Didalam kamar pria tampan diusianya yang tidak muda lagi menggeliat oleh cahaya matahari yang masuk dari celah-celah gorden jendela kaca kamarnya. Sayup-sayup matanya terbuka, merasakan diatas dahinya ada sesuatu yang menempel.
Antonio pun membawa tangan ke dahinya dan mengambil sesuatu itu, ia menjadi tersenyum ketika mengingat apa yang terjadi dengannya semalam. Seseorang itu benar-benar menunjukkan perhatiannya padanya, sungguh manis sekali.
Lalu Antonio mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya, kepalanya masih terasa pusing. Mungkin hari ini ia tidak akan kekantor dulu sampai badannya kembali dan sehat seperti semula.
Ia berjalan ke kamar mandi dengan pelan, tubuhnya sudah sangat lengket tidak mungkin juga dia harus berseka lagi. Jadi dia memutuskan untuk mandi saja agar tubuhnya lebih seger dan terasa nyaman.
Setelah memakai bajunya, Antonio keluar dari kamarnya menuju ke bawah untuk sarapan pagi dan ingin melihat Khanza juga.
.
.
Sudah dibawah Antonio tidak melihat keberadaan putrinya dan orang-orang lainnya yang tinggal di mansionnya. Sedari tadi malam yang ia lihat hanya Khanza dan yang lainya sama sekali tidak ada, entahlah ia tidak tahu keberadaan mereka. saat melihat Bi Inahya dengan cepat Antonio memanggilnya.
“Bi…” seru Antonio memanggilnya.
“Iya tuan," sahut Bi Inahya menghampirinya.
“Orang-orang pada kemana ya bi, saya juga tidak melihat Rhea. Biasanya Rhea sudah heboh pagi-pagi. Yang lainnya juga tidak ada," ujar Antonio.
“Oh, non Rhea sama nyonya laura. Pergi berlibur tuan, saya tidak tahu mereka liburan kemana.” tutur Bi Inahya.
Antonio mengangguk mengerti, mungkin Laura ingin menghabiskan waktunya bersama Rhea. Mumpung Rhea libur dan ia diberi cuti, jadi memanfaatkan waktu untuk mendekatkan dirinya pada putrinya yang selama ini tidak diperhatikannya.
“Kalau khanza kemana bi?" tanya Antonio lagi.
“Itu tuan neng khanza pergi pamit sama saya katanya mau mencari perkerjaan tuan.” ujar Bi Inahya.
Antonio duduk di kursi meja makan, matanya mengarah ke mangkuk yang berisi bubur dan gelas disampingnya berisi air putih dan wedang jahe. Bi Inahya yang paham tuannya akan bertanya kembali langsung membuka suaranya memberitahukan.
“Itu neng khanza yang membuatnya tuan, kata neng khanza tuan sakit. Jadi ia membuatkan tuan bubur dan wedang jahe agar lambung tuan kembali membaik.” ucap Bi Inahya memberitahukannya.
Antonio mangut-mangut mengerti sudah.
“Kalau gitu saya pamit kebelakang dulu tuan.” Bi Inahya langsung pergi kebelakang mengerjakan perkerjaan lainnya.
.
.
Antonio sudah berada dikamar setelah menyelesaikan sarapan tadi ia langsung ke atas untuk beristirahat kembali. Ia membaringkan tubuhnya hanya sebentar saja dan mengingat perkataan asissten rumah tangganya yang mengatakan kalau istrinya dan putrinya sedang liburan membuat Antonio menjadi curiga dan tidak tenang.
Mengambil ponsel di meja nakas samping ranjangnya, menghubungi seseorang. Dering pertama, kedua masih belum ada jawaban hingga dering ke tiga barulah terdengar suara diseberang sana.
“Hello… tuan?”
Yah, yang dihubungi Antonio adalah assisten pribadi kepercayaannya, siapalagi kalau bukan Satya.
“Saya minta kamu cari tahu, kemana istri dan putri saya liburan. Awasin mereka terus, kalau ada yang mencurigakan segera kasih tahu saya,"
“Siap tuan laksanakan,”
Tutt! Sambungan diputus Antonio.
Antonio kembali mengistirahatkan tubuhnya dengan berbaring, sebenarnya ia ingin berolahraga tapi apalah daya tubuh saat ini tidak mendukung untuk melakukan itu.
“Sebaiknya aku istirahat saja dulu, mungkin nanti sore badanku sudah fit kembali. Semoga saja.” ucapnya sambil berdoa.
***
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
Supartini
habat klo jadi bos tinggal pegang hp beres semua
2021-12-20
0
dineeeey
keren parah 😭
2021-11-22
0
Nadyaa
maaf kan para pembaca ya thor sukq ngadi ngadi hayal nya termasuk aku.biar ci bapa nikah sm kanza🤣🤣
2021-09-12
4