Kunjungan sahabat

Di ruangan meeting, pikiran Arsen tidak fokus. Ia duduk dengan tenang sambil memikirkan perkataan Max kemarin. Semuanya menjadi rumit karena Arini tidak ingin memberi tahukannya. Berulang kali Arsen meminta Arini untuk memberi tahunya tapi berbagai cara pula Arini menolaknya.

Arsen menggebrak meja dengan kuat, pikirannya sedang kalut saat ini ditambah lagi ia sedang meeting hari  ini. "Maaf pak, apa bapak baik baik saja?" Tanya Rocky, selaku sekretaris Arsen yang saat ini berdiri di sampingnya.

"Meeting sudah cukup sampai disini saja, saya ada urusan sebentar" saat Arsen keluar semua orang yang berada di dalam ruang meeting saling bertatapan. Karena tak biasanya Ceo mereka seperti ini. Arsen selalu tampak tenang dan fokus jika meeting tapi kali ini tidak, sepertinya ada banyak hal yang dipikirkannya.

Rocky menjelaskan kepada mereka bahwa Arsen sedang tidak enak badan, ia tidak enak dengan kepala tim yang telah menjelaskan beberapa hal  untuk meeting hari ini. Karena Arsen sama sekali belum memberikan tanggapan.

Arsen membuka pintu ruangannya dengan kasar dan menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya. Kantung matanya yang menghitam karena semalam ia tidak bisa tidur. "Baiklah tidak apa apa jika kalian masih tidak ingin memberi tahuku, biar aku yang mencari tahunya sendiri" Gumam Arsen.

Kepalanya mendadak pusing karena kurang tidur, Arsen memutuskan untuk masuk ke dalam kamar pribadinya di kantor. Arsen beristirahat disana. Ia tak mungkin melanjutkan pekerjaan dalam keadaan seperti ini.

Shila, Via dan Gabriel datang ke rumah Arini karena hari ini mereka tidak ada jadwal kuliah. Ketiga nya memilih ke rumah Arini karena mereka tahu Arini masih belum dibolehkan keluyuran sampai satu bulan. Sebelum pergi ke rumah Arini mereka terlebih dahulu membeli beberapa cemilan untuk mereka nanti.

Via membunyikan bel rumah Arini tak lama kemudian seorang wanita tua datang membukakan pintunya, siapa lagi kalau bukan Bi Mina. Pembantu rumah ini. "Siapa ya?" Tanya Bi Mina karena ia baru pertama kali melihat ketiga gadis itu.

"Kita temannya Arini Bi, Arini nya ada?" Tanya Shila dengan sopan. Bi Mina mengangguk seraya tersenyum. "Ada Non, mari masuk biar bibi panggilkan Non Arini dulu" "Makasih Bi" ucap mereka bersamaaan.

Shila, Via dan Gabriel menunggu Arini di ruang tamu. Bi Mina naik ke atas kamar Arini dan mengetuk pintunya. Tok tok tok. Arini yang sedang menonton drakor langsung mematikan laptopnya dan membuka pintunya. "Ada apa bi?" Tanya Arini.

"Itu Non, ada teman temannya Non Arini di bawah. Sebaiknya non temui dulu bibi mau buatin minuman untuk mereka" Arini mengangguk lalu kembali masuk ke dalam kamarnya dan mengganti pakaiannya. Arini memilih memakai tank top dan celana hotpans. Lagi pula uncle dan Daddy nya tidak ada di rumah, jadi dia aman untuk saat ini.

  

Setelah berganti pakaian, Arini segera turun dan menemui mereka. "Kalian datang kesini kok gak ngabarin gue?" Ucapnya ketika baru saja turun dari anak tangga terakhir. "Via yang bermain ponselnya menaruhnya kembali. "Ponsel lo gak bisa dihubungi, gue udah coba berkali kali nelfon tapi tetap gak bisa"

Shila mengangguk. "Pesan kita juga gak lo baca" sambungnya. Arini hanya menyengir di hadapan mereka. "Gue baru ingat ponsel gue lowbat, baru aja di charger tadi" Gabriel mendelik kesal padanya.

"Kalian bawain gue cemilan juga? Memang benar benar ya kalian. Kalian teman terbaik gue" Arini akan mencomot snack chiki namun tangannya dihempaskan oleh Shila. "Ini buat stock kita nonton drakor, jangan dimakan sekarang. Kita kesini juga mau mau ngajak lo nonton drakor." Ucap Shila sambil menatap Arini.

"Hooh, tadinya mau nonton bertiga. Tapi pas ingat lo yang lagi dikurung layaknya rapunzel jadi kita sekalian ke rumah lo deh. Nonton di rumah lo lebih enak" celetuk Via. Arini hanya memutar bola matanya malas. "Oke, gue ambil laptop dulu. Nontonnya disini aja, kamar gue lagi berantakan soalnya" ucap Arini.

Ketiganya mengangguk bersamaan lalu Bi Mina datang dari arah dapur.

Bi Mina menbawa nampan yang berisi empat gelas jus jeruk dan beberapa cemilan untuk teman teman Arini. "Silahkan diminum Non, bibi pergi ke dapur dulu yah. Masih banyak piring yang belum dicuci di dapur" ucap Bi Mina sambil meletakkan empat gelas jus itu di meja berserta dengan cemilannya"

"Terima kasih Bi" ucap Shila. Bi Mina hanya tersenyum kemudian meninggalkan mereka pergi ke dapur. "Ini nih yang gue demen kalau lagi di rumah Arini, ada aja makanan yang siap untuk kita. Beda kalau di rumah Shila, mau makan aja kudu masak dulu" sindir Gabriel sambil melirik ke arah Shila yang meminum jus jeruknya.

"Eh kutu kupret, gak usah nyindir kali. Gue tahu rumah gue gak segede punya Arini, gak punya pembantu juga. Gue kan melakukan semuanya sendirian, masak, nyuci, nyetrika. Emangnya lo anak mami?" Ejek Shila pada Gabriel.

"Iyalah gue anak mami, kalau bukan anak mami  emangnya gue anak siapa lagi. Gak mungkin kan gue anak Mama lo" Shila dan Gabriel terus berdebat tentang hal yang tidak penting, Via hanya membiarkannya, ia malah sibuk dengan ponselnya.

Tak lama kemudian Arini datang dengan membawa laptopnya. Arini melihat kedua temannya yang masih ribut. "Kenapa mereka?" Tanya nya pada Via. Via mendongakkan kepalanya dan menatap Arini. "Ribut soal yang gak penting, pisahin gih sebelum terjadi jambak jambakan"

Gabriel dan Shila jika terus berdebat ujung ujungnya mereka saling jambak jambakan, bahkan mereka pernah mencakar wajah masing masing. Tapi setelah selesai jambak jambakan mereka akur lagi, seolah olah mereka tidak pernah bertengkar.

"Stop berdebat, katanya mau nonton drakor. Nih mumpung gue udah ambil laptopnya ayo cepat nonton" Arini duduk di tengah tengah Gabriel dan Shila dan membuat perdebatannya berhenti. Shila dan Gabriel saling melempar tatapan tajam. "Gue colok mata lo berdua kalau sampe gue lihat kalian tatap tatapan kek gitu"

"Iya iya, buruan. Mau nonton drakor apa nih?" Shila memilih menyudahi tatapannya dan beralih menatap Arini yang berada di sampingnya. "Gimana kalau drakor yang lagi booming baru baru ini, judulnya true beauty?" Usul Via, ia mendapat trailer drakor true beauty dari akun instagramnya dan membuatnya tertarik untuk menontonnya.

"Boleh juga, mana aktornya jodoh gue semua lagi" Arini menoyor kepala Gabriel dengan kasar. "Cha eun woo sama hwang in yeop gak mau kali jodohan sama banteng betina kek lo" sarkas Arini. Shila dan Via tertawa dengan keras. "Banteng betina? Emang cocok sih Gabriel disebut banteng betina" celetuk Shila.

Gabriel akan membalas perkataan Shila tapi mulutnya disumpal dengan biskuit oleh Arini. "Berisik, drakornya udah dimulai. Mending fokus aja. Eh bagi dong snack nya, gue pengen makan snack nih"

Via membongkar belanjaan mereka tadi dan melempar beberapa snack pada Arini. Arini mengambil chiki dan Keripik singkong kemudian mereka bertiga fokus menonton drama korea.

Beberapa jam kemudian, Arsen pulang dari kantor dengan wajah kusutnya. Hari ini ia tak bersemangat untuk mengerjakan pekerjaannya. Arsen bertemu Max di halaman rumahnya. "Dari mana kamu?" Tanya Arsen penasaran.

"Habis ketemu teman lama" Arsen mengangguk dan mereka masuk ke dalam rumah bersamaan. Arsen mendengar suara tawa yang menggelegar di ruang tamunya. Max yang penasaran pun berjalan ke arah Ruang tamu.

"Ya ampun, si Seojun ngakakin banget sih. Pake goyang okey dokey lagi." Arini memegang perutnya yang sakit karena terus tertawa. "Hooh, tadi gue salah fokus guys, gue malah melihat boxernya. Penasaran dengan isi di dalamnya ada apaan" ucap Gabriel dengan cengegesan.

"Lagi pada nonton apa? Sepertinya seru banget" Max muncul dengan senyuman manisnya. Ia baru tahu jika Arini mempunyai teman yang cantik seperti mereka. Tatapan Max hanya fokus pada satu arah, yaitu Via. Arini mengangkat kepalanya. "Uncle, sini gabung sama kita. Arini lagi nonton drakor true beauty nih"

Max langsung duduk di samping Via karena tak ada tempat lagi. "Sebelum nonton kenalin dulu uncle, ini Shila sahabat gilaku, ini gabriel sahabat bar bar ku dan ini Via yang paling normal di antara mereka" ucap Arini sambil terkekeh.

Max juga ikutan terkekeh pelan. Kemudian ia melirik ke arah Via yang sedari tadi hanya diam. "Ya udh ayo kita lanjut nonton"

Saat mereka akan kembali menonton, Arsen juga tiba tiba muncul di hadapan mereka. "Apa kamu hanya mengajak uncle mu saja Arini? Apa Daddy tidak kamu ajak?"

Mata Via berbinar melihat Arsen, meskipun di sampingnya ada pria tampan tapi tetap saja Arsen yang paling tampan menurutnya. Arini menatap Arsen dengan tidak percaya, benarkah ini Arsen atau hanya ilusinya saja?"

 

Terpopuler

Comments

Berdo'a saja

Berdo'a saja

wahhhhh cinta ter

2022-06-08

0

Dewi Zahra

Dewi Zahra

seru kak

2022-02-09

0

Noona Mayya

Noona Mayya

visual ga ada ya... hehehehe

2021-12-08

1

lihat semua
Episodes
1 Nekat
2 Mencari Arini
3 Mengenai Wasiat
4 Yoga
5 Pangeran Kampus
6 Pulang bersama
7 Arsen dan Rendi
8 Hukuman lagi?
9 Perasaan Asing
10 Uncle Kesayangan
11 Teka teki sebuah surat
12 Kunjungan sahabat
13 Lee suho yang meresahkan
14 Perlahan lahan
15 Rahasia Arini
16 Lukisan
17 Pahlawan Arini
18 Mulai Bimbang
19 Pergi ke puncak
20 Melupakan
21 Awal perjuangan
22 Bebas Hukuman
23 Apa Mau Mu?
24 Belanja di Mall
25 Model Iklan
26 Tak rela
27 Ajal kematian
28 Ciuman Bibir
29 Semakin Panas
30 Pergi ke kondangan
31 Pingsan
32 Max pahlawan cinta untuk Arini
33 Mengakhiri
34 Terciduk
35 Cetakan pertama
36 Bi Mina dan kucing
37 Sebuah Misteri
38 Rekaman CCTV
39 Resmi
40 Jawaban
41 Makan malam
42 Usaha pertama Arsen
43 Unboxing
44 Drama pagi hari
45 Di Kampus
46 EGGLARD AERIO AVATRIZATY
47 Mengerikan
48 Kembali Nafsu
49 Kamar Mandi
50 Misi baru Via dan Arini
51 Arsen kecelakaan
52 Dokter untuk Arsen
53 Dompet
54 Bi Mina dan Pak Tejo
55 Siapa Angel?
56 Sebuah Kotak
57 Bukan mantan
58 Gaun dan Ciuman
59 Bertemu dia
60 insiden kecil
61 Mata mata Vercigo
62 Tamat Riwayatnya
63 Max dan Via
64 Persiapan pergi ke jepang
65 Curiga
66 Akhir dari penantian untuk Max
67 Oma dan Opa
68 Restu pernikahan
69 Menjebak atau terjebak?
70 Salahmu
71 Kembali
72 Kehidupan yang baru
73 Rasa kecewa
74 Mempercepat waktu
75 Kejam bukan berarti tak punya hati
76 Siap siap
77 Mimpi buruk
78 Gereja
79 Semakin dekat
80 Mulai perang
81 Gagal, eh?
82 Malam yang dirindukan
83 Penderitaan
84 Kemana Arsen?
85 Bertemu kembali
86 Arini Mual Mual
87 Kabar dari Via
88 Pulang
89 Kain keberuntungan
90 Trio abal abal
91 Max Playboy
92 Di sebuah Cafe
93 Masalah kantor
94 Investor Brengsek
95 Arini Mengidam
96 Malam mereka
97 kebaikan Shila
98 Arsen mulai berubah
99 Tteokbokki
100 Pria misterius
101 Pantai
102 Pantai (2)
103 Si kembar
104 Kedatangan tamu spesial
105 Olahraga
106 Masker wajah
107 Adegan selanjutnya
108 Malapetaka baru
109 Vercigo
110 Kekesalan Arsen
111 Balkon
112 Overthinking
113 Gara gara diskon
114 Kemenangan
115 Penguntit Arsen
116 Bolong
117 Siapakah dia?
118 Bi Mina Hilang
119 Hubungan baru
120 Persiapan kejutan
121 Kejutan untuk Arini
122 Hadiah Arsen
123 Tidak marah
124 Bongkar kado
125 Jambakan dalam bercinta
126 Labil
127 Gabriel
128 Bisikan Via
129 Wanita iblis
130 Licik
131 Mengelabui seseorang
132 terbungkam
133 Waspada
134 Licik atau Cerdas
135 Salah
136 Peringatan awal
137 Via menghilang
138 Mendatangi Via
139 Teror
140 Bukan dibunuh
141 Flasback
142 Manipulasi
143 Check up kehamilan
144 Normal atau Operasi
145 Dani dan Shila
146 Dani
147 Canda dan tawa
148 Pendarahan
149 UGD
150 Keadaan Arini
151 Pikiran Max
152 Mulai membaik
153 Senandung Bi Mina
154 Nikmat yang sesungguhnya
155 Video Call
156 Proyek Arsen
157 Bandara
158 Pulang
159 Macan betina
160 Tidur di luar
161 Arsen sakit
162 Monyet pohon jambu
163 Max yang malang
164 Romansa baru
165 Taman hiburan
166 Duda lagi
167 Kesempatan untuk Angga
168 Ikat pinggang
169 Ketika Arsen mulai bertindak
170 Peringatan Arsen
171 ibu hamil rempong
172 Kelahiran Arsen Junior
173 Aiden, Rei dan Alea
174 Rei sayang Arsen
175 Junior
176 Family time
177 Senyum Aiden
178 Angga dan Gabriel
179 Si kembar rewel
180 Pesta ulang tahun
181 Dansa
182 Kedatangan Shila
183 Bulbul
184 Pesan dari Angga
185 Baby Alea
186 Banting ponsel
187 Ulah Alea
188 Lesung pipi
189 Orang tua kandung
190 dibawa ke kantor
191 Jatah Si kembar
192 Bertemu Shena
193 Aiden dan Rei
194 Niat baik
195 Perdebatan suami istri
196 Menuju misteri
197 Sekedar peringatan
198 Sebuah ciuman
199 Kegelisahan
200 Pingsan
201 Jangan dibaca
202 Kembali lagi
203 Stempel
204 Menuju puncak
205 Siapa?
206 Kekalahan
207 Ayah
208 Masa lalu
209 Pulau pribadi
210 Tanggung jawab
211 Pagi hari
212 Takjub
213 Menjelang Akhir
214 Menjelang akhir (2)
215 Akhir kisah mereka
216 S.2. Eps 1. Pawang Alea
217 S.2 Eps 2. Terlalu tampan
218 S.2 EPS 3. Derita Rei
219 Flasback masa lalu
220 S.2 Eps 4. Suasana pagi hari
221 S.2. Eps.5 Toilet
222 S.2. Eps. 6 Tamu yang tak terduga
223 S.2. Eps 7 Murid baru
224 S.2 Eps 8 Nomor Alea
225 S.2. Eps 9 Gevan
226 S.2. Eps 10 Keceplosan
227 S.2. Eps 11 Aiden posessive
228 S.2. Eps 12 Hadiah untuk Alea
229 S.2. Eps 13 Peduli
230 S.2. Eps 14 Pergi
231 S.2. Eps 15 Lelucon Aiden
232 S.2. Eps 16 Bule
233 S.2. Eps 17 Dijemput Rocky
234 S.2. Eps 18 Pulang liburan
235 S.2. Eps 19 Ngebujuk Alea
236 S.2. Eps 20 Pertemuan Gevan dan Aiden
237 S.2. Eps 21 Rooftoop
238 S.2. Eps 22 Bertemu Rei
239 S.2. Eps 23 Rocky
240 S.2. Eps 24 Rocky gelisah
241 S.2. Eps 25 Datang
242 S.2. Eps 26 Mulai ragu
243 S.2. Eps 27 Rocky antar jemput
244 S.2. Eps 28 Berani
245 Siska
246 S.2 Eps 30 Ketahuan
247 S.2. Eps 31 Lampu hijau
248 S.2. Eps 32 Kelas Alea
249 Klarifikasi
250 S.2. Eps 33 Update lagi
251 S.2. Eps 34 Motor mogok
252 S.2. Eps 35 Tentang Aiden
253 S. 2. Eps 36 Emosi Aiden pada Rocky
254 S.2. Eps 37 Foto Masa Lalu
255 S.2. Eps 38 Sebuah club
256 S.2. Eps 39 Siapa Nana sebenarnya
257 S.2. Eps 40 Pertemuan
258 S.2. Eps 41 Zain Dan Aiden
259 S.2. Eps 42 Kebersamaan
260 S.2. Eps 43 Trio rusuh
261 S.2. Eps 44 Keinginan Nana
262 S.2. Eps 45 Sekolah lagi
263 S.2. Eps 46 Ruang kepala sekolah
264 S.2. Eps 47 XI-Ipa 1
265 S.2. Eps 148 Menuju pertemuan
266 S.2. Eps 49 Mengejar
267 Karya Baru
268 S.2. Eps 50 Pertemuan yang mengharukan
269 S.2 Eps 51 Pawang
270 Pengumuman
271 Kembali
272 Cerita kembali di mulai
Episodes

Updated 272 Episodes

1
Nekat
2
Mencari Arini
3
Mengenai Wasiat
4
Yoga
5
Pangeran Kampus
6
Pulang bersama
7
Arsen dan Rendi
8
Hukuman lagi?
9
Perasaan Asing
10
Uncle Kesayangan
11
Teka teki sebuah surat
12
Kunjungan sahabat
13
Lee suho yang meresahkan
14
Perlahan lahan
15
Rahasia Arini
16
Lukisan
17
Pahlawan Arini
18
Mulai Bimbang
19
Pergi ke puncak
20
Melupakan
21
Awal perjuangan
22
Bebas Hukuman
23
Apa Mau Mu?
24
Belanja di Mall
25
Model Iklan
26
Tak rela
27
Ajal kematian
28
Ciuman Bibir
29
Semakin Panas
30
Pergi ke kondangan
31
Pingsan
32
Max pahlawan cinta untuk Arini
33
Mengakhiri
34
Terciduk
35
Cetakan pertama
36
Bi Mina dan kucing
37
Sebuah Misteri
38
Rekaman CCTV
39
Resmi
40
Jawaban
41
Makan malam
42
Usaha pertama Arsen
43
Unboxing
44
Drama pagi hari
45
Di Kampus
46
EGGLARD AERIO AVATRIZATY
47
Mengerikan
48
Kembali Nafsu
49
Kamar Mandi
50
Misi baru Via dan Arini
51
Arsen kecelakaan
52
Dokter untuk Arsen
53
Dompet
54
Bi Mina dan Pak Tejo
55
Siapa Angel?
56
Sebuah Kotak
57
Bukan mantan
58
Gaun dan Ciuman
59
Bertemu dia
60
insiden kecil
61
Mata mata Vercigo
62
Tamat Riwayatnya
63
Max dan Via
64
Persiapan pergi ke jepang
65
Curiga
66
Akhir dari penantian untuk Max
67
Oma dan Opa
68
Restu pernikahan
69
Menjebak atau terjebak?
70
Salahmu
71
Kembali
72
Kehidupan yang baru
73
Rasa kecewa
74
Mempercepat waktu
75
Kejam bukan berarti tak punya hati
76
Siap siap
77
Mimpi buruk
78
Gereja
79
Semakin dekat
80
Mulai perang
81
Gagal, eh?
82
Malam yang dirindukan
83
Penderitaan
84
Kemana Arsen?
85
Bertemu kembali
86
Arini Mual Mual
87
Kabar dari Via
88
Pulang
89
Kain keberuntungan
90
Trio abal abal
91
Max Playboy
92
Di sebuah Cafe
93
Masalah kantor
94
Investor Brengsek
95
Arini Mengidam
96
Malam mereka
97
kebaikan Shila
98
Arsen mulai berubah
99
Tteokbokki
100
Pria misterius
101
Pantai
102
Pantai (2)
103
Si kembar
104
Kedatangan tamu spesial
105
Olahraga
106
Masker wajah
107
Adegan selanjutnya
108
Malapetaka baru
109
Vercigo
110
Kekesalan Arsen
111
Balkon
112
Overthinking
113
Gara gara diskon
114
Kemenangan
115
Penguntit Arsen
116
Bolong
117
Siapakah dia?
118
Bi Mina Hilang
119
Hubungan baru
120
Persiapan kejutan
121
Kejutan untuk Arini
122
Hadiah Arsen
123
Tidak marah
124
Bongkar kado
125
Jambakan dalam bercinta
126
Labil
127
Gabriel
128
Bisikan Via
129
Wanita iblis
130
Licik
131
Mengelabui seseorang
132
terbungkam
133
Waspada
134
Licik atau Cerdas
135
Salah
136
Peringatan awal
137
Via menghilang
138
Mendatangi Via
139
Teror
140
Bukan dibunuh
141
Flasback
142
Manipulasi
143
Check up kehamilan
144
Normal atau Operasi
145
Dani dan Shila
146
Dani
147
Canda dan tawa
148
Pendarahan
149
UGD
150
Keadaan Arini
151
Pikiran Max
152
Mulai membaik
153
Senandung Bi Mina
154
Nikmat yang sesungguhnya
155
Video Call
156
Proyek Arsen
157
Bandara
158
Pulang
159
Macan betina
160
Tidur di luar
161
Arsen sakit
162
Monyet pohon jambu
163
Max yang malang
164
Romansa baru
165
Taman hiburan
166
Duda lagi
167
Kesempatan untuk Angga
168
Ikat pinggang
169
Ketika Arsen mulai bertindak
170
Peringatan Arsen
171
ibu hamil rempong
172
Kelahiran Arsen Junior
173
Aiden, Rei dan Alea
174
Rei sayang Arsen
175
Junior
176
Family time
177
Senyum Aiden
178
Angga dan Gabriel
179
Si kembar rewel
180
Pesta ulang tahun
181
Dansa
182
Kedatangan Shila
183
Bulbul
184
Pesan dari Angga
185
Baby Alea
186
Banting ponsel
187
Ulah Alea
188
Lesung pipi
189
Orang tua kandung
190
dibawa ke kantor
191
Jatah Si kembar
192
Bertemu Shena
193
Aiden dan Rei
194
Niat baik
195
Perdebatan suami istri
196
Menuju misteri
197
Sekedar peringatan
198
Sebuah ciuman
199
Kegelisahan
200
Pingsan
201
Jangan dibaca
202
Kembali lagi
203
Stempel
204
Menuju puncak
205
Siapa?
206
Kekalahan
207
Ayah
208
Masa lalu
209
Pulau pribadi
210
Tanggung jawab
211
Pagi hari
212
Takjub
213
Menjelang Akhir
214
Menjelang akhir (2)
215
Akhir kisah mereka
216
S.2. Eps 1. Pawang Alea
217
S.2 Eps 2. Terlalu tampan
218
S.2 EPS 3. Derita Rei
219
Flasback masa lalu
220
S.2 Eps 4. Suasana pagi hari
221
S.2. Eps.5 Toilet
222
S.2. Eps. 6 Tamu yang tak terduga
223
S.2. Eps 7 Murid baru
224
S.2 Eps 8 Nomor Alea
225
S.2. Eps 9 Gevan
226
S.2. Eps 10 Keceplosan
227
S.2. Eps 11 Aiden posessive
228
S.2. Eps 12 Hadiah untuk Alea
229
S.2. Eps 13 Peduli
230
S.2. Eps 14 Pergi
231
S.2. Eps 15 Lelucon Aiden
232
S.2. Eps 16 Bule
233
S.2. Eps 17 Dijemput Rocky
234
S.2. Eps 18 Pulang liburan
235
S.2. Eps 19 Ngebujuk Alea
236
S.2. Eps 20 Pertemuan Gevan dan Aiden
237
S.2. Eps 21 Rooftoop
238
S.2. Eps 22 Bertemu Rei
239
S.2. Eps 23 Rocky
240
S.2. Eps 24 Rocky gelisah
241
S.2. Eps 25 Datang
242
S.2. Eps 26 Mulai ragu
243
S.2. Eps 27 Rocky antar jemput
244
S.2. Eps 28 Berani
245
Siska
246
S.2 Eps 30 Ketahuan
247
S.2. Eps 31 Lampu hijau
248
S.2. Eps 32 Kelas Alea
249
Klarifikasi
250
S.2. Eps 33 Update lagi
251
S.2. Eps 34 Motor mogok
252
S.2. Eps 35 Tentang Aiden
253
S. 2. Eps 36 Emosi Aiden pada Rocky
254
S.2. Eps 37 Foto Masa Lalu
255
S.2. Eps 38 Sebuah club
256
S.2. Eps 39 Siapa Nana sebenarnya
257
S.2. Eps 40 Pertemuan
258
S.2. Eps 41 Zain Dan Aiden
259
S.2. Eps 42 Kebersamaan
260
S.2. Eps 43 Trio rusuh
261
S.2. Eps 44 Keinginan Nana
262
S.2. Eps 45 Sekolah lagi
263
S.2. Eps 46 Ruang kepala sekolah
264
S.2. Eps 47 XI-Ipa 1
265
S.2. Eps 148 Menuju pertemuan
266
S.2. Eps 49 Mengejar
267
Karya Baru
268
S.2. Eps 50 Pertemuan yang mengharukan
269
S.2 Eps 51 Pawang
270
Pengumuman
271
Kembali
272
Cerita kembali di mulai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!