi terbangun. "Kia..."
Kiara langsung mendekati Tante Dewi dan menggenggam tangannya. Ryan yang melihatnya, kedekatan antara tante Dewi dan Kiara seperti anak dan ibu. Kiara begitu menyayangi tante Dewi. Padahal Tante Dewi bukan tantenya melainkan tante dari sahabatnya.
"Tante, jangan sakit lagi ya?" pinta Kiara khawatir.
"Kia sayang. Tante hanya lemas saja." ujar tante.
"Oiya dok, berapa yang harus saya bayar dok?" tanya Kiara sambil mengambil dompet kecil disakunya.
"Tidak usah Kiara. Saya ikhlas menolong. Lagian rumah sakit sudah cukup membayar saya." tolah Ryan halus.
"Tapi dok..."
"Sudah tidak apa apa Kiara. Jaga saja tante Dewi jangan sampai sakit lagi. Itu sudah cukuo untuk saya."
"Terimakasih dokter. Saya akan menjaga tante dengan baik."
"Ya sudah, saya pamit pulang ya. Tante Dewi, tante harus istirahat dengan baik." ucap dokter Ryan kepada tante Dewi.
"Pasti dok." sahut tante Dewi.
Ryan pun pergi meninggalkan rumah tante Dewi. Wajahnya selalu tersenyum, ia senang bisa membantu Kiara, entah lah rasanya Ryan senang melihat wajah Kiara.
Sampai dirumah Ryan disambut oleh Astrid istrinya. Dengan sikap yang manis seperti ini, pasti Astrid ada maunya.
"Mas, kamu dari mana sih?" ucap Astrid manja.
Ryan menghela nafasnya perlahan. "Apa yang kau inginkan?" tanya Ryan to the point.
"Mas, kamu sangat pengertian sama istrimu ini. Kau tau apa yang akau inginkan." ucap Astrid manja lagi.
"Katakan saja." ucap Ryan sudah muak melihat Astrid. Pasti dia ingin uang lagi untuk shopping.
"Ma sayang, aku ingin membeli cincin berlian. Harganya tidak mahal kok, hanya 500 juta saja." ucap Astrid tak tau malu.
"Baiklah aku akan tranfer. Dan aku mau istirahat. Jangan ganggu aku."
"Terimakasih sayang."
"Dasar perempuan mata duitan. Aku sudah muak." gumam Ryan sambil mengacak rambutnya.
Setiap sorenya Kiara selalu saja menyiram bungan yang ada di taman depab rumah tante Dewi. Semenjak tante Dewi sakit, Kiara tidak pergi ke toko kue tante Dewi. Semuanya telah diurus oleh asisten tante Dewi.
Tengah asyik menyiram tanaman Kiara dikejutan dengan pertengkaran antara Dokter Ryan dan istrinya. Istri Ryan pergi meninggalkannya. "Kenapa lagi mereka? Kadang adem kadang berantam." gumam Kiara.
Menjelang malam Kiara mengajak tante Dewi makan bersama. Kiara senang tante Dewi sudah mulai baikan.
"Tante ayok kita makan malam. Kiara sudah masak banyak. Kiara masak makanan kesukaan tante." ucapa Kiara.
"Terimakasih sayang. Kamu selalu baik sama tante. Tapi Kia, apa ini semua tidak kebanyakan? Apa kamu sanggup menghabiskannya?"
"heheh...iya tan, kalau gitu Kiara undang saja pak dokter makan disini." usul Kiara.
"Iya, bagus itu. Sana kamu kerumah dokter Ryan."
Kiara pergi menuju kerumah dokter Ryan. Dia merasa deg deg an. Ia juga takut, karena tadi sore dokter Ryan dan istrinya bertengkar hebat. Tapi dia sudah berniat mengajaknya. Tepat sebelum Kiara mengetuk pintu, ternyata Ryan sudah terlebih dahulu membuka pintunya. Keduanya saling perpandangan. "Eh pak dokter, maaf ganggu malam - malam." ucap Kiara kikuk. Ryan tersenyum.
"Gak apa apa Kia. Apa tante sakit lagi?".
"Nggak dok, tante Dewi sehat."
Ryan hanya ber oh ria. "Lalu? tanya Ryan penasaran.
"Saya tadinya mau ngajak dokter makan malam dirumah bersama mbak Astrid. Tapi sepertinya dokter lagi sibuk ya? Kalau begitu lain kali saja."
"Eh saya bisa kok. Kebetulan saya juga mau pergi makan malam." ucap Ryan sambil menahan tangan Kiara saat akan hendak pergi. Kiara membalikkan badannya. "Loh kok makan malam diluar? Pak dokter sendiri? Mbak Astridnya mana dok?"tanya Kiara spontan.
Melihat wajah Ryan berubah expresi wajahnya. Buru - buru Kiara meminta maaf. "Maafkan saya dok?"
"Gak papa. Saya sudah biasa makan diluar. Astrid tidak suka memasak."
"Oh begitu?" Kiara semakin tak enak.
"Jadi makan malamnya masih berlakukan?" Tanya Ryan. Kiara merasa bingung. Dia sudah terlanjur mengundangnya. Tadinya dia juga ingin mengajak Astrid juga. Dan pada akhirnya Kiara mengajak Ryan kerumah tante Dewi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 317 Episodes
Comments
Yani
Suka bingung udah tau punya istri kaya gitu kenapa juga masih di pertahankan dari pada makan ati laki" kan kuasa
2022-06-03
0
Maria Agustina Bungalay
sudah muak tp masih bersama
2022-03-03
0
Maria Agustina Bungalay
Laras apa Kiara?
2022-03-03
0