Kegelapan malam seorang gadis berjalan sambil menangis, seolah-olah air matanya tidak ingin berhenti membasahi wajah ayu nya. Kalian tahu siapa gadis tersebut, tebakan kalian benar gadis itu adalah Khanza, setelah ucapan menghina dari seorang pria membuatnya berlari keluar pergi dari mansion itu, sudah cukup ia tidak tahan lagi dengan perkataan mereka semua.
Apa gadis sepertinya tidak boleh berteman dengan orang kaya, bahkan Rhea pun sama sekali tidak mempersalahkan status sosial lalu kenapa mereka menjadikan itu masalah. Mereka hanya menilai seseorang dari mana asalnya keberadaannya, tapi cobalah menghargai seseorang itu tanpa harus menghinanya cukup diamkan saja.
Jauhnya sudah Khanza berjalan, sampai tidak tahu sekarang berada dimana. Ingin pulang tapi rasanya sangat malas untuk bertemu orang-orang yang menghinanya. Sama sekali dihati Khanza tidak ada rasa kebencian buat orang yang menghinanya, karna dirinya lebih memilih untuk menghindari orang-orang tersebut.
Mata Khanza seketika mengarah ke seberang jalan, saat mendengar suara keributan. Khanza mengucek-ngucek matanya memastikan pengelihatan tidak salah, diseberang sana tepatnya di club malam Khanza melihat Antonio sedang marah pada wanita sexy yang memapahnya.
Khanza terlihat bingung ingin menghampirinya atau tidak, tapi melihat wanita itu sepertinya terkena amukan Antonio. Khanza menjadi merasa kasian dan akhirnya menyebrangi jalan menuju ketempat itu.
“Om…” seru Khanza membuat Antonio menoleh dan akhirnya merangkulnya.
“Sayang! Kenapa kamu lama sih datangnya," Antonio berbicara melantur.
“Tapi-…”
“Sayang wanita ini berusaha menggoda ku,” sela Antonio memotong kalimat Khanza.
Khanza menjadi bingung dengan perkataan Antonio yang terus saja menyebut dirinya sayang.
“Kamu pacarnya?" tanya wanita tersebut.
“Sayang…” tangan Antonio berpindah di pinggang Khanza agar semakin menempel padanya.”Bantulah saya," bisiknya ditelinga Khanza.
Khanza akhirnya mengangguk.”Iya…” jawabnya.
Setelah mendengar jawaban tersebut, wanita tersebut langsung pergi meninggalkan Khanza dan Antonio.
“Antar saya ke apartement xxx," ujar Antonio berbicara kepada Khanza.
“Tapi om, kenapa tidak pulang kerumah saja," seru Khanza.
Membuat Antonio seketika itu menggeleng.”Tidak, antar saya ke apartement saja. Tolonglah, kepala saya sudah sangat pusing, rasanya ingin pecah.” katanya.
Tidak ingin lagi protes, akhirnya Khanza menurutinya saja. Khanza menyetopkan taksi dan meninggalkan mobil Antonio diparkiran club karena ia tidak bisa menyetir mobil. Lalu mereka berdua masuk ke dalam taksi tersebut. Antonio sudah menyebutkan alamat tersebut dan taksi segera meluncur kesana.
Sampailah mereka di apartement, Khanza memapah Antonio masuk kedalam apartementnya. Lalu membaringkan Antonio diranjang dan melepaskan sepatunya agar lebih nyaman berbaringnya. Saat ingin berbalik melangkahkan kaki keluar kamar, Antonio malah menarik tangannya dengan sekali sentak hingga Khanza jatuh dan menimpa tubuhnya.
Khanza hampir saja memekik kaget, tapi buru-buru menutup mulut. Dan sekarang Jantungnya berdetak kencang saat jaraknya begitu dekat dengan Antonio, bahkan sangat menempel. Tetapi mereka masih berpakaian lengkap, Khanza pun tersadar bahwa ini salah.
“Om lepasin…” Khanza berusaha membrontak tetapi tangan Antonio memeluk erat pinggangnya. Namum alih-alih dilepas, Antonio malah semakin mengeratkan pelukkannya dan membuat tubuhnya yang mungil semakin menekan tidak bisa lepas bahkan begerak sedikitpun.
Antonio merasa tidak ada pergerakan dari gadis diatasnya membuat bibirnya mengukir senyuman, lalu ia mendekatkan bibir hingga bersatu dan mencium dengan sangat lembut dan penuh kehati-hatian. Membuat Khanza terlena dengan perlakuan lembut itu, tetapi itu hanya sebentar saja.
Merasakan gadis diatas tampak kehabisan nafas, membuat Antonio melepaskan ciumannya setelah merasakan pasokan udara yang juga mulai menipis. Antonio membalik tubuh Khanza agar ia bisa membuka baju atasnya. Hanya sebentar saja selanjutnya, melanjutkan permainan kembali, tetapi keburu suara Khanza menghentikannya sejenak.
“Khanza mohon om lepasin, ini salah. Tolong biarin khanza pergi dari sini," kata Khanza sambil air matanya terus bercucuran diwajah cantiknya.
“Tidak, saya tidak bisa menghentikan ini. Biarkan saya melakukannya, saya berjanji akan bertanggung jawab," ucap Antonio yang sebenarnya tidak sadar dengan perkataannya.
“Tapi-…’
“Diamlah, jangan menghentikan saya lagi.” sergah Antonio memotong ucapan Khanza.
Khanza akhirnya terdiam, dan Antonio memulai aksinya hingga melakukannya. Tetapi Khanza terus saja melakukan pembrontakan, tapi apalah daya tubuhnya yang mungil tidak sebanding dengan tubuh kekar berotot milik Antonio.
Setelah itu Antonio ambruk disebelah Khanza yang masih menangisi semua ini sampai akhirnya membuatnya tertidur.
***
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
Yuni MamaRizky
walahhhh kok gtuu zaaaaa
2022-05-20
0
Maryah Ria
aduuuh Khanza salah bener keputusan mu...sayang skali hhhmm q kecewa sma khanza
2022-03-14
0
Fatimah Fatimah
harusnya khanza nganterin didepan pintu aja gak usah sampe ke kamar, kan serem jadinya
2022-02-27
0