Antonio berada di meja makan sedang menunggu Khanza, sambil sesekali memeriksa email yang masuk di tab. Tidak berapa ia menunggu, akhirnya Khanza datang dan duduk sedikit menjauh dari Antonio.
“Kenapa kamu duduknya sangat jauh?" tanya Antonio
“Engga pa-pa, aku duduk disini aja," jawab Khanza.
“Tenanglah saya tidak akan mengulanginya lagi, jadi duduklah disini." seru Antonio.
Khanza tetap diam tidak mau duduk dekat dengannya, Antonio akhirnya menyerah dan mendiamkannya saja. Ia memahaminya mungkin Khanza masih takut berada didekatnya. Khanza yang melihat makanan sebanyak ini dimeja merasa aneh, siapa yang memasaknya. Sedangkan diapartement hanya ada mereka berdua tidak ada pembantu dan Antonio tidak mungkin bisa masak sebanyak ini.
“Saya delivery order," ujar Antonio yang mengetahui isi pikiran Khanza dari raut wajahnya.
“Emm…” jawab Khanza.
“Makanlah, nanti saya akan antar kamu pulang ke mansion.”
Lagi-lagi Khanza hanya mengangguk saja…
Setelah selesai makan, mereka berdua bersiap-siap pulang ke mansion. Antonio juga akan membicarakan masalah kemarin dengan putrinya yang tidak sengaja ia bentak.
Antonio mengantar Khanza pulang, setelah kejadian tadi malam membuat di dalam mobil terjadi keheningan diantara mereka berdua.
.
.
Sesampainya di masion terlihat sangat sepi, hanya ada pembantu yang sedang bersih-bersih. Khanza tidak melihat Rhea sama sekali. Tadi setelah mengantar Khanza Antonio langsung pamit berangkat menuju kantornya dan tidak jadi untuk membicarakan yang tadi dikarnakan ia mendapat telpon mendadak dari assistennya bahwa hari ini ada meeting penting yang tidak bisa diwakilkan sama sekali. Jadilah Khanza sendiri yang masuk ke dalam mansion.
Khanza pun mencari Bi Inahya, ia melangkahkan kakinya menuju ke dapur. Karena yang diketahuinya Bi Inahya selalu berada didapur, entah berberes apa saja yang bisa dilakukannya.
“Bi…” seru Khanza membuat Bi Inahya menoleh dan langsung memeluknya.
“Neng Khanza darimana aja, bibi khawatir sama neng. Tadi malam bibi liat neng keluar sambil nangis gitu,” ujar Bi Inahya.
Khanza tersenyum sebelum berbicara.”Khanza ga pa-pa, tadi malam khanza cuman kesel aja sama keponakan tante laura yang cowok. Mulutnya pedes banget pengen khanza ulek rasanya," katanya lalu tertawa bersama Bi Inahya.
“Si eneng bisa aja lawaknya. Haha.”
Setelah puas tertawa mereka berdua menghentikannya, karena Khanza ingat apa tujuan mencari Bi Inahya yaitu ingin bertanya.
“Oh, ya bi, rhea kemana kok ga keliatan," ujar Khanza bertanya.
Hari ini memang tidak sekolah karna mereka libur selama satu minggu kedepan. Entahlah kenapa mereka diliburkan selama itu.
“Non cantik tadi pagi bibi liat bawa koper sama nyonya, tapi bibi gatau mereka pergi kemana neng. Yang pasti kayaknya liburan, tapi kok tuan ga diajak ya," jawab Bi Inahya merasa aneh kedua orang itu liburan tapi tidak mengajak tuan Antonio. Entahlah ia tidak ingin mengurusi itu semua intinya ia berkerja saja.
“Oh... Kalau itu bi kedua sepupunya rhea kemana bi? Maaf ya bi Khanza bertanya, bukan nya kepo tapi hanya ingin tahu.”
“Sama aja neng, kalau mereka berdua kayaknya keluar neng.”
Jawaban Bi Inahya membuat Khanza mangut-mangut mengerti. Lalu pamit kekamar untuk beristirahat sambil memikirkan akan mencari perkerjaan kembali agar ia tidak terus tinggal disini lagi. Khanza tidak nyaman terus merepotkan Rhea terus menerus, tidak ingin disebut hanya memanfaatkan sahabatnya saja.
Kata-kata seperti itu sangat dihindarinya, sudah cukup selama ini selalu direndahkan hanya karena ia tidak selevel dengan mereka orang-orang kaya. Ia juga manusia yang punya hati dan perasaan, bisa kapan saja sakit dan hancur.
Mungkin jika itu terjadi terus menerus, bisa sajakan membuat stress karena tidak bisa menahan itu semua. Menyimpan terus menerus didalam hati terdalam, tanpa mau berbagi sama orang lain. Apa yang mau dibagikan tentang hidupnya yang tidak pernah merasakan kebahagian satu kali saja dalam hidupnya.
Suatu hari nanti kehidupan yang dirasakannya sekarang akan berubah sesuai yang diinginkannya. Mungkin bersabar dulu dan ikhlas menjalaninya, agar bisa menerima semua dengan lapang dada.
Roda kehidupan tidak akan stay saja, mungkin sekarang ia berada dibawah dulu, sebelum meninggi kedepannya.
***
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
Daliffa
Thor ap Khanza punya ortu,kn pas bayi dtinggali kalung inisial k...
2023-01-28
0
Yuni MamaRizky
berst banget hidipny kanza
2022-05-20
0
Lia Frastika
khanza semoga berjodoh dgn om antonio
2022-04-25
0