"Tap .. tap ..." Suara langkah kaki menggema di seluruh ruang tangga darurat.
"Ayo, Kejora. Semangat!" Kejora terus berjalan dengan langkah yang terseok-seok. "Dua lantai lagi, Kejora." Ia memberi semangat pada dirinya sendiri.
Dan setelah beberapa menit, akhirnya Kejora sampai di lantai satu dengan napas yang terengah-engah.
"Gila ya itu planet! Dia kira lantai delapan, ke lantai satu itu dekat!" Gerutu Kejora, dalam hati. Mengatur napasnya yang tidak beraturan, sambil mengibaskan tangan ke wajahnya yang terasa panas dan penuh keringat. Pendingin yang ada di ruangan lantai satu, tidak bisa meredakan rasa panas di wajah dan rasa panas di hati Kejora.
"Ya ampun, mana harus balik lagi ke lantai delapan!" Kejora menghela napasnya dengan panjang, menengok ke kanan dan ke kiri dengan senyum licik dibibirnya
Beberapa menit kemudian.
Kejora yang sudah masuk ke dalam ruangan, tuan Mars. Mulai membuat laporan, kalau dirinya sudah selesai menjalankan hukuman dari tuan Mars.
"Jadi kau sudah turun ke lantai satu, melalui tangga darurat?" tanya Mars, tanpa mengalihkan tatapan matanya dari berkas yang ada ditangannya
"Iya, tuan." Jawab Kejora, dengan suara yang terdengar lelah. Seperti orang yang baru saja naik turun dari lantai delapan, kelantai satu dengan menggunakan tangga darurat. Padahal kenyataannya ia hanya turun menggunakan tangga darurat. Sementara untuk naik ke lantai delapan, dirinya menggunakan lift . Tadi saat di lantai satu, Kejora lebih memilih pergi keruang istirahat untuk menunggu waktu. Agar saat ia menggunakan lift, tuan Mars tidak akan curiga kepadanya.
"Bagus .." Ucap Mars. "Dan saat kau naik ke lantai delapan, apa kau juga menggunakan tangga darurat?"
"Te-tentu saja, aku. .." Kejora terdiam, ia bingung harus menjawab apa. Jika Kejora berbohong, sudah dapat dipastikan ia akan bersin-bersin. Tapi jika ia tidak berbohong, pasti tuan Mars akan marah kepadanya. Dan tidak menutup kemungkinan, ia akan di pecat oleh Presdir baru mereka.
"Jawab pertanyaan, aku!" Mars mengalihkan pandangannya, menatap karyawatinya dengan tajam.
"Aku .. " Kejora yang masih menundukkan kepalanya, mulai meremas ujung pakaiannya karena gugup.
Tom yang sedari tadi diam, dan memperhatikan interaksi antara tuan Mars dan Office girls itu. Kini mulai mengerti perintah dari tuannya, beberapa menit yang lalu. Untuk melihat dari kamera Cctv dan mencari tahu keberadaan wanita itu.
"Apa kau mendadak bisu? Cepat katakan!" Mars yang mulai kesal, menggebrak mejanya dengan sangat keras.
"Aku .. aku mengunakan tangga darurat, tuan." Jawab Kejora, dengan berbohong. "Hacih .. hacih .. " Dan saat itu juga, dirinya langsung bersin-bersin.
Mars kembali menggebrak mejanya.
"Berani kau membohongiku!" Bentak Mars.
"A-aku tidak berbohong, tuan." Kejora kembali bersin-bersin, dengan keras.
Mars yang tadinya ingin marah-marah, karena karyawatinya itu ketahuan berbohong. Langsung menatap bingung, pada wanita yang saat ini terlihat kepayahan karena bersin-bersin.
"Nona, anda tidak papa?" Tanya Tom, menatap bingung wanita yang ada disampingnya yang tiba-tiba bersin. Dan ini bukan kali pertama, Tom melihat wanita itu bersin-bersin di ruangan tuannya.
"Aku tidak papa, tuan." Bersin-bersin Kejora, semakin parah dan tidak mau berhenti.
Baik Mars dan Tom, kini saling berpandangan dengan bingung.
"Tuan, apa boleh aku keluar? Aku ... " Kejora kembali bersin-bersin.
"Tidak boleh! Karena aku akan memberikan hukuman padamu, karena kau sudah berani berbohong pada -- "
"Sayang ... "
Mars menghentikan perkataannya, saat melihat wanita cantik bermata biru berjalan masuk keruangannya.
"Monica .. " Mars langsung berdiri, dan menyambut wanita yang sangat dicintainya itu. "Kenapa kau tidak bilang, jika ingin kemari?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 198 Episodes
Comments
💋Titika tika27💋
Jangan jatuh cinta ama mars ya kejora😁
2025-01-10
0
Raufaya Raisa Putri
kasih virus aj jor
2024-08-23
2
Retno Anggiri Milagros Excellent
Hem..
2024-07-28
1